Sabtu, 07 Desember 2019

Perlukah Tes Minat dan Bakat untuk Anak?

Perlukah melakukan tes minat dan bakat untuk anak? Jawabannya, perlu - gak perlu.

Sebelum membahas lebih lanjut, Chi perlu membuat semacam pernyataan dulu. Chi sendiri gak memiliki latar belakang keilmuan psikologi. Jadi apa yang tertulis di artikel ini berdasarkan pengalaman pribadi. Seorang ibu yang selalu penasaran mencari minat dan bakat anak-anaknya. Mencari tau sendiri, serta ada bantuan profesional juga.

perlukah tes dan minat bakat untuk anak

Perlukah Tes Minat dan Bakat untuk Anak?


Tes Minat dan Bakat Diperlukan Bila ....


Keke dan Nai pernah beberapa kali ikut psikotest. Gak pernah disengajain alias kami datang ke psikolog untuk melakukan tes. Ikutnya selalu karena program sekolah. Ya, tentu aja sekolah bekerjasama dengan psikolog. Setiap kali melihat hasilnya, Chi gak pernah kaget. Selalu sesuai dengan dugaan.

Beberapa tahun lalu, salah seorang psikolog di acara parenting pernah bilang kalau orang tua sebaiknya tidak menggampangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog bila dirasa anaknya memiliki masalah atau hal lainnya yang berkaitan dengan anak. Sebaiknya orang tua mencari tahu sendiri dulu. Karena biar bagaimanapun orang tualah yang kuantitas ketemu dengan anaknya seharusnya lebih banyak daripada seorang psikolog.

Maka dari itu, Chi bikin kesimpulan kalau orang tua sebetulnya bisa mencari tahu sendiri. Cuma mungkin bedanya ada di waktu.

Butuh waktu bertahun-tahun dan banyak sekali trial and error supaya Chi tau karakter Keke dan Nai. Mengamati perilaku anak-anak setiap sat sejak mereka lahir. Hingga kemudian mulai berkesimpulan seperti apa gaya belajar mereka hingga mencari tau tentang minat dan bakat. Seringkali pula, apa yang Chi tau dituangkan ke dalam blog ini. Makanya tagline blog ini 'Catatan Keke Naima'.

Sedangkan, ketika psikotes, hanya butuh 1x tes saja sudah dapat kesimpulan. Ya memang itulah yang membedakan. Bagi Chi, meskipun hasilnya tidak mengejutkan, tetap aja selalu ikut kalau ada psikotes di sekolah. Supaya lebih mantap aja,

Jadi, kalau ada teman-teman yang merasa anaknya gak pernah ikut psikotes dengan berbagai alasan, jangan langsung berkecil hati. Terus saja mencari tau meskipun membutuhkan waktu yang (sangat) lama.

[Silakan baca: Bagaimana Mengetahui Potensi Anak?]

Lantas kapan psikotest untuk mengetahui minat dan bakat anak diperlukan?

Begini ... Kita 'kan gak pernah tau keadaan keluarga orang lain yang sebetulnya seperti apa. Bisa jadi ada beberapa halangan yang menyulitkan orang tua untuk mencari tau minat dan bakat anaknya. Bisa juga karena merasa masih belum yakin. Bila kondisinya seperti itu, coba saja berkonsultasi ke psikolog untuk melakukan tes minat dan bakat.

Kalau Chi pribadi, anak-anak ikut psikotest untuk mencocokkan apakah perkiraan Chi selama ini benar atau tidak. Kalau hasilnya gak cocok, bisa bikin evaluasi ulang. Alhamdulillah selama ini hasilnya selalu klop.

Beberapa artikel yang Chi baca menulis kalau tes minat dan bakat bisa dilakukan sejak dini. Tetapi, paling disarankan mulai dari SMA (usia 14-15 tahun). Di usia dini minat anak masih bisa berubah-ubah. Semakin besar, pemikiran anak semakin matang dan minatnya juga mulai ketahuan lebih condong ke mana.

Tetap Butuh Proses


tes minat dan bakat untuk anak

"Ke, ini hasil tes IQ juga udah keluar. Beberapa kali ikut tes IQ sejak SD sampai sekarang, hasilnya selalu sama. IQ mu di level superior. Tetapi, kenapa ya sekarang nilai akademis mu biasa aja?"

"Karena tingkat kemalasan Keke juga lagi ada di level superior, Bun. Hahahaha!"

Duh, ini bocah ngomongnya santai bangeeeet! Kalau dulu Chi sesantai itu, bisa seharian diomelin kayaknya wkwkwkw.

Hasil tes IQ terbaru yang kami dapat, tingkatan IQ hanya terbagi menjadi 4 kelompok besar. Tingkatan tertinggi ada di level superior. Tetapi, ada juga beberapa artikel tentang psikologi yang membuat tingkatan IQ lebih banyak lagi. Di level Keke itu saja bisa dibagi 3 yaitu superior, very superior, dan genius.

Adakah hubungan tes minat dan bakat dengan tes IQ?

Ada.

Bila orang tua memilih psikotest untuk mengetahui minat dan bakat anak, tetap aja butuh proses dalam mendidik. Hasil yang didapat bukanlah sesuatu yang mutlak. Mau dipakai atau enggak, akan ada konsekuensinya. Kalaupun hasil tersebut akan dipakai sebagai acuan, gak otomatis anak akan berhasil di bidang yang direkomendasikan tersebut.

Misalnya ketikaanak dianggap memiliki minat di bidang seni musik. 'Kan gak tiba-tiba anak tersebut mendadak bisa berhasil di bidang ini. Orang tua tetap harus membimbing agar anak bisa berhasil di bidang yang tepat untuknya.

IQ memang bukan menjadi satu-satunya penentu keberhasilan seorang anak. Ada lagi yang namanya EQ dan SQ. Itulah kenapa Chi tanya ke Keke tentang nilai akademisnya yang semakin ke sini cenderung biasa aja.

Dari jawabannya, Keke juga sebetulnya udah tau permasalahannya. Dia lagi senang main dan ketekunannya mulai berkurang. Memang akhirnya menjadi PR kami bersama untuk menyelesaikan tantangan ini.

Minat dan bakat gak selalu klop. Bagaimana menyikapinya bila hasilnya berbeda? Seperti apa hasil tes dan minat bakat Keke? Chi ceritakan di postingan berikutnya, ya.

[Silakan baca: Belajar Menjadi Pembalap Motor di 43 Racing School]
Keke Naima
Keke Naima

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

74 komentar:

  1. Wah gitu ya Mba, minat dan bakat bisa juga nih beda hihihi.
    Saya belum pernah ikuti test minat bakat, dulu waktu TK pernah ikut tapi kurang sreg rasanya.
    Pengen test ulang :)
    Kepo nih Mba, gimana cara menyikapi kalau minat dan bakat anak tidak sejalan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang terlalu dini kalau tes minat dan bakat saat anak masih TK, Mbak. Katanya idealnya itu usia 14-15 tahun.

      Bila minat dan bakat tidak sejalan sudah ada di postingan setelah ini

      Hapus
    2. Siap Mba.
      Nah bener kan, menurut saya kalau masih kecil banget kayaknya belum terlalu keliatan ya mesi ditest.
      Kalau udah remaja saya rasa pas banget karena mereka udah punya pendirian, jadi benar-benar apa yang mereka butuhkan, bukan inginkan semata :)

      Hapus
    3. Iya tunggu mereka gedean aja

      Hapus
  2. Bener mba. Aky setuju kata psikolog itu. Sebenernya kitalah yang seharusnya paling tahu anak kita daripada psikolog karena kitalah yang bertahun2 atau belasan tahun bersama mereka. Ada ribuan atau ratusan ribu jam kita lalui bersama anak. Jadi kita harus tahu anak kita ya. Salah satunya kita harus membekali diri ilmu biar kita bisa melakukan pengamatan pada anak kita ya dan punya standar ilmu yang terukut. Kalau Erysha belum pernah tes soalnya dia masih kecil dan belum sekolah hihihi. Tapi sebagai ibu paling ga aku punya gambaran tentang anak aku. Semoga kita bisa membersamai tumbuh kembang anak kita sesuai minat dan bakatnya dan mengarahkan mereka ke sana ya teh. Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga kalau sekolah gak menyelenggarakan belum tentu ikutan tes hihihi. Orang tua juga bisa menganalisa asalkan mau bersabar dengan proses. Tetapi, ikut tes ini juga ada manfaatnya. Jadi melengkapi apa yang udah dianalisa

      Hapus
  3. Kayaknya aku boleh coba tes bakat dan IQ ke anak-anak . Biar sejak dini tahu potensi mereka. Saya pun jadi tahu arahnya potensi anak ke mana, passionnya apa atau kelebihan serta kekurangannya apa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Salah satu tujuannya tes memang seperti itu

      Hapus
  4. Tes bakat dan IQ sangat diperlukan anak anak,agar kita sebagai orang tahu sehingga dapat mengarahkan anak sesuai bakatnya.

    BalasHapus
  5. Kalau tes IQ ini ada jenjang dan waktuny ya sekian lama dites lalau kapan dites lagi. memang bukan tanda kesuksesan atau ga dari seseorang ya mbak tapi setidaknya ada ancer2 alias perkiraan. Aku dulu dites hasilnya ada cerdas. Pernah juga sedang dll ya macam2 deh. Balik lagi ke usaha dan niat seseorang belajar dan menyalurkan bakatnya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah saya gak tau apakah harus berkala atau enggak. Anak-anak selalu ikut kalau sekolah yang menyelenggarakan

      Hapus
  6. Berarti minat dan bakat anak ditesnya pas SMA aja ya mbak, jadi ketahuan disitu anaknya suka dan minat yg mana. Oke2 paham nih sudah. Makasih sharenya Mak chi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Idealnya katanya begitu. Bisa juga saat SMP menjelang SMA. Supaya tau kalau anaknya bagusnya masuk jurusan apa

      Hapus
  7. Selain IQ memang ada peran penting EQ dan SQ untuk membentuk karakter unggul dari anak. Semenjak dini saya juga sudah memperhatikan si kecil untuk perkembangan ini mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Banyak faktor mempengaruhi. IQ aja belum cukup

      Hapus
  8. Minat dan bakat bisa dilihat dari keseharian juga sih. Tetapi kadang ada anak yg belum terlihat bakatnya di umur tertentu jadi bisa dilakukan tes

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Apalagi masa remaja juga masa pencarian jati diri. Banyak juga remaja yang masih bingung maunya apa

      Hapus
  9. Iya sama, anak-anakku beberapa kali ikut tes minat bakat yang memang program sekolah. Kalo nggak salah waktu SD, awal masuk SMP, awal masuk SMA sebagai pertimbangan juga untuk penjurusan kelas dan tes minat kelas 12 SMA. Memang agak berubah-ubah dari beberapa kali tes itu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup! Tetapi, semakin besar semakin mengerucut

      Hapus
  10. Aku juga biasanya gak sengaja test sih paling ya ikutan dari sekolah-sekolah aja. Hehehe tapi ya lumayan sih ada pengaruh minimal di perlakuan dan sikap aku nya gimana sama anak. Hahahaha soalnya sering lupa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setidaknya ada gambaran tentang minat dan bakat anak, ya

      Hapus
  11. Menurutku sih memang penting banget tes minat bakat supaya kita bisa menyesuaikan pendidikan anak dengan minat bakatnya

    BalasHapus
  12. Tes minat bakat biasanya diberikan utk mengarahkan pendidikan anak. Dan memang sebaiknya diberikan diusia yg sudah lebih besar...kalau masih kecil kita berikan saja aneka pengalaman dan pembelajaran utk melihat mana yg paling enjoy dikerjakan oleh anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Masih kecil mendingan banyak stimulus dulu aja

      Hapus
  13. Tes minat bakat ini dimulai di umur berapa ya mba? Apakah bisa dari umur anak saya balita atau menunggu ia sekolah dasar dulu ya? Kalau saya dulu tes minat bakat malah pas SMP hihi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Disarankan kalau sudah masuk usia remaja

      Hapus
  14. Antara penting dan enggak penting tergantung orang tuanya. Kalau menurut aku penting soalnya nanti bisa diarahkan kemana anak maunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sederhananya kalau pakai tes jadi tau lebih cepat

      Hapus
  15. Perlu banget ya moms untuk anak2 tes Stiffin biar kita sebagai orang tua mengetahui bakat anak dimna biar gk salah untuk mengarahkan bakatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetapi, anak-anak saya gak pakai metode Stiffin

      Hapus
  16. Kalau menurut pengalaman ku sih ngga perlu, anak2ku baru kelihatan minat dan bakat yang sesungguhnya setelah mereka sering melakukan hal berulang2 dan mereka excited saat melakukannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Bagi orang tua yang memiliki bonding bagus dengan enak memang bisa dari mengamati. Tetapi, beberapa alasan lain juga bisa dijadikan untuk memilih tes minat dan bakat

      Hapus
  17. Pengalamanku ikut tes minat bakat pas SMA dulu kok melenceng jauh ya dgn kondisi sekarang? hahaha. Iya laaah, krn kondisi psikologis juga berubah-ubah (nanya sendiri, jawab sendiri)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya karena memang gak ada jaminan 100% akurat. Tetapi, setidaknya mendekati dan memberikan gambaran

      Hapus
  18. Kujuga ikutkan anak tes bakat minat anak di sekolah Mbak
    belum pernah tes sendiri
    Tapi memang enggak jauh sih hasilnya..Cuma pengin juga tes sendiri kapan-kapan dengan metode lain, pengin sebagai pembanding saja
    Ditunggu lanjutan ceritanya

    BalasHapus
  19. bener bgt mbak, kadang minat sama sesuatu tapi ternyata kita nggak bakat dibidang itu, ada juga yang punya bakat tapi nggak merasa happy nglakuinnya. jadi nggak sllau klop memang

    BalasHapus
  20. menemukan bakat anak yang bener-bener passionnya dia memang perlu waktu
    nah tes minat bakat ini jadi jalan ikhitar untuk tahu lebih dini
    semakin cepat tau semakin baik ya mbak supaya bisa mengarahkan anak-anak nanti

    BalasHapus
  21. dulu anakku ikutan psikotest dan dua kali di waktu yang berbeda dan hasilnya berbeda . Karena aku mendampingi anakku selalu jadi tahu dia itu punya kemampuan dimana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Peran orang tua memang gak bisa diabaikan

      Hapus
  22. Anakku yang kecil belum tes bakat nih mba. Jadinya aku pribadi pengen tes juga biar tahu minimal ada gambaran dikit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tunggu sampai usia remaja dulu aja, Mbak

      Hapus
  23. Terimakasih atas pencerahannya mbak. Anakku dua kali ikut tes IQ dan hasilnya sama, IQ nya rata-rata....ditambah kemalasannya belajar, akhirnya nilainya ya begitulah hahahaha....cuma kadang saya juga ingin tahu apa sih sebenarnya bakat anakku ini...meski toh nanti bakat anak ini dapat terlihat tapi perlu juga ya dilakukan tes minat dan bakat ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi memperkuat kesimpulan kalau ada tes minat dan bakat

      Hapus
  24. Mengetahui potensi anak menurutku memang penting banget mba. Kita juga jadi tahu kan mana yang tepat buat anak :)

    BalasHapus
  25. Perlu tapi ya tunggu usia yg tepat...
    Biasnya mulai usia 10, karena usia tsb jadi masa perkembangan fitrah bakat anak

    BalasHapus
  26. Wkwkwwkkw ngelesnyaaaa bisa aeeee.
    Aku belum ngetesin anak2 nih mbak, tapi udah klinik yang aku incer sekalian mau screening Maxy sebelum tahun depan dia sekolah :D
    Kalau dah nemu potensi dan bakatnya rencananya mu fokus itu aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih kecil-kecil, Pril. Tunggu gedean aja hehehe

      Hapus
  27. Saya pribadi termasuk yang mempertimbangkan hasil tes psikologi (yang reliabel tentunya) untuk diri saya Mbak. Buat anak memang belum, tapi kemungkinan besar akan memanfaatkannya sebagai salah satu masukan pembanding :) jadi kita bisa kroscek juga dari pengamatan sehari-hari, saling melengkapi gitu ya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, Mbak. Hasil ini saya jadikan pembanding

      Hapus
  28. Sebagai orang tua yang hampir 24 jam membersamainya, seharusnya memang kita yang paling tahu banyak tentang minat dan bakat anak-anak kita. Jika masih bingung mungkin si anak bisa difasilitasi dengan berbagai mainan atau barang yang akan mengekspor kemampuannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau sering bersama anak dan bondingnya erat sudah bisa ada gambaran sendiri

      Hapus
  29. Jadi pengen ngetes minat dan bakat anakku juga deh. Tapi di sini belum ada tempatnya. Mudah-mudahan saat anakku udah besar nanti tempatnya udah ada di kotaku, amiiin

    BalasHapus
  30. Kalau aku why not mba Chie.. biar kita bisa lebih awareee ya dengan bakat anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mbak. Karena hasilnya kan gak abal-abal

      Hapus
  31. Kalau aku manfaatnya lebih kepada menentukan aktifitas yang anak suka.

    Dan memghindarkan anak salab pilih peran yang berujung mogok dijalan


    Suka sama ulasannya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Jadi kita lebih bisa mengarahkan

      Hapus
  32. Waaw...Keke anak yang superior?
    Kebanyakan anak-anak superior memang mudah masuk dalam belajar, tapi juga mudah bosan karena merasa kurang tantangan yaa, kak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu. Makanya dia harus dikasih tantangan terus

      Hapus
  33. Hehehe Keke lucu banget sih, tingkat kemalasan superior, untung IQ- ya superior ya, jadi seimbang, gimana kalau IQ-nya paspasan, tapi kemalasannya superior, makasih sharingnya mba Myra, jadi tahu apa yang mesti dilakukan ortu saat anaknya remaja untuk tahu minat dan bakatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang bisa aja tuh dia cari alasan hehehe

      Hapus
  34. Menurut aku penting banget untuk mentest minat dan bakat anak mbak, sekarang lagi berusaha untuk mengembangkan EQ nya.

    BalasHapus
  35. Tes pengembangan minat dan kemampuan perlu diketahui, belum tentu sesuai dengan anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya belum tentu sesuai dengan anak itu bagaimana, Mbak? Saya rasa hasil tes apapun memang gak ada yang 100% akurat. Tetapi, setidaknya bisa dijadikan pertimbangan karena tes begini pasti gak asal-asalan

      Hapus
  36. kayaknya perlu juga tes minat bakat ini, aku dulu ikutan tes minat bakat waktu SMP, dan ketika dapet semacam raportnya, jadi ketahuan aku orangnya seperti apa dan cocok di bidang apa.
    tapi itu hanya sebatas untuk tahu saja, seiring berjalan waktu ehh ada mlesetnya juga dari perkiraan raport tadi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena semua berproses. Jadi memang bisa juga gak sesuai hasil

      Hapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^