Rabu, 01 Oktober 2014

Ketika Keke Mulai Jatuh Cinta

 Sumber dari Path

Mommy war dari zaman dulu sampai sekarang gak ubahnya seperti pertempuran tiada akhir. Cara untuk mengakhiri mommy war menurut Chi adalah engan tidak melibatkan diri dan memihak salah satu. Ya, namanya juga lagi perang, keberpihakan justru seringkali bukan menyelesaikan masalah.

Kalaupun, Chi rutin menulis kisah sehari-hari tentang Keke dan Nai di blog ini bukan bermaksud untuk menunjukkan pilihan seorang ibu untuk berumah tangga saja tanpa karir adalah paling tepat. Chi hanya ingin mendokumentasikan seluruh perjalanan hidup Keke dan Nai melalui tulisan. Silakan saja kalau ada yang ikut jejak Chi, tapi enggak pun gak apa-apa. Mama Chi juga dulunya ibu bekerja. Dan, semua baik-baik aja. Every mom has story.

Every mom has her own battle, itu juga benar adanya. Daripada energinya dihabiskan untuk perang sama ibu-ibu lain, mendingan 'berperang' untuk rumah tangga sendiri. Maksudnya, berusaha yang terbaik untuk keluarga masing-masing. Lagian, lucu dong kalau kita selalu mengajarkan anak cinta damai, bertoleransi, dan lain sebagainya, sementara kita sendiri gak bisa mempraktekkan itu.

Happy Mom, Happy Family. Berperang itu bikin kepala mumet, pikiran stress. Kalau kayak begitu, masih bisakah kita bikin keluarga sendiri bahagia? *Self Note

------------------

Usia Keke dan Nai sudah lumayan jauh dari usia balita. Problem Chi sekarang, mungkin bukan lagi bagaimana melatih motorik halus dan kasar, bagaimana mereka belajar makan, belajar membaca, dan lainnya. Tapi, bukan berarti juga udah bebas dari yang namanya cerita 'seru'.

Salah satunya adalah ketika Keke mulai jatuh cinta. Sebetulnya urusan naksir cewek, pacaran, atau putus cinta pernah Keke alamin sejak TK. Eits! Jangan keburu heboh, ya. Kalau Chi ajak bicara, yang ada dipikiran Keke tentang naksir hingga putus cinta pun sebetulnya lucu. Bikin ngikik. Tapi, kali ini Chi merasa jatuh cinta Keke memang berbeda.

Sebetulnya pemikiran Keke tentang jatuh cinta juga masih anak-anak banget. Sesuai dengan usianya, lah. Misalnya, suka dengan teman perempuan yang kebetulan lagi akrab dengannya karena punya kesamaan nonton kartun. Malah sebetulnya banyak cerita lucu dengan urusan jatuh cinta Keke ini. Salah satunya ketika Keke pengen bilang suka sama teman ceweknya, Nai dengan santai terus menempel di samping Keke. Sehingga bikin Keke jadi keki dan rencana 'nembak' pun batal. Di mobil mereka ribut tentang rencana penembakan yang batal. Tapi, ributnya juga lucu. Malah bikin Chi terpingkal-pingkal dengernya.

Keke: "Bun, jangan pernah cerita tentang Keke yang mulai jatuh cinta di blog, ya."
Bunda: "Oke."

Gak lama kemudian...

Keke: "Bunda, gak apa-apa deh kalau Bunda mau ceritain di blog. Cerita aja."
Bunda: "Beneran gak apa-apa?"
Keke: "Beneran, Bun. Lagian Keke udah move on sekarang."
Bunda: "Hahahaha! Ada-ada aja nih Keke."

Sebetulnya, tanpa Keke membolehkan atau melarang, Chi memang udah niat gak akan menceritakan pengalaman jatuh cinta Keke di blog. Walaupun rasanya 'gatal' pengen berbagi cerita, apalagi pas bagian cerita lucunya. Tapi, walopun pengertian jatuh cinta bagi Keke itu masih anak-anak banget, usia Keke sudah mulai pra-ABG. Usia segitu biasanya sudah timbul rasa malu, grogi, dan mulai mengenal privasi. Bisa jadi jatuh cinta juga mulai menjadi privasi Keke. Setidaknya walopun Keke sendiri masih berubah-ubah pendapatnya, Chi mulai ingin menghargai kalau jatuh cinta adalah sebuah privasi yang tidak akan Chi tulis secara detil di blog ini.

Kalaupun Chi menulis ini, sebetulnya ingin berbagi tips dari sisi parenting aja. Dan, siapa tau kita bisa berbagi pengalaman. Sebagai ibu, tau anaknya mulai jatuh cinta, selalu ada rasa 'anak saya udah besar'. Rasanya gak pengen anak cepat besar. Masih kepengen timang-timang mereka :)

Usia Keke yang mulai memasuki pra-ABG juga bikin Chi khawatir kalau dia sampai salah mengartikan jatuh cinta. Deg-degan juga sebetulnya. Jangan sampai salah pergaulan. Beberapa kali Chi melihat anak-anak dibawah umur, pacarannya udah dua-duaan sampe peluk-pelukan segala. Dan, dengan santai diupload di FB. Ngerii. Tapi, anak juga kalau terlalu diiket juga bisa lebih kencang berontaknya. Huff!

Oke lah kalau di rumah, Keke dan Nai memang aman dari yang namanya sinetron (mereka gak pernah nonton). Tapi, teman-temannya kan belum tentu. Dna, tidak menutup kemungkinan, yang tidak pernah nonton sinetron dan selalu menonton sinetron saling mempengaruhi dalam pergaulan. Iya kalau mempengaruhi untuk hal baik, kalau enggak?

Keke dan Nai memang bersih dari sinetron. Tapi, mereka kan akrab dengan dunia internet. Walopun beberapa kata 'membahayakan' memang sudah diprotect di internet rumah, gak jamin 100% aman. Banyak keyword yang kelihatan aman, gak taunya isinya 'berbahaya'. 

Idealnya orang tua memang mendampingi ketika anak berinternet. Tapi, menurut Chi bukan berarti kita harus terus duduk disamping mereka. Kan, Chi juga ada kegiatan lain. Lagipula mereka juga harus belajar diberi kepercayaan.

Keke pernah protes, karena Chi khawatir dia jatuh waktu jalan sendiri di Tangkuban Perahu

Berikut adalah hal-hal yang coba Chi lakukan ketika Keke mulai jatuh cinta. Mungkin cara ini juga akan Chi praktekan ke Nai kalau memang sudah waktunya:
  1. Jangan panik. Jatuh cinta sebetulnya hal wajar. Berbahagia dan bersyukur aja dulu, kalau anak kita bisa punya rasa suka kepada lawan jenis. Lagipula, definisi jatuh cinta seorang anak bisa beda, lho dengan orang dewasa. Malah bikin kita senyum-senyum dengernya.
  2. Jadi teman bicara yang asik bagi anak.Yang bikin enggan untuk terbuka sama orang tua adalah takut kalau sampe obrolannya seperti diinterogasi. Akhirnya, malah lebih suka bicara sama teman daripada orang tua.
  3. Kalau mau memberi rambu-rambu larangan, usahakan dengan bahasa yang enak didengar oleh mereka. Dan, jangan lupa memberi penjelasan. Kalau cuma melarang, anak akan bingung kenapa dilarang. Darah muda mereka bisa menggelegak dan melakukan perlawanan.
  4. Beri mereka kepercayaan. Chi pernah ditegur sama Keke karena terlalu khawatir sama dia. Katanya, kasih lah Keke kepercayaan. Anak akan bangga kalau dikasih kepercayaan. Tapi, tunjukkan juga rasa kecewa kalau sampai mereka melanggar kepercayaan yang sudah diberikan.
  5. Jangan kaku dengan pemikiran kita. Seringkali Chi berpikir, anak-anak sekarang cepat dewasa berpikirnya lalu tergoda untuk memaksakan Keke supaya berpikir seperti zaman Chi kecil dulu. Tapi, rasanya bakal susah banget. Chi belajar untuk meluweskan pikiran. Bagaimanapun zamannya udah beda. Coba memahami cara berpikir mereka, walopun tetap aja rambu-rambu kita jaga.
  6. Mengajak berdiskusi. Kalau Keke mendengar, melihat, melakukan sesuatu yang salah, Chi berusaha untuk mendengarkan dulu cerita dan alasannya. Coba menilai dan hargai sudut pandangnya. Cepat-cepat memvonis juga bisa bikin anak jadi ciut nyalinya untuk terbuka. 
  7. Berikan ruang untuk menikmati rasanya. Yang namanya jatuh cinta itu berbunga-bunga. Kalau patah hati itu sakiiitt. Walopun Keke masih sebatas jatuh cinta ala anak-anak, tapi tetep aja dia merasakan senang dan sedih. Chi berusaha untuk gak menggurui, misalnya dengan berkata, "Ya elah gitu aja bikin sedih," atau "Tau apa sih kamu tentang cinta?"
Itu aja sih 7 tips yang Chi coba praktekin. Sejauh ini Keke masih terbuka, termasuk tentang jatuh cinta. Bahkan tanpa Chi tanya-tanya pun, seringkali udah muncul duluan curhatan dari Keke.Ya, biar gimana Chi kan pernah remaja kayak Keke. Pernah juga merasakan jatuh cinta. Dari yang namanya cinta monyet sampe cinta beneran. Jadi, ketujuh tips itu sebetulnya berkaca dari pengalaman pribadi juga.

Oiya, kalau bisa para ayah juga mempraktekkan hal yang sama. Karena ada kalanya seorang anak laki-laki butuh saran dari sisi ayah. Atau anak perempuan akan menjadikan ayahnya sebagai contoh bila kelak memilih pasangan :)

Pernah suatu malam, Chi tanya ke Keke..

Bunda: "Ke, merasa disayang Bunda, gak?"
Keke: "Iya, lah."
Bunda: "Kapan sih Keke merasa kalau Bunda itu sayang sama Keke? Setiap kali dibeliin mainan, ya?"
Keke: "Enggak, lah. Keke itu merasa paling disayang Bunda kalau sebelum tidur dibacain buku cerita trus dipeluk."

Huaaaa.. Meleleh gak sih dengernya?? Ya, semoga aja 7 tips yang Chi coba praktekkan itu juga bisa bikin Keke juga berpikir kalau yang dilakukan Bundanya ini karena sayang banget sama dia :L

post signature

60 komentar:

  1. Yups, memberikan pengertian dengan bahasa anak tentang sebuah cinta itu lebih berarti dari pada kita hanya cepat-cepat protektif tentang sebuah pertanyaan dan tanggapan ya Mba. :D

    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. menjalin komunikasi memang penting banget buat saya :)

      Hapus
  2. Dan kunci sukses dari semua itu adalah mampunya orangtua untuk menjadi sahabat dekat, teman bicara yang asyik, dan tempat berbagi rahasia yang nyaman bagi anak ya, Mbak...

    BalasHapus
  3. baru tau ada GA ini bun, bagus banget ide GA nya. semoga menang yaa

    BalasHapus
  4. Simpen.ah tipsnya buat saya kelak kalo anak2 udah mulai jatuh cinta hihi..makasih sharenya mak

    BalasHapus
  5. huwaa... pastinya meleleh dong mak... hehehe
    kalo saya pernah tanya ke anak saya Farras, teman perempuan Farras yg paling cantik siapa sih? Farras cuma mesem2 aja tuh... hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Farras mesem2 masih malu2, ya? hehe

      Hapus
  6. Wuiiih, mantabh Mba Myra, Makasih tipsnya. Anak saya cowok dan kepikiran juga gimana nanti kalo sudah menghadapi cinta. Semoga sukses ya Mba. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagus tuh kalau Mas Dani juga deket sama anak. Apalagi anaknya cowok, siapa tau sesama cowok lebih mengerti :)

      Hapus
  7. Suit suit... anak bujang Bunda Keke udh mulai jatuh cinta :)
    Kalo my boyz msh lempeng2 aja :D
    Tipsnya keren. Moga sukses buat GAnya yaa

    BalasHapus
  8. Jatuh cinta????
    Kalo kata orang mah cinta monyet gituh kali ya????
    ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang cinta monyet. Tapi, kenapa saya tetap bilang itu jatuh cinta karena buat kita yang merasakannya tentu aja sering gak setuju kalau dibilang cinta monyet :)

      Hapus
  9. Anak-anak memang merasa nyaman jika berada di antara orangtuanya. Komunikasi secara intens, pelukan, dan perhatian kecil-kecil lainnya akan memberika kesan bahwa orangtua care kepadanya
    Terima kasih tipsnya
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  10. Ha..ha..., lucu juga ya Mak. Keke umur berapa si Mak? Soalnya nih baru2 ini si bujang 9 tahunku juga pernah ngomongin soal "suka" dengan temannya yg perempuan. Tapi ya gitu dehhh lucuk khas anak2. Setuju mak, terlalu "diiket" malah makin hebat berontaknya. TFS Mak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. umur 10 tahun, Mak. Yup, kadang kita udah parno duluan, Mak. Begitu tau anak mulai suka lawan jenis, pikirannya udah jauh. Padahal kalau kita coba ajak mereka ngobrol, ternyata pemahaman ttg suka lawan jenis itu masih khas anak2 banget :)

      Hapus
  11. memang kelakuan anak2 lucu.

    BalasHapus
  12. Wah makasih tipsnya mak..di simpen dulu sampe nadia udh masuk usia ABG nanti skr ini urusan masih berkutat dgn ngajarin menulis yg rapi hihihi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga kelak tipsnya bisa kepake, ya :)

      Hapus
  13. gw jadi kangen anak di Jakarta.
    anak gw juga udah mulai bisa ngomong di tlp, setiap dia bilang
    "Ayah pulang dong, jangan kerja mulu..." *dengan gaya bahasa anak 2,5tahun
    sumoah air mata susah di kontrol

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, kalau kayak begitu saya bisa membayangkan gimana perasaan gak meleh ya :)

      Hapus
  14. Aku malah sampai segede ini masih aja dikhawatirkan,belum dikasih kepercayaan, jadinya ngucapin spt yg Kece ucapin deh.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kadang orang tua juga maish suka ragu untuk kasih kita kepercayaan walopun kita sudah besar :)

      Hapus
  15. Melihat Anak jatuh cintai itu lucu ya, masih polos. Dan pendampingan orang tua sangat penting untuk menbimbing nya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, tetep harus didampingi supaya mereka gak salah langkah

      Hapus
  16. Aku pengin jadi orangtua seperti orangtuaku. Jadi orangtua sekaligus sahabat, Mak Myra.

    BalasHapus
  17. aaahhh jd kepengen nanya jg ama azka, kpn dia ngerasa disayang ama mamanya.

    tengkyu sharingnya ya chi

    BalasHapus
  18. hihii.. samaa.. anakku jg mulai cinta2an, bkn cinta bnran tentunya. Dan banyak tmnnya yg udah jadian katanya, trus ngajakin bt punya pacar jg. Haduuh.. anak skrg.. Untungnya anakku selalu crita. Jd aku msh bs ngawasi 'n jd tmn bicaranya walopun aku ibu bekerja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mak. Memang penting banget deh bikin anak mau cerita sama orang tua. JAid, kita bisa selalu membimbing mereka

      Hapus
  19. aih. keke lucu banget sih, udah ngerasain yg namanya jatuh cinta skaligus move on jg :D
    makasih udah sharing mak, smoga saya bisa jd sahabat yg menyenangkan utk jav jg...

    BalasHapus
  20. Idem Bunda, aku malah dah ada anak yg pra dewasa muda dan remaja
    ..lucu deh kisah mereka.. Sepakat ama komen di atas, kumcinya kita tetap jadi sahabat mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anak2 Mak Ade udah ada yang lebih besar dari Keke dan Nai. Saya juga bisa belajar dari pengalaman Mak Ade :)

      Hapus
  21. he he keke dah Move On ya...

    BalasHapus
  22. Mak Chi, aku mau berguru dong :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi tanya2 aja, mak. Kalau ada yang bisa saya bantu, akan saya jawab :)

      Hapus
  23. kikikikik,,,keke jatuh cinta juga ya,,udah gede ya,,,tapi emaknya masih unyu2,,,hehehe,,,,pissss mak chi,,,

    BalasHapus
  24. heuheu ngebayangin anak jatuh cinta ada deg-deg an mak, ya itu khawatir salah mengartikan jatuh cinta...btw, thank u tips2nya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mak. Ada rasa deg2an juga hehe

      Hapus
  25. Haduuuhhh....aku jg mulai cemas sm kaka tazkia skg mak, katanya dia gak punya pacar karena memang gak boleh sm ayah dan bubun. Tapi kalau teman dekat ada katanya *_*
    dooohhhh....

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk mengurangi rasa cemas, mungkin bisa sering2 diajak berkomunikasi dengan cara yang tidka menggurui, Mak :)

      Hapus
  26. Duh...aku masih brapa tahun lagi yak? Anak q masih 5 tahun ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi, waktu kadang gak berasa, Mak :)

      Hapus
  27. Ahhh...Lucunya Keke dengan cinta kecilnya. Aku juga mengalami hal ini Mbak Myr, di TK sudah tetima curhat bahwa seseorang jatuh cinta pada teman ceweknya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kadang dari TK pun suda mengenal rasa suka, ya, Mbak :)

      Hapus
  28. wah anakku skr 6 tahun, bentaran lagi pasti butuh tips ini,,,simpan aaah

    BalasHapus
  29. Oh ini toh ceritanya. Kalau cerita Keke masih terbilang cukup 'aman' ya Mak. Semoga selalu seperti itu sampai benar cukup usia dan kematangan. Gelinya, kok anak sekarang udah bisa pakai istilah 'move on' segala yah :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. istilah move on kan termasuk istilah yang lagi ngetrend hehe

      Hapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge