MPASI rumahan untuk anak 6 bulan harus diblender? Ketika masa ASI Eksklusif Keke sudah lewat, ada rasa senang karena pengen coba berbagai masakan bayi untuk Keke. Selain, coba MPASI rumahan, Chi juga coba berbagai makanan instan untuk Keke. Gak taunya, gak ada satupun yang Keke suka.

Beberapa orang bilang, untuk kasih anak MPASI memang harus terus dicoba karena belum tentu sekali dikasih anak langsung suka. Karena anak butuh waktu untuk membiasakan diri, terutama lidahnya. Khusus untuk makanan instant, Chi udah cobain dari yang cair sampai yang agak kental, gak ada satupun yang berhasil.

Ketika, Chi kasih MPASI rumahan juga gak langsung berhasil, sih. Tapi, bukan karena rasa. Penyebabnya karena tekstur. Setelah diamati, Keke gak suka MPASI yang diblender. Apapun makanannya, kalau diblender pasti ditolak. Setelah, Chi coba haluskan dengan garpu di atas saringan kawat, dia baru mau makan dengan lahap.

Memang gak takut kesedak kalau anak usia 6 bulan MPASInya gak diblender dan disaring?

Ada, sih, rasa khawatir. Apalagi pengalaman baru. Tapi, walopun dihaluskan pake garpu, teksturnya dibikin sampe agak halus. Trus, suapinnya sedikit-sedikit. Cuma seujung sendok bayi. Kalau bayi udah merasa nyaman, boleh ditambahin porsi suapannya. Alhamdulillah, selama bayi, Keke gak pernah tersedak.
Kalau melihat beberapa resep MPASI yang Chi punya, ada yang mencampurkan makanannya dengan susu bayi. Tapi, karena Keke gak minum susu bayi, jadi Chi mencampurnya dengan ASI.

Trus, bagaimana dengan anak yang menolak susu bayi seperti Keke dan Nai? Tapi pengen dicampur ASI kayak MPASI Keke dan Nai juga gak memungkinkan?


Ini, sih, bukan bayi. Tapi, salah satu contoh, walopun Keke dan Nai minum susu bayi atau susu formula lainnya secara rutin, tapi sesekali beli susu trus dicampur ke makanan atau minumannya juga gak apa-apa selama anak suka. Contohnya seperti di foto ini.


Kalau keadaannya seperti itu, coba aja campurkan susu bayinya ke dalam MPASI. Siapa tau bayinya malah mau mengkonsumsi susu setelah dicampur MPASI. Kalau gak mau juga, ya , jangan dipaksa. Yang penting sebagai ibu, kita harus terus berusaha cari cara gimana anak mau makan. Yang penting, mau itu dicampur susu bayi atau ASI, harus untuk porsi sekali makan.

Kebiasaan ini, juga ‘menular’ ke Nai. Sama kayak kakaknya, Nai juga gak suka MPASInya diblender. Makan, buah-buahan juga begitu. Mereka lebih suka buah yang dihaluskan dengan garpu. Malah ketika gigi mereka mulai tumbuh, Chi mulai kasih fresh food greeder. Tau kan ya kalau anak mulai numbuh gigi, senengnya gigit-gigit. Kalau di kasih fresh food greeder kan jadi ada rasanya.

Jadi, menurut Chi (berdasarkan pengalaman, lho, ya.) gak apa-apa juga MPASI gak diblender kalau memang anaknya suka. Dan, selama itu gak mengganggu pencernaannya. Seingat Chi, sih, dari semua MPASI yang pernah dicobain, Keke dan Nai itu gak cocok sama pisang. Selalu aja sembelit tiap makan pisang. Tapi, tiap anak itu beda-beda kondisinya. Jadi, bukan berarti apa yang dialami Keke dan Nai, anak-anak lain juga pasti begitu. Yang penting, kita harus terus cari tau supaya anak mau makan. Semangat, ya :)

[Silakan baca: Tips dan Resep MPASI untuk anak]