Hasil Tes Minat dan Bakat Keke

Beberapa waktu lalu, orang tua murid angkatan Keke diminta hadir ke sekolah untuk menerima hasil tes minat dan bakat anak yang pernah diselenggarakan sekolah bekerjasama dengan salah satu psikolog. Pastinya Chi pengen banget hadir. Rasanya penasaran dan deg-degan dengan hasilnya.

hasil tes dan minat bakat anak

Hasil Tes Minat dan Bakat Keke


Mundur sedikit ke waktu Keke akan melakukan tes minat dan bakat. Beberapa hari sebelum melakukan tes tersebut, Chi minta Keke untuk tetap jaga kesehatan. Pada hari H, Keke diminta untuk sarapan dengan benar. Chi pengen Keke serius melakukan tesnya. Supaya hasilnya mendekati akurat.

Acara diawali dengan pesan parenting dari guru BK. Menarik pemaparannya, tetapi Chi tulis di postingan terpisah aja, ya. Biar gak melebar ke mana-mana.

Setelah guru BK selesai memberikan pesan, giliran psikolognya yang berbicara. Awalnya sunyi senyap karena kami semua mendengarkan penjelasan. Baru ramai saat sesi tanya jawab. Apalagi saat sesi tersebut, hasilnya juga dibagikan.

[Silakan baca: Festival Literasi Sekolah 2019 - Cerdas Berliterasi Membangun Masa Depan Generasi Milenial]

Tujuan Tes Minat dan Bakat


Kepala sekolah sudah menegaskan kalau kesempatan untuk pindah jurusan dari IPA ke IPS atau sebaliknya sudah tertutup. Bahkan sudah ada pengumuman. Jadi, apapun hasil tes minat dan bakat yang diterima orang tua tidak bisa dijadikan rujukan supaya anak bisa pindah jurusan di SMA.

Bagaimana kalau ada anak IPA yang ternyata hasil tesnya justru cocoknya di bidang IPS atau sebaliknya?

Ya udah terima nasib aja. Ups! Enggak, ding hehehe. Ya tetep aja gak bisa pindah jurusan di SMA. Tetapi, bisa dijadikan acuan saat anak memilih jurusan saat kuliah. Mumpung masih punya waktu sekitar 3 tahun. Jadi masih cukup waktu untuk menganalisa dan mempertimbangkan.

Minat dan Bakat Gak Selalu Sama


Secara sederhana, minat itu artinya apa yang kita inginkan. Sedangkan bakat adalah suatu bawaan yang sudah ada sejak awal kehidupan.

Minat dan bakat idealnya memang klop. Tetapi, kalaupun berbeda, bukan berarti menjadi sesuatu yang terpisah. Keduanya seharusnya menjadi satu kesatuan yang saling mendukung.

Seseorang yang mempunyai bakat di bidang A, belum tentu bisa berhasil di bidang tersebut kalau gak memiliki minat. Itu karena gak memiliki motivasi untuk mencapainya.

Sebaliknya, bila seseorang memiliki minat di bidang B, tetapi bisa berhasil meskipun tidak atau kurang berbakat. Dengan catatan, dia harus bekerja lebih keras dibanding orang lain yang memiliki bakat dan minat di bidang tersebut.

Menganalisa Hasil Tes Minat dan Bakat Keke


Laporan tes minat dan bakat yang diberikan ada beberapa lembar. Tetapi, intinya minat dan bakat Keke klop. Seperti yang Chi tulis di postingan sebelumnya, gak merasa kaget dengan hasilnya. Semua sesuai perkiraan Chi.

Di laporan tersebut ada 21 peminatan. Bidang IPA mendominasi urutan terbawah. Dan yang berada di posisi buncit adalah peternakan.

Sebaliknya, bidang IPS berada di atas. Berarti tepat banget nih kemauan Keke saat memilih jurusan SMA. Saat PPDB dia bersikeras memilih jurusan IPS. Sama sekali gak mau IPA karena alasan gak ada minat ke sana.

[Silakan baca: Bagaimana Mengetahui Potensi Anak?]

4 minat terbesar (ini dari urutan tertinggi) Keke berdasarkan laporan tersebut adalah

  1. Hukum
  2. Seni Rupa dan Seni Pertunjukan
  3. FISIP
  4. Ekonomi

Dari tes tersebut, berdasarkan bakatnya, Keke disarankan untuk masuk jurusan

  1. Law and Social Sciences: International Law and Legal Studies, Criminology, International Relations
  2. Fine and Performing Arts: Music, Music Performance, Music Pedadogy
  3. Business and Management: Marketing, Business Administration and Management, International Business/Trade/Commerce

Yup! Semuanya sesuai dengan ekspektasi. Hasil diskusi panjang bersama Keke yang kami lakukan secara rutin.

Kalau minat dan bakatnya klop berarti jalannya lebih mudah dan didukung banget, dong?

Errrr ... Chi bahas nanti aja. Di postingan lainnya karena masih ada sedikit perbedaan pendapat antara Keke dan orang tuanya hehehe.

Pertanyaan dari Beberapa Orang Tua


Saat hasilnya dibagikan, banyak orang tua yang ingin bertanya. Gak semua mendapatkan kesempatan karena keterbatasan waktu. Chi coba rangkum beberapa, ya.

Anak saya IQnya selalu superior, tetapi kenapa gak pernah juara kelas?

Ini bukan Chi lho yang bertanya. Meskipun di postingan sebelumnya, Chi juga bahas tentang IQ Keke yang superior dan nilai akademisnya yang biasa aja hehehe.

Menurut psikolog, anak-anak yang selalu juara kelas bahkan ikut olimpiade akademis pun ada juga yang IQnya biasa aja. Kalau mereka sampai berprestasi itu berarti mereka berusaha beberapa kali lipat lebih keras dari anak yang IQnya lebih tinggi. Jadi, anak yang berprestasi gak semata-mata karena IQ tinggi. Ada faktor lain yang mempengaruhi.

[Silakan baca: Perlukah Tes Minat dan Bakat untuk Anak?]

Anak saya selalu bilang kalau dia ingin jadi pengacara. Tetapi, kok di sini malah disarankan untuk ke jurusan Seni A (Chi lupa nama jurusannya. Pokoknya berkaitan dengan dunia digital gitu, deh. Jurusan yang kekinian)? Hukum malah ada di urutan ke-8!

"Ibu yakin anaknya ingin menjadi pengacara? Ibu sudah tau alasannya?" tanya psikolog.

Menurutnya, minat anak yang ada di laporan tersebut tidak sekadar berdasarkan apa yang diinginkan anak. Tetapi, ada serangkaian tes yang dilakukan hingga didapat kesimpulan urutan minat masing-masing anak.

Lebih lanjut psikolog menjelaskan, bisa jadi ketika si anak bilang ingin menjadi pengacara hanya karena terpukau dengan kehidupan Hotman Paris yang serba wow.  Tetapi, setelah dilakukan serangkaian tes, baru ketahuan kalau ternyata anak tersebut sebetulnya gak memiliki minat sama sekali di bidang hukum.

Yang saya tau, anak saya selalu bilang ingin jadi psikolog. Tetapi, di laporannya, psikolog malah ada di urutan ke-6 berdasarkan minat. Masih mungkin gak ya dia tetap memilih psikolog?

Mungkin saja. Asalkan keinginannya untuk menjadi psikolog diperkuat lagi. Urutan ke-8 itu masih mungkin sekali untuk naik. Yang tidak mungkin atau sangat terjadi itu, minat yang berada di urutan terbawah, kemudian bisa naik ke atas.

Kalau untuk Keke kayaknya dia gak mungkin ambil bidang IPA. Anaknya IPS banget. Semua bidang IPA ada di urutan terbawah apalagi peternakan, bioteknologi, dan MIPA.

Minat dan bakat anak saya bertolak belakang banget. Tetapi, saya lebih setuju dengan minatnya. Kira-kira, dia bisa tetap bisa ambil jurusan yang sesuai minat gak meskipun gak ada bakat ke sana?

Tetap bisa. Dengan catatan anaknya mau berusaha lebih keras dibandingkan dengan anak yang memiliki bakat dan minat yang sama di bidang tersebut.

Bagi anak yang minat dan bakatnya berbeda akan ada catatan khusus di laporannya. Kelemahan apa saja yang harus dikejar bila anak memilih jurusan berdasarkan minat padahal bakatnya kurang mendukung.

Karena laporan minat dan bakat Keke sama, maka tidak ada catatan khusus di laporannya. Tetapi, apa ini akan mempermudah Keke? Nanti aja Chi ceritainnya, ya hehehe.

66 comments

  1. Hal yang semacam ini harusnya digali pada saat sekolah, bukan selesai lulus sekolah. Karena sering kali terjadi hmm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang sebaiknya begitu. Jadi meminimalkan risiko salah ambil jurusan

      Hapus
  2. Mbak tes minat bakat ini paling kecil bisa dilakukan sejak usia berapa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Disarankan untuk usia 14-15 tahun gitu. Kalau masih kecil masih suka berubah-ubah

      Hapus
    2. Yaaah anakku masih 1 tahun sih kak mungkin dia gedean kali ya. Kalau udah seusia kita bisa kak?

      Hapus
  3. Anak sulung saya juga masuk IPS, Mbak. Dia lebih minat ke Business and Management
    Padahal sama gurunya disuruh milih jurusan hukum. Tapi anaknya kurang berminat. Ingin bisnis aja katanya.
    Sebagai orang tua kita hanya bisa mendukung aja, ya, kan? hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang enaknya berdasarkan minat, ya. Setidaknya minat semacam bahan bakarnya supaya anak semangat mengejar apa yang dia mau

      Hapus
  4. Saat aliyah pernah di tes juga mbk aku anak IPA pas hasil tes rata-rata lebih ke jurusan IPS mbk salah satunya diplomat hahah. Emang perlu banget sih tes sedari kecil biar terasah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setidaknya kalau tau dari awal, ada gambaran arahnya mau ke mana

      Hapus
  5. Dengan test bakat dan minat, jadi ada referensi buat orang tua ya, kemanasebaiknya anak mendalaami study.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Berusaha mengenal minat dan bakat anak lebih dekat lagi

      Hapus
  6. Nah, ini dia. Ternyata minat dan abakt anak itu bisa berbeda. Jadi memandu saya sebagai orang rua kalau anak minatnya pada bidang tertentu padahal tidak berbakat maka harus dibimbing dan diberi pengertian agar berusaha lebih keras lagi. Tiada yang mudah untuk sesuatu.
    Yang penting anak bahagia denagn minat yang ternyata menopang hidup mereka pada masa depannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. Hasil akhirnya memang kembali ke usaha masing-masing. Sebagai orang tua berusaha yang terbaik aja untuk anak

      Hapus
  7. Saya jadi kepikiran, sekitar lima atau tujuh tahun ke depan, si kakak bakal kerja dimana nih? Hehehe...
    Semoga kita bisa tetap sehat dan panjang umur sehingga bisa menyaksikan dan mendampingi anak hingga sampai hari terakhir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Saya ngebayanginnya udah terharu sendiri :)

      Hapus
    2. Iya Mbak Chi kita sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi beberapa detik ke depan ya. Membanggakan melihat putra putri yang terus tumbuh sehat dan berprestasi...

      Hapus
  8. Wowo, bisa begitu ternyata yaa..Anakku juga nih kekeuh minta ke Teknik padahal IPS bagus nilainya, IPA enggak tentu hasilnya...hmm, kan jadi bingung ortu.
    Tes begini kenapa enggak pas kelas 9 ya? sebelum penjurusan IPA dan PS?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau masih ragu, ikut tes sendiri aja, Mbak. Kalau anak-anak saya gimana sekolahnya aja yang menyelenggarakan. Gak pernah inisiatif sendiri hihihi

      Hapus
    2. Ternyata hari Senin kemarin ada tes seperti ini di sekolah si sulung. Alhamdulillah jadi ga perlu tes sendiri hihihi

      Hapus
  9. Test bakat dan minat memang penting ya mak buat mengarahkan anak supaya fokus. Bagus sekolahnya bisa mengadakan test begini lho 😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, Mbak. Untung sekolah punya inisiatif. Jadi gak harus cari lagi

      Hapus
  10. Semacem talent mapping ya. Bagus banget kl sejak dini. Meskipun ada dinamisnya keinginan anak. Kecerdasan multiple bisa jadi rujukan juga kan ya mb berkaitan dengan mengasah bakat dan minat ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Masih mungkin untuk berubah. Tetapi, setidaknya bisa jadi rujukan

      Hapus
  11. Tes minat dan bakat ini memang bagus banget ya buat anak2 SMA. Setidaknya agar lebih memudahkan mereka dalam pemilihan jurusan saat hendak kuliah. Apalagi kalau hasil tes minat dan bakatnya klop kayak Keke.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Idealnya memang lebih lancar kalau klop. Tetapi, faktanya masih jadi diskusi panjang di keluarga kami hihihi

      Hapus
  12. Wah penasaran sama lanjutannya nih, Aku jd keinget zaman SMA dulu jg ada tes kyk gini tapi rasanya kok di temat lesku ya haha soalnya butuh buat penjurusan saat kuliah gtu. Penasaran apakah tes kyk gini bisa dilakukan ke anak yang lbh kecil ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waktu itu sih disarankan untuk usia abg, lah

      Hapus
  13. Bca pertanyaan ortu yang anaknya superior jadi ingat anak2ku hehe... si sulung malah jenius tapi ga suka ngitung2 hahaha... si tengah superior tapi akademisnya ga menonjol amat...yang lain belum dicek sih...Tapi liat dari pengalaman mah kalau IQ tuh ga terlalu ngaruh ya emang yg penting bakat dan minat deh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kslau kata psikolog waktu itu bukan gak terlalu berpengaruh. Tes IQ memang tujuannya untuk mengukur tingkat kecerdasan. Tetapi, apakah kemudian anaknya berprestasi atau tidak, faktor yang mempengaruhinya banyak. Gak hanya karena IQ.

      Ya kayak jawaban Keke di postingan sebelumnya. Tingkat kemalasan dia juga lagi di level superior hehehe

      Hapus
  14. wah ini toh hasilnya tes minat bakat si keke

    emang lebih ke bidang yang "sosial" ya mbak anaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Bidang eksaknya ada di urutan bawah semua hehehe

      Hapus
  15. Sulungku juga beberapa waktu yang lalu ikut tes semacam ini. Hasilnya di luar dugaan. Terutama untuk rekomendasi pilihan sekolah dan bidang kerja. Aku sih dukung pilihan anak aja. Biar dia enjoy ngejalaninnya

    BalasHapus
  16. Wah jurusannya bisa ke hukum dan FISIP nih hasil keke. Keren juga berarti sosial banget dan memang kecerdasan interpersonal keke memang lebih unggul mbak.

    BalasHapus
  17. Saya jadi nostalgia SMA ni, Mbaaak. Hasil psikotes saya bisa IPA/ IPS. "dipaksa" masuk IPA walau hati lebih condong ke IPS. Pas kuliah teteeeup ambil IPS hihihi....

    BalasHapus
  18. minat n bakat aa dilshad juga beda. di sekolah nilai dan prestasi lombanya lebih ke bidang kimia n biologi. tapi mau kuliahnya pengen jurusan psikologi n sosiologi. agak mirip ama emaknya yg sma jurusan biologi tapi kuliah sosial wkwkwk.

    gapapa yg penting anak2 enjoy dengan pilihan hidupnya dan bisa berkarya dg baik nanti :)

    BalasHapus
  19. wah aku jadi kangen ngetes buat minta bakat anak-anak SMA baca ulasannya mba Chi ini emang pas skoringnya juga jelimet jadi hasil minat dan bakat ya sesuai dengan hasil yang anak2 pilih saat tes jadi kalau ada yang nanya anakku kan pengen jd pengacara bisa jadi krn iya terpukau Hotman hahaha

    BalasHapus
  20. Menarik sekali soal tes bakat dan minat ini ya, Mbak Myra.
    Bakat bawaan dari lahir. Minat Sesuatu yang diingin.
    Orang walau berbakat di bidang tertentu, tapi tidak minat ya percuma.
    Orang yang tidak ada bakat di bidang tertentu tapi minat, maka akan lebih berhasil
    Jadi memang bakat dan minat harus berjalan beriringan ya, Mbak.

    Memang bagus ini, Mbak. Jadi diketahui dari awal, jadi nantinya pas mau kuliah, bisa pilih yang pas.

    BalasHapus
  21. Bagus sekolahnya Keke nih bikin test bakat minat segala. Perlu dicontoh sekolah lain nih. Bagi org tua aku sih ga keberatan kalau bayar. Toh kalau kolektif pasti lebih murah juga kan drpd anak salah jurusan ye kan 😃

    BalasHapus
  22. Manarik sekali jadi inget pas SMK disarankan masuk perkantoran dan akuntansi tapi kumalas malah masuk Pemasaran taunya pemasaran tuh komplita hhahaha btw salam kenal mba

    BalasHapus
  23. Menurutku malah ada tes bakat minat penting juga mbak, biat kita ngak nebak2 apa sih bakat anak. Anak kdng banyak maunya, banyak sukanya. Kalau bisa ada tes, setidaknya bisa diarahkan.

    BalasHapus
  24. Bakat itu kalau ga diasah ya belum jaminan bakaln berhasil ya mbak. Minat kalau benar2 semangat tinggi disertai bakat in sya allah bisa sukses. Iya nih anakku kan kelas 9 kudu siap2 nanti SMU nya mau bagaimana. Ada tes semacam ini kita ada gambaran ya paling ga jadi tau potensi anak mengarah ke mana.

    BalasHapus
  25. Mengundang para ahlinya seperti psikolog suatu kegiatan positif sekali, dimana anak mengetahui minat serta bakatnya kebidang apa.
    Jadi sebagai orang tua dan para guru membimbing dan mengarahkan agar terarah dengan tepat sesuai hasil tes tersebut.

    BalasHapus
  26. aku paling suka deh tes bakat, dulu waktu SMA aku kynya pertama IPA, kedua IPS, ketiga bahasa, tapi kuliahnya malah ilmu pendidikan hehe

    BalasHapus
  27. Jadi penasaran, menanti kelanjutannya :D
    Dulu waktu sma pernah ikut tes kaya gini, lupa hasil detailnya, tapi inget salah satunya ada psikologi... Tapi kuliahnya malah milih itb huhu...

    BalasHapus
  28. kedua anakku yang remaja belum pernah tes minat dan bakat, tapi anehnya mereka sendiri sudah mengerti apa bakat mereka :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan sesuatu yang aneh kok, Mbak. Beberapa anak memang sudah punya tekad kuat terhadap apa yang diinginkan. Bisa jadi salah satu faktornya karena memiliki support system yang bagus dari keluarga.

      Tetapi di usia remaja juga masih banyak yang mencari jati diri. Pengaruh dari sana-sini bisa membuat anak menjadi bingung. Di sini tes minat dan bakat bisa diperlukan.

      Keke juga termasuk yang sudah tau apa yang menjadi minatnya. Makanya di postingan sebelumnya, saya ceritakan gak pernah ikut psikotes secara mandiri. Selalu dari sekolah.

      Tetap ada manfaatnya buat kami. Karena jadi semakin memantapkan apa yang sudah menjadi pilihannya.

      Hapus
  29. Adikku masih SMP, pengen kuikutkan tes minat bakat kayak gini. Soalnya tiap ditanya pengennya gimana, maunya apa, dia sendiri masih bingung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya karena usia remaja juga masih banyak yang mencari jati diri

      Hapus
  30. Pas SMA aku kok ga pernah ada tes minat dan bakat gini ya? ahahaha tapi sebagai orangtua, menurutku minat dan bakat bukan prioritas. Yang sedang kuperjuangkan adalah kesanggupan berusaha pada anak. Apapun minat dan bakatnya, mau berubah-ubah juga gapapa, asalkan dia mau berusaha dan berjuang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ketekunan memang harus diasah sejak dini. Gak bisa terjadi secara instan.

      Kalau tentang tes minat bakat, memang kembali ke prioritas masing-masing keluarga.

      Hapus
  31. Anakku yg sulung pernah ta ikutan tes minat bakat kalau adeknya malah belum pernah

    BalasHapus
  32. Aku belum pernah nih nyobain anakku buat tes minat dan bakat. TApi dengan adanya inis etidaknya juga jadi gambaran sih mba buat masa depan anak

    BalasHapus
  33. Wah menarik juga tes minat dan bakat ini ya
    Jadi sejak dini sudah terarah anak mau ke mana sesuai dengan minat dan bakatnya
    Ini program rutin di sekolah Keke ya?

    BalasHapus
  34. Jadi ingat jaman aku kelas 2 SMA di sekolah ikut tes minat bakat juga alhamdulillah hasilnya sesuai minat dan bakat hehe meskipun minatnya murni masuknya pendidikan XD semoga lancar lancar sampai nanti memilih kurusan kuliah ya Keke

    BalasHapus
  35. menurut aku penting banget ini tes minat bakat jadi panduan anak dan orang tua
    aku dulu waktu sma malah ngambang mau apa
    dan ga pede sama kemampuan dan potensi yang ada

    BalasHapus
  36. Lbh mudah ya klo minat dan bakat klop, mudah buat s anak memaksimalkan bakatnya . Keke sma ya ..tes minat bakat bisa jd rujukan buat pilih jurusan kuliah ya

    BalasHapus
  37. Waktu SMA aku pun pernah ikut tes minat dan bakat juga. Cuma sayang hasilnya ga se lengkap yang Mbak tulis di sini. Cuma dikasih tau hasilnya ke IPS atau IPA. waktu itu sih hasil tes ku kasih saran aku untuk ke IPS aja. Cuma saya justru ga ada minat ke IPS, karena ga suka pelajaran Ekonomi. Haha.
    Tapi nanti lagi buat anakku, aku mau ikutkan dia tes yang hasilnya lengkap kaya yang Mbak tulis ini

    BalasHapus
  38. Enak kalau ada semacam proyeksi gini ya mbak, jd si anak gak meraba2 lagi mau nerusin ke jurusan apa kelak. Kalau dilakukan saat masih usia SD gtu bisa gak ya? Penasaran pengen tau jg tesnya Maxy haha

    BalasHapus
  39. Dulu belum ada se detail ini tes minat dan bakat, sekarang sudah lengkap. Jadi anak sudah bisa meraba bakatnya untuk jurusannya Ipa atau ips gitu

    BalasHapus
  40. Jadi inget dulu pas jaman SMA saya minta masuk IPS kan minat saya di situ dan hasil psikotest pun juga di IPS saya lebih dominan daripada di IPA tapi karena nilai saya bagus banyak guru yang menyarankan untuk mengambil IPA

    BalasHapus
  41. Zaman aku SMA juga ada tes minat bakat gini, kak...
    Tapi karena tesnya grudukan, alias tes di sekolah dengan banyak anak lainnya, jadi hasil tidak begitu diperhatikan orangtua.
    Intinya mah...memang sesuati yang diminati anak itu lebih penting.
    Karena dari minat itu, akan berkembang menjadi ketekunan.

    BalasHapus
  42. Dulu juga aku ada tes minat dan bakat, hasil IQ juga baik sekali. Tapi gak ada pembahasan lebih lanjut kayak gini dengan orang tua yang berujung test IQ jadi syarat aja. Dulu orang tua ku kekeuh banget harus jadi apa yang mereka mau. Anaknya gak boleh milih. Huft. Semoga aku gak gitu deh, sesuaikan dengan keinginan anak aja.

    BalasHapus
  43. Saya jadi teringat waktu SMA minat saya kearah psikologi eh kuliah di teknik dan kerja di bagian keuangan. Kalau sekarang enjoy aja hehehe. Tugas orang tua kalau bisa merangkul apa yang diinginkan sama anak.

    BalasHapus
  44. Jadi pengen uji minat anakku juga, tapi harus udah sma dulu yaa, berarti masih cukup lama nih saya nunggu

    BalasHapus
  45. Hmmm next sayabpunnakan memgalamintahap ini kelak Kei seusia Keke. Apalagi anakku laki-laki calon pemimpin. Jangan sampai Salah jurusan pendidikan yang tidak Is sukai dan Ada bakat Di bidang tsb

    BalasHapus
  46. Tes minat dan bakat menarik banget. Mungkin akan lebih tepat ketika di awal2 pendidikan ya..jadi bisa acuan memilih jurusan yang sesuai Disamping itu juga bisa membantu memberikan gambaran mengenai kemampuan seorang anak di berbagai bidang yang memang diminati

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^