Senin, 26 Agustus 2013

Bahasa Inggris Masih Ada!

Selain tentang kurikulum 2013, obrolan lainnya beberapa bulan lalu yang sempat menuai pro dan kontra adalah tentang dihapusnya mata pelajaran bahasa Inggris untuk SD. Lagi-lagi, Chi memilih untuk melihat saja. Mengikuti pro-kontra, seringkali lebih heboh pro-kontranya daripada beritanya itu sendiri :p

Melihat bukan berarti pasrah. Chi pun punya rencana seandainya bahasa Inggris memang dihapus. Beberapa rencana alternatif yang bisa dipilih adalah :
  1. Tetep mengkursuskan Keke-Nai di tempat kursus mereka yang selama ini udah mereka jalanin
  2. Santai aja, waktu zaman Chi bahasa Inggris juga baru dikenalkan saat SMP. Buktinya tetep aja ada orang yang mahir berbahasa Inggris, kan? :)
  3. Belajar bahasa bisa dengan cara apa aja. Di postingan "Speech Delay", Chi pernah bercerita tentang adik kandung Chi yang udah beberapa tahun ini tinggal di US hingga sekarang. Fasih berbahasa Inggris justru karena dia belajar dari film-film Hollywood. Film-film tersebut gak hanya sekedar ditonton tapi juga dipelajari hingga ke aksennya.
Hanya saja, sekolah Keke-Nai itu kurikulumnya bilingual. Chi cuma penasaran, kalau beneran bahasa Inggris dihapus apa itu artinya sekolah juga akan menghapuskan kurikulum bilingualnya? Chi lalu bertanya ke wali kelas Keke. Dan katanya bahasa Inggris tidak akan dihapus walaupun berubah kurikulumnya dan penyampaian materi ke siswa pun tetap bilingual. Oke, setidaknya di sekolah anak-anak  bahasa Inggris masih ada.

Sekarang tahun ajaran baru udah berjalan. Memang benar, tidak ada yang berubah. Yang berubah paling kurikulum 2013 aja untuk Keke. Buku-buku untuk Keke semua pakai buku lokal. Tapi, sebelum ada kurikulum baru, Chi beberapa kali dengar cerita dari beberapa orang tua murid kalau mulai kelas 4 memang muatan lokal udah lumayan banyak. Karena mempersiapkan anak-anak untuk UAN. Kalau masih pakai buku pelajaran yang berbahasa Inggris sebagai pengantarnya nanti dikhawatirkan anak-anak akan bingung ketika menghadapi UAN. Dan walaupun materinya udah kebanyakan pakai buku lokal, penyampaiannya juga masih ada yang bilingual.

Waktu rapat orang tua murid dengan pihak sekolah juga kembali dijelaskan, kalau bahasa Inggris itu bukan ditiadakan hanya tidak lagi dijadikan mata pelajaran utama. Artinya, kalau dulu bahasa Inggris termasuk salah satu penentu kenaikan kelas atau kelulusan, sekarang tidak lagi. Cuma, dimedia-media memang banyak yang salah kaprah memberitakannya. :)

Jadi bahasa Inggris masih ada di sekolah Keke-Nai. Bagaimana di sekolah lain? :)

Oiya, di kelas 4 ini Keke belajar 4 bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Sunda. Walaupun kami orang Sunda tapi Bahasa Sunda keliatannya yang paling bikin pusyiiiinnnggg. :r

post signature

30 komentar:

  1. di Batam sekolah swasta kebanyakan national plus mbk jadi wajib ada hehe...iyha,fatin pinter kan gara2 suka nyanyi bhs inggris,ala bisa karena biasa..saya juga belajar dari film dan lagu,tapi karena udah g ngajar lagi jadi dipelajaria aj,soale nggak praktek.beda lg kalo praktek,makin pinter,fasih juga tentunya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Practise Makes Perfect, ya. Makanya sy santai aja hehe

      Hapus
  2. di TK tempat keponakan saya sekolah, malah sudah ada pelajaran bahasa inggrisnya mbak, tapi masih sebatas pengantar saja :D

    BalasHapus
  3. Kl bahasa inggris ditiadakan Gmn dgn nasibku & guru2 bhs Inggris lainnya?? Hiks....
    Pdhl blj biasa, apa pun itu bgs2nya sejak dini, mnrku si bun.. Entah lah knp pemerintah suka g jls kebijakan nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. spt yg sy tulis di atas, itulh knp sy mengindari pro kontra sebelum jelas kebenarannya. Krn sy pernah baca juga, kl pemerintah sebetulnya gak berencana menghilangkan mata pelajaran baasa Inggris untuk SD, hy utk kurikulum baru tdk menjadi mata pelajaran utama lagi. Entah berita mana yang benar, tp yg jelas biasanya pro-kontranye lebih rame duluan. :)

      Hapus
  4. Iya mba.. waktu smp aku dulu juga ada pelajaran bahasa sunda... ampuuuun itu susah bgt yaaaa.. hihihihi

    BalasHapus
  5. Hihihi iya, waktu nemenin adek belajar bahasa Sunda, aku malah yang ikutan ngliyer.. ga ngerti sama sekali.. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanya khusus bahasa Sunda sy serahkan ke org tua :p

      Hapus
  6. Jadi ingat kalau lagi ai ke plosok, untuk pemebelajaran bahasa daerah, bila di plosok pada saat kita main ke sana, sering sekali mereka mengajarkan kita dengan bahasa yang disampaikan secara prilaku norma-nirma kehidupan yang sederhana, namun membaut kita para pengunjung di tempat tersebut lebih mudah mengerti dan memahami.

    Apakah di bangku sekolah juga melakukan hal yang sama ya Mba ? Kalau itu bisa di ajarkan sekaligus dengan ilmu budi pekerti terhadap anak-anak alangkah baiknya bisa juga diterapkan.

    Salam wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. blm tau sy bentuk ajarannya utk bahasa Sunda spt apa, Mas. Tp bagus juga sarannya. Thx, ya :)

      Hapus
  7. Anak saya pun masih diberikan pelajaran bhs Inggris mba...

    BalasHapus
  8. Waktu mendengar bahasa Inggris dihapus dari SD aku tak setuju banget Mbak Myr..Kompetisi untuk generasi Keke dan adiknya akan sangat berat di depan. Sebentar lagi kita akan terhubung sebagai masyarakat ekonomi asean, lingua francanya adalah inggris. Kalau tenaga kerja asing dengan bebas masuk kemari sementara anak2 kita tak bisa cari kerja ke negara asean lainnya karena terhalang bahasa, apa itu bukan dosa generasi diatas mereka? Yang melarang belajar bahasa persatuan asean sejak dini? Padahal belajar bahasa dari usia dini lebih mudah ketimbang lebih besar, Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju, Mbak. Ke depannya persaingan akan lebih global, ya. Belajar bahasa sedini mungkin memang bagus, asal jgn sp melupakan bahasa ibu.

      Gpp, sih, sebetulnya berpro-kontra cuma seringkali yg sy lihat itu kehebohannya. Walaupun gak semua yg berpro-kontra itu heboh.

      Tp kl sy pribadi lebih memilih bersikap, seandainya beneran bahasa Inggris ditiadakan (terlepas dr sy setuju atau tidak), maka apa yg akan sy lakukan? :)

      Hapus
  9. Bahasa Sunda ya ? Sini dibantuin, terima privat online kok ... hehehe

    BalasHapus
  10. Disekolah anak2 masih ada kok bahasa inggris..ha ha ha iya, Bahasa Sunda bikin ribet deh, untung dzaky cuma setahun di sekolah yang ada pelajaran bhs sundanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kok cuma setaun? Dzaky pindah sekolah? Kl anak2 baru tahun ini dpt pelajaran bhs sunda :)

      Hapus
  11. hihihi ternyata masih ada juga ya pelajaran bahasa sunda..
    Jadi inget dulu, kalo tiap ada PR, pasti aku udah ngendon dirumah tetangga sebelah yang orang sunda...;p

    BalasHapus
    Balasan
    1. berarti sekolahnya di daerah Ja-Bar juga, ya , dulu? :D

      Hapus
  12. paling nyerah sama bahasa sunda dulu di sekolah nilaiku paling ancur di bahasa sunda...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sy blm pernah dpt pelajaran bhs Sunda. Tp adik2 sm sepupu sy yg tinggal di Bandung aja nilai bhs sundanya pas2an hahaha

      Hapus
  13. Meskipun nggak dihapuskan, kan tetep ikutan kursus juga kan, Mbak, jadi ya nggak usah terlalu khawatir kali ya... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. alamdulillah gak khawatir, kok, Mbak :)

      Hapus
  14. Basa Sunda, tiarap deh. Emak babenya paling gak bisa. :( Alhasil kalo ada PR isinya gangguin orang2 yg bisa basa sunda. :)) Cuman anehnya gitu yak. Bekasi itu masuk Jawa Barat, cuma segala kesenian, bahasa sehari-hari, makanan, adat (pernikahan) itu cenderung ke Betawi. Lah, sekolahnya kok pake basa sunda. Tetep aneh menurutku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. krn secara administratif kotanya masuk ke Jawa Barat. Sy juga kurang tau knp masuknya ke JaBar. Emang aneh juga, sih

      Hapus
  15. Aku sedikit banyak jadi tau soal kurikulum setelah baca2 blog ini deh kak Chie hihi, sebelumnya buta total :))
    Musti belajar bahasa sunda mah ya bersama anak2 kalo nanti muatan lokalnya ada bahasa sunda :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sy aja kl urusan bhs Sunda udah diserahin ke Mamah hehe

      Hapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge