Inilah wajah finalis Shell LiveWIRE Business Start-up Award 2015. Selamat, ya!
19 November 2015 di hotel Shangri-la, Jakarta

 

Apa yang sudah teman-teman lakukan di rentang usia 18-32 tahun? Di rentang usia tersebut Chi merasa kehidupannya biasa aja seperti kebanyakan orang pada umumnya. Lulus SMA, kuliah, kerja setelah lulus, resign sesaat sebelum menikah, lalu punya anak pertama dan kedua sebelum berusia 30 tahun. Biasa banget, ya, hidup Chi. Tapi, cobalah lihat apa yang telah dilakukan oleh ke-10 finalis Shell LiveWIRE Business Star-up Award. Rasanya, di saat berusia seperti mereka saat ini, Chi malah sama sekali belum kepikiran jadi wirausaha muda.


Shell LiveWIRE Business Start-up Award



Sebagai salah satu perusahaan energi terkemuka di dunia yang beroperasi di Indonesia, Shell turut berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi negara. Bentuk partisipasinya adalah melalui program investasi sosial. Shell LiveWIRE Business Start-up Award salah satu program investasi sosial Shell.

Shell LiveWIRE Business Start-up Award di Indonesia mulai sejak tahun 2003. Program ini mendukung wirausaha muda lokal. Sejalan dengan program pemerintah yang menargetkan peningkatan wirausaha muda nasional dari tahun ke tahun.


Indonesia mempunyai potensi besar untuk melahirkan wirausaha baru. Usaha di Indonesia didominasi oleh UKM. Dari tahun ke tahun sektor UKM sudah membuktikan sebagai sektor yang tangguh bahkan disaat krisis sekalipun. Penyebabnya adalah kebutuhan domestik yang sangat besar. - Haviz Gautama, General Manager, External Relation PT. Shell Indonesia -

Proses seleksi seluruh peserta Shell LiveWIRE Business Start-up Award menempuh perjalanan yang cukup panjang, sekitar 3 bulan terhitung sejak masa pendaftaran. Salah satu tantangannya adalah bagaimana para peserta tidak hanya bisa berkembang di Indonesia tapi juga mampu bersaing di pasar global.

Anita Setyorini, Social Investment Manager PT Shell Indonesia, mengatakan ada 3 tema utama investasi sosial Shell, yaitu Access to Energy, Road Safety, dan Local Enterprise Development. Shell LiveWIRE Business Start-up Award ada dibawa payung Local Enterprise Development.

Usia program LiveWIRE dimulai sejak tahun 1982 di Scotlandia. Program ini sudah diadaptasi oleh 14 negara di seluruh dunia. Tidak hanya negara berkembang seperti Indonesia yang mengadaptasi program ini. Beberapa negara maju seperti Inggris, Belanda, dan Brunei Darussalam pun masih memiliki program LiveWIRE karena masalah pengangguran masih menjadi national agenda di negara-negara tersebut.

Sudah lebih dari10 bahasa yang menerjemahkan program LiveWIRE agar lebih mudah dimengerti oleh negara yang mengikut. Konteksnya pun menyesuaikan dengan kebutuhan setiap negara. Sudah lebih dari 9 juta anak muda di seluruh dunia yang merasakan manfaat dari program LiveWIRE.

Tujuan utama program LiveWIRE hadir di Indonesia adalah untuk memotivasi anak muda di rentang usia 18 s/d 32 tahun. Usia LiveWIRE di Indonesia kurang lebih sudah masuk usia ke-12 tahun. Pada awal masuknya program ini (2003), kewirausahaan masih belum menjadi tema yang menarik di Indonesia. Bahkan, di jenjang universitas, mata kuliah kewirausahaan belum banyak diminati oleh mahasiswa. Berbeda dengan zaman sekarang yang bahkan kewirausahaan sudah menjadi salah satu jurusan.

2 kegiatan inti di Shell LiveWIRE Indonesia, yaitu:


  1. Bussines workshop. Para mahasiswa diberikan bussines workshop oleh Shell
  2. Bussines start-up award. Untuk tahun 2015 sudah ada pemenangnya pada tanggal 18 November 2015. Prosesnya sudah berlangsung sejak bulan April.

Para pemuda memiliki potensi mampu mengeksplorasi segala hal baru, termasuk menjadi wirausaha. Wirausaha muda juga akan menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usahanya. Untuk itulah Shell merasa harus bergerak memberikan bantuan kepada para pemuda yang ingin berwirausaha, salah satunya dalam bentuk coaching. Indonesia juga masih membutuhkan peningkatan jumlah wirausahawan baru setiap tahunnya. Shell bergerak aktif melakukan road show campus to campus untuk mengajak para mahasiswa menjadi seorang wirausahawan muda.

Selama 12 tahun perjalanan program LiveWIRE di Indonesia, road show campus to campus baru dilaksanakan di pulau Jawa dan Bali. Baru tahun ini mencoba memperluas area road ke pulau Sumatera. Animo para mahasiswa di beberapa universitas di Sumatera ternyata sangat baik.


Let's Go Trade!


Let's go trade adalah program lanjutan dari Shell LiveWIRE Business Start-up award. Bekerjasama dengan Shell LiveWIRE International akan menyeleksi beberapa pebisnis muda dari para alumni Shell LiveWIRE Business Start-up award untuk mengikuti seleksi Let's Go Trade. Alumni yang terpilih akan berkesempatan pergi ke negara tujuan yang telah dipilih oleh peserta untuk melakukan berbagai ativitas yang relevan dengan bisnis yang sedang dijalani, misal bertemu calon supplier, calon distributor, melakukan eksibisi, dan lain sebagainya.

Setiap 2 tahun, Shell LiveWIRE International akan mengadakan Hall of Fame. Para alumni Shell LiveWIRE di seluruh dunia akan diseleksi kembali untuk mendapatkan penghargaan Hall of Fame. Di tahun 2014, ada 2 wirausahawan muda Indonesia alumni Shell LiveWIRE yang mendapatkan penghargaan Hall of Fame. Dan di tahun 2015, ada 3 orang wirausahawan muda Indonesia alumni Shell LiveWIRE yang mendapatkan program Let's Go Trade.


Testimoni Salah Seorang Alumni Shell LiveWIRE Indonesia


Di acara ini, hadir untuk memberikan testimoni, pemenang Shell LiveWIRE 2012 yang juga mendapatkan kesempatan untuk pergi ke negara pilihannya, yaitu Inggris, pada tahun 2015 melalui program Let's Go Trade. Dia adalah Ade Nita pemilik brand Emeno Nursing Wear yang bergerak di bidang usaha nursing apparel.

"Jangan pernah membuang ide, apalagi berbagai coretan yang pernah terlintas di benak. Ide yang mungkin menurut orang lain itu gak mungkin. Tetap disimpan saja hingga kita mampu melakukannya sendiri" - Ade Nita -

Awalnya, Ade Nita memulai usaha baju menyusui karena berdasarkan kebutuhan. Peran media sangat dirasakan manfaatnya bagi Ade Nita untuk mengembangkan usahanya. Setelah mengenali pangsa pasar, manfaatkan juga media. Tidak hanya memanfaatkan berbagai social media tapi juga berhubungan baik dengan media sangatlah penting. Media mampu mengenalkan produk baru menjadi dikenal di masyarakat. Setelah dikenal masyarakat tentunya bisa mendatangkan pembeli bahkan juga bisa mengundang banyak peluang lainnya seperti tawaran dari investor. Media juga bisa menciptakan kredibilitas bagi brand yang sedang dibangun.

Alasan Ade Nita memilih Inggris sebagai negara tujuan karena di sana perusahaan maternity and kids termasuk yang maju. Qualitas produknya banyak yang bagus karena quality control yang sangat baik. Strategi marketing perusahaan-perusahaan tersebut juga jempolan. Menariknya semua produk yang ada di Inggris tidak di produksi dengan. Untuk produk baju menyusui kebanyak diproduksi di Vietnam, Portugal, dan beberapa ada yang di Indonesia. Beberapa alasan tersebut membuat Ade Anita ingin study banding ke Inggris.

Shell Let's Go Trade memberikan keleluasaan bagi para alumni yang terpilih untuk menentukan itinerary perjalanan bisnis ke negara yang sudah dipilih. Apa yang mau dilakukan? Siapa yang ingin ditemui? Apa yang mau diriset? Networking apa yang diinginkan? Shell memberikan keleluasaan dan memfasilitasi. Tanggal 17 Agustus 2015 dipilih Ade Nita untuk memulai networking di Inggris. Karena pada tanggal tersebut banyak orang Indonesia berkumpul, termasuk banyak orang penting. Minta nomor kontak beberapa orang di Indonesia yang tinggal di sana untuk memudahkan apabila suatu saat ingin expansi bisnis.

Ade Nita juga mendatangi berbagai toko untuk riset pasar. Amati pasarnya termasuk display produnya. Beli juga beberapa produk yang dianggap worth it. Cari produk-produk yang sedang laris saat itu. Riset produk ini penting, apalagi mengingat pusat produk fashion dunia adalah di Vietnam dan Indonesia. Kenapa produk branded dari luar negeri lebih bisa dikenal di Indonesia padahal produknya diproduksi di negara sendiri?


"Menjadi enterpreuneur harus selalu positive thinking. Lihat dari berbagai sudut pandang. Menjadi enterpreuneur tidak hanya diisi dengan cerita manis, akan juga menghadapi berbagai rintangan. Dengan mengikuti Shell LiveWIRE setidaknya para alumni akan dijaga untuk tetap keep on the track melalui berbagai pelatihan yang diberikan."

Selesai sampai program Let's Go Trade? Ternyata tidak. Program selanjutnya adalah Top 10 Innovator. Untuk tahun ini dari Indonesia ada 3 kandidat. Semakin alumni melaju ke program berikutnya semakin besar nilai modal usaha yang bisa diraih. Shell LiveWIRE bisa menjadi batu loncatan bagi para wirausahawan muda, sekaligus membangun mental agar pantang menyerah. Selalu melihat peluang, perluas networking, jangan mudah pesimis, dan jangan selalu 'mendongak' ke atas adalah tip lain yang diberikan oleh Ade Nita.


Profil Finalis Shell LiveWIRE Business Start-up Award 2015


Studio Hiji


Studio Hiji adalah pemenang pertama Shell LiveWIRE Business Start-up Award 2015. Didirikan oleh Abie Abdillah di Tangerang Banten. Kata 'Hiji' berasa dari bahasa Sunda yang artinya Satu. Bisnis yang bergerak di dunia perotanan ini sudah berjalan sejak tahun 2009. Abie tertantang untuk membuat produk yang selama ini dikenal dengan desain klasik menjadi layak untuk pasar kontemporer. Berbagai penghargaan dalam bidang kompetisi desain sudah diraih Studio Hiji. Keberhasilan Studio Hiji lainnya sebelum menjadi juara pertama di ajang Shell LiveWIRE Business Start-up Award 2015 adalah memiliki distributor untuk kawasan Asia Tenggara melalui For The Common Good.


Oriflakes


Juara kedua di ajang Shell LiveWIRE Businesst Star-up Award 2015 berasal dari Jogjakarta. Brand yang bernama Oriflakes ini didirikan oleh Suko Triyono. Selama ini kita mengenal cereal berasal dari gandum. Tapi Oriflakes terbuat kearifan lokal empat daerah di Jogjakarta. Bantul dan Kulon Progo sebagai penghasil umbi dan tepung garut, Kabupaten Sleman penghasil susu kambing Ettawa, dan Kabupaten Gunung Kidul serta Kulon Progo menghasilkan gula kelapa. Dengan bahan alami yang diformulasi khusus, Oriflakes bagus untuk penderita Diabetes Melitus. Oriflakes tidak memiliki website tapi sudah banyak reseller yag menjual produk ini secara online.


Crispy Ikan

Siapa yang suka makan ikan petek air tawar? Tadinya, ikan ini tidak banyak yang suka karena dianggap amis. Tapi di tangan Aang Permana AP asal Cianjur, Jawa Barat, ikan petek bisa diolah menjadi makanan yang nikmat. Dengan jumlah karyawan yang memberdayakan ibu-ibu dan tetangga sekitar rumah, ikan petek air tawar yang diberi merk "Crispy Ikan" sudah terjual ke hampir seluruh wilayah Indonesia. Aang juga founder and CEO Empang Kuring LAND. Beberapa investor juga mempercayainya untuk mengelola usaha perikanan dan property Cianjur. Crispy Ikan menjadi juara ketiga dalam kompetisi Shell LiveWIRE Business Start-up Award 2015


Greenna

Greenna mendapat penghargaan sebagai perusahaan yang paling berdampak positif di ajang Shell LiveWIRE Business Star-up Award 2015. Greenna berdomisili di Bogor yang didirikan oleh Nina Nuraniyah. Greenna merupakan lembaga sosial yang bergerak di bidang Pendidikan Lingkungan Hidup dengan fokus kegiatannya mengelola sampah ini sudah berdiri sejak tahun 2009.

Greenna ingin masyarakat semakin sadar dengan lingkungan hidup dengan cara menggunakan produk yang ramah lingkungan. Produk Greenna sangat beragam, seperti beauty case, mini wallet, pencil case, dan lain-lain yang dipasarkan di beberapa toko di Bogor dan Jakarta. Greena juga berkolaborasi dengan Very50 yaitu social entrepreuneur asal Jepang yang bergerak dalam bidang pendidikan. Sejak tahun 2011, setiap tahun para mahasiswa Jepang akan datang ke sekretariat komunitas Greenna di Bogor untuk berbagi pengetahuan tentang social business dan inovasi produk. Apabila teman-teman punya tumpukan sampah yang bisa didaur ulang, Greenna juga menerima, lho. Bisa cari infonya lebih lanjut di www.greenna.co


Zanana Chips


Suka dengan kripik pisang? Cobain deh Zanana Chips. Keripik pisang aneka rasa asal Bandung ini sudah beredar di pasaran sejak tahun 2013. Zanana Chips didikan oleh Gazan Azka Ghafara. Saat ini sudah memiliki 5 varian rasa: Brown Chocolate, Creamy Milk, Green Thai Tea, Smooked Beef, dan Classy Spicy. Kripik pisang memang sudah banyak dipasaran dengan berbagai merk. Tapi Zanana Chips tetap mampu bersaing di pasar karena memiliki positioning product yang menarik, yaitu classy and modern banana chips. Kemasannya yang berwarna kuning memang terlihat eye catching terutama bagi target market Zanana, yaitu modern girls yang menyukai online shopping dna camilan. Sudah bersertifikat Halal MUI, tingkat repeat order produk Zanana mencapai 90% yang tersebar di 65 kota di Indonesia.


Delizioso Coffee


Produk kopi semakin diramaikan dengan hadirnya Delizio Coffer yang didirikan sejak tahun 2014, oleh Donny Orlando asal Tangerang, Banten. Kualitas kopi Indonesia sudah terkenal di mancanegara. Oleh karenanya, dengan visi "Experience the Authentic Tate of Indonesian Coffee", Donny ingin masyarakat bangga terhadap kopi Indonesia. Serta ingin memproduksi kopi dengan harga berjangkau dna rasa yang nikmat bagi masyarakat. Delizioso Coffee sudah mendapatkan speciality grade dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia pada tahun 2014.


Timba


Perusahaan ini bergerak di bidang berbagai mainan unik yang semuanya terbuat dari kayu. Didirikan oleh Lukvi Raharasi dan Awaludin F. Aryanto, Banjarnegara - Jawa Tengah. Limbah kayu yang melimpah merupakan ide awal untuk membuat Timba. Timba bekerja sama dengan pengrajin setempat (Kasihan, kabupaten Bantul - Jogjakarta) untuk memberikan sentuhan personal dari setiap bentuk yang dibuat. Pemasaran Timba selain sering mengikuti bazaar juga melalui social media.


Wheel Cheese


Harga sebalok keju mozarella, tidak menjadi mahal lagi apabila memilih mozarella Wheel Cheese. Harganya bisa 1/2 dari harga keju morella yang ada di pasaran. Pendiri Wheel Cheese adalah Akhmad Furqon Rusyadi dan Pasca Rizki Dwi Ananda asal Malang. Perusahaan ini mengolah susu sapi lokal agar memiliki nilai tambah dengan mengemasnya menjadi berbagai produk olahan, yaitu mozarella, susu UHT, dan yoghurt beraneka rasa.


Wahana Modular Cat Housing


Semakin tingginya minat masyarakat untuk memelihara kucing, membuat Donny Revangga Adityara, pengusaha asal Surabaya ingin memanfaatkan peluang tersebut. Perusahaan ini memperoduksi berbagai furniture untuk tempat bermain kucing. Dengan disain yang mengedepankan estetika, produk ini akan terlihat unik.


Merubali


Gede Wahyu Yoga Dana asal Denpasar Bali adalah pendiri perusahaan Merubali yang bergerak di bidang usaha pengolahan buah dalam betuk makanan ringan. Berbagai uah sudah berhasil dijadikan dried food oleh Merubali. Sehingga apabila konsumen ingin mengkonsumsi buah mangga tapi belum musimnya, bisa mencicipi olahan buah mangga yang dikeringkan dari merk Merubali.

Sesaat setela acara usai, Chi kembali bertanya dalam hati, 'Kenapa Chi bisa baru tau ajang ini, ya?' Masa muda Chi kayaknya jadi terlalu biasa bila dibandingkan dengan mereka. Semoga Keke dan Nai bisa seperti para alumni Shell LiveWIRE Business Start-up. Aamiin :)


 
Terima kasih banyak untuk undangannya. Terima kasih juga untuk goody bagnya :)