Selasa, 13 Oktober 2015

Memahami Arti Tangisan Bayi

memahami arti tangisan bayi

Kenapa sebagai orang tua, kita harus memahami arti tangisan bayi? Karena sesungguhnya, mereka sedang melakukan komunikasi.

Awalnya, Chi gak berpikir kesana. Chi pikir kalau bayi nangis ya berarti nangis aja. Tinggal kita aja menerka-nerka, mereka menangis karena lapar mengantuk, ngompol, sakit, atau karena hal lain? Ya, berarti sebetulnya mereka sedang berkomunikasi juga, sih. Tapi Chi jadi lebih tau tentang tangisan bayi, membaca di salah satu media cetak.

Di media tersebut tertulis kalau tangisan bayi itu berbeda-beda. Bayi yang aru lahir hingga usia tertentu memang hanya bisa menangis. Tapi kalau diperhatikan lebih saksama, tangisan bayi bisa berbeda-beda tergantung apa yang sedang dikomunikasikan saat itu. Yup! Tangisan bayi juga ada polanya.

Chi gak langsung percaya karena saat itu sedang hamil anak pertama. Jadi, belum bisa membuktikan sendiri. Tapi, penasaran untuk dicoba. Dan, setelah Keke lahir, apa yang tertulis di artikel tersebut terbukti.

Tentu saja prakteknya, Chi gak bisa langsung mengenali tangisan Keke. Chi gak akan bercerita seperti apa pola tangisan Keke dan Nai ketika masih bayi. Sudah lupa hehehe. Jadi Chi akan berbagi tip bagaimana mengenali tangisan bayi agar kita bisa mengerti kebutuhannya.

Tenang alias jangan panik

Ketika bayi menangis, kadang suka bikin kita panik. Apalagi kalau bayi menangisnya jejeritan. Tapi, penting banget bagi kita untuk tenang. Karena kalau tidak tenang, bagaimana bisa memahami arti tangisan bayi? Jadi, yang pertama harus dilakukan adalah tenang dulu. Boleh sigap, tapi jangan panik. Kemudian dengarkan dengan saksama untuk mempelajari pola tangisannya

Periksa seluruh anggota tubuhnya

Kalau bayi terjatuh, sudah pasti dia akan menangis. Tapi, tentunya kita gak mengharapkan bayi terjatuh, kan? Trus, bagaimana kalau bayi menangis tapi bukan karena terjatuh? Selain mendengarkan secara saksama, Chi atau K'Aie biasanya akan langsung memeriksa bagian tubuhnya. Apakah basah karena ngompol? Digigit semut atau nyamuk? Bisa juga karena sedang sakit atau mungkin karena penyebab lain. Kalau misalnya penyebabnya adalah mengompol, maka segera ganti popok atau celananya hingga bajunya. Bayi mungkin akan mungkin akan tetap menangis saat kita menggantikan popok atau celana. Gak apa-apa, nanti setelah digantikan dengan yang pakaian yang bersih dan kering, kita bisa gendong mereka sejenak.

Gendong sejenak

Kalau sudah hapal tangisan bayi, kita akan bisa langsung melakukan tindakan sesuai dengan yang dibutuhkan. Tapi, kalau belum hapal, setelah memeriksa seluruh anggota tubuhnya, maka Chi atau K'Aie akan menggendong Keke atau Nai. Sambil dengan lembut mengusap kepala dan punggung serta membisikkan kata-kata yang juga penuh kelembutan. Chi lalu akan coba memberi ASI. Biasanya, kalau tangisannya bukan karena lapar, mereka akan menolak diberi ASI. Dari situ, Chi dan K'Aie juga bisa mempelajari tangisan anak-anak.

Belajar untuk peka

Memang butuh waktu untuk bisa memahami tangisan bayi. Tapi, gak butuh waktu lama juga, kok. Apalagi kalau sudah ada pengalaman sebelumnya. Ketika lahir Nai, Chi dan K'Aie tidak lama mempelajari arti tangisan Nai.

Yang sehari-harinya bekerja juga tetap bisa mengerti arti tangisan bayi, kok. Contohnya itu K'Aie. Walopun sehari-hari ngantor, tapi K'Aie juga tau arti tangisan Keke atau Nai. Menguntungkan, lho, kalau kita paham tangisan bayi. Karena jaid bisa bertindak lebih cepat sesuai dengan yang mereka butuhkan. Chi juga yakin dengan memahami tangisan mereka juga akan mampu meningkatkan rasa nyaman dan percaya diri bayi karena merasa dimengerti oleh orang tuanya.

Teman-teman yang sudah punya bayi, pernah perhatikan tangisan bayi masing-masing? :)

post signature

12 komentar:

  1. alhamdulillah, aq gk panik kalau si kecil nangis, yg panik malah org2, mgkin krna mreka tdk bgtu tau en paham dg si kecil ken..
    makaish sharingnya mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama. Ya, kadang karena ketidaktahuan bisa juga bikin kita jadi panik :)

      Hapus
  2. waktu anak-anak masih bayi, seringlah saya yang menina bobokan mereka jikamereka sedang menangis, justru menurut dokter bayi lebih sehat jika tangisannya melengking memekakkan telinga, dan terbukti hingga mereka gede ALhamdulillah mereka sehat selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang saya tau, ketika bayi baru dilahirkan, menangis menjadi salah satu indikator apakah bayi itu sehat atau tidak. Bayi yang baru lahir menangis itu tandanya sehat. Harus diwaspadai apabila bayi lahir tanpa menangis. Pakar kesehatan lebih mengerti tentang hal ini.

      Bayi terjatuh juga melengking lho tangisannya. Tapi, apakah itu tanda bahwa bahwa bayi tersebut dalam keadaan sehat? Saya rasa dia menangis melengking untuk berkomunikasi bahwa ada yang sakit di bagian tubuhnya. Menggendong bisa menenangkan bayi. Meninabobokan juga gak apa-apa. Tentu saja setelah jatuh dalam waktu 1x24 jam harus dipantau apakah ada efek lanjutan dari jatuh.

      Dan, sependek pengetahuan saya, bayi yang menangis kuat belum tentu juga harus melengking :)

      Hapus
  3. Memang orangtua harus bisa paham banget ya Mbak apa arti tangisan bayinya. Hihihi. Ada teori yang menarik yang saya baca di buku yang sekarang belom beres-beres. Orang Perancis malah kalo anaknya nangis buat bisa memahami apa yang dimau malah ditunggu 5 menit dulu sebelum digendong, diberi susu atau apapun. Dengan gitu mereka bisa bikin anaknya tidur sepanjang malam di usia 3 bulanan.

    BalasHapus
  4. kebetulan di Siak tetangga kanan kiri punya baby,yang satu jarangggg banget nangis,sampe sy aja bingung,ini bayi kok diem aja ya hehe..nah yang satunya lagi sering banget nangis,kalo nangis lama banget hehe....
    makasih ya mak sharingnya,buat bekal saya nih^^

    BalasHapus
  5. Kata Emak saya, bayi menangis kemungkinan karena salah satu atau beberapa hal antara lain :lapar, haus, ngompol, beol, diomongi sama kakek/nenek,firasat akan atau telah terjadi sesuatu di lingkungan keluarganya, sakit dan kesakitan.
    Terima kasih artikelnya yang inspiratif
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
  6. Iya, semakin sering berinteraksi dg bayi, makin paham bahasa tubuhnya termasuk tangisannya

    BalasHapus
  7. saya ngerti kalo nangisnya beda, tp blm paham jg ahaha. mgkn gara2 blm punya bayi

    BalasHapus
  8. wah buat bekal informasi kalo nanti jadi ayah hehehe makasih udah share...

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Hmmm meski saya masih jomblo dan blm punya anak... saya dikit2 belajar parenting. Makasih mak. Artikelnya bermanfaat :)

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge