Akhir Agustus lalu (29/8), Chi diundang oleh Blogger Perempuan untuk mengulik satu fitur terbaru di kantor Google Indonesia. Tentu aja seneng banget dapat undangan ini. Penasaran apa sih manfaat Google Question Hub untuk para blogger?

manfaat google question hub untuk blogger

Sore itu, ada 5 blogger perempuan mewakili niche masing-masing. Chi (parenting), Lia Harahap (lifestyle), Marga Apsari  (food), Iva Asih (beauty), dan Lenny Lim (travel). Tentunya ditemani dengan salah seorang perwakilan dari Blogger Perempuan yaitu Aprie.

Sesuai rencana, pukul 3 sore, kami masuk ke ruang rapat. Mbak Fiana Dwiyanti dari Google Indonesia bertanya siapa aja yang sudah coba mengulik Question Hub. Chi pun tunjuk tangan meskipun baru sedikit yang diulik. Tetapi, berasa kayak punya mainan baru.


Daftarkan Blog di Google Search Console


Bila sekadar ingin tau, tema-teman bisa lihat di https://questionhub.withgoogle.com. Tetapi, bila ingin ikut memanfaat fitur ini, maka blognya wajib didaftarkan dulu ke Google Search Console.

Chi tidak akan membahas lebih jauh tentang cara mendaftarnya. Nanti artikelnya malah jadi gak fokus ke mana-mana. Silakan saja teman-teman googling bagaimana cara mendaftarkan blog ke webmaster.


Gak Semua Pertanyaan Bisa Dijawab Google


Gimana sih caranya supaya anak gak melakukan gerakan tutup mulut? Makannya susah banget, nih! Udah cari jawabannya di Google, tetapi belum ketemu.

Teman-teman pernah gak melihat status seperti itu di media sosial? Mencari jawaban supaya anak gak melakukan gerakan tutup mulut (baca: mogok makan), kayaknya gak mungkin gak ada di Google, ya. Udah banyak banget media besar maupun blogger yang membuat konten dengan kata kunci seperti itu. Tetapi, fokus ke kalimat berwarna hitam yang dibold. Yup! Gak semua pertanyaan netizen bisa dijawab oleh Google, lho.


 
Ini salah satu bukti ketika bertanya ke Google dan gak ketemu jawabannya. Chi udah lupa waktu itu nanya apa 😂


Mbak Fiana membuka bahasan dengan membuat contoh tentang konten Borobudur. Sejarah, transportasi menuju, ada apa aja di sana, harga tiket masuk, dan banyak info lainnya tentang Borobudur sudah banyak kontennya di Google. Bisa jadi kita pun termasuk yang pernah membuat artikel dengan kata kunci tersebut.

Kemudian ada netizen yang bertanya tentang harga jual candi Borobudur. Yakali aja dia termasuk crazy rich sampai gak tau lagi punya duit buat beli apa. Makanya kepikiran mau beli Borobudur. Atau ya sekadar kepo pengen tau harga itu candi dan kemudian mengkhayal. "Andai A .... A .... A .... A .... ku jadi orang kaya." *auto nyanyi.


google webmaster
Mau nanya dengan kalimat pendek atau model curhat kayak begini ya terserah aja. Netizen bebas bertanya apapun ke Google


Sah-sah aja netizen mau nanya apapun juga ke Google. Tapi, ya bukan berarti akan selalu dapat jawaban. Nah pertanyaan yang masih sangat sedikit atau bahkan gak ada jawabannya ini akan masuk ke Google Question Hub.

Bila memiliki jawaban dari pertanyaan yang ada di Google Question Hub, tinggal masukin aja URL artikel dari blog teman-teman.

Boleh gak kita jawab pakai URL milik orang lain? Ya, boleh aja. Tetapi, jadinya teman-teman gak akan dapat keuntungan apapun.


google search console, webmaster,
Ini reportnya masih bisa di-scroll ke bawah lagi. Tetapi, Chi screenshot segini aja, ya


Setiap URL artikel yang diinput untuk menjawab pertanyaan netizen akan direkomendasikan oleh Google. Ketika URL artikel yang diinput kemudian di-track oleh Google, akan terlihat performa statistiknya di fitur Question Hub. Kalau memasukkan URL artikel milik orang lain, tentu teman-teman tidak akan mendapatkan keuntungan apapun. Itulah kenapa wajib mendaftarkan blog di webmaster.

Intinya sih saling menguntungkan timbal balik. Netizen mendapatkan jawaban yang tepat. Publisher bisa mendapatkan tambahan pageview.

Teman-teman bisa mendaftarkan beberapa blog yang dimiliki dalam 1 webmaster. Tetapi, kalau kasusnya kayak Chi di mana punya 2 blog aktif (Keke Naima dan Jalan-Jalan KeNai) dengan email berbeda, maka kalau ingin memasukkan URL artikel di Question Hub harus sesuai dengan email yang didaftarkan. Contohnya kalau mau masukin URL artikel di blog ini, jangan sign in pakai email blog Jalan-Jalan KeNai. Nanti gak bakal dapat report statistiknya.

Jangan coba-coba juga untuk ngakalin. Misalnya ada yang bertanya tentang harga jual candi. Kemudian teman-teman, memberikan URL artikel tentang candi. Tetapi, di dalamnya tidak ada penjelasan tentang harga jual tersebut. Seperti ini juga gak akan di-track oleh Google. Mesin pencarian Google udah canggih.

URL artikel yang kita berikan akan direkomendasikan. Tetapi, Google tidak akan langsung memberitahu kepada netizen kalau pertanyaannya sudah dijawab oleh publisher. Itu karena Google sangat memperhatikan privacy. Gak semua netizen suka kalau ketahuan sedang bertanya. Bisa jadi malah merasa risih ketika dapat notif dan jadinya malah gak mau bertanya lagi.


Dapat Ide untuk Membuat Konten


Teman-teman pernah mendapat kesulitan mencari ide untuk membuat konten? Gak pengen blognya penuh debu karena jarang update. Tetapi, bingung mau nulis apa. Coba deh cari ide di https://questionhub.google.com/add-questions

tips mencari konten

Ada banyak topik yang bisa teman-teman cari yang sudah dikelompokkan berdasarkan beberapa kategori. Klik salah satu kategori yang diinginkan, kemudian akan ada banyak sub-kategori lagi.

ide konten, google question hub
question hub indonesia

Chi coba klik kategori travel, kemudian memilih Jakarta MRT. Setelah itu klik add dan keluar 10 pertanyaan tentang sub kategori ini. Gak semua kata kunci yang kita cari akan keluar 10 pertanyaan. Bisa aja kurang dari itu atau malah lebih. Bila teman-teman ingin lebih dari 10, bisa klik add more. Setelah itu klik done.

Teman-teman bisa membuat konten dari berbagai pertanyaan tersebut. Bisa juga di-reject bila gak ada yang menarik. Bisa juga kita tandai (starred) dulu. Ya kali aja kontennya belum dibikin. Daripada nanti cari pertanyaan lagi, mendingan ditandai dulu. Setelah kontennya ada, tinggal jawab.

Di screenshot atas, Chi contohkan 2 pertanyaan yang di-check list. Bila Chi sudah memiliki artikel dari pertanyaan tersebut, langsung aja masukin URL. Teman-teman bisa 1 URL untuk beberapa pertanyaan sekaligus.

Kalau teman-teman pernah membuat postingan tentang MRT, tetapi belum di dalamnya belum ada bahasan dari pertanyaan tersebut, tinggal edit postingan aja. Gak harus bikin artikel baru. Setelah selesai di-edit, baru deh input URLnya ke Question Hub.



Mencari ide di sini juga suka bikin Chi ngakak karena pertanyaan netizen banyak yang lucu-lucu. Contohnya ketika mencari ide menulis tentang rambut berantakan. Ternyata yang Chi temukan seperti itu.

Apa Chi akan membuat konten tentang rambut berantakan berdasarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut? Enggak, lah. Ya, ini kembali ke keputusan masing-masing sebetulnya. Buat Chi pribadi, meskipun menyenangkan bila blog mendapatkan pageview yang banyak, tetap aja gak mau bikin konten yang gak sreg ma hati.

Tetapi, gak semua pertanyaan di Google Question Hub aneh-aneh, kok. Kayak yang MRT Jakarta itu 'kan juga ada yang serius. Bisa dijadikan ide untuk membuat tulisan dari pertanyaan tersebut.

Gak semua pertanyaan netizen yang belum ada jawabannya bisa ditemukan di sini. Google tetap melakukan filter. Pertanyaan yang terlalu seram atau gak patut, gak akan ditampilkan di sini.

Google Question Hub memang masih versi beta. Tetapi, tetap asik buat diulik. Siapapun bisa menggunakan fitur ini. Tetapi, memang paling cocok untuk blogger daripada media besar.  Alasannya karena media besar biasanya sudah memiliki team SEO sendiri. Mungkin gak perlu cara ini untuk mendapatkan pageview dan posisi page one.

Selain itu, biasanya artikel media besar lebih ke berita terkini, viral, kurang detil, atau click bait. Artikel yang everlasting dan bersifat personal cocoknya dibuat oleh blogger. Perhatiin deh pertanyaan-pertanyaan di Question Hub, kebanyakan personal. Nah, bisa tuh dimanfaatkan oleh blogger.

Saat ini Google Question Hub baru ada di 3 negara yaitu India, Indonesia, dan Nigeria. Disarankan banget menulis artikel menggunakan bahasa masing-masing negara. Banyakin aja konten berbahasa Indonesia biar Google makin senang. Mengapa demikian? Karena jumlah konten dengan Bahasa Indonesia yang spesifik dan detil masih belum sebanyak Bahasa Inggris.

Di India, fitur ini terbilang sukses. Semoga di Indonesia pun demikian. Menariknya adalah di India kebanyakan pria yang berkutat di bidang ini. Sedangkan di Indonesia, perempuan juga banyak. Makanya, selain konten Bahasa Indonesia, topik seputar perempuan juga menarik.

Siapa yang dulu suka memanfaatkan G+ untuk menanam link? Nah, ini katanya bisa juga menggantikan G+. Malah bisa langsung menjawab pertanyaan netizen. Tentu aja harus dengan URL yang relevan. Lumayan 'kan kalau bisa menambah pengunjung organik ke artikel yang teman-teman buat?

Mudah-mudahan cukup jelas ya penjelasan tentang Google Question Hub ini. Semoga para blogger bisa merasakan manfaat fitur ini. Selamat mengulik!