Pencernaan Sensitif 

Keke dan pencernaan sensitif - Makan dan istirahat yang cukup, benar, dan tepat waktu adalah 2 hal yang selalu rutin Chi ingatkan kepada Keke dan Nai. Kadang-kadang, Chi agak keras mengingatkan 2 hal itu kalau dirasa mereka mulai gak disiplin. Buat Chi, kalau Keke dan Nai bisa disiplin dengan 2 hal itu, aktivitas apapun yang mereka lakukan termasuk belajar, insya Allah akan lancar.

"Enak kalau ketitipan Keke. Mamah gak resah karena dia kalau waktunya makan bakal jalan sendiri ke dapur. Gak perlu disuruh-suruh," kata Neneknya Keke.

Keke memang termasuk yang cukup disiplin untuk urusan makan dan istirahat tanpa Chi harus terus-menerus mengingatkan. Chi gak resah kalau Keke menginap di rumah neneknya atau dimanapun. Karena Chi percaya kalau Keke tetap akan disiplin urusan makan dan istirahat.

Contoh lainnya adalah ketika acara perpisahan sekolah yang diadakan di The Highland Park Resort, Bogor. Ketika ada jam bebas di hari pertama, Keke memilih untuk bersantai-santai dengan ngobrol ma beberapa temannya sambil cari camilan sore hehehe. Sebetulnya di jam bebas, boleh pada berenang tapi Keke gak mau karena sejak pagi hari sudah ikut berbagai game kemudian malamnya masih lanjut acara lagi. Makanya Keke memilih bersantai tanpa berenang. Malam harinya, acara berlanjut hingga larut malam. Katanya sih Keke memilih tidur sebelum acara selesai dengan alasan daripada besoknya kecapekan.

Keke pun sakit selama hampir 1 bulan ...

Hari ketiga Ramadhan lalu, Keke mengeluh kalau kurang enak badan. Kami pikir Keke cuma masuk angin. Biasanya sih disuruh istirahat sejenak dan (kalau perlu) dikasih paracetamol juga udah sembuh. Tapi, ini sampe besok kok belum sembuh juga? Malah tambah berat sakitnya.

Setelah 4 hari demamnya gak turun, kami pun bawa Keke ke dokter. Harusnya setelah 3 hari demamnya gak turun udah harus dibawa ke dokter. Makanya, kami sempet diomelin dokter hehehe. Setelah diambil darah dan periksa lab, hasilnya positif Typus. Berarti ini kedua kalinya Keke terkena Typus.

(Silakan baca postingan saat Keke terkena Typus beberapa tahun lalu)

Kali ini Keke gak mau dirawat. Alasannya karena Chi gak setiap saat bisa menemani. Keke dan Nai sampe sekarang kalau lagi sakit memang masih harus ditemani. Dalam artian benar-benar ditemani. Chi gak boleh kemana-mana, harus selalu di samping mereka. Manja akut lah kalau lagi pada sakit hihihi. Sedangkan saat itu Chi harus beberapa kali ke sekolah mengurus kelulusan Keke. Keke gak mau ditinggal-tinggal begitu. Padahal ayahnya juga beberapa kali cuti buat jagain Keke. Tapi tetep aja harus ada bunda. Karena bersikeras gak mau dirawat, terpaksa rawat jalan.

Selama sakit, Keke cuma bisa makan bubur cair. Itupun beruntung banget kalau gak dimuntahin lagi. Kasihan banget melihatnya. Istirahatnya pun gak nyenyak. Setengah jam atau sejam sekali bisa terbangun dan menangis karena kesakitan. Duh :'(

Keke baru mulai enakan menjelang lebaran. Udah mulai bisa makan nasi lembut dan tidur yang lama. Menjelang lebaran malah mulai tidur melulu. Bisa sampe 18 jam kalau udah tidur. Itupun terpaksa dibangunin karena belum makan. Setelah itu, dia tidur lagi. Kayaknya ngebayar waktu tidurnya yang selama beberapa minggu hilang. Karena lumayan lama sakitnya, berat badannya lumayan susut banget. Sampai lebih dari 6 kg. Kurus banget badannya.

Kalau dipikir-pikir lagi, Keke itu jarang banget sakit. Tapi sekalinya sakit suka lama dan paling sering menyerang pencernaan. Waktu usia 2 tahunan, Keke pernah terkena diare parah sampe badannya kurus banget. Pernah juga terkena Leptospirosis yang membutuhkan penyembuhan lumayan lama. Kebanyakan pencernaan Keke yang kena. Itulah kenapa Chi juga makin disiplin untuk urusan makan dan istirahat.

(Silakan baca: Jangan Sampai Tumbuh Kembang Anak Terganggu Karena Pencernaannya yang Sensitif)

Tapi waktu itu memang kelihatan Chi maupun Keke agak kurang kontrol. Seminggu sebelum UN, kami sekeluarga mendaki gunung Prau. Minggu depan dilanjut UN. Kemudian gak lama perpisahan sekolah di The Highland Park Resort. Selesai perpisahan, kami gak langsung pulang. Tapi langsung camping ke Tanakita. Bener-bener rangkaian kegiatan yang bikin capek sebetulnya. Untungnya Keke masih disiplin makan dan istirahat.

[Silakan baca: Traveling Sebelum Ujian]
 
Seminggu setelah pulang dari Tanakita, tibalah bulan Ramadhan. Di hari pertama, Keke ketemu sepupunya. Happy banget dia ketemu sepupunya. Main terus sampe lumayan larut malam. Chi gak melarang karena dipikir udah mulai libur. Tapi, makannya gak disiplin. Ketika menginap di rumah neneknya, Keke cuma sahur sama mie instant. Sempet bolak-balik juga ke rumah neneknya buat main. Selama ini Chi gak pernah larang, sih. Hanya saja mungkin kali ini Keke sedang capek ditambah pola makan gak bener padahal lagi puasa, akhirnya tumbang deh di hari ke-3 dan gak puasa terus hingga lebaran tahun ini.

Sekarang Keke udah masuk sekolah. *Cieeee ... Anak SMP! :D* Nafsu makannya udah mulai normal. Dia tetep pengennya dibekalin sama Bunda. Asiiikkk ... Biar kata rempong, tapi Chi seneng kalau anak-anak masih mau dibikinin bekal. Iyalah apalagi kalau anaknya punya pencernaan sensitif gitu. Kayaknya lebih lega kalau bawa bekal dari rumah. Abis ini terus disiplin ya, Nak :)

Oiya, ini juga yang bikin Chi gak aktif menulis akhir-akhir ini. Dimulai dari persiapan UN buat Keke hingga ngurusin masuk SMP Negeri yang sempat bikin kapok hahaha. Tadinya, Chi pikir selama Ramadhan bisa produktif menulis. Eh, gak taunya Keke sakit. Selama sakit, kegiatan Chi lebih banyak nemenin di sampingnya. Susah buat ngapa-ngapain. Setelah Keke keterima di SMPN, vakum menulis masih berlanjut karena Keke butuh penyesuaian yang cukup banyak di sekolah barunya. Nanti lah satu per satu Chi ceritain di postingan lain :)