Akhirnya masa perkuliahan dimulai juga. Sebetulnya baru minggu depan. Senin kemarin Keke baru selesai ospek universitas. Tapi, setidaknya Keke mulai sekolah lagi. 
 
Karena teman-temannya udah pada selesai ospek bahkan mulai kuliah. Sedangkan Keke masih juga libur. Jadi terkadang dia kayak kelihatan bosen.

masa perkuliahan dimulai


Ospek dengan Banyak Doorprize

 
Ospek universitas cuma 1 hari. Keke udah beli kemeja putih dan celana panjang hitam. Eh, gak taunya ospeknya online hahaha. Udah gitu webinar pula. Jadinya off cam. Gak bisa juga ikut meramaikan jagat medsos dengan konten-konten ospek. 

Ospeknya dari pagi sampai sore. Godaannya kalau online tentu aja ngantuk. Apalagi dia menyimaknya di kamar. Kata Keke, baru mulai rame saat sesi pertanyaan. Karena bakal ada doorprize untuk mahasiswa yang bertanya. Hadiahnya pun cakep-cakep. Ada smartphone, logam mulia, hingga smartwatch.

Kok, pas sesi orangtua gak ada doorprizenyaaaaa? Kan, Chi juga mau kalau hadiahnya kayak gitu. Pasti semakin banyak juga orangtua yang semangat buat bertanya 😂😂.
 
2 hari sebelum ospek dimulai, orangtua diundang untuk hadir di acara pengenalan tentang sistem akademik dan non-akademik fakultas. Chi gak tau apa semua universitas juga seperti ini. Pastinya zaman Chi sekolah gak ada undangan untuk orangtua.

Semua diurusin sendiri ketika udah mulai kuliah. Chi inget banget, Mamah hanya sekali nganterin saat ikut ujian masuk. Setelah itu dilepas. Orangtua datang saat anaknya diwisuda.

 

Persyaratan untuk Wisuda 


"Masuk Trisakti tuh gampang. Tapi, keluarnya yang susah."

Keke resmi jadi mahasiswa Trisakti. Kapan-kapan Chi ceritain alasan kenapa jadinya memilih PTS. Melepas kesempatan dari 2 PTN top di Indonesia.

Pastinya saat ini masih terbentuk mindset kalau masuk PTS lebih mudah daripada PTN. Kata beberapa orang, asal punya duit pasti bisa ke PTS. Benarkah?

Chi gak tau jawabannya. Karena Keke memang bisa masuk dengan mudah hehehe. Tapiii ...., bukan karena faktor duit. 

Keke bisa diterima di Trisakti lewat jalur UTBK. Jadi gak pakai tes. Dia tinggal upload skor dan menunggu pengumuman. Alhamdulillah keterima di prodi pilihan pertama. Etapi, ini berarti itungannya tetap usaha, ya. Usahanya ketika dia belajar dan ikut UTBK.

Nah, kalau Chi cari info di medsos, ternyata gak mudah juga prosesnya bagi yang ikut tes. Malah ada juga yang sampai gagal berkali-kali.

Chi seneng juga ada undangan untuk orangtua. Jadi bisa tau langsung melalui penjelasan dari pihak fakultas. Meskipun Keke juga pasti akan bercerita banyak tentang kampusnya.

Ternyata ada beberapa syarat untuk bisa diwisuda di Trisakti. Gak kayak zaman ayah dan bundanya kuliah. Cukup bikin skripsi, disidang, kemudian wisuda. Agak deg-degan juga membayangkannya. Langsung teringat kalimat di atas. Pendapat dari beberapa netizen yang kuliah di sana. Katanya keluarnya susah.
 
Meskipun kelihatannya susah, tetapi sebetulnya menarik banget. Memang menyesuaikan dengan kondisi zaman yang persaingannya udah globalisasi. Makanya berusaha tetap optimis, lah. Ikhtiar semaksimal mungkin dan berdoa. InsyaAllah hasilnya sesuai harapan bahkan melebihi ekpektasi. Jadi Salah satu Gen Z yang berkualitas. Aamiin Allahumma aamiin.


JNE Meraih 2 Kategori Penghargaan Indonesia Markplus Festival 2022


penghargaan markplus untuk jne

Keberhasilan bukanlah milik orang yang pintar, tapi milik mereka yang senantiasa berusaha. - BJ Habibie -
 
Membahas tentang persaingan dan prestasi, JNE baru saja meraih penghargaan dalam ajang Indonesia MarkPlus Festival 2022 JOGLOSEMAR (Jogja, Solo, Semarang), lho. Dalam ajang ini ada 5 kategori yang diberikan yaitu Industry Marketing Champion Semarang Solo 2022, Public Service of The Year Semarang Solo 2022, Sales Person Of The Year, Service Person Of The Year, hingga Brand Activator Of The Year. 
 
Pada ajang tersebut JNE berhasil meraih 2 dari 5 penghargaan yaitu Industry Marketing Champion Semarang Solo 2022 dan Sales Person Of The Year. Setelah sebelumnya meraih penghargaan dalam ajang Indonesia Grand Digital Marketing dan Indonesia Customer Experience Champions 2022.
 
Chi jadi teringat dengan quote di atas. Keberhasilan yang terus diraih JNE tentu tidak datang begitu aja. Tetapi, perusahaan yang bergerak di bidang ekspedisi ini terus berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan. Berbagai inovasi dilakukan agar terus dapat memberikan service yang memuaskan dengan mengikuti perkembangan zaman.

Bertempat di Hotel Santika, Semarang (23/8), acara dibuka oleh keynote speech dari Ganjar Pranowo, selaku Gubernur Jawa Tengah dan Hermawan Kartajaya selaku Founder dan Chairman MarkPlus, Corp. Keduanya sepakat bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong para pemasar agar terus produktif melahirkan solusi bisnis yang inovatif, kolaborasi antara industri, pemerintah, dan komunitas.
 
Marsudi, Head Regional Jateng-DIY JNE mengucapkan terimakasih kepada Markplus atas dua kategori penghargaan sekaligus yang diperoleh. Hal ini tak lepas dari masyarakat yang selama ini memberikan kepercayaanya kepada JNE dalam mengemban tugas pengiriman. “Penghargaan ini sebagai apresiasi sekaligus motivasi baik untuk marketing JNE maupun Sdr Roky Daniar Amiruliyanto yang mendapat predikat “Service Person Of The Year” ujar Marsudi. Sebagai perusahaan yang hampir 32 tahun di Indonesia, JNE harus terus mengikuti perubahan khususnya di era disrupsi digital. 
 
Penghargaan MarkPlus Festival ditujukkan bagi berbagai institusi tingkat daerah mulai dari BUMN, perusahaan swasta, kedinasan, dan media yang berhasil melakukan terobosan atau milestone pemasaran selama satu tahun ke belakang pada industri yang digelutinya. 

Selamat untuk JNE. Semoga prestasi yang terus ditoreh JNE menjadi inspirasi kita semua. Termasuk untuk kita semua sebagai individu. Tetap semangat berusaha untuk menghasilkan kinerja yang semakin kreatif, inovatif, entrepreneurship, dan leadership.