Senin, 11 November 2013

Siapa Yang Kaya?

Percakapan BB

Kejadiannya pas Idul Adha lalu. Di group BB, beberapa teman Keke lagi bercerita binatang kurbannya. Ada yang kambing, ada yang sapi.Kemudian salah satu teman Keke (kita sebut aja Doni), ikutan cerita tentang hewan kurbannya yang disahutin dengan temannya yang lain (anggap aja namanya Tita :D).

Doni : "Aku kurban 1 sapi, 4 kambing."
Tita  : "Kamu kan orang kaya, Don. Pantes aja kurbannya banyak."
Doni : "Aku bukan orang kaya. Aku cuma orang biasa. Yang kaya itu papaku. Dia orang kaya nomer 4 setelah Obama, SBY, dan artis-artis Hollywood."
Tita   : "Yeeeee, ayahmu kan keluargamu juga, Don!"

Chi ngakak baca chat temen-temen Keke itu. Kalau Keke seperti biasa udah ke pulau kapuk. Karena obrolan di BB biasanya mulai rame pukul 8 malam, sementara Keke jam segitu udah nyenyak :D

Shopaholic

Beberapa bulan lalu, Chi datang ke acara bincang-bincang tentang shopaholic. Salah satu narasumbernya tentu aja seorang shopaholic yang mengaku sekali belanja bisa menghabiskan jutaan rupiah. Ketika host di acara tersebut bertanya apakah ada yang protes dengan hobi belanjanya? Narasumber tersebut bilang yang selalu protes cuma ayahnya aja *ya iyalaaaaaaahhhh, kan bapaknya yang ngeluarin duiittt

Sementara narasumber lain yang seorang pengusaha muda bercerita, walaupun ayahnya seorang pengusaha tapi bukan berarti mudah mendapatkan ini-itu. Ayahnya mendidik dengan keras untuk hal keuangan, tapi hasilnya bisa dirasakan sekarang bagaimana narasumber tersebut jadi menghargai uang.

The Cosby Show

Ini adalah salah satu serial favorit Chi sepanjang masa. Tontonan menghibur tapi ada unsur parentingnya. Ada salah satu episode, tepatnya ucapan mrs. Huxtable yang Chi inget banget.

Waktu itu salah satu anak huxtable disuruh apa gitu (lupa :p) tapi gak mau karena lagi asik main dengan fasilitas yang diberikan orang tuanya. Ketika fasilitas tersebut diambil, si anak protes dengan bilang, "Itu punyaku! Jangan diambil!."

Mrs. Huxtable lalu bilang, "Selama masih dibeli dengan uang orang tua, bukan berarti itu jadi milik anak. Jadi orang tua berhak mengambil apapun yang sudah diberikan ke anak kalau dirasa perlu."

Entah kenapa, itu kalimat nancep banget di otak Chi :D

Tentang Keke-Nai

Sebelum bicara tentang Keke-Nai, dari 3 di atas Chi jadi punya pertanyaan tentang siapa yang kaya? Waktu baca percakapan temen-temen Keke, Chi memang ngakak. Tapi menurut Chi pendapat Doni ada benernya juga yang bilang dia bukan orang kaya, terlepas dari ucapan kalau ayahnya adalah orang kaya nomer 4 :D

Protes dari ayah seorang shopaholic itu juga wajar mengingat pastinya ayahnya yang bekerja keras sementara anaknya malah habis-habisin duit. Tapi Chi gak akan bahas lebih panjang apakah ayahnya hanya sekedar protes tapi gak tegas atau anaknya yang gak pernah nurut. Kalau sampe sejauh itu, Chi gak tau. Bukan rumah tangga sendiri :D

Kalau untuk Keke-Nai, Chi berusaha untuk agak tegas dalam hal uang. Iya, Keke-Nai juga alhamdulillah masih bisa mendapatkan beberapa hal yang mereka mau tapi bukan berarti setiap yang mereka mau harus diturutin sekarang juga. Mereka juga pernah merengek kalau kemauannya ditolak. Bahkan pernah juga beberapa kali bilang, "Kenapa, sih? Harganya cuma segitu gak boleh beli."

Chi gak suka kalau mereka ngomong gitu, kesannya menyepelekan nilai uang. Kalau udah gitu biasanya Chi akan bilang, "Kalau memang harganya cuma segitu, berarti Keke/Nai harus ngerasain kerja. Gak perlu cari uang yang banyak, cukup 1000 rupiah aja dulu. Kerja beresin rumah seharian, mau?"

Biasanya mereka menolak dan langsung diam. Kalau udah gitu Chi akan jelasin ke mereka kenapa permintaan mereka ditolak saat itu. Dengan alasan yang masuk akal tentunya, supaya mereka ngerti. Kadang memang gak cukup sekali ngejelasinnya, tapi alhamdulillah Keke-Nai sebetulnya anak-anak yang mengerti kalau di kasih tau. Jadi gak pernah ada yang sampe ngambek berlebihan

Keke juga pernah merasakan nikmatnya mendapatkan uang dari hasil jualannya. Ada cerita Keke dengan pasar mini dan Keke belajar jualan biodata artis Korea :D Nai juga pernah ngerasain jualan, tapi Chi belum posting di sini juga padahal kejadiannya udah cukup lama. Trus mereka cuma Chi kasih jajan seminggu sekali. Terserah mereka atur sendiri, mau dihabisin semua sekaligus, jajan untuk beberapa hari, atau disisain untuk ditabung. Chi juga ngikutin ucapan dari mrs Huxtabel, kalau anak-anak gak nurut maka fasilitas mereka diambil. Yang paling sering adalah melarang mereka internetan dengan jangka waktu tertentu. Cara-cara itu, Chi rasa  bisa bikin Keke-Nai menghargai uang.

Balik lagi ke pertanyaan, siapa yang kaya? Menurut Chi yang kaya adalah orang tuanya bukan anaknya.
  1. Setuju dengan pendapat Doni kalau dia bukan orang kaya
  2. Setuju kalau bapak yang anaknya shopacholic itu selalu protes
  3. Setuju kalau untuk urusan uang harus ada tegasnya juga. Contohnya narasumber yang jadi pengusaha muda itu mengakui kalau dia sekarang berkat didikan keras ayahnya dalam hal uang
  4. Setuju juga dengan pendapat mrs Huxtable. Anak gak mau nurut? Cabut aja fasilitasnya :)
post signature

38 komentar:

  1. yang paling makjleb itu kalimat dari si mister ..Selama masih dibeli dengan uang orang tua, bukan berarti itu jadi milik anak. Jadi orang tua berhak mengambil apapun yang sudah diberikan ke anak kalau dirasa perlu....
    okesiplah...ngakak juga percakapan sama si DOni hahha

    BalasHapus
  2. Chi dewasa sekali ya Mak.

    Jadi terharu... kelak pasti akan tumbuh menjadi orang yang berguna bagi orang tua, nusa dan bangsa. Amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang mas Chi tuh membanggakan sekali. :)

      Hapus
    2. Chi itu mama myra mas imam :) iya lah dewasa atuh hahaha

      btw . saya salah satu orang yang belum ngasih anak saya sejenis ipad karena anak saya belum mencapai level yang kami janjikan mak :D *pelit mungkin tapi biarlah :)

      Hapus
    3. ngakak baca komen2nya Mas Imam, Mas Belalang, sm Mak Hana :D

      Hapus
  3. Lgsg tancepin di otak jg yg cosby show itu :)
    Salut bgt sm doni...

    BalasHapus
  4. Chi...saya juga punya temen, yang seluruh anggota keluarganya hobby banget belanja barang-barang mahal. Kalau kepak semua sih nggak apa-apa, tapi kadang udah dibeli juga suka nggak dipake dengan alasan keburu bosen...duh, ini maksudnya apa yak!
    ;)

    Saya juga sependapat dengan Chi.
    Janagn biasakan membeli barang dengan mudah, terutama kalau usia anak kita masih sangat muda. Bukan apa-apa, uang itu kan harus dicari, nggak selamanya juga kita akan hidup bergelimang uang.
    Kata orang bijak : Belanjakan segala sesuatu sesuai kebutuhan, bukan keinginan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sayang bgt, ya, Mbak. Punya uang byk kan bkan berarti boleh dihambur2in

      Hapus
  5. Obrolan anak2 itu kadang2 emang suka bikin senyam senyum sendiri ya...

    BalasHapus
  6. betul, anak harus diajarkan betapa sulitnya mendapatkan uang agar mereka menghargai jerih orangtua dan banyak bersyukur..

    BalasHapus
  7. Penting sekali mengajarkan anak menghargai uang. alhamdulillah untuk yang ini saya cukup berhasil pada Destin. kalau si kecil, belum saatnya, tapi sudah mulai diajarkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga Bimbim juga spt Destin ya Mbak :)

      Hapus
  8. SBY org kaya no berape sih?...#ups

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak tau, gak ikutan survey saya hehehe

      Hapus
  9. ini true banget yang cosby show, kadang suka susah buat ngerebut apa yang dipegang dan dikuasai anak

    BalasHapus
  10. ooh itu dari Cosby Show yaaa... Soalnya sy juga kalau mau minta ipad/tv/dll dari anak2 suka ngomong gitu. Entah dari bawah alam sadar mungkin ingat kata2 si mrs huxtable ya (eh jadi keliatan umurnya gaa wkwkwkwk)

    Setuju banget ama Doni n si entrepreneur muda.

    BalasHapus
  11. sepakat sih mba, urusan mendidik anak soal keuangan.. untung ara masih belum ngeh bener soal duit. tapi udah mulai saya kasi pengertian dikit-dikit.. soalnya kadang udah minta beliin ini itu juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang sebaiknya sedini mungkin mengajarkan anak2 ttg arti uang

      Hapus
  12. setuju dengan 'anak nggak nurut, cabut aja fasilitasnya'.. ya, biar si anak mengerti bahwa bagaimanapun, mereka masih bergantung pada orangtua. dan orangtua memiliki tujuan baik mendidik anak :)

    BalasHapus
  13. jaman sekarang..sepetinya banyak kita temui anak-anak yang hobby pamer kekayaan...seakan-akan itu adalah kekayaan mereka....meskipun sebenarnya orang-orang tahu kalau anak seusia itu tentunya membeli segala sesuatunya dari kekayaan orang tuanya......
    btw-jangan lupa ikutan GA ku ya... di http://hariyantowijoyo.blogspot.com/2013/10/masuk-neraka-siapa-takut.html salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. pdhl yg kaya org tuanya tp anaknya yg pamer ya Pak :)

      Hapus
  14. Setuju bgt sama mrs. Cosby.. Dr kecil anak mang hrs diajari menghargai uang n ga semua maunya hrs dituruti ya mbak. Btw Jd keinget bbrp hari lalu nadia plg sekolah cerita tmn2 nyq blg nadia kya krn punya mobil warna merah... Wkwkwkwk... Lgs ngakak dgr nya :-P

    BalasHapus
  15. hihihi.. aku setuju bgt tuh ama kata2 mrs. huxtable.. perlu aku contek tuh..
    Emang kok kalo apa2 diturutin, jdnya anak ga menghargai nilai uang..

    BalasHapus
  16. bener jangan suka ngebanggain kekayaan ortu,blm tentu kita kaya klo dah ga ada mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebelum mereka gak ada kita juga bs kaya kok. Asal dr usaha sendiri

      Hapus
  17. alhamdulilah, Vica termasuk gemi menabung, sy suka kasih uang jajan ketika mau ngaji karena ngelihat tmn2nya Vica suka jajan dengan catatan: jajannya yg bener. eh, ternyata sering dikasih uang buat jajan malah di masukin ke celengan padhl di sekolah Vica jg tau klo ada jatah buat tambungannya. Aku blm pernah ngajarin Vica coba jualan. kpn2 coba jg ah...

    BalasHapus
  18. hihihi berarti temen2nya Keke sukanya ngobrol malem2 ya Chi... :D
    aku juga setuju, kalo anak2 ga mau nurut, kita berhak mengambil fasilitas yang udah kita kasih ke anak ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mereka kl ngobrol diatas jam 8 :D

      Hapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge