Pepsodent Active Defense Mouthwash Memberikan Perlindungan Extra Keluarga Indonesia dari Penularan Covid-19 - Sudah masuk bulan Desember. Tahun baru 2021 tinggal menghitung hari. Sudah berapa lama Indonesia mengalami pandemi Corona?

pepsodent active defense perlindungan ekstra dari penularan covid-19
 
Kadang-kadang Chi merasa time flies. Gak berasa juga tau-tau udah mau tahun baru. Alhamdulillah masih bertahan dan diberi kesehatan. Meskipun pandemi masih juga belum jelas kapan akan berakhir.

Tetapi, kadang-kadang ya lelah juga. Hampir 9 bulan dalam keadaan seperti ini. Semua roda kehidupan banyak sekali yang berubah. Apakah bisa kembali ke seperti masa sebelum ada pandemi atau akan lebih baik?

Pastinya salah satu hikmah pandemi adalah semakin peduli dengan yang namanya kesehatan dan menjaga kebersihan. Semoga kepedulian akan kesehatan dan kebersihan ini ini akan terus terus menjadi kebiasaan meskipun pandemi sudah berlalu.


3 Partikel yang Menjadi Transmisi Virus Corona


droplets, virus penyebab penularan covid-19
 
Selasa (8/12), Chi mengikuti webinar peluncuran virtual Pepsodent Active Defense Mouthwash yang mengandung CPC. Sesuai dengan komitmen Pepsodent yang selalu ingin menghadirkan senyum keluarga Indonesia, selalu ada inovasi produk yang diluncurkan.

dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes., Ketua Umum PERSI, mengatakan bahwa menurut salah satu penelitian, rumah sakit menjadi tempat kerja yang berisiko paling tinggi nomor 1. Risiko ini bisa meliputi berbagai hal yaitu tenaga kesehatan, pasien, hingga lingkungan. Oleh karenanya perlu ada berbagai upaya untuk meminimalkan risiko.
 
Sejak pandemi, kita menjadi akrab dengan istilah 'droplet' sebagai penyebab penularan virus corona. Droplet memang masih masih menjadi penyebab utama penularan melalui saluran pernapasan. Tetapi, sebetulnya ada 3 partikel yang bisa menjadi transmisi Covid-19.


Splatter

Partikel ini lebih besar dari droplet. Percikannya bisa keluar melalui aktivitas bicara atau menyanyi. Daya jangkaunya <1 meter dan tidak bertahan lama di udara.


Droplet

Droplet menjadi penyebab paling dominan dalam hal penularan. Bisa melalui aktivitas bicara, batuk, bersin, dan lain sebagainya. Daya jangkaunya bisa sampai 1,5 meter.

 

Aerosol

Ukurannya lebih kecil daripada droplet. Bertransmisi melalui bersin, bernapas dengan cepat, batuk, dan lain sebagainya. Bisa bertahan lebih lama di udara. 

 

Tips Aman ke Dokter Gigi

 
rongga mulut tempat bersarang virus corona, tips aman ke dokter gigi
 
Pengennya sih sehat terus selama pandemi. Tetapi, kadang-kadang sakit datang tanpa diundang. Mau ke dokter juga takut.

Dokter gigi memang tidak secara langsung menangani pasien Covid-19. Tetapi, bukan berarti tanpa risiko, lho. Justru risikonya sangat tinggi.

Saat memeriksa gigi dan mulut pasien, posisinya sangat berdekatan. Sangat dekat dengan sumber penularan. Tidak hanya droplet, tetapi juga aerosol. Karena ketika alat digunakan untuk 'scalling' dan 'pengeboran' bisa memicu aerosol beterbangan di dalam ruangan.


Protokol Ruangan Praktek Dokter Gigi di Masa Pandemi

Ruangan memiliki ventilasi atau exhaust fan agar aerosol bisa tersedot keluar. Memiliki alat untuk mensterilisasi ruangan dan peralatan.


Protokol Dokter Gigi

Dokter gigi sudah memahami dan patuh tentang protokol kesehatan dari mulai berangkat ke tempat praktek, saat bekerja, hingga pulang ke rumah. Selama praktek menggunakan APD level 3. APD yang selevel dengan para tenaga kesehatan yang menangani langsung pasien Covid-19.


Bila Harus ke Dokter Gigi

  1. Sangat disarankan untuk menelpon terlebih dahulu dan menceritakan kondisinya agar tidak terjadi penumpukan pasien di tempat praktek. Pasien yang lebih urgent akan lebih diprioritaskan. 
  2. Memastikan kalau tempat praktek tersebut sudah melaksanakan protokol kesehatan untuk ruangan dan juga dokternya. Cara memastikannya dengan menelpon dan bertanya sedetil mungkin. Gak apa-apa deh dibilang cerewet juga. 
  3. Bila kondisi tubuh sedang tidak fit, misalnya batuk dan pilek, atau baru pulang dari traveling sebaiknya tidak ke dokter gigi dulu. 
  4. Jujur menceritakan keadaannya kepada tenaga kesehatan, misalnya jangan ngaku hanya di rumah aja padahal sebetulnya baru aja pulang dari jalan-jalan.
  5. Pasien tidak boleh ditemani selama berada di ruang praktek untuk meminimalkan risiko, kecuali pasien anak

 

Pepsodent Active Defense Mouthwash Memberikan Ekstra Perlindungan di Masa Pandemi


pepsodent active defense mouthwash

drg. Tritarayati, SH, MHKes. Ketua Komite Kesehatan Gigi dan Mulut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menuturkan, “Di tengah ketidakpastian mengenai kapan virus ini akan terkendali, ternyata masih banyak masyarakat yang salah paham mengenai risiko penularan COVID-19. Selain di saluran pernafasan, banyak riset menunjukkan bahwa virus SARS-CoV-2 juga terdapat di rongga mulut orang yang terinfeksi, terutama di air liur. Hal ini harus kita waspadai karena di dalam 1 ml air liur terdapat lebih dari 1 juta partikel virus. Sementara, data terbaru dari CDC menunjukkan bahwa lebih dari 50% penyebaran virus SARS-CoV-2 berasal dari kasus konfirmasi tanpa gejala yang berada di sekitar kita.”
 
Padahal ya pandemi di Indonesia udah mau 1 tahun. Jumlah yang positif aja udah tembus angka 600 ribu. Angka kematian Covid-19 di Indonesia tertinggi se-Asia Tenggara. Tetapi, tetap aja sampai saat ini masih ada yang abai. Hadeuuuh!

Menurut drg. Tritarayati, penyebabnya karena masih banyak masyarakat yang belum paham risiko Covid-19. Ada juga yang mulai jenuh dengan pandemi berkepanjangan dan belum jelas kapan berakhir.

Kalau bicara jenuh, Chi pun kadang-kadang merasa seperti itu. Tetapi, gak tega juga bila mengingat beban garda kesehatan akan semakin bertambah berat bila jumlah pasien positif Covid-19 terus bertambah banyak. Selain itu, circle yang tertular pun rasanya semakin dekat. 
 
Ngeri membayangkan bila sampai harus kehilangan nyawa. Duh! Wafatnya papah secara mendadak 1,5 tahun lalu aja, kadang-kadang Chi belum bisa move on. Gak mau deh kalau sampa harus kehilangan orang-orang terdekat lagi di saat ini.

So, masih disiplin untuk patuh dengan protokol kesehatan, kan? Bagus banget kalau masih patuh. Sekarang ditambah lagi yuk dengan proteksi ekstra menggunakan Pepsodent Active Defense Mouthwash


"Swiss Cheese Model" untuk Mencegah Penularan Covid-19 

 swiss cheese model menekan penularan virus corona
 
Hingga saat ini belum ada satupun cara yang efektif 100% berhasil mencegah penularan covid-19. Protokol kesehatan aja ada 3M yaitu Menjaga jarak, Mencuci tangan, dan Menggunakan masker. Artinya hanya menjaga jarak saja tidak cukup melindungi tubuh dari paparan virus bila tidak rajin mencuci tangan dan menggunakan masker.

Saat ini juga ditambah lagi protokol VDJ yaitu Ventilasi, Durasi, dan Jarak. Selain menjaga jarak fisik dan sosial. Kalau bicara dengan orang lain secara langsung sebaiknya tidak terlalu lama. Hindari juga ruangan dengan ventilasi yang buruk. Makanya seperti yang ditulis di awal, ventilasi pada ruangan praktek dokter menjadi salah protokol yang tidak boleh diabaikan.


Pepsodent Active Defense Mouthwash Membantu Melawan Kuman dan Bakteri 

 berkumur menggunakan mouthwash berteknologi cpc
 
Pepsodent baru saja meluncurkan produk terbarunya yang dapat membantu melawan kuman dan bakteri. Hasil studi in vitro yang diprakarsai oleh Unilever ini menunjukkan bahwa mouthwash yang menggunakan teknologi CPC dapat mengurangi virus SARS-CoV-2 hingga 99.9%.
 
“Di tengah situasi pandemi yang masih mengkhawatirkan, studi awal kami menunjukkan hasil yang menjanjikan. Teknologi CPC yang kami gunakan telah dikenal oleh industri perawatan gigi dan mulut karena kemampuannya dalam mengurangi bakteri, mencegah plak gigi dan peradangan gusi–tanpa mengganggu keseimbangan bakteri baik di dalam rongga mulut," ujar drg. Ratu Mirah Afifah, GCCClinDent, MDSc, Head of Sustainable Living Beauty & Personal Care and Home Care Unilever Indonesia Production.
 
Dr. drg. Armelia Sari Widyarman M.Kes, selaku dokter gigi dan peneliti, mengapresiasi studi yang telah dilakukan oleh Pepsodent. Lebih lanjut dikatakan bahwa hasil studi ini didukung oleh sebuah uji klinis dari sekelompok peneliti independen di Singapura yang melibatkan sejumlah penderita COVID-19. Berkumur dengan takaran tertentu selama 30 detik menggunakan mouthwash berteknologi CPC, efektif mengurangi jumlah virus SARS-Cov-2 secara signifikan dan efeknya bertahan hingga 6 jam.

Pepsodent Active Defense Mouthwash bukan obat untuk menyembuhkan COVID-19
 
Hasil studi secara in vitro memang menunjukkan bahwa Pepsodent Active Defense Mouthwash dengan teknologi CPC ini mampu mengurangi jumlah virus SARS-Cov-2 hingga 99,9%. Tetapi, mouthwash ini bukanlah obat. Melainkan produk yang bisa digunakan untuk memberikan perlindungan ekstra. Agar diri kita semakin terlindungi dari penularan virus Corona. Ya ibarat 'Swiss Cheese Model' itu, semakin berlapis perlindungannya diharapkan diri kita semakin terlindungi.

Kandungan CPC juga tidak hanya berfungsi untuk mengurangi jumlah virus pada rongga mulut. Tetapi, juga efektif dalam mengurangi akumulasi plak serta mencegah radang gusi.

Penggunaannya harus sesuai ketentuan bila ingin efektif, ya. Meskipun Pepsodent Active Defense Mouthwash ini memiliki rasa menthol dan tidak mengandung alkohol, bukan berarti boleh ditelan, ya. Ini kan bukan obat dan memang penggunaannya untuk berkumur. Mouthwash ini digunakan untuk usia minimal 12 tahun.
 
Hasil studi in vitro ini juga menginspirasi Pepsodent untuk mendonasikan 50 ribu Pepsodent Active Defense Mouthwash ke berbagai rumah sakit rujukan COVID-19 di Jabodetabek dan Wisma Atlet. Produk ini sebagai perlindungan bagi para tenaga kesehatan dan juga pasien. Diharapkan donasi ini dapat menekan laju transmisi penularan COVID-19.

protokol kesehatan 3m ekstra
 
Mengatasi pandemi memang tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus peduli dan berperan. Di penutup acara, drg. Mirah mengajak seluruh masyarakat untuk terus melindungi diri dan keluarga. Caranya adalah melalui tindakan 3M Ekstra yaitu Mencuci tangan dengan sabun, Menjaga jarak fisik, Menggunakan masker, dan Menjaga kesehatan rongga mulut.

Tetap jaga kesehatan, ya!