Jaim, Sombong, Tidak Bersosialisasi, Atau ... - Ah, sebelum terburu-buru memberi label negatif untuk anak, mendingan coba baca postingan ini dulu, yuk!

Sore itu, Chi lagi berusaha untuk tidur siang menjelang sore di tenda. Tiba-tiba Nai datang menghampiri.

Bunda: "Hallo, Dek. Gak main?"
Nai: "Enggak, ah."
Bunda: "Adek pengen main perosotan, ya?"
Nai: "Iya."
Bunda: "Tapiiii ..."
Nai: "Ima malu."
Bunda: "Kenapa harus malu. Main aja sana, mumpung banyak temannya."
Nai: "Enggak, ah. Di sini aja."
Bunda: "Ya, udah. Bunda tidur dulu, ya. Adek jangan ganggu."

Chi pun mencoba untuk tidur. Gak ada niatan untuk menemani Nai bermain perosotan walaupun dia terlihat sangat ingin. Tapi percuma juga Chi bujuk untuk menemani, pasti akan ditolak. Kalaupun mau, dia akan terpaksa bermainnya. Jadi, daripada Chi kesal, mending tidur aja. Apalagi hampir semalam suntuk Chi belum tidur. Saatnya nge-charge tenaga sejenak mumpung udara lagi sejuk dengan angin sepoi-sepoi. *Kemudian Chi pun bablas tidur sampai lewat maghrib. Itu juga dibangunin ๐Ÿ˜…

Baik Keke ataupun Nai memang bukan tipe anak yang langsung mudah berbaur. Kalau Teman-teman baca berbagai postingan celotehan Keke dan Nai di blog ini ataupun di status FB, mereka seperti anak yang cerewet memang benar. Tapi begitu ketemu banyak orang baru, biasanya mereka lebih banyak diam dan nempel terus sama ayah atau bundanya.

Bahkan dengan lingkungan atau orang yang udah mereka kenal pun begitu. Itulah kenapa Chi gak pernah nemenin anak-anak field trip. Pasti akan nempel terus sama bundanya daripada bermain sama teman-teman. Padahal bukan berarti mereka gak punya teman. Tapi begitu ada orang tua, mereka lebih memilih menempel ma orang tua.


Dulu, Chi suka kesal, ya. Kalau lihat anak-anak lain kok gampang banget akrab dengan sesama anak lainnya bahkan dengan orang dewasa. Jadi kan orang tuanya gak ketempelan melulu. Kok, Keke dan Nai gak bisa begitu? Ditanya sama orang, suaranya pelan kayak malu-malu padahal aslinya cerewet. Kalaupun gak nempel ma orang tua, mereka memilih menyendiri.

Tapi setelah dipikir lagi, Chi pun begitu. Chi lebih senang menyendiri. Kalau ketemu orang baru lebih suka jawab dengan kalem. Padahal kalau udah akrab mah bisa cerewet hahaha.

Baca buku, dengerin musik, atau sekadar mengamati orang yang lalu-lalang. Kayaknya menurun ke Keke dan Nai hehehe. Bahkan beberapa kali Chi bilang kalau jari-jari ini lebih cerewet dibandingkan mulut. Karena memang lebih cerewet bikin status atau postingan daripada cerewet ngobrol. Chi pun menolak anggapan dibilang jaim, sombong, tidak bersosialisasi, atau apapun. Karena ini kan tentang kenyamanan bagi diri sendiri aja sebetulnya. Ya, mungkin kami memang nyamannya seperti itu.



Beberapa hari kemudian, Chi lihat Nai mulai berteman. Dia terlihat asik main perosotan bersama teman-temannya. Chi sempat samperin dan melihat Nai bermain, gak sekalipun Nai nyamperin buat nempel. Nai tetep ceria dan asik bermain bersama teman-teman barunya.

Ya, sebetulnya hal-hal seperti ini cuma masalah waktu, kok. Yang penting sebagai orang tua, udah mengajarkan bagaimana berteman dengan baik. Kalaupun bukan tipe yang langsung akrab, gak masalah. Mungkin tipenya memang seperti itu. Harus menyamankan diri dulu dengan suasana dan lain sebagainya. Baru deh akrab dengan orang lain.

Bunda: "Dek, kok tadi main perosotan, sih?"
Nai: "Iya."
Bunda: "Caranya gimana tuh Adek bisa ikutan main ma temen-temen?"
Nai: "Ya, kan Ima lagi lewat trus Ima bilang gini, 'Eh, Aku boleh gak ikutan main?' Trus, mereka bilang boleh. Jadi Ima main, deh."
Bunda: "Siapa aja nama temannya, Dek?"
Nai: "Gak tau."

Nah, berarti memang gak harus dipaksa, kan? Nanti mereka menemukan caranya sendiri untuk bersosialisasi, kok. Teman-teman ada yang putra-putrinya seperti itu, gak? Kalau iya, sebaiknya jangan dilabelin dengan cap-cap negatif, ya. Terus kasih ajakan aja walaupun caranya mungkin harus tarik ulur ๐Ÿ˜Š

Gak cuma saat main perosotan. Nai juga mulai nyaman saat nge-craft dan melakukan berbagai aktivitas lain bersama teman barunya. Termasuk saat makan bakso bareng. Ya, walaupun kalau ditanya nama temannya dia selalu bilang gak tau hahahaha. Yang penting udah mau berteman, kan? ๐Ÿ˜‚