Featured Post

Bebas Nyeri Sendi Saat Mendaki dengan VIOSTIN DS

Kelihatan gagah, ya. Padahal aslinya sendi lutut terasa nyut-nyutan berkali-kali hehehe. Tapi sekarang udah ada solusinya. Baca aja cer...

Minggu, 25 Desember 2016

Om Telolet Om

om telolet om

"Om telolet om"

Beberapa hari ini, kalimat 'om telolet om' viral banget. Sampe beberapa Dj kelas dunia pun ikut meramaikan. Bahkan dalam hitungan hari versi dangdutnya juga udah ada 😅 *Cari sendiri di YouTube, ya 😄

Sebetulnya apa sih 'om telolet om' itu?

Trend telolet ini sebetulnya udah cukup lama. Sekelompok anak-anak kecil di daerah Jawa Tengah yang suka dengan suara klakson, umumnya klakson bus. Kalau baca beberapa media, katanya awalnya di Jepara. Tapi menurut sepupu Chi yang dari Gombong, di Kebumen pun udah sejak lama anak-anak kecil suka dengan aktivitas ini. Mereka berkumpul di pinggir jalan dan meminta bus untuk membunyikan klakson. Bila klakson berbunyi mereka akan kesenangan dan suara klakson tersebut direkam di telepon genggam mereka.

Udah lumayan lama Chi tau tentang kebiasaan ini. Ada beberapa teman di FB yang pernah membuat status tentang ini jauh sebelum telolet mendunia. Kalau gak salah ingat, dulu pernah juga ada sedikit reportasenya di salah satu stasiun televisi swasta.

Ketika sekarang telolet mendunia, Chi gak tau penyebab pastinya apa. Dan gak berusaha mencari tau juga. Tapi, Chi termasuk yang ikut tertawa-tawa dengan trend ini. Sejenak merasakan ademnya timeline yang akhir-akhir ini penuh pro kontra. Perdebatan yang lebih banyak adu ototnya dibanding adu otak.

Etapi, timeline Chi sebetulnya lumayan adem, sih. Berbeda pendapat memang ada, tapi gak sampe yang heboh banget. Cuma kadang Chi suka baca status beberapa teman tentang panasnya timeline. Bikin Chi kepo dan cari tau. Ternyata memang bener, sih. Ternyata hawanya panas juga hehehe.

Setelah sejenak menikmati trend 'om telolet om', mulai ada hal-hal lain seperti pertanyaan kenapa harus telolet? Kan, suara klakson bus gak hanya telolet? Apa sih lucunya telolet sampe pada kesenangan begitu? Ada juga yang protes kalau fenomena ini membahayakan. Bahkan sampe ada yang mengartikan lain-lain yang ... begitulah.

No comment untuk yang mengartikan trend ini ke hal lain. Apalagi ke hal-hal yang sekarang ini sedang sensitif. Gak jelas juga kan siapa yang memulai? Bisa jadi bukan pihak yang sedang berpro-kontra tapi pihak ketiga yang niatnya memang cuma ingin memanaskan suasana biar kembali saling ejek. Ya, siapa tau?

Bermain Untuk Anak

Sebetulnya Chi udah mulai gregetan sejak lama. Sejak ada pernyataan, bahkan ada berbagai meme, kalau anak zaman dulu lebih beruntung. Masih menikmati permainan tradisional. Gak seperti anak-anak sekarang yang 'cuma' kenal gadget. Mungkin ada benarnya juga. Setidaknya zaman dulu lahan bermain masih lebih banyak.

om telolet om

Tapi, bukan salahnya anak-anak sekarang juga kalau akhirnya mereka lebih mengenal gadget, kan? Chi rasa kalau dulu udah ada gadget juga akan sama seperti sekarang. Menganggap gadget itu asik. Ya, setidaknya sejak kecil pun Chi udah mengenal video game. Tapi masalah kecanduan atau enggak kan kembali ke kitanya. Orang tua masih mengenalkan aktivitas lain. Lingkungan juga begitu.

Makanya, walaupun sekarang generasi digital, Chi pun tetap mengajarkan hal sama ke Keke dan Nai. Mereka tetap mengenal permainan tradisional. Lagu anak-anak zaman dulu. Dan berbagai hal lain yang pernah Chi lakukan saat kecil.

[Silakan baca: Anak Generasi Gadget, Juga Bisa Lupa Gadget]

Kembali ke trend telolet, kalau ada yang mengkritik ulah anak-anak itu sebenarnya solusinya apa, ya? Udah pernah ajak mereka untuk menikmati hal lain belum? Udah pernah mengingatkan mereka untuk tidak bermain di pinggir jalan? Apalagi sambil berlari-larian padahal jalanan sedang ramai.
Menurut Chi, mereka itu sebenarnya hanya ingin bermain. Dunia anak adalah dunia bermain. Keinginan mereka sesederhana itu.
Kadang ketika bermain, mereka gak mengerti bahaya atau tidak. Itulah kenapa masih harus ada orang dewasa yang mengawasi dan mengarahkan. Kalau cuma dikritik atau diolok-olok manalah mereka mengerti.

Sama kayak gadget. Kita bersuara kalau kalau gadget itu gak baik, gadget itu candu bagi anak. Lebih berkualitas aktivitas anak-anak zaman dulu. Tapi, tetep aja kita juga yang secara sadar memberi mereka gadget. Bahkan membiarkan anak-anak berlama-lama dengan gadget dengan alasan biar anteng. Tanpa pernah mengenalkan kepada mereka aktivitas asik lain. Kalau cuma gitu manalah anak-anak mengerti?

Bahagia Itu Sederhana

Sejujurnya, Chi pun gak mengerti di mana letak kelucuan 'om telolet om.' 😂 Chi juga tidak akan membiarkan Keke dan Nai berada di pinggir jalan membawa kertas bertuliskan 'om telolet om'. Apalagi sampe ngejar-ngejar. Dan, Chi rasa Keke atau Nai juga gak kepikiran sampai sana walaupun mereka tau trend ini dan tertawa melihat berbagai video yang beredar.

Terlepas dari pro kontra kalau trend ini berbahaya atau tidak, yang Chi tangkap dari trend ini adalah bahagia itu sederhana. Dan, karena banyak yang bahagia, Chi juga jadi ketularan bahagia hehehe.

Untuk kebahagian yang sederhana, anak-anak memang jagonya. Chi sering belajar dari Keke dan Nai. Sebetulnya gak ngerti apa yang mereka ketawain. Tapi daripada bilang, "Kayak gitu aja ketawa. Apanya yang lucu?" Mendingan Chi ikut ketawa aja. Biasanya hati Chi juga jadi ikutan senang.

Sepertinya kita harus sering melakukan hal yang bahagia dengan cara sederhana. Kalau trend telolet ini dianggap membahayakan, ya cari aja kebahagian sederhana lain. Pastinya banyak, kok. Gak perlu Chi contohin, lah. Cari masing-masing aja. Lagian masa iya maunya ribut melulu (di social media)? Sering-seringlah menciptakan kebahagiaan yang sederhana *self reminder*
Gak baik untuk kesehatan mu (kalau ribut melulu). *minjem kata-kata mas Mul, OK Jek* 😄

34 komentar:

  1. Setuju!!!!! Aku liat-liat video om telolet om di youtube juga ketawa ketiwi. Lalu mikir, betapa sederhananya dunia anak. Cuma diklaksonin aja hepi buanget gituh.

    salam dari Malang. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya kita harus banyak belajar untuk menyederhanakan kebahagiaan, ya :) Salam kembali ^_^

      Hapus
  2. Iya...fenomena "om telolet om" ini udah lama banget sebenarnya, tapi kenapa baru viral belakangan ini ya? hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, mungkin karena saat ini kita sedang butuh kebahagiaan yang sederhana, Mbak :D

      Hapus
  3. Namanya anak-anak, semua hal pasti perlu pengawasan orang tua. Semandiri apapun mereka. Dan tanpa disadari sebenarnya mereka juga mengajarkan banyak hal tanpa kita duga. Salahsatunya bahwa bahagia itu sederhana, terkadang kita yang memperumit, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup! Anak-anak tetap harus diawasi. Tapi kita pun belajar dari anak-anak bagaimana bahagia dengan cara sederhana

      Hapus
  4. Telolet Sudah ada sejak lama, Mbak, tapi Om telolet Om yg dari Jepara. Telat trend, tp karena yg minta ratusan sampai tiap sore macet total (bayi-aki2 memenuhi jalan), maka diliput di TV-TV nasional. Tiap sore seperti ada tontonan.. Benar2 full orang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, di postingan ini pun saya menulis kalau ini sudah ada sejak lama dan beberapa media menulisnya berasal dari Jepara. Tapi, menurut sepupu saya yang orang Gombong, di sana pun kebiasaan ini sudah ada sejak bertahun-tahun. Mana yang lebih lama, tentunya saya gak meneliti lebih lanjut :)

      Ketika saya menonyon liputannya di televisi udah lama kejadiannya, Mbak. Jadi liputannya belum tentang trend sekarang dan yang nonton juga gak full orang. Hanya anak-anak aja

      Hapus
  5. komunitas busmania kayaknya udah lama
    aku heran sih kok baru viral kemaren ini ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mungkin karena saat ini kita semua sedang butuh tertawa dengan cara sederhana :)

      Hapus
  6. Seru sih, tapi di deket rumah jadi banyak anak2 yg main ke jalan raya hanya untuk nunggu bus lewat dan bunyiin telolet #miris

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah, itulah pentingnya pengawasan dan pengarahan

      Hapus
  7. apalagi skrg lagi musim liburan, dimana anak2 yg tdk bisa mengisi hari liburnya bisa lari ke jalanan dan ikut2an om telolet. Namun dibalik kebahagiaan yg sederhana ini, ada bahaya yg sedang mengancam. Semoga para ortu bisa memahami dan mengawasi kegiatan anak2nya di hari libur seperti ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, orang tua gak boleh lepas pengawasan. Kalaupun melarang sebaiknya diarahkan ke hal lain

      Hapus
  8. Aku juga heran...kemarin malah liat anak2 seumuran SMA/kuliah...nyari bunyi klakson juga mbak..

    Dulu karena nggak ngerti...tak pikir mereka itu (anak2 yang pada dipinggir jalan) lagi latihan fotografi...moto objek bergerak...☺☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga klaksonnya gak sampai mengganggu orang lain, ya. Karena sebetulnya membunyikan klakson kan juga ada aturannya

      Hapus
  9. Kemarin dalam perjalanan purworejo-magelang.. ada beberapa titik di mana anak2 berkumpul membawa kertas bertuliskan om telolet om. Karena rute magelang-purworejo gak dilewati bus2 besar jd sasaran mereka truk2 besar. Malah kata adik saya yg biasa pulang pergi surabaya-magelang, sampai jam 1 malam terkadang masih ada anak2 seusia SMP yg berburu telolet. Ini membuat kami sering bertanya2.. kemana ya ortu mereka...

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya pun suka bertanya-tanya seperti itu. Kemana ortu mereka kalau melihat anak-anak seperti terlalu bebas bermain

      Hapus
  10. Bahagia itu sederhana :) anak-anak ga ribet mikirin cicilan dan apa kata orang. *eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. sesekali pun kita harus kayak gitu. Lupain dulu cicilan :p

      Hapus
  11. sbenernya cuma mainan yg bikin anak2 hepi...
    heran kenapa diartiin macem2
    aku skip baca aja kalo ada yg bikin penjelasan aneh2 ttng kegiatan ini

    BalasHapus
  12. Itu yang menafsirkan aneh2 aku curiga hanya guyonan satire buat menyindir deh. Tapi yang ngeshare malah banyak. Sbnrnya biasa aja sih aku dengan kalimat ini, tapi pas tadi denger anakku ma temen2nya ikut2an ngomong om telolet om, kaya geli rasanya telingaku, ga suka dengernya 😂😂

    BalasHapus
  13. Aku pun masih gak ngerti letak kelucuannya dimana mba.. 😂 Tapi aku termasuk yg menikmati fenomena ini, seneng aja jd rada adem timeline d socmed hehe.. Tapi kayaknya tren ini gak lama.. Eh iya aku pun agak ngeri anak2 di pinggir jalan gituuu.. Semoga mereka hati2..

    BalasHapus
  14. Kalo dipikir sih, apa serunya berburu om telolet om.. Cuma suara klakson bus.. Yang ada malah bisa bikin bahaya..
    Dari pada minta diteloletin pak supir, mending teloletin hatiku.. *tzaaaahh.. 😂

    BalasHapus
  15. Klakson model telolet ini dari waktu aku kecil udah ada loh sebenarnya di kampungmu Sumut sana..sampe kt sebel, soalnya berisik banget...
    Nah pas udah jadi viral begini jadi lucu sendiri ...coba ya anak2 itu main ke Sumut :D wkwkw

    BalasHapus
  16. ih lucu kalau lihatnay dan lihat atwa anak2 itu kayaknya seru, betul harus bisa cari alternatif lain yang bikin anak tertawa dan bergembira ya

    BalasHapus
  17. Saya terhibur dengan Om Telolet Om ini mbak. Lucuuu aja... Lucunya sih ngelihat di video mereka happy gitu abis dapat telolet. Xixixixi...

    BalasHapus
  18. Buat anak2 itu Om telolet mungkin jadi hiburan yg sederhana, tapi sekarang semua orang udah ngikutin dan ntah dimana bagusnya tentang itu... plus kemaren pulang dari Jawa anak2 malah berkeliaran di pinggir jalan tol bawa2 tulisan om telolet om, yg justru membahayakan jiwa mereka...

    BalasHapus
  19. Om Telolet Om ini malah bikin bingung anak saya, karena mungkin dia gak ingat ya pernah dengar apa gak.

    Tapi klakson kayak ini sebenarnya sudah dari jaman dulu saya di SUmatera. Asal muasalnya dari bus dan truk lintas sumatera, jadi saya sudah biasa nih dengar beginian.

    Tapi anak-anak memang pasti senyum dan senang dengar Telolet telolet kek gini.... :)

    BalasHapus
  20. Lain kali ganti aja biar lebih berkah, Om, hati-hati, Om ... atau Om, bahagia ya, Om ... saling mendoakan juga kan intinya ...

    BalasHapus
  21. Telolet ini sebenarnya dah lama banget, gw naik bus ke karimun 2008 juga sudah ada seingat ke, eh yg 2008 atau 2012 yaaa ??? duch lupa
    tapi orang iseng banget akhir nya booming ngak jelas

    BalasHapus
  22. Sebenarnya ini sejenis dengan beberapa kegembiraan anak-anak jaman dahulu saat ada mobil yang bawa lembaran film-film yang mau tayang di gedung film di pedesaan, maka anak-anak akan berlarian mengejar, hehehe

    BalasHapus
  23. AKu liat di youtube para bule yang bahas ini, lucu liat kelakuan mereka :D

    BalasHapus
  24. hehe..saya jg heran dengan viralnya katanya sampe ke Amrik sana :D

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge