Selasa, 04 November 2008

Bunda Baik Sekali Sama Keke

Bunda Baik Sekali Sama Keke. Beberapa hari ini ucapan-ucapan Keke tuh lagi ada-ada aja, deh. Mulai dari kasih berbagai pertanyaan yang bikin kepala bundanya cukup mumet. Trus, yang terakhir ini memuji sampe perasaan bunda campur aduk.

Jadi ceritanya gini... .

Setiap malam, Chi kan selalu tanya ke anak-anak "Hari ini seneng gak?" Chi juga selalu minta alasan. Kalo seneng kenapa, gak seneng juga kenapa. Jawaban mereka biasa aja. Maksudnya, kalau seneng, maka mereka akan cerita alasannya.

Tapi, semalem tuh beda. Keke bilang kalo hari itu dia seneng banget. Alasannya karena bunda selalu baik sama Keke. Keke pengen apa aja selalu di kasih. Bunda gak pernah marah.

Chi sempet kaget tuh denger alasan Keke. Ada apa, nih? Kok, tumben-tumbenan penuh pujian? Memuji apa nyindir secara halus, ya? Tapi, anak kecil kan selalu jujur. Masa' sih nyindir? Oke deh kalo gitu berarti ini pujian dari Keke. *Lagian bundanya curiga aja, nih 😁

Sebetulnya Chi bukannya sama sekali gak pernah marah, loh. Chi juga punya beberapa larangan untuk anak-anak. Suka juga marah kalau anak-anak gak menurut. Dan gak semua kemauan anak akan Chi turutin.

[Silakan baca: Melarang Anak Boleh Saja, Asal ...]

Chi tetep mikir maksud perkataan Keke tadi. Bersyukur kalo dia merasa senang dengan perlakuan Chi ke dia. Setelah di pikir-pikir dalam mengasuh Keke dan Nai, Chi memang lebih suka memberi batasan daripada larangan. Lebih suka memberikan konsekuensi.

Contohnya adalah urusan jajan. Chi gak pernah melarang Keke dan Nai untuk jajan. Mereka boleh jajan setiap hari, tapi syaratnya hanya boleh 1 kali dalam sehari dan 1 item aja dalam sekali jajan. Jajanannya pun diawasin ma Chi. Gak boleh sembarangan.

[Silakan baca: Perlukah Uang Jajan untuk Anak?]

Contoh lain adalah urusan main air. Mereka boleh main air setiap hari, bahkan mandi ujan pun boleh. Tentu aja ada syaratnya. Kondisi mereka lagi sehat. Malah kadang Chi yang suka ngajak mereka mandi ujan. Seru!

[Silakan baca: Mandi Hujan]

Anak-anak kan biasanya suka banget sama kegiatan corat-coret. Biarpun udah dikasih kertas atau buku gambar, terkadang mereka kepengen juga corat-coret di tempat yang gak lazim, misalnya di tembok, di sprei, di kaos, bahkan di badan mereka. Chi gak melarang, asalkan mereka hanya corat-coretnya di kamar sendiri. Di ruangan lain gak boleh. Sprei atau kaos juga harus yang punya sendiri (dipilihin yang udah jelek aja). Corat-coret sesekali di badan pun gak apa-apa. Malah ayahnya kasih mereka peralatan face painting untuk memuaskan keinginan mereka.

[Silakan baca: Anak Mencoret-Coret Tembok. Boleh Atau Tidak?]

Setiap hari Chi selalu tanya ke mereka "Hari ini mau ke sekolah apa gak?" Maksud Chi kalo mereka pilih sekolah harus semangat, jangan cengeng. Kalo gak mau sekolah ya gak apa-apa. Tetapi, jam belajar mereka di rumah harus ditambah. Kenapa Chi gak mau maksa? Karena kalo dipaksa biasanya mereka akan rewel banget di sekolah. Tapi, kalo mereka yang milih sendiri, di sekolah biasanya mereka happy. Walopun datengnya selalu telat setiap hari. 😅

Masih banyak kegiatan mereka yang gak Chi larang. Paling hanya dibatasin. Emang ih untuk kitanya suka lebih cape. Rumah jadi lebih berantakan, walopun niat mereka adalah membantu orang tuanya. Tapi, Chi ambil positifnya aja. Setidaknya keingintahuan mereka terbayarkan.

Mereka ingin corat-coret tembok, main air, dan lain-lain itu semua kan karena mereka tau bagaimana rasanya. Setelah keingintahuannya terbayar biasanya itu cukup buat mereka. Kalo masalah rumah yang tambah berantakan, pengalaman Chi biasanya kalo dibolehin kemauannya mereka pun dengan suka rela membantu. Walopun bantuan dari mereka terkadang jadi nambah kerjaan lagi buat Chi Hahaha!

Sesekali gak apa-apa, lah. Sekarang mereka mungkin keliatannya suka berantakin macem-macem. Tapi kalo dari awal udah di biasain bantu-bantu, nanti lama-lama rapi juga kan..

Gak selalu berjalan mulus, kok. Terkadang mereka suka pengen lebih atau sesekali melanggar peraturan. Nah, di sini Chi suka rada-rada tegas. Lihat dulu sikonnya. Kalau memang udah dianggap melanggar banget dan mereka gak menurut, baru deh Chi marah.

Ya ini sih menurut pendapat Chi tentang perkataan Keke itu. Semoga memang benar dan Keke akan terus menganggap bundanya memang baik. 😘
Keke Naima
Keke Naima

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^