Monday, February 8, 2021

Menjadi Pintar Bersama Kelas Pintar

Sebetulnya suka sedih kalau mengingat tentang dunia pendidikan. Khususnya untuk Nai yang saat ini sudah duduk di kelas 9. Insya Allah, beberapa bulan lagi akan berganti seragam menjadi putih abu-abu. 
 
menjadi pintar di kelas pintar
 
Enggak. Chi gak mengeluh tentang aktivitas PJJ. Di saat pandemi ini lebih nyaman kalau anak-anak belajar di rumah. Anak-anak juga malah lebih enjoy belajar dari rumah. 
 
Chi sedih setiap kali mengingat UN ditiadakan. Bagaimana sistem penerimaan sekolah negeri nantinya? 
 
 
Tentu masih lekat dalam ingatan di mana tahun lalu terjadi kehebohan sistem PPDB di DKI. Gara-gara UN ditiadakan, kuota terbesar di sistem penerimaannya menggunakan seleksi umur. 
 
Jelas saja anak-anak yang usianya muda kalah bersaing. Meskipun di sekolahnya berprestasi. Hal ini memicu keresahan banyak sekali orang tua. Termasuk Chi yang meskipun saat itu Nai belum lulus. Dan keresahan itu sudah Chi wujudkan jadi tulisan yang sangat panjang di blog ini. 
 
Chi jelas resah karena usia Nai masih termasuk muda. Kalau tahun ajaran masih murni pakai seleksi umur, rasanya agak hopeless deh bakal keterima. Nai pun sempat kecewa dengan kejadian itu karena dia sangat ingin masuk ke sekolah negeri seperti Keke. 
 
Nai itu anak yang cerdas dan tekun meskipun bukan bintang kelas. Dan kami masih ada rasa optimis bila aja masih ada UN, Nai bisa lolos masuk sekolah negeri. Kalau pun gagal, setidaknya dia masih merasa fair karena kalahnya dari sisi prestasi. Bukan dilihat dari umur.  
 
 
Haruskah Nai ikut bimbingan belajar? 
 
Kami akui bimbel sangat membantu belajar Keke dan Nai ketika mereka berada di kelas 9. Bahkan setelah Keke masuk SMA, dia mulai bimbel sejak kelas 10. 
 
Tetapi, dengan ditiadakan UN, Chi sempat ragu dan mutung juga. Ngapain bimbel kalau tujuannya bukan supaya bisa bersaing saat Ujian Nasional? Mana tahun lalu kan mulai pandemi. Pengeluaran keuangan semakin diperketat. Rasanya sayang banget kalau Nai ikut bimbel, padahal udah gak ada UN.
 
bimbingan belajar online kelas pintar
 
Untungnya Chi gak lama galaunya. Mulai sadar kalau belajar itu sangat penting. Dan Nai tetap butuh bimbel. Karena kalau mengandalkan belajar di sekolah aja seringkali gak cukup. Apalagi kalau dengan cara Pembelajaran Jarak Jauh begini. 
 
Kami daftarkan bimbel di tetangga yang jaraknya hanya beberapa rumah. Dulu Keke pernah bimbel di sana. Alhamdulillah cocok dan dia bisa masuk ke SMA negeri.
 
Eh, ternyata gak cocok sama Nai. Ya memang begitu. Setiap anak punya gaya belajar masing-masing. Apa yang cocok buat kakaknya, belum tentu adiknya juga. 
 
Makanya kami gak melanjutkan bimbel di sana. Mulai cari bimbingan belajar online untuk Nai. Terutama yang punya visual menarik. Karena gaya belajar Nai tuh lebih dominan ke visual.  
 
metode belajar di kelas pintar
 
Menarik banget pas Chi dapat info tentang Kelas Pintar. Kalau baca informasi di situsnya tertulis kalau Kelas Pintar menggunakan pendekatan PERSONAL melalui metode penyampaian materi yang disesuaikan dengan beragam karakter siswa, baik itu melalui Visual, Audio, maupun Kinesthetic (V.A.K). 
 
Nah, sepemikiran banget kan dengan Chi. Di blog ini Chi sering cerita tentang pentingnya mengenali gaya belajar anak. Karena sudah terbukti ke Keke dan Nai. Kalau gaya belajarnya tepat, mereka akan lebih cepat menangkap pelajarannya. 
 
Metode pembelajarannya menggunakan pendekatan Learn, Practice, dan Test. 
 
  1. Learn – Mempelajari semua materi dalam bentuk audio visual, video animasi, dan e-book
  2. Practice – Penguatan konsep melalui berbagai metode pelatihan
  3. Test – Evaluasi belajar melalui berbagai variasi tes 

Tentunya yang paling menarik adalah bagian pelajaran yang menggunakan metode video animasi. Nai pernah mencobanya dan katanya lebih paham. Ya itu karena gaya belajarnya lebih dominan visual.
 
Sejak dulu, Chi memang tidak 100% mengandalkan kegiatan belajar di sekolah. Anak-anak tetap belajar lagi di rumah. 
 
Ketika masih mereka masih SD, Chi masih ikut terjun langsung mengajarkan mereka. Saat SMP mulai campur-campur. Kadang-kadang Chi masih turun tangan mengajarkan mereka. Tetapi, sudah dibantu juga dengan bimbingan belajar. Soalnya materi pelajaran kan semakin susah. Ketika Keke masuk SMA, dia juga tetap ikut bimbingan belajar sejak kelas 10. 
 
Di saat pandemi di mana anak-anak harus terus belajar dari rumah, bimbingan belajar sangat membantu. Tetapi, memang harus cari yang tepat. Kelas Pintar bisa dicoba, nih. 

Keke Naima
Keke Naima

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

44 comments:

  1. daku udah cuss dan ceki-ceki website-nya mbaaa
    bener deh, ini yg dibutuhkan para ortu.
    supaya tetep semangaaattt dampingi anak ketika PJJ yak.

    ReplyDelete
  2. Aku udah nyoba sama ama Kelas Pintar. Apalagi anakku lagi persiapan masuk smp mba :)

    ReplyDelete
  3. Learn practice, test :) Wah, alur pengajarannya kayak gini yach. Pantesan aja anak2 makin pintar :D Lumayan banget kehadiran Kelas Pintar buat anak2 belajar online. Soalnya kalau dari guru sekolah aja kan kurang terutama dalam sikon pandemi gini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berasa kurang banget. PJJ kurang maksimal kegiatan belajarnya

      Delete
  4. Hehe, menurutku PR bagi ortu lumayan berat nih selama anak PJJ. Nggak semua ortu mampu untuk mendampingi + bantu anak. Kalo ada bimbel yang sebenarnya membantu, itu sih bagus banget. Yang jelas kalopun bimbelnya online tentu lebih bagus lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu anak-anak saya masih SD, masih sanggup lah ngajarin mereka. Kalau udha level SMP dan SMA begini, saya harus meminta bantuan pihak lain

      Delete
  5. Kelas Pintar ini bisa mengakomodir kebutuhan tambahan belajar untuk anak-anak ya mak Chi. apalagi melihat cara belajar sekarang ini yang memang lebih banyak secara online dan waktunya pun gak sebanyak waktu sekolah offline.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Pas lah untuk masa pandemi yang belajarnya serba online

      Delete
  6. Emang harus di ubah mindsetnya ya mbak, ikut bimbel bukan untuk lolos UN dengan nilai tinggi. Tapi ikut bimbel agar anak lebih memahami materi pelajaran di kelasnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut saya, bukan perkara mengubah mindset. Karena kalau sekadar paham mata pelajaran dan anak-anak enjoy dengan sekolahnya, belajar di sekolah sebetulnya udah cukup. Gak perlu ikut bimbel apapun. Ya meskipun tidak menjadikan mereka sebagai bintang kelas. Bagi kami gak apa-apa.

      Tetapi, masalahnya adalah di DKI tuh persaingan masuk sekolah negerinya masih menggunakan NEM. Itulah alasan anak-anak didaftarin ke bimbel. Targetnya memang NEM. Mau gak mau harus bisa bersaing.

      Sekarang mereka tetap ikut bimbel meskipun UN sudah dihapus. Karena PJJ memang dirasa kurang maksimal. Meskipun, kami tidak menerapkan target ketinggian. Tetapi, dengan ikut bimbel, bisa membantu mereka belajar

      Delete
  7. Di masa pandemi kayak gini aku berusaha untuk gak menetapkan standard terlalu tinggi buat belajarnya anak2 sih mbaaak, takutnya pada stres huhuhu

    Tapi lumayan juga nih kalo ada bimbel online kayak Kelas Pintar yang bisa membantu anak-anak yaaah, jadi penasaran pengen ngintip2 juga nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dalam kondisi normal pun, standar saya gak pernah terlalu tinggi. Apalagi kondisi pandemi begini hehehe.

      Alasannya sama, Ry. Jangan sampai anak-anak menjadi stress karena efek pandemi yang panjang.

      Delete
  8. Ketika PJJ masih juga belum kelar aku sempat mikir gini lho, Mak. Seleksi masuk jenjang sekolahnya bakal kayak gimana, ya? Apakah masih pake sistem zonasi? Kan kalau PJJ jarak rumah ga ngaruh gitu. Tapi kalau berdasar usia buatku emang ga fair, cape-cape belajar yang muda kalah sama yang tuaan, walau beda dikit tapi nyesek kalau pas kebagian kena cut ya. Nah kalau semua belajar pake sistem kelas pintar gini, metode seleksi siswa ga usah pake sistem batasa umur lagi dong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya gak fair banget kalau karena usia. Makanya saya kecewa dan kesel. Gak tau deh kalau tahun ini seperti apa. Semoga aja lebih fair

      Delete
  9. Akupun cukup tertarik pengen nyoba kelas pintar ini mbak, kayanya bakal bisa menyesuaikan dengan gaya belajar anakku

    ReplyDelete
  10. memang kadang bimbel juga perlu ya mbak buat membantu anak untuk lebih memahami pelajaran
    krn lagi pjj makanya adanya kelas pintar ini sangat membantu ya mbak

    ReplyDelete
  11. Kalau anak cewe biasanya suka yang visualnya menarik ya, Mbak. Fira tuh punya ketertarikan untuk melihat sesuatu yagn menarik. Beda dengan kakaknya yang seneng kalau emndengar suara gurunya menjelaskan.

    Semoga pandemi segera berakhir dan sistem pendidikan lebih baik lagi y

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya gak tau sih apa ada hubungannnya antara gaya belajar dengan gender

      Delete
  12. Kadang aku juga mikir mak, kalo PJJ gini nggak ada persaingan belajar ya antar siswa. Apalagi belajarnya daring, aku belum bisa bayangin. Cuma ikut mikir aja wkwkwk..
    Kalo ada bimbel Kelas Pintar gini,anak anak lumayan terbantu ya mak. Apalagi kalo ada materi visual yang menarik

    ReplyDelete
  13. Senang sekali kaka Nai masih terus semangat belajar dan mengikuti kelas bimbingan belajar.
    Anak-anakku sudah merasa cukup aja gitu dari sekolahnya, heuheuu...
    Mungkin karena masih belum deket UN yang ternyata kini ditiadakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pelajaran SMP dan SMA semakin sulit. Ditambah lagi saat ini sedang pandemi. PJJ dirasa kurang maksimal

      Delete
  14. Belajar mah sampai kapan pun penting ya, Mba. Mau di rumah atau resmi di sekolah sama aja. Mau ada UN atau ga yang namanya belajar ga boleh mati. Memang anak-anak beda-beda cara belajarnya. Kayaknya ikut kelas pintar ini cocok dengan gaya belajar Abang nih. cari tau ah, kali bisa bermanfaat saat abang pulang nanti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mbak. Tetapi, sebetulnya saya juga gak mau terlalu menekan mereka

      Delete
  15. PJJ ini, memang menantang ya. Untuk anakku yang nomor 2, belajar daring ini kurang bisa bikin dia ngerti. Jadi nya butuh kelas tambahan. Kelas Pintar bisa nih jadi solusi ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Suka berasa kurang maksimal kalau hanya mengandalkan PJJ

      Delete
  16. Saya ngikutin berita tentang PDB Jakarta juga mbak, karena sepupu curhat hal sama. Anaknya masih muda tapi kalah dengan mereka yang usianya lebih tua. Jadi wajar sih kalo Mbak Chi jadi merasa percuma mengikutkan Nai bimbel. Tapi kembali lagi ke masalah kemampuan anak, kalo dengan ikut bimbel menjadikan kemampuannya bertambah lebih banyak, tentu harus ikut ya. Apalagi anak visual itu butuh belajar dengan melihat langsung, misal dengan video animasi jadi lebih mudah dipahami.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengalaman saya, ikut bimbel memang lumayan mengangkat akademik mereka

      Delete
  17. Pas banget nih kepikiran buat ngasi fasilitas tambahan belajar buat anak-anak. Coba aku lihat2 dulu deh ni di Kelas Pintar.. Sapa tau cucok..

    ReplyDelete
  18. Iya kalau masih SD masih bisa diatasi sendiri ya? Yg puyeng kalau SMP SMA katanya pelajaran anak zaman now bikin mual2 hahaha
    Kyknya nanti kalau anak2 udah ada di kelas tinggi juga bakalan ngikutin les2 kyk gini.
    Enakan les online sih jd gak terlalu lama di luar rumh jg (nanti andai pandemi kelar aamiin :D )

    ReplyDelete
  19. Makin ga khawatir aku sama media belajar
    Banyak sekali seperti Kelas Pintar ini
    Mau rekomendasi ke ponakan yang butuh ini

    ReplyDelete
  20. Aku jadi pengen coba Kelas PIntar ini. Soalnya anak-anak perlu bimbingan belajar juga nih

    ReplyDelete
  21. Bimbingan belajar online seperti kelas pintar sangat membantu banget yaa mak, kaya aku punya anak 3 prnya banyak....keteteran sendiri kalo nggak ikut bimbel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya. KAlau perlu dibantu, cari bimbel yang bisa dipercaya

      Delete
  22. wah ga terasa ya mba, Nai udah mau SMA aja.. rasaanya baru kemarin baca postingan mba myra anak2 yang masih SD. hihi... Emang untuk nyari bimbel itu cocok2an ya mba dan harus disesuaikan sama anak maunya jangan cuma maunya ortu aja...

    ReplyDelete

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^