Menjelang dan saat Ramadan, dua drama tahunan selalu muncul: harga pangan melonjak drastis dan rasa lelah luar biasa saat masak sahur. Dompet menipis padahal biaya mudik sudah menanti, belum lagi waktu ibadah yang habis di dapur. Memang, memasak adalah ibadah, tapi tentu kita ingin lebih banyak waktu untuk tadarus atau tarawih. Solusinya? Menerapkan food prep Ramadan agar masak jadi praktis dan belanja tetap irit tanpa menguras kantong.
Tentu panduan ini berdasarkan pengalaman pribadi yang selalu Chi praktekkan. Gak hanya saat Ramadan aja, lho.
1. Buat Daftar Bahan Baku yang Awet dalam Waktu Lama
Chi pernah membuat tulisan tentang cara mengeringkan cabai rawit
dan cabai merah keriting dengan cara alami. Beli minimal 1 kilo saat harga
lagi murah kemudian dikeringkan. Kalau sampe kering banget, cabenya bakal
tahan berbulan-bulan.
Alternatif lainnya bisa disimpan di freezer. Bisa awet juga
berbulan-bulang. Sayangnya kapasitas freezer kan terbatas. Biasanya Chi
lakukan ini kalau lagi musim hujan. Susah ngeringin cabe dan lama banget
kalau lagi sering hujan.
Silakan baca: Tips Membuat Cabe Kering dengan Cara Alami
Gak hanya cabe, bawang merah dan bawang putih juga termasuk awet. Asalkan
disimpan di tempat terbuka. Biasanya Chi taro di tampah besar kemudian
diletakkan di ruangan terbuka yang kering. Ya, pastikan ruangannya kering,
karena kalau lembap bisa cepat busuk.
Santan kental dan pete juga awet banget disimpan di freezer, lho. Menjelang
hari raya, 2 bahan ini termasuk yang melesat kan harganya. Coba stok di
freezer, deh. Untuk pete dikupas dulu kulit luarnya, tapi biarkan sama kulit
arinya. Kemudian masukkan ke plastik, baru disimpan di kulkas.
2. Buat Menu Mingguan atau Beberapa Hari ke Depan
Chi sebetulnya jarang banget sengajain buat daftar menu. Paling
dibayang-bayang aja selama beberapa hari ke depan akan masak apa aja.
Setelah itu buat daftar apa aja yang harus dibeli.
Teman-teman mungkin pernah lihat berbagai konten food prep, khususnya
menyiapkan masakan sat set. Udah diwadah-wafahin jadi tinggal masak aja.
Persiapannya memang terkadang agak lama. Tapi, selama beberapa hari ke depan
bakal menghemat waktu banget.
Kalau Chi suka agak malas sih food prep hehehe. Tapi, biasanya ngebayangin
bakal masak apa untuk besok. Misalnya, nih, mau masak chicken teriyaki, udah
kebayang jam berapa harus mengeluarkan ayam dari freezer, marinasi,
dll.
3. Buat Stok Makanan yang Tahan Lama
"Bunda mau persiapan masak apa buat puasa?"
"Biasanya kan bikin rendang. Apa cobain bikin yang lain, ya?"
Chi kalau masak rendang minimal 2 kg. Bukan karena makannya pada banyak.
Tapi, lama banget masaknya. Paling gak membutuhkan waktu 8 jam dan gak bisa
ditinggal sama sekali. Makanya cuma dapat capeknya kalau masak
sedikit.
Tapi, gak usah khawatir, rendang tuh masakan yang awet banget. Apalagi
kalau disimpan di kulkas. Rendang juga jadi penyelamat kalau kesiangan dan
gak sempat masak buat sahur. Tinggal ambil beberapa potong, kemudian angetin
di microwave.
Paling sering memang nyetok rendang. Tapi, menu lain seperti ayam ungkep,
ikan goreng kering, dan lainnya juga bisa tahan lama. Teman-teman juga bisa
menambahkan telur, sarden kaleng, abon, dan lainnya. Pastikan aja ada nasi
(masak dari malam). Jaga-jagan kalau telat sahur, makanan ini nyiapinnya sat
set banget. Tinggal angetin atau goreng/tumis sebentar.
Ikan goreng bisa tahan lama?
Yup! Chi rutin dapat kiriman ikan dari kampung kalau lagi panen ikan. Tentu
bau dong kalau dikirim dalam keadaan mentah. Makanya selalu digoreng sampe
bener-bener kering. Nanti tinggal dihangatkan di microwave atau dibikin
pesmol. Mantaaap!
Kentang mustofa juga termasuk makanan yang awet lama. Bahkan gak perlu
disimpan di kulkas. Asal pastikan disimpat di tempat yang tertutup rapat.
Bakal renyah dalam waktu lama.
4. Buat Stok Bumbu Dasar
Paling gak ada 3 bumbu dasar yaitu bumbu merah, putih, dan kuning.
Teman-teman gak harus bikin semua. Bikin aja yang kira-kira paling sering
dipakai bumbunya. Daya tahan bumbu dasar tergantung dari mengolah dan
menyimpannya. Berikut tips membuat stok bumbu dasar agar tahan lama:
- Minimalkan menambah air. Kalau teman-teman menghaluskan bumbu, sebaiknya jangan dikasih air. Lebih baik dikasih minyak goreng.
- Masak bumbu hingga tanak. Jangan sekadar harum, ya. Tapi, benar-benar yang masak sampai pecah minyak.
- Beri garam sedikit saja. Nanti bisa ditambahkan saat dipakai untuk memasak.
- Pastikan bumbu dasar sudah benar-benar dingin baru dimasukkan ke toples dan ditutup rapat.
- Toples juga harus dipastikan benar-benar bersih, kalau perlu disterilkan dulu di air panas.
Selain stok bumbu dasar, Chi juga sering nyetok sambal. Makan rasanya
kurang mantap kalau tanpa sambal ya hehehe. Tapi, suka malas bikin sambal
dadakan. Makanya distok aja biar bisa makan sambal kapan pun.
Bikin stok minyak aromatik juga, deh. Jangan cuma chili oil. Chi bikin
miyak ebi dan minyak bawang putih. Duh! Minyak aromatik ini enak buat
tumisan atau sekadar ditambahkan ke makanan.
5. Belanja Kebutuhan Pokok Beberapa Hari Sekali
Biasanya Chi belanja 3 hari sekali. Tapi, sekarang Chi lagi mencoba cara
lain supaya bahan lebih awet. Kayaknya hampir seminggu belum ke pasar dan
sayur masih pada segar di kulkas. Alhamdulillah. Baru percobaan pertama.
Nanti deh kalau udah coba beberapa kali baru bikin artikelnya.
Tapi, yang pasti menghemat waktu sih kalau jarang ke pasar. Stok di rumah
tetap aman karena sekali belanja kan untuk beberapa hari.
Ketika melakukan ini, niatkan untuk penghematan uang belanja dan waktu,
ya. Jadi jangan nyetok berlebihan padahal sebetulnya gak butuh sebanyak
itu. Ya karena saat Ramadan, seringkali kita menyiapkan menu berbuka
berlebihan.
Chi udah bertahun-tahun gak membiasakan lapar mata untuk berbuka puasa.
Mau itu masak atau jajan, diusahakan secukupnya aja. Karena seringkali
mubazir kalau lapar mata. InsyaAllah kalau penghematan uang belanja jadi
bisa dipakai untuk yang lain misalnya sedekah, mudik, dll. Waktu yang bisa
disingkat di dapur pun, sisanya bisa untuk lebih banyak ibadah.
Menerapkan food prep Ramadan bukan sekadar soal menghemat uang atau tenaga, tapi tentang bagaimana mengatur waktu agar Ramadan kali ini lebih bermakna. Dengan masak yang lebih praktis dan pengeluaran yang terkendali, Chi jadi punya lebih banyak waktu untuk fokus beribadah hingga berkumpul bersama keluarga tanpa drama dapur. Yuk, mulai cicil stok bumbu dan lauk dari sekarang agar puasa lebih tenang dan kantong tetap aman. Kalau teman-teman, apa menu andalan yang wajib ada di stok food prep tahun ini?
Menerapkan food prep Ramadan bukan sekadar soal menghemat uang atau tenaga, tapi tentang bagaimana mengatur waktu agar Ramadan kali ini lebih bermakna. Dengan masak yang lebih praktis dan pengeluaran yang terkendali, Chi jadi punya lebih banyak waktu untuk fokus beribadah hingga berkumpul bersama keluarga tanpa drama dapur. Yuk, mulai cicil stok bumbu dan lauk dari sekarang agar puasa lebih tenang dan kantong tetap aman. Kalau teman-teman, apa menu andalan yang wajib ada di stok food prep tahun ini?
Semoga ibadah Ramadan tahun ini dilancarkan untuk semua. Selalu diberi
kesehatan. Aamiin Allahumma aamiin.




0 Comments
Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)
Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^