Etika Job Review - Hari Minggu (28/12), Chi datang ke acara Arisan Ilmu KEB di kantor ID Blog Network. Dengan niatan pengen mengurangi ketergantungan sama taxi 'burung biru' (baca: pengiritan) kalau pergi sendirian, Chi pun naik Trans Jakarta ke tempat acara.

Berangkat dari rumah mertua - karena lagi nginep disana -, dimulai dengan naik taxi bajaj biru sampe halte busway terdekat. 1 menit... 10 menit... 20 menit... 30 menit... sekian menit berikutnya... Bisnya gak dateng-dateng! Halte yang tadinya sepi banget mulai dipenuhi calon penumpang. Yang tadinya pada sabar menunggu, mulai terdengar menggerutu satu per satu. Sekalinya datang, bis sangat penuh. Chi terpaksa naik karena udah pasti bakal telat.

Penderitaan belum berakhir ternyataaah. Halte dukuh atas, tempat Chi transit penuhnya minta ampun. Banyak yang pengen jalan-jalan ke Ragunan. Antreannya mengular sampe ke jembatan atas. Yang didalam halte udah penuh sesak. Bahkan untuk sekedar keluar dari bis aja susah. Banyak juga yang mulai berteriak, terutama yang bawa anak kecil. Chi juga gak tau gimana ceritanya bisa keluar. Bersyukur aja gak lagi sama anak-anak. Pokok, begitu keluar Chi langsung berniat pulang kembali ke kebiasaan asal, naik taxi! Hahaha


Beberapa Hal Etika Job Review


Oke, segitu dulu curhatnya. Sekarang cerita tentang etika job review, ya. Arisan ilmu kedua yang diselenggarakan oleh KEB kali ini narasumbernya adalah Mak Isnuansa. Blogger yang sudah berpengalaman dalam hal Job Review. Isi blognya kebanyakan job review :D.


Tetap menulis dengan gayamu

Ketika ada tawaran job review, biasanya agency yang menawarkan sudah melihat dulu bagaimana blog kita. Jadi, ketika diminta membuat draft, tetap saja menulis dengan gayamu. Kalau yang biasanya suka bergaya santai, jangan mendadak menjadi formal gayanya ketika menulis review.


'Cerewet' sebelum sepakat

Bolehkah kita cerewet sama klien atau agency? Boleh-boleh aja. Asal, bukan cerewet yang marah-marah, ya. Tapi, banyak bertanyalah sebelum terjadi kesepakatan. Termasuk ketika nanti klien atau agency memberi surat perjanjian kerjasama, kita harus membacanya secara detil. Tanya atau beri masukan kalau dirasa perlu. Jangan langsung ditanda tangan. Karena kalau sudah ditanda tangan, artinya kita sudah sama-sama sepakat dengan perjanjian tersebut. Ada konsekuensi yang akan kita tanggung kalau melanggar kesepakatan.


Jujur dalam postingan

Mak Isnuansa mengatakan ketika menerima job review juga harus jujur dengan apa yang kita tulis. Contoh yang Mak Isnuansa gambarkan adalah apabila kita pernah membuat postingan tentang ketakutan kita ketika naik pesawat. Parno abis ceritanya. Trus, suatu saat dapat job review dari salah satu maskapai. Kira-kira, etis gak sih kalau kemudian kita menulis bahwa naik pesawat itu menyenangkan dan segala puja-puji lainnya? Pembaca yang rutin membaca blog kita pun bisa bingung. 

[Silakan baca: Tentang Review Jujur]


Jangan ambil job review dari produk yang sama dalam waktu bersamaan

Katakanlah saat ini kita sedang bekerja sama dengan salah satu provider, kemudian disaat yang sama mendapat tawaran job review dari provider lain. Gak etis rasanya kalau kita menerima kedua job tersebut dalam waktu bersamaan.

Lain cerita kalau misalnya kita mendapat tawaran dari provider A, kemudian di saat yang hamper bersamaan dapat tawaran juga dari provider B. Selama belum ada kesepakatan dari salah satu pihak, kita masih bisa melakukan negosiasi dan pembicaraan dengan kedua klien itu. Tapi, kalau sudah ada kesepakatan kerjasama dengan salah satu pihak, maka jangan ambil kerjasama dari pihak lain yang jasa/produknya sama. Tunggu dulu sampai kerjasamanya selesai.


Membuat kritikan dalam job review, boleh atau tidak?

Sebagai blogger tentu kita dituntut jujur ketika menulis. Termasuk mereview produk. Boleh aja mengkritik tapi sampaikan dengan santun dan sebisa mungkin juga beri masukan. Nah, kita dituntut belajar deh membedakan kritik dengan cercaan.

Tapi, ada juga brand yang tidak ingin ada kritikan sama sekali. Kalau udah gitu kembali kepada kesepakatan kita dengan pemberi job review. Baca lagi deh tuh poin yang diatas, ‘cerewet’ sebelum sepakat.


Patuh dengan kesepakatan

Setelah terjadi kesepakatan, maka kedua belah pihak wajib patuh dengan kesepakatan yang sudah dibuat. Termasuk ketika harus membuat laporan dari Google Analytic. Iya dong, jangan cuma mau dapet bayarannya tapi trus kita menulis di luar dari yang sudah disepakati.


Membuat label

Ada beberapa pembaca blog yang tidak menyukai postingan iklan walopun ditulis dengan soft sekalipun. Mak Isnuansa menyarankan memang membuat label khusus ketika membuat review. Tapi, kemungkinan ada juga brand yang keberatan postingannya dimasukkan ke dalam label khusus tersebut. Nah, kembali lagi deh ke kesepakatan kita bagaimana dengan klien.


Sabar menunggu bayaran

Biasanya ada perjanjian kapan blogger akan dibayar. Sehari, sebulan, atau bahkan beberapa bulan setelah postingan di publish. Kalau belum jatuh masa pembayaran, sebaiknya jangan nagih-nagih. Misalnya, perjanjiannya akan dibayar sebulan setelah postingan publish, ya jangan baru 20 hari trus kita nagih pembayaran. Pokoknya ikutin aja perjanjiannya seperti apa.

Kesimpulannya, pentingkah mempunyai etika ketika menerima job review? Penting banget! Mau di dunia nyata atau dunia maya, kita tetap harus mempunyai etika. Gak bisa seenak-enaknya.Termasuk ketika mendapatkan job review. Jangan sampai brand atau agency jadi ilfil dan gak mau kasih kita job lagi

Bagaimana dengan kita yang belum pernah mendapatkan job review? Gak ada salahnya untuk tetap belajar etika ketika menulis. Ssstt… ini sih katanya beberapa hal yang bikin kita bisa dapat job review:


    1. Konsisten menulis – kumpulan tulisan di blog kan bisa menjadi semacam portfolio
    2. Rajin share postingan ke beberapa social media
    3. Sederhanakan tampilan blog – jangan yang rame banget, misalnya banyak bling-bling atau widget yang gak perlu
    4. Paling gak kita tau lah berapa page rank, alexa, atau bagaimana melihat laporan google analytic dari blog sendiri

      Jadi, sudah siap mendapat job review? Jangan lupa pelajari etikanya, ya :)