Senin, 18 April 2016

A-VENTURES, Karakter Super Hero Anchor Boneeto untuk Anak usia 7-12 Tahun

A-VENTURES, Karakter Superhero Anchor Boneeto untuk Anak usia 7-12 Tahun
 A-VENTURES, karakter superhero anchor boneeto untuk anak usia 7-12 Tahun

Children are great imitators. So, give them something great to imitate

Orang tua adalah orang terdekat yang akan dicontoh oleh anak. Tapi, semakin besar usia, anak akan mencari figur panutan lain, tidak hanya dari orang tua. Salah satu figur panutan anak usia 7-12 tahun adalah dari super hero. Tentang hal ini, Anchor Boneeto sudah melakukan penelitian mendalam dengan judul "Understanding Indonesian Kids." Dimana penelitian ini erat kaitannya dengan pola asuh dan juga asupan gizi yang terjadi di masyarakat.

Menjadi orang tua ternyata tidak pernah berhenti mendapatkan PR. Tidak cukup hanya melakukan yang terbaik di masa kehamilan. Berpikir bagaimana melakukan berbagai stimulasi ketika anak bayi hingga balita. Dan juga bagaimana asupan gizi mereka di rentang usia tersebut.

Memasuki usia 7-12 tahun, memang sudah banyak hal yang bisa mereka lakukan sendiri. Tapi bukan berarti PR telah selesai. Asupan gizi tetap harus mendapatkan perhatian. Di usia 7-12 tahun juga suda mulai masuk masa dimana anak semakin ingin bereksplorasi.

Pada usia 7-12 tahun, orang tua bisa mulai menemukan dan menggali minat serta bakat alami anak. Seperti yang disampaikan oleh Achyut Kasireddy, Presiden Direktur Fonterra Brands Indonesia, pada acara peluncuran kampanye "Tumbuh Aktif, Temukan Hebatmu" di The Ice Palace - Lotte Shopping Avenue, Rabu (13/4).
"Di Fonterra, khususnya melalui brand Anchor Boneeto, kami percaya bahwa minat dan bakat dalam diri setiap anak dapat ditemukan dan digali. Kami percaya bahwa setiap anak memiliki kemampuan menjadi seseorang di masa depan. Dan, kami ingin membantu untuk mewujudkan mimpi mereka."
Bapak Achyut Kasireddy kembali menambahkan, "Kampanye Tumbuh Aktif, Temukan Hebatmu bertujuan untuk menemukan dan menggali hal terbaikdalam diri anak melalui pemberian nutrisi yang tepat untuk tubuh yang lebih kuat dan sehat. Sebagai dasar untuk daya pikir yang baik, membimbing dengan dorongan, serta memberikan kesempatan untuk membantu anak mencapai minat dan bakatnya agar mereka dapat berkontribusi di masyarakat hari ini dan kemudian hari."
Usia 7-12 bisa dikatakan sebagai masa transformasi fisik, psikologis, dan emosi. Bentuk transformasi yang sangat intens. Anak-anak di usia ini sangat ingin bereksplorasi dan mengetahui dunia luar. Anchor Boneeto memahami kalau setiap anak memiliki keunikan. Mereka mempunya minpi dan ingin melakukan apapun yang disuka. Peran orang tua harus berperan aktif untuk menemukan keinginan alami serta menemukan bakat dan minat anak. 

Kampanye "Tumbuh Aktif, Temukan Hebatmu" merupakan komitmen Anchor Boneeto untuk senantiasa memberikan anak Indonesia awal gizi yang baik yang nantinya akan membantu anak untuk menemukan bakat dan minat mereka. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Anchor Boneeto ditemukan beberapa fakta diantaranya adalah tekanan sosial, anak-anak kurang aktif bergerak, akrab dengan dunia digital merupakan tantangan yang harus dihadapi di saat ini ketika harus menemukan minat dan bakat anak.

A-VENTURES, Karakter Superhero Anchor Boneeto untuk Anak usia 7-12 Tahun


Pada diri anak ada faktor internal terdiri dari genetik, biologis, dan psikologis. Faktor genetik bisa mempengaruhi faktor biologis dan psikologis. Tetapi bicara tentang genetik kemungkinan diubah sangat kecil. Tetapi faktor biologis dan psikologis masih bisa dimodifikasi, tujuannya adalah agar anak siap menerima pembelajaran dari faktor eksternal berupa contoh, model, stimulasi pembelajaran dari berbagai sumber baik hal baik maupun yang tidak.

Kemampuan pertama pada anak adalah kemampuan sensorik yang kemudian diproses melalui otak melalui berbagai fungsi. Kemudian diekspresikan dalam bentuk verbal, gerak, emosi, atau kombinasi dari semuanya. 

Faktor genetik memang sulit diubah tapi sebaiknya jangan menjadikan alasan bagi orang tua untuk pasrah. Perbaikan masih bisa dilakukan melalui faktor biologis maupun psikologis. Untuk faktor biologis bisa diperbaiki dari sisi gizi, banyak bergerak, tidur cukup, dan pencegahan terhadap penyakit.

Apa pentingnya gizi bagi anak sekolah?
  • Pertama adalah gizi penting untuk mengaktifkan sistem sensorik dan kemampuan untuk memproses pembelajaran dari lingkungan. Bisa dari guru, teman, buku, video, dan lain sebagainya.
  • Kedua, gizi dibutuhkan untuk mengaktifkan pengekspresikan diri. Kemampuan berbicara, mencoret-coret, berhitung, merangkai, olahraga, menari, menyanyi, dan lain sebagainya dipengaruhi oleh asupan gizi.
  • Ketiga, gizi diperlukan untuk menunjang pertumbuhan fisik anak.
3 kali makan utama (sarapan, makan siang, dan makan malam) ditambah dengan 2 kali makan selingan (camilan) adalah pola makan yang dianjurkan. Tetapi, fakta yang terjadi di lapangan masih banyak anak Indonesia yang tidak mengikuti pola makan seperti ini. Bahkan faktanya sekitar 60% anak Indonesia jarang sarapan.

Tubuh manusia itu bekerja selama 24 jam setiap harinya. Ya, ketika manusia tidur, tubuh tetap bekerja. Bayangkan saja bila makan malam dilakukan sekitar pukul 7-8 malam kemudian bangun pukul 5-6 pagi itu artinya selama sekitar 8-10 jam tubuh kita tidak mendapatkan asupan makanan padahal terus bekerja. Padahal ketika tubuh bekerja tetap membutuhkan kalori dan energi. Ketika kemudian anak tidak sarapan, bisa membayangkan bagaimana kerja tubuh dengan asupan kalori dan energi yang semakin minim?

Kemudian ketika di sekolah, anak belum tentu makan dengan benar. Faktornya bisa bermacam-macam, misalnya lebih memilih bermain daripada menghabiskan bekal yang dibawa atau bisa juga pengaruh teman di sekolah. Melihat temannya membawa makanan tertentu, anak pun ingin bekal yang sama. Padahal komposisi gizi dari bekal temannya tidak cukup baik. Dan, masih banyak lagi masalah kenapa anak tidak makan dengan benar saat di sekolah.

21 dari 36 studi di berbagai negara mengatakan bahwa sarapan itu sangat penting untuk anak sekolah. Sarapan bisa mempengaruhi academic performance seorang anak, terutama dalam bidang matematika. Tidak sarapan ditambah lagi tidak makan bekal dengan benar, mengakibatkan sekitar 44% konsumsi energi anak Indonesia di usia sekolah ada di bawah rata-rata. Padahal energi protein dibutuhkan untuk otak, otot, dan pembuluh darah.

Anak yang pendek dan snagat pendek merupakan salah satu outcome dari kebutuhan kalori dan protein yang tidak tercukupi. Begitu juga dengan anak yang bertubuh kurus atau sangat kurus, biasanya karena kekurangan kalori. Kalau anak yang kurus tapi tingginya normal itu gak apa-apa. Yang harus diperhatikan adalah bila anak bertubuh kurus/sangat kurus lalu juga pendek/sangat pendek. Masalah ini ternyata tidak hanya dimiliki oleh kota kecil saja. Tapi, kota-kota besar seperti Jakarta, Banten, Jogja juga masih ditemukan masalah anak yang kekurangan kalori dan energi.

Selain kekurangan energi protein, sekitar 23% anak usia 5-14 tahun kekurangan zat besi. Anak yang mengalami defesiensi zat besi, maka akan menghadapi kesulitan dalam proses pembelajaran. Anak yang cukup gizinya akan terlihat dari sel-sel sarafnya yang memiliki banyak cabang yang bagus. Kebalikannya anak yang kurang gizi, maka cabang sel sarafnya sedikit dan kurang bagus. Kurangnya berbagai gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, apabila tidak diperbaiki maka kecerdasan multiple tidak akan tercapai.

Idealnya, anak membutuhkan 1500 s/d 2000 kalori yang terbagi dalam pola makan sehari (3x makan utama dan 2x selingan). Sayangnya, banyak faktor yang membuat kebutuhan gizi ini tidak terpenuhi. Salah satu solusinya adalah dengan memberikan anak segelas susu dengan kandungan 170 kalori per gelas. Misalnya pada saat sarapan dibutuhkan sekitar 300 kalori. Tapi apabila kurang benar sarapannya kemudian dikasih segelas susu, setidaknya sekitar setengah kebutuhan kalori sudah terpenuhi.

Dari semua waktu tersebut, yang terbaik adalah minum susu pada malam hari menjelang tidur. Karena pada saat tidur, anak tidak akan mengkonsumsi apapun selama 8-10 jam, sedangkan tubuh terus bekerja. Dalam segelas susu, tidak hanya mengandung kalori. Tetapi juga mengadung lemak, karbohidrat, serta kalsium yang sangat tinggi (hingga 400mg). Anak di usia 7-12 tahun masa pertumbuhannya sangat pesat. Anak yang cukup asupan kalsium, pertumbuhan badannya akan tinggi sedangkan yang kekurangan kalsium biasanya akan melebar.

Apabila asupan sudah terpenuhi, pastikan juga anak tidur dengan waktu yang cukup dan teratur. Kualitas tidur sama pentingnya dengan asupan gizi. Saat tidur terjadi proses pertumbuhan fisik, konsolidasi kognitif pada fase REM, dan konsolidasi emosi pada fase non-REM. Oleh karena, untuk menciptakan tidur yang berkualitas, usahakan tidak ada benda-benda yang akan mengganggu proses tidur anak di kamar, misalnya televisi.

Pencegahan penyakit menular juga harus diperhatikan. Mulai menjalani perilaku hidup bersih, cuci tangan teratur, dan imunisasi.


Anak usia 7-12 tahun biasanya banyak maunya, geraknya juga banyak, dan segala hal ingin dieksplorasi. Lalu bagaimana orang tua harus menghadapinya?

Seringkali ini menjadi keresahan orang tua. Ingin menuruti kemauan anak untuk les ini-itu, tapi terkendala dengan waktu, biaya, dan lainnya. Kadang, ketika kemauannya sudah dituruti, anak menjalaninya hanya sebentar dengan alasan bosan dan lainnya.

Tapi, ada juga orang tua yang memaksakan kehendak. Misalnya, kakaknya ikut kursus musik lalu adiknya pun kursus dengan alasan biar sekalian. Padahal belum tentu adiknya berminat dengan musik. Ada juga orang tua yang memaksakan mimpi tak tercapainya kepada anak. Dulu, pernah bercita-cita ingin menjadi designer. Karena tidak kesampaian, maka anaklah yang dipaksa untuk sekolah design demi menuntaskan cita-cita orang tuanya. Pemaksaan seperti ini akan membuat anak tidak bahagia.

Orang tua seharusnya paham kalau setiap anak itu unik. Bahkan antara saudara kandung pun memiliki keunikan masing-masing. Kakaknya suka matematika, tidak otomatis adiknya juga suka matematika. Bisa jadi adiknya menyukai musik. Tugas orang tua untuk menggali keunikan dari setiap anak.
Orang tua adalah psikolog terbaik bagi anak, bukan psikolog profesional. Karena orang tua setiap hari bertemu dengan anak. Sedangkan psikolog paling hanya bertemu sekitar 3-4 untuk melakukan tes. Itupun belum tentu hasilnya optimal. Apa yang dihasilkan dalam tes belum tentu menampilan kemampuan anak seluruhnya. Jadi orang tualah yang seharusnya tau keunikan dari setiap anaknya.

Di usia 7-12 seluruh aspek harus dikembangkan, yaitu aspek kognitif, sosial, dan emosional. Memasuki usia 12 tahun, anak sudah masuk usia pre-teen. Di fase ini, emosi anak bisa tidak tertebak. Bisa pagi-pagi terlihat ceria tapi ketika pulang sekolah wajahnya terlihat masam. Ditanya pun hanya menjawab sepotong-sepotong kemudian mengurung diri di kamar ketika sedang murung. Orang tua pun menjadi pusing karenanya *Duh, Keke banget ini*

Usia 7-12 memang termasuk masa transformasi. Usia dari anak-anak menuju remaja kemudian dewasa. Di usia 11-12 tahun seringkali anak sudah tidak mau bila diajak bepergian oleh orang tua. Ternyata, itu adalah sebuah proses anak untuk mempersiapkan diri lepas dari orang tua. Tapi, bu Lusi pun mengakui ketika pertama kali mengalaminya, sempat merasakan sakit hati. Hanya saja sebagai orang tua juga harus bisa belajar untuk melepaskan anak agar menjadi dirinya sendiri.

Semua akan berjalan baik bila orang tua selalu menstimulasi. Peran sekolah dalam hal menstimulasi juga jangan diabaikan karena anak-anak di usia ini, menghabiskan sekian jam waktunya di sekolah. Oleh karenanya, penting mencari sekolah yang sesuai dengan minat dan bakat anak. Kenali dulu anak, sebelum mencari sekolah. Begitu orang tua memahami minat dan bakat anak, maka dunia anak akan terbuka lebar.

Untuk mencari minat dan bakat anak bisa dilihat dan digali sejak anak kecil. Perhatikan dan observasi dimana anak mampu dan tidak. Memang ada bakat dan minat yang baru diketahui ketika melewati anak berusia 12 tahun. Tetapi jadinya fase dibawah 12 tahun menjadi wasting time.

Mendukung bakat dan minat anak tidak harus selalu berbiaya mahal. Apabila anak ada kecendungan mempunya minat dan bakat di bidang musik, jangan pula memaksakan diri untuk sekolah musik apabila secara finansial tidak memungkinkan. Anak bisa belajar secara maksimal di sekolah melalui pelajaran kesenian. Anak yang mempunyai kemampuan di bidang verbal, bisa sering diajak untuk melihat event story telling.

Gadget juga tidak selalu menjadi musuh bagi anak. Bagaimanapun mereka adalah anak-anak digital. Gadget bisa dimanfaatkan untuk mendukung minat dan bakat anak. Misalnya, anak yang suka menulis bisa diarahkan untuk membuat blog. Anak yang senang matematika bisa diajak main game matematika. Dan masih banyak contoh lainnya yang berkaitan dengan gadget.

Anak ketika bertemu dengan orang lain langsung dekat berarti kemungkinan hubungan intrapersonalnya baik. Anak yang seperti ini bisa didorong untuk berorganisasi, diajarkan bagaimana mengungkapkan pendapat di depan banyak orang dengan baik, dan lainnya. Tetapi ada juga anak yang lebih memilih untuk diam di depan banyak orang. Lebih memilih reflektif atau melihat ke dalam dirinya. Anak dengan tipe ini bisa didorong untuk menulis jurnal harian, membuat cerita dan lainnya dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan intrapersonal anak.

Berbagai kemampuan ini kadang masih agak sulit dilihat bila anak masih kecil. Tetapi ketika memasuki usia SD, berbagai kemampuan anak bisa mulai terlihat. Salah satu caranya adalah dengan melihat hobi si anak. Anak yang hobi duduk di bawah pohon sambil bermain tebakan kata bisa jadi memilikin kemampuan verbal linguistik dan intrapersonal yang bagus. Anak yang hobi main bisa dilihat dari jenis game yang anak sukai. Seperti SIMS, anak bisa melatih kemampuan analisa di game ini begitu juga dengan kemampuan intrapersonal.

Orang tua harus rajin mendorong anak untuk bergerak. Mengajak anak jalan-jalan di mall tidak sama dengan jalan ke taman. Di mall anak hanya berjalan, tapi ketika di taman anak bisa melakukan hal lain selain berjalan. Anak bebas berlarian, melompat, berguling dan itu akan meningkatkan kemampuan kinestetik.

Anak yang dipahami dan didorong minat dan bakatnya oleh orang tua, maka ia akan menjadi anak yang percaya diri. Self esteemnya berkembang, harga dirinya meningkat. Anak akan bahagia menjaid dirinya sendiri.

Pertama kali anak belajar dari orang dewasa, terutama guru dan orang tua. Oleh karenanya orang tua harus menjadi contoh yang baik. Do as I Do, NOT Do as I Say bila ingin menjadi contoh yang baik. Orang tua harus melakukan terlebih dahulu agar anak mau melakukan. Superheros juga menjadi tokoh panutan untuk anak di usia ini. Tokoh ini bisa dipelajari melalui tayangan yang anak tonton.

Usai acara, Chi sempat bertanya kepada ibu Lusi tentang kegemaran anak-anak bermain slime. Di satu sisi, slime ini seperti menstimulasi anak untuk menjawab rasa ingin tahunya. Mencampurkan ini dna itu bisa menjadi slime dengan hasil yang berbeda-beda. Tetapi di sisi lain seperti mengajarkan anak untuk boros. Entah sudah berapa banyak lem, shampoo, dan lain sebagainya yang dibeli untuk bereksperimen membuat slime.

Menurut ibu Lusi, orang tua boleh mendorong tapi diarahkan. Boleh saja memberikan anak bereksperimen dengan slime, tapi ingatkan untuk jangan berlebihan. Kasih batasan, seberapa banyak mereka boleh bereksperimen setiap harinya. Dan jangan sampai juga mereka menjadi lupa waktu. Jadi intinya, orang tua tidak melarang tetapi memberikan batasan yang tentunya untuk kebaikan anak juga.



Menurut ibu Isabella Silalahi, Marketing Director Fonterra Brands Indonesia, tujuan dari kampanye "Tumbuh Aktif dan Temukan Hebatmu" adalah
  1. Boneeto mengandung nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Boneeto terdiri dari susu cair dan juga susu formula
  2. Mengenalkan tim A-VENTURES, karakter superheroes Anchor Boneeto dimana setiap karakternya diharapkan mampu menginspirasi anak untuk menentukan minat dan bakatnya.
Tim A-VENTURES Anchor Boneeto terdiri dari 4 karakter, yaitu
  1. Benerji - Ketua Tim A-VENTURES yang berjiwa pemimpin ini memiliki karakter pemberani, gesit, dan tangkas
  2. Sparks - Memiliki banyak ide, meyenangi hitungan, dan suka menciptakan berbagai hal baru.
  3. Carey - Memiliki rasa seni yang tinggi dan juga pecinta alam
  4. Moomexx - Karakter yang mewakili kekuatan
Dalam bentuk real, Anchor Boneeto mengundang 4 anak berprestasi di bidang masing-masing yang merepresentasikan 4 karakter tersebut.

A-VENTURES, Karakter Superhero Anchor Boneeto untuk Anak usia 7-12 Tahun

Almendo Andress Pesiwarissa (Ambon, 10 April 2005) - karakter Moomexx

Putra daerah asal Ambon ini memiliki banyak prestasi dari cabang karate sejak tahun 2012. Tidak hanya berkali menjadi juara lokal atau nasional. Pada tahun 2014 lalu, Almendo meraih medali emas di kejuaran dunia Karate yang diadakan di Swiss untuk kumite 31kg

Olivia Quantum (Medan 23 September 2004) - karakter Carey

Bertubuh kecil mungil, awalnya Chi pikir Olivia adalah anak seusia Nai. Ternyata Olivia seusia Keke dan juga sudah duduk di SD kelas 6. Olivia senang menggambar Manga dan bermain piano. Sejak tahun 2013 berbagai prestasi dari kejuaran Manga dan Piano sudah diraihnya.

Sheva Anela Ardiansyah (Yogyakarta, 6 July 2005) - karakter Benerji

Tutur katanya yang kalem khas orang Jogja, ternyata tidak menyangka kalau Sheva adalah seorang anak perempuan yang sudah memiliki berbagai prestasi di pertandingan MotoCross nasional dan internasional sejak tahun2012

Anindita Kusumowijoyo (Jakarta, 8 Desember 2003) - karakter Sparks

Prestasi Anindita di bidang matematika dan IPA sudah sangat banyak. Baik itu prestasi nasional maupun internasional. Di sekolah pun Anindita menjadi salah satu siswa yang terpilih masuk math club. Dan minat serta bakat Anindita semakin terasah selain dari les yang dia ikuti

Dari obrolan singkat host acara, Ivy Batuta dengan keempat anak yang berprestasi ini berserta ibunya, terlihat bahwa prestasi mereka tergali karena dukungan orang tua juga. Ada juga anak yang terpengaruh dari orang tuanya seperti Sheva dan Almendo. Keduanya terpengaruh dari ayahnya. Almendo pertama kali dikenalkan dengan dunia karate oleh ayahnya pada usia 7 tahun. Sheva mulai dikenalkan dengan dunia MotoCross sejak usia 5 tahun oleh ayahnya yang seorang crosser

Dukungan dari orang tua bukan berarti tidak membuat orang tua sempat resah. Seperti ibu dari Sheva, awalnya merasa resah ketika anaknya memiliki minat di dunia MotoCross, terlebih Sheva anak perempuan. Tapi, tetap terus mendukung dengan mencarikan pelatih profesional bagi Sheva.

Penuturan ibu dari Almendo juga sangat menarik. Awal, Armendo dikenalkan ke dunia karate sebetulnya dengan tujuan agak bisa menjaga diri. Tetapi ketika kemudian anaknya memutuskan untuk menjadi atlet, hati ibunya mulai bergejolak bahkan sempat tidak mengizinkan. Dunia atlet yang keras, penuh resiko, serta bayangan masa depan atlet Indonesia yang seperti tidak menjanjikan membuat ibu Almendo sempat marah dengan keputusan anaknya. Belum lagi setiap selesai mengikuti kejuaran, ada saja bagian tubuh Almendo yang lebam.

Tapi dengan kekerasan hati anaknya dan dibuktikan pula dengan prestasi membuat hati ibunya berbesar hati dan mendukung. Itupun sampai sekarang bahkan sudah meraih prestasi di dunia, ibunya tetap meminta Almendo untuk berhenti. Tapi, Almendo tetap bersikeras dengan pilihannya. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi ibunya selain mendukung pilihan anaknya dengan cara memilihkan pelatihan yang baik serta gizi yang cukup.


Setelah pemberian apresiasi untuk keempat anak berprestasi ini,

Tentang Anchor Boneeto

Anchor Boneeto adalah brand flagship dari Fonterra Brands Indonesia yang identik dengan standar yang tinggi. Susu dengan nutrisi yang berkualitas dan berkualitas tinggi. Berfokus tidak hanya untuk pertumbuhan tetapi juga untuk anak-anak di usia aktif.

Fonterra adalah perusahaan terbesar di Selandia Baru yang dimiliki lebih 11.000 koperasi. Peternak sapi di Selandia Baru termasuk yang terbaik di dunia. Kondisi alam yang sangat mendukung membuat kualitas sapi asal negara ini adalah yang terbaik. Susu yang dihasilkan pun berkualitas tinggi.

Fonterra selalu berinovasi menciptakan berbagai produk yang bisa diterima masyarakat. Dengan teknologi yang dimiliki, Fonterra yakin bisa memberikan produk yang bagus dan aman bagi masyarakat. Sejak Oktober 2016, Fonterra sudah memiliki pabrik di Indonesia yang juga merupakan pabrik terbesar se-Asia Tenggara. Walaupun material susu masih didatangkan dari negara asalnya, pabrik ini akan mulai memproduksi susu untuk konsumen Indonesia.

Ingin tahu lebih jauh tentang Boneeto, teman-teman bisa berkunjung ke web Boneeto di www.boneeto.co.id. Di web ini, orang tua tidak hanya mendapatkan info tentang produk, tetapi juga ada Mom's Corner. Di Mom's Corner, orang tua bisa berbagi cerita atau berdiskusi seputar pola asuh. Bisa juga berbicara dengan para pakar di sana.

Follow Me

23 komentar:

  1. makin anak aktif, makin banyak kalori yg hrs dipenuhi.. ini susu kesukaan anakku :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang enak rasanya. Tapi, saya lebih suka yang cair. Lebih praktis aja, sih

      Betul, karena semakin aktif, energi semakin terkuras

      Hapus
  2. Anak usia 7 sampai 12 tahun memang sedang dalam masa aktif ya mbak Myra. Sebagai orang tua kita harus pandai-pandai memilih susu sebagai sumber energi bagi mereka :)

    BalasHapus
  3. Anak pertama saya pas bayi sampai usia 4 tahun minum susu, tapi adiknya ASI eksklusif. Keliatan banget bedanya. Andai saya tahu lebih cepat tentang susu formula vs ASI.

    Btw, sepakat soal kreativitas anak jangan dibatasi. Dunia mereka berbeda dengan dunia kita manusia biasa, dan seringkali tidak cocok. Dalam hal ini, kita orang dewasa yang seharusnya mengalah karena memaksakan kehendak dan aturan orang dewasa pada anak-anak sama saja mematikan kreativitas mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak apa-apa, Mas. Yang sudha terjadi jangan dibiarkan terlalu disesalkan

      Setuju. Orang tua membimbing saja

      Hapus
  4. boneeto ini dulu kedoyanannya adek sepupuku mbak, enak katanya
    kalau aku pas kecil gak doyan minum susu kemasan sih :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. kata anak-anak saya juga enak walaupun agak kemanisan. Kalau gak doyan susu bisa dicari alternatif lain pengganti susu

      Hapus
  5. wah lengkap banget nih tulisan, makasih sharingnya

    BalasHapus
  6. Waaaaah infonya lengkap niiih. Bisa banget untuk jadi referensi susu pas anak aku 7 tahun nanti. Hihihi. Makasi infonya ya Maaaaak

    BalasHapus
  7. Lengkap infonya soal gizi anak nih, suka! Anchor Bonetto ini bisa saya rekom ke ponakan.
    Tfs mak

    BalasHapus
  8. Alvin suka juga mminum boneto nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang rasa terbarunya udah coba? Enak juga rasanya :)

      Hapus
  9. Umur 7 - 12 th mmg saat nya menemukan hebatmu, dan hebat gw dulu adalah demen manjat pohon dan berenang di pelabuhan gresik haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah, akhirnya sekarang jalan-jalannya ke pantai sama nyelem melulu, kan? hahaha

      Hapus
  10. Ponakanku juga suka banget sama susu ini.. :)

    BalasHapus
  11. Jadi orang tualah yang seharusnya tau keunikan dari setiap anaknya.
    >>> setuju sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup orang tua harus jadi orang yang pertama :)

      Hapus
  12. Ah benar orang tua paikolog terbaik anak2nya

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge