anak mencoret-coret tembok, stationery
Tembok yang penuh dengan coretan itu udah di cat lagi. Eh, dicoret-coret lagi. Pake warna yang glow in the dark. Jadi kalau lampu dimatikan, tulisa nama Keke dan Naima akan terang :D


Anak Mencoret-coret Tembok, Boleh atau Tidak? - Mamah Chi beberapa kali cerita, waktu kami kecil salah satu kegemarannya adalah mencorat-coret. Segala dicoret oleh anak-anak Mamah. Tembok, lemari, kursi, dan lain sebagainya. Kayaknya gak ada satupun yang lolos dari coretan tangan-tangan mungil Chi dan adik-adik. Chi udah gak inget kegiatan coret-coretnya, tapi kalau lihat foto masa kecil memang tembok, kursi, dan lain sebagainya itu penuh dengan coretan. Perbuatan siapa lagi kalau bukan Chi dan adik-adik yang melakukan? Hehehe..

Ketika Keke dan Nai balita, mereka pun punya kegemaran yang sama. Kayaknya memang anak kecil dimana-mana senang mencoret-coret, ya. Asal ketemu alat tulis, langsung deh pengennya coret-coret. Mau diumpetin alat tulisnya, tapi coret-coret itu kan katanya bagian dari melatih motorik. Bahkan memegang alat tulis pun harus latihan. Giliran dikasih, rasanya mereka gak puas kalau cuma mencoret di kertas saja.

Chi dan K'Aie pun akhirnya membolehkan mereka mencoret-coret tembok. Bukan bermaksud ngajarin anak gak bener. Tapi, kami pikir, anak-anak itu rasa ingin tahunya sedang tinggi-tingginya. Ketika mereka sudah merasakan bagaimana menulis di kertas, mungkin kemudian mereka penasaran bagaimana menulis di tembok atau media lainnya. Lagipula kami yakin belum tentu bikin mereka kebablasan. Buktinya, dulu Chi sering mencoret-coret tembok, setelah besar udah ngerti kalau gak sembarang tempat bisa buat coret-coret.
 
Kami pun mengizinkan mereka menulis di tembok, lemari, dan lain-lain. Tapi dengan 1 syarat yaitu hanya dilakukan di kamar. Jadi, silakan mereka puas-puasin mencoret-coret apapun, asalkan hanya dilakukan di kamar. Tentu aja harus diawasi. Ketika mereka terlihat mulai ingin coret-coret di ruang lain, kami akan arahkan untuk masuk kamar. Kecuali saat K'Aie ngajak anak-anak main engklek. Itu lantai garasi sengaja dicoret-coret pake spidol wkwkkw. Ya, beginilah kalau rumah gak punya halaman bermain yang memadai. Yang penting anak-anak hepiii dan ngerti permainan tradisional. Lantai yang abis dicoret-coret kan bisa dihapus lagi.

Kalau anak-anak tetep ingin mencoret-coret di ruangan lain, biasanya Chi akan tanya alasannya. Biasanya mereka cuma bilang pengen gambar di tembok. Kalau udah gitu, arahin lagi ke kamar sambil kasih penjelasan. Karena kan sama aja. Sama-sama coret-coret di tembok. Biasanya kalau udah dikasih penjelasan mereka mengerti.


anak mencoret-coret tembok, stationery
Bikin dulu sketsanya pake pensil :D


Awalnya, kami melapisi tembok kamar dengan kertas karton, gak cuma nyediain stationery aja. Maksudnya sih supaya tembok tetep bersih. Kalau kartonnya udah penuh dikedua sisi, kami tinggal ganti. Tapi lama-lama kok malas juga, ya hehehe. Selanjutnya kami biarin aja mereka bebas coret-coret di kamar. Kalau udah penuh tinggal di cat.

Ada beberapa manfaat yang bisa kami rasakan dengan kegiatan mencoret-coret ini, yaitu:


  1. Anak merasa senang karena keinginan dan rasa ingin tahunya terpenuhi. Mereka jadi tau kalau mencoret-coret di berbagai media memiliki rasa yang berbeda satu dengan lainnya.
  2. Memberi kebebasan berekspresi. Bisa kelihatan juga apa mereka lagi senang atau kesal pas coret-coret temboknya
  3. Mereka tetap belajar disiplin karena tetap diberi peraturan hanya boleh coret-coret di kamar
  4. Mereka belajar calistung juga salah satunya dengan cara mencoret-coret tembok, lho. Dan mungkin karena mereka senang, jadi nangkepnya cukup cepat
  5. Menambah keakraban diantara kami

K'Aie: "Kayaknya Ayah udah ngajarin gak bener, nih. Malah ngajakin kalian coret-coret tembok."
Nai: "Enggak, yaaahh.. Ayah bener, kok. Ini kan Ayah lagi ngajari Ima dan Keke supaya jadi anak kreatif."

Wkwkkw itu dialog saat Nai lagi asik coret-coret tembok sama ayahnya. Nai bisa aja bilang kalau coret-coret tembok bisa bikin dia jadi kreatif :D

Bagaimana dengan teman-teman? Bolehkah kalau anak-anak mencoret-coret tembok? Siapkan stationerynya buat yang membolehkan. Cobain yang glow in the dark kayak yang dipake Keke dan Nai hehehe


anak mencoret-coret tembok, stationery
Kegiatan ayah dan anak yang asik :D