Apakah ada etika menjenguk baru lahir? Berita tentang kelahiran adalah sebuah kabar gembira. Kalau kerabat atau teman ada yang baru melahirkan, rasanya ingin langsung menjenguknya untuk ikut merasakan kegembiraan. Tapi alih-alih ingin ikut merasakan kegembiraan, yang ada malah kita menjadi tamu yang mengganggu.


Sebetulnya ada gak, sih, etika menjenguk bayi baru lahir?


Minta izin sebelum menjenguk

Setiap kali akan melahirkan, Chi selalu memilih kamar kelas 2 yang berisi 3 orang ibu melahirkan. Chi pikir selama gak bermasalah proses melahirkannya, gak perlu ditemani suami atau keluarga selama di rumah sakit, lah. Tapi pilih kelas 3 biar gak sepi di kamar. Beda banget waktu Chi terkena demam berdarah, pilih kelas utama biar 1 kamar untuk 1 pasien dan K'Aie serta anak-anak bisa Chi boyong untuk menemani hehehe.

Walopun proses melahirkanya gak bermasalah, bukan berarti kita bisa menjenguk sembarang waktu. Ada ibu yang merasa sangat lelah usai melahirkan. Jadi pengennya selama di rumah sakit adalah memaksimalkan waktu istirahat. Ada juga yang mungkin merasa kurang nyaman kalau dijenguk di rumah sakit. Apapaun itu, sebaiknya minta izin dulu sebelum menjenguk.


Jangan berperan sebagai seorang pakar

Posisikan dirimu sebagai seorang kerabat, sahabat, atau teman saat menjenguk. Jangan berperan sebagai seorang pakar yang datang-datang langsung nanya kenapa begini, kenapa begitu? Dan meminta harus begini, harus begitu.

ASI memang nutrisi terbaik baik bayi. Tapi janganlah langsung menceramahi tentang segala kebaikan ASI ketika melihat sekaleng susu formula di dekat ibu yang baru melahirkan. Atau kita yang merasa punya anak lebih banyak langsung merasa jadi lebih berpengalaman dan merasa pantas untuk memberikan segala tip parenting kepada ibu yang dijenguk tanpa diminta, Yuk, ah, direm sejenak segala ceramahnya dan tunggu sampai diminta. Kadang ibu yang bersedia dijenguk hanya ingin sekadar berbagi kebahagian, kok :)

Chi juga pernah ngalamin. Salah satunya ketika salah seorang teman mamah datang menjenguk, Keke menangis. Chi pun segera memberi ASI. Langsung, deh, diceramahin. Katanya, bayi menangis jangan langsung disamperin. Biarkan menangis sejenak supaya kelak suaranya lantang. Dia beralasan anaknya sekarang suaranya kecil hingga sering gak dianggap kalau di sekolah. Penyebabnya karena dulu selalu langsung menghampiri bila bayinya menangis. Chi senyumin aja, deh, sambil tetap menyusui Keke. Chi paham arti tangisan Keke saat itu, makanya langsung nyamperin.


Harus sehat

Jangan mentang-mentang 'cuma' menjenguk ibu yang baru melahirkan, trus cuek aja dateng walopun kondisi gak fit. Sebaiknya sehat dulu, lah. Coba, deh, kalau kita jenguk lagi dalam keadaan pilek atau batuk berat. Mungkin kita merasa gak akan nularin ke bayi karena gak akan deket-deket bayinya. Tapi kalau ibunya yang ketularan? Kan, ngerepotin juga namanya :)


Jenguk bawa anak? Boleh, gak, yaaa ...?

Biasanya Chi snagat jarang ajak anak-anak ke rumah sakit untuk menjenguk. Kalaupun ikut, mereka nunggu di parkiran dan kami gantian jaga anak-anak. Rumah sakit bukanlah tempat yang baik untuk anak-anak. Mereka ke rumah sakit kalau sakit aja karena dokter anak mereka memang prakteknya di salah satu rumah sakit swasta.

Kalau menjenguk di rumah, Chi rasa kita harus bisa menilai anak sendiri. Pernah ada salah seorang teman Chi yang baru ngelahirin bilang kalau Keke dan Nai itu kalem. Katanya, beberapa hari sebelumnya dia kedatangan teman yang juga bawa anaknya tapi gak mau diem banget. Selama temannya menjenguk, anaknya loncat-loncatan di atas kasur dan ngacak-ngacak. Kalau kayak gitu kasihan tuan rumah. Dijenguk kan buat bikin seneng, tapi malah jadi nambah kerjaan tuan rumah karena harus beberes kamar yang diacak-acak.


Jangan foto bayi tanpa izin orang tuanya

Siapa, sih, yang gak gemes lihat bayi. Chi selalu seneng lihat wajah bayi. Tapi rasa senangnya itu cukup dengan dilihat aja. Kalau pun memang mau difoto, harus seizin orang tuanya, ya. Apalagi sampe diupload ke socmed. Itu, sih, udah wajib izin, deh. Kalau udah dapet izin, hati-hati juga kalau mau foto bayi. Setau Chi foto bayi menggunakan flash itu bahaya buat mata bayi.

Itu adalah 5 etika menjenguk bayi baru lahir. Jangan menganggap menjenguk adalah sebuah perlombaan. Gak perlu, kok, berlomba-lomba menjadi orang pertama yang menjenguk. Kalau kondisi lagi gak memungkinkan ditunggu saja.

Teman-teman mau menambahkan etika apalagi saat menjenguk bayi baru lahir? :)