Tips Menyambut Ramadhan di Saat Pandemi COVID-19

"Bun, Ayah merasa akhir-akhir ini kayak Ramadhan. Bunda gitu, gak?"
"Iya, sama. Malah udah dari beberapa hari yang lalu berasanya."

Tips Menyambut Ramadhan di Saat Pandemi COVID-19



Itu obrolan kami beberapa minggu lalu. Waktu awal-awal dihimbau untuk di rumah aja. Malah belum ada aturan PSBB.

Gak tau kenapa kami berdua kompakan merasa karantina ini seperti Ramadan. Apa karena suasananya lebih sepi dari biasanya. Jadi agak syahdu kayak Ramadan. Gak tau lah kenapa. Tetapi, yang jelas kami merasa seperti itu.

Ada yang merasa kayak Ramadhan juga, gak?

Mau berasa atau enggak, biar bagaimanapun Ramadan sudah di depan mata. Tinggal menghitung hari, Insya Allah seluruh umat Islam akan menjalani ibadah puasa.


Prioritas Jaga Iman



Beberapa hari lalu, Chi belanja di Farmer's. Trus, lagu yang diputar di supermarket itu lagu-lagu Ramadan Bimbo. Chi langsung baper, dong. Berusaha jangan sampai menangis. Malu lah di tempat umum hehehe.

Sejak dulu, Chi meyakini kalau Ramadan adalah waktunya untuk latihan memperkuat keimanan. Sisa 11 bulan setelah itu adalah masa prakteknya. Apakah hasil selama 1 bulan itu akan berdampak ke 11 berikutnya atau tidak. Bagusnya sih setelah bulan Ramadan pergi, kita menjadi semakin baik.

Menjalani ibadah Ramadan di Indonesia memang menyenangkan. Tidak hanya waktunya yang selalu konsisten. Coba deh bandingin bulan puasa di negara yang ada musim dingin dan panas. Kalau di Indonesia kan dari dulu segitu-gitu aja waktunya.

Belum lagi kalau bicara tentang berburu tajil. Duh banyak banget deh yang jualan menu buka puasa di mana-mana. Dari mulai pedagang yang memang biasa jualan makanan hingga penjual dadakan.

Tapi, kemungkinan besar kali ini Ramadan akan kita jalani lebih spesial. Sepertinya kita semua akan menjalani Ramadan yang sepi. Tidak ada ngabuburit untuk cari menu buka puasa atau sekadar main ke luar. Bahkan kita semua mungkin gak bisa tarawih di masjid. Itu semua karena saat ini terjadi pandemi COVID-19. Semua masyarakat dihimbau untuk physical distancing. Jaga jarak dulu dan jangan berkerumun.

Sedih? Pastinya!

Makanya menurut Chi, memperkuat keimanan di Ramadan tahun ini menjadi prioritas banget. Bahkan sebelum Ramadan tiba, baper-bapernya udah mulai berasa. Pengennya sih wabah udah lenyap sebelum Ramadan. Tetapi, kelihatannya belum ada tanda-tanda Indonesia mengalami penurunan setelah masa puncak. Ya, meskipun tidak ada yang tidak mungkin apabila Allah sudah berkehendak.

Chi lebih memilih semakinberusaha menjaga iman. Manfaatkan ujian ini dengan mendapatkan hikmah sebanyak-banyaknya. Mudah-mudahan dengan ujian ini membuat ibadah Chi dan keluarga lebih baik. Berdoanya lebih khusyuk lagi.

Ya mungkin aja selama ini puasa Chi masih banyak tidak tepatnya. Masih lebih banyak dapat haus dan laparnya aja. Setelah waktunya berbuka, makan masih lumayan bablas. Mau ibadah masih ada malasnya.


Back to Content ↑


Jangan Lupa Jaga Imun



Cuaca akhir-akhir ini mudah berubah-ubah. Kadang-kadang seharian hujan. Tetapi, kadang-kadang siangnya berasa terik dan malamnya gerah.

Kondisi begini bikin tubuh manusia rentan sakit. Mudah terkena batuk pilek. Malah penyakit DBD pun mulai mengintai.

Makanya penting banget menjaga imunitas tubuh supaya tetap kuat. Apalagi begitu wabah Corona merebak di Indonesia. Selain tetap menjalankan himbauan physical distancing, menjaga imun juga semakin penting. Kabarnya virus yang masuk ke dalam tubuh bisa dilawan bila imunitas tubuh kita kuat.

Back to Content ↑


Makanan Bergizi dan Seimbang

Ya, dalam kondisi saat ini mayoritas masyarakat di seluruh dunia sedang mengencangkan ikat pinggang. Bersyukurlah kita yang masih bisa makan 3x sehari plus camilan. Meskipun menunya mungkin harus mengalami perubahan.

Membuat menu bergizi dan seimbang tidak harus dari bahan-bahan yang mahal, kok. Bahan-bahan yang ada di pasar juga banyak yang bergizi.

Untuk ide masaknya, coba deh googling dari sekarang. Bisa juga lihat di media sosial. Chi lihat sejak pada di rumah aja banyak yang kreatif dan berbagi ide mengolah masakan.

Mengkonsumsi suplemen juga bagus. Tetapi, memang tidak menjadi konsumsi harian kami meskipun tetap menyediakan stok suplemen di rumah. Disesuaikan aja dengan kebutuhan tubuh. 

[Silakan baca: Resep Perkedel Bayam]

Back to Content ↑


Berolahraga

Udah naik berapa kilogram selama pada di rumah aja? Hihihi

Alhamdulillah kami berat badannya stabil. Kalau dibilang menahan makan sebetulnya enggak juga. Malah jadi banyak ngemil meskipun tetap terukur.

Kuncinya ada di olahraga. Gak sulit meminta anak-anak untuk tetap berolahraga karena memang dasarnya juga mereka sudah aktif dan cukup rutin olahraga, apalagi Keke. Hanya saja selama masa pandemi COVID-19 ini tempat olahraganya berubah. Biasanya kami olahraga di GOR kali ini di rumah aja.

Kalaupun gak berolahraga, kami menyibukkan dengan aktivitas lain. Biar gak ngemil melulu hahaha. Di rumah aja memang gak membuat kami selalu jadi kaum rebahan. Malah bisa jadi lebih banyak geraknya.

Ya kalau Chi memang tidak banyak perubahan aktivitas karena sehari-hari juga lebih banyak di rumah. Tetapi, K'Aie malah jadi lebih banyak bergerak. Kalau sehari-hari di kantor kan lebih banyak duduk. Sekarang ini selama masa work from home, K'Aie banyak berada di halaman untuk mengurus tanaman.

[Silakan baca: Olahraga Gak Cuma Bikin Badan Bugar]

Back to Content ↑


Mengelola Stress

Kita semua dianjurkan untuk tetap berpikiran positif agar kekebalan tubuh tetap terjaga. Tetapi, sebetulnya memiliki perasaan lain seperti marah dan sedih juga gak apa-apa, kok. Apalagi dalam kondisi seperti ini.

Hanya saja memang jangan sampai berlebihan. Terlalu capek hati dan pikiran hingga kekebalan tubuh menurun. Atau malah terlalu positif sampai malah jadinya menyepelekan. Sewajarnya aja, lah. Tetap berpikir positif, tetap harus waspada karena wabah pandemi ini bukan becandaan.

Chi lebih setuju untuk mengelola stress. Ketika sedang stress, tubuh memproduksi hormon kortisol. Semakin tinggi hormon ini diproduksi, maka imun tubuh semakin lemah. Itulah kenapa stress perlu dikelola.

Meskipun Chi punya 2 anak remaja yang moodnya sedang turun-naik, tetapi sebetulnya yang rentan terkena stress di masa pandemi ini adalah Chi sendiri. Makanya bersyukur banget punya support system yang saling mendukung. Pada paham kalau Chi sedang sedih.

[Silakan baca: Tips Menjelaskan Pandemi Virus Corona Kepada Remaja]

Memiliki hobi juga bisa termasuk salah satu solusi mengelola stress. K'Aie senang bercocok tanam. Sejak di rumah aja, berbagai tanaman di rumah malah semakin terurus. Kalau sebelumnya kan hanya punya waktu mengurus sebelum berangkat kerja, pulang kantor, dan akhir pekan. Sekarang K'Aie makin sering tuh ada di halaman buat mengurus tanaman-tanamannya.

Keke asik main game online dan musik. Kadang-kadang dia nonton Netflix. Nai semakin asik bermain dengan make up dan membuat berbagai kerajinan tangan. Sekarang juga dia lagi mendekor dinding kamar buat dijadiin background foto yang unik. Sedangkan Chi berusaha mencari kesibukan dengan tetap membuat postingan organik. Jangan sampai blog jadi debuan. Mending banyakin konten aja hehehe.

People who can't control themselves try to control others - Will Bowen

Media sosial rentan banget bikin kita jadi stress. Lihat ada yang share berita tentang Corona, langsung misuh-misuh karena dianggap nakut-nakutin. Ada yang upload makanan, ngomel juga karena dianggap gak empati. Ah, bikin orang lain jadi serba salah!

Menurut Chi, daripada kita ngatur-ngatur orang lain, mendingan atur diri sendiri dulu. Karena seharusnya kita lah yang paham tentang diri sendiri. Selain itu di medsos kan juga udah banyak pilihan seperti hide hingga unfollow/unfriend. Kalau terus misuh-misuh malah nantinya capek hati sendiri.

Ya bukan berarti gak boleh juga melakukan kritik. Ini harus bisa membedakan mana kritikan dan sekadar ngomel-ngomel. Kalau misalnya kita melihat seseorang share berita hoax, boleh banget tih dikritik kalau memang sanggup. Tetapi, kalau ada rasa gak enak hati, tinggalin aja.

Back to Content ↑


Istirahat yang Cukup

Nah kalau ini, masih peer banget buat Chi. Seringkali masih harus menegur diri sendiri. Masih aja suka begadang dan kurang istirahat.

Selama pada di rumah aja karena pandemi COVID-19 pun, Keke dan Nai ikutan larut malam tidurnya. Kalau kata Keke, penyebabnya karena kurang capek. Jadinya gak merasa mengantuk.

Ada benernya juga pendapat Keke. Di awal-awal, mereka jadi kaum rebahan banget. Gak aktif bergerak. Makannya pun tanpa kenal waktu. Tetapi, setelah semua mulai teratur dan rutin olahraga lagi, mulai tertib juga istirahatnya. Ya meskipun masih tetap lebih larut malam dari hari-hari normal. Tetapi, setidaknya udah gak kebablasan lagi. Tinggal Chi dan K'Aie aja nih yang masih suka bablas.

Semua tips di sini sebetulnya udah bisa dilakukan sejak sekarang. Gak perlu menunggu Ramadhan tiba. Nanti saat mulai berpuasa, tinggal menyesuaikan dengan waktu aja. Setelah itu pun masih bisa tetap dilakukan.

[Silakan baca: Tips Memasak Hemat dan Nyaman Saat di Rumah Aja]

Ya mudah-mudahan aja setelah masa pandemi kita semua tetap sehat dan menjadi lebih konsisten menjalan gaya hidup sehat. Keimanan pun menjadi lebih kuat. Aamiin.

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan. Mohon maaf lahir dan batin, ya.

Keterangan: Foto-foto di artikel ini, bukan foto terbaru. Saat ini, kami semua sedang di rumah saja. Foto-foto ini adalah kegiatan kami sekeluarga saat ikut berpartisipasi bersih-bersih masjid Istiqlal pada tahun 2017


Back to Content ↑

72 comments

  1. Walah, kalo saya merasanya kayak lebaran mba, bukan karena ngumpul2nya. Tapi karena biasanya lebaran itu kalo pagi-pagi jalanan masih sepiii banget setelah abis solat ied, toko-toko, pasar, mall banyakan tutup semua 😂 Orang-orang masih di rumah masing-masing.

    BalasHapus
  2. Selamat menjalankan ibadah Puasa Ramadhan ya Bun ke2Nai, semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam LindunganNya, Aamiin

    BalasHapus
  3. WFH dan LFH ini bikin aku dan anak2 juga suami jadi lupa hari dan tanggal hahahaha. Berasa libur terus jadi efeknya suka begadang rame2. Malah ga bagus ya mbak? Kelar PR dan tugas online anak2, mereka main HP. Duuh keasyikan nonton film lah, makan juga banyak eh olahraga kurang. Timbangan dimarahin tiap hari wkwkwkwkwk.

    BalasHapus
  4. Iya harus istirahat yang cukup ya, Mba Chi. Soalnya kalau ramadhan kan kita kudu bangun tengah malam untuk mempersiapkan sahur. Jadi kalau bisa tidur cepat sebaiknya tidur cepat. Nggak usah begadang lagi. *nasehat ke aku sendiri ini mah.. xixixi

    BalasHapus
  5. Aamin ya Chi..
    Waah ga berasa bentar lagi ramadhan..
    Bener banget Chi tipsnya, terutama yang mengelola stress yaa, huhuu..beneran harus di latih setiap saat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah, kita sehat terus di bulan Ramadan ya, Teh

      Hapus
  6. Mungkin karena semua keluarg kumpul di rumah ya Mba jadinya aura Ramadhan sudah terasa sejak awal karantina akibat covid19 ini

    BalasHapus
  7. sepinya sih iya kaya ramadhan. tapi gak bisa tarawehan kumpul buat bukber sama temen. hikz

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak apa-apa. Kan, bisa dengan keluarga :)

      Hapus
  8. Mengelola stress ini penting banget deh, apalagi dalam keadaan seperti sekarang ini. Olah raga dan konsumsi makanan sehat saat bulan puasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya kalau banyak pikiran malah langsung sakit kepala. Makanya harus dikelola stressnya

      Hapus
  9. Mbak Myra, aku suka foto masjid Istiqlal, udah lama pengen shalat di sana belum pernah terwujud. Seringnya ke Jakarta enggak pernah lewat sana, hikss

    Aku selama pandemi lebih banyak ngurus tanaman juga, kalo biasanya kan sering ikut suami kerja. Jadi ngurus tanaman kalo sedang di rumah. Konten blog juga aku perbanyak dengan tulisan organik, ini hikmah di rumah aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak hikmah selama di rumah aja ya, Mbak

      Hapus
  10. Makasih ya Teh. Tulisannya mengingatkanku Ramadhan akan segera datang. Ya Allah semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita ya. Sedih juga ramadaham dengan suasana yang menakutkan dan sulit ini. Hanya berharap semoga masa sulit ini segera berakhir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga doa kita semua dikabulkan, ya

      Hapus
  11. meski rutinitas tarawih dan itikaf di masjid gak bisa dilakukan atau terbatas di Ramadan tahun ini, tapi masih bersyukur ya mba karena masih bisa menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta

    BalasHapus
  12. Ramadhan tinggal beberapa hari lagi ya... Semoga kita semua bisa bertemu Ramadhan, diberi kesehatan, dan diberi kelancaran beribadah... Semoga setelah Ramadhan, pandemi ini berakhir ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah, dengan ujian ini menjalani Ramadhan jadi semakin berkah. Aamiin

      Hapus
  13. Semua tips itu dilaksanakan di situasi normal tahun2 kemarin ya, Mbak Chi kecuali mengelola stres dulu tidak seperti sekarang, saat ini mengelola stres harus jadi perhatian. 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebetulnya setiap sata juga stress harus dikelola. Tetapi, di saat pandemi ini sepertinya memang semakin harus dikelola dengan baik

      Hapus
  14. Sedih si ramadhan ga semeriah tahun sebelumnya, namun kalau tetap melakukan tradisi mudik, dll.

    Malah bisa tambah parah penyebaran virus coronanya.

    Tipsnya sangat bermanfaat mbak. Kalau saya madu, kurma, dan habatusauda harus standy hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya pribadi malah senang dengan suasana Ramadhan seperti ini. Dalam artian kumpul keluarganya, ya

      Hapus
  15. Setuju banget dengan tips yang Mbak Myra kasih apalagi yang ngelola stres. Sekarang ini kita pikiran kita banyak banget dan mudah stres. Semoga ibadah Ramadan kita lancar ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup! Kondisi seperti ini memang rawan stress. Harus semakin dikelola

      Hapus
  16. Bagia ini, buatku mellow, Chi.

    "... tapi, kemungkinan besar kali ini Ramadan akan kita jalani lebih spesial!"

    Setuju pakai banget, Ramadan kali ini soooo spesial!

    Sepertinya harus buat postingannya nih di blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah berkahnya juga lebih spesial ya, Mbak. Aamiin

      Hapus
  17. Ada yg bilang, manusia ini kayak lagi "dikerangkeng" pas corona.
    Mirip kayak setan yg "dikurung" pas ramadhan :)))

    HAPPY RAMADHAN, semuanyaaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha. Gak apa-apa, Mbak. Mungkin dengan cara ini, manusia jadi lebih bisa menahan diri

      Hapus
  18. Ramadan kali ini emang akan beda ya mbak....
    Bener kudu kelola stress yaaa, ini ujian juga saat menjalankan puasa ya mbak :D
    Ah itu poto bersih2 istiqlal tahun lalu kyknya ya mbak?
    Btw mohon maaf lahir batin ya maaakk, sebelum puasaan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ujian yang insya Allah akan ada bahagia di ujungnya. Aamiin
      Itu foto sekitar 2 apa 3 tahun lalu

      Hapus
  19. Perlu banget saat ini mempersiapkan diri untuk menghadapi Ramadhan dan semoga banyak orang berdoa yang baik dan memohon di bulan Ramadan ini di korona bisa pergi

    BalasHapus
  20. Semoga Ramadan tahun ini benar-benar membawa keberkahan bagi semua. Bagi masyarakat dan negara kita tercinta.

    BalasHapus
  21. Selamat menjalankan ibdah puasa, mbak. Semoga Ramadhan ditengah pandemi begini lebih banyak ya berkahnya.

    BalasHapus
  22. Iya yaa...kak Myr.
    Sekarang, jarang ada suara anak-anak main, ada pun...hanya sebentar.
    Lalu kembali hening.

    Apalagi malam...
    Sampai kedengeran suara angin.

    Marhaban yaa Ramadan.
    Semoga Allah merahmati kita semua di bulan yang penuh berkah ini.

    BalasHapus
  23. Di lingkungan saya juga sepi, Mbak. Suasananya persis dengan keadaan Ramadhan. Hanya mungkin tahun ini kita ibadahnya banyak di rumah ya, Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah lebih khusyuk dan berkah. aamiin

      Hapus
  24. Nah mengelola stress itu lho yang saat ini sedang banget banget harus dilakukan hehe, terlebih 2 bulanan ini #dirumahaja karena event2 yang tercancell dan postponed hiks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya harus dikelola. Bisa makin stress kalau ingat semua yang dicancel

      Hapus
  25. Bener nih, ditengah wabah pandemik saat ini. Ramadan menjadi spesial, kita bisa lebih menjaga iman karena waktu yang kita miliki lebih banyak. Tidak perlu lagi memikirkan bakal bukber dimana, karena akan selalu bersama keluarga.

    BalasHapus
  26. Aamiin.. Masama Chi, maaf lahir dan batin yaa

    Btw bener banget nih,selama di rumah ini tidurnya diatas jam 2 pagi aja sama si kaka.
    Bangunnya siaaaang.

    Nah sekarang juga mo skalian sahur katanya.
    Yang penting tetep jaga imun, makanan bergizi dan tidur cukuup yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ibadah puasanya lancar, Teh. Aamiin

      Hapus
  27. Alhamdulillah sampai ke Bulan Ramadhan, kita perlu banyak menjaga kesehatan untuk makin semangat beribadah ya Mbk.

    BalasHapus
  28. Tipa yang sangat bermanfaat Mbak. Memang, Ramadhan kali ini akan berbeda dengan Ramadhan tahun-tahun lalu ya? Semoga pandemi segeri berlalu yaa.

    BalasHapus
  29. aku mah bakal mewek nih, kedua anakku ekrja di luar kota, gak mudik negbayangin makan apa mereka kalau lebaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga gak mudik. Suka baper kalau membayangkan perasaan mamah

      Hapus
  30. Setuju mba, optimalkan iman dan jaga imun saat ini bisa kita upayakan. semoga dengan berkah bulan ini virus cepat berakhir ya mba, aamiin yra.

    BalasHapus
  31. Bagian berolahraga nih yang masih maju mundur haha .Masih menemukan timing dan ritme yang tepat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saat Ramadhan, olahraganya menjelang berbuka puasa :)

      Hapus
  32. Ramadhan tahun ini menjadi berbeda banget ya dgn sebelum2nya. Karena pandemi kita harus terkunci di rumah termasuk untuk tarawih.

    Dan tentunya harus tetap menjaga stamina dgn makan berimbang dan jg istrahat serta jgn sampai stres ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetapi, semoga saja menjadi lebih khusyu

      Hapus
  33. Makanan bergizi, mengelola stress dan juga istirahat yang cukup. Semua ini sedang saya usahakan banget kalau tidak badan bisa rontok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Harus diusahakan demi kesehatan diri sendiri

      Hapus
  34. Selamat berpuasa Bunda Kenai dan keluarga
    Sedih pastinya ramadhan kali ini dalam suasana PSBB
    Saya di Cianjur alhamdulillah masih bisa salat berjamaah di masjid, tadarus pengajian dll. Semoga covid-19 ini segera berakhir ya

    BalasHapus
  35. Baca paragraf pertama bikin aku nangis.
    Nai sekarang udah eksperimen make up ya Chi? Wah udah remaja ya.
    Oh ya tips jaga iman dan imunnya makasih ya :)
    Semoga kita semua sehat selalu.

    BalasHapus
  36. memang terasa sangat berat disaat bulan ramadhan kemarin dilalui pada masa covid-19 semoga semuanya segera membaik ya

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^