Sepertinya, Chi sudah harus memantapkan diri untuk mengatakan, "Bye-Bye Bento!" untuk bekal sekolah Keke dan Nai. Bento, berasal dari istilah bahasa Jepang untuk bekal makanan. Isi dalam 1 tempat bekal makanan bento itu lengkap, yaitu nasi, lauk-pauk, dan sayur. Tapi, Chi juga sering lihat bento yang berisi roti dan buah-buah atau camilan lainnya. Bedanya bento dengan bekal makanan biasa, kalau bento ada unsur artnya. Bento gak cuma sekedar diisi berbagai makanan begitu saja. Tapi, juga ditata bahkan dihias supaya terlihat menarik bagi yang makan.

Umumnya, seorang ibu menyiapkan bento untuk anaknya supaya mau makan.Chi pun begitu. Tapi, bukan karena Nai susah makan. Cuma agak lama kalau gak diawasin. Suka banyak mainnya kalau udah makan sama temen-temennya. Akhirnya, bekal makannya jarang habis. Kalau Keke sih gak usah dibento juga (dulu) selalu habis. Karena Nai suka susah menghabiskan makannya, mulailah Chi terpikir untuk membuat Bento. Alhamdulillah, berhasil. Nai mulai mau menghabiskan makanannya.

Chi masih inget, waktu pertama kali bikin bento itu gak jelas banget bentuknya. Maksud hati mau bikin kepala Doraemon. Tapi, bentuknya jadi gak jelas begitu. Orang yang lihat juga kayaknya gak bakal mengira kalau itu Doraemon hehehe. Bahkan bentuk kepalanya juga gak bulat. Gak jelas bentuknya apa. Udah gitu bikinnya lama banget :D
Waktu itu, Chi memang belum mengerti cara bikin bento. Bahkan, Chi belum tau kalau ada yang namanya cetakan bento yang bisa mempermudah bikin bento. Bener-bener waktu itu gak pake alat bantu sama sekali. Nasi dikepal-kepal pake tangan, nori dibentuk pake gunting yang gede hihihi.

Setelah tau, sedikit demi sedikit mulai ngumpulin peralatannya termasuk cetakan bento. Lama-lama terkumpul lumayan banyak. Memang sih, apa yang Chi bikin masih belum sebagus mereka yang sering bikin bento. Tapi yang penting anak-anak senang dan lahap.



Beberapa waktu lalu, Chi sempat berhenti bikin bento. Keke protes karena setiap kali bikin bento, sering dimintain sama teman-temannya. Awalnya, dia gak keberatan berbagi dengan temannya. Tapi, lama-lama Keke keberatan. Dia minta Chi jangan bikinin bento lagi buat dia. Setelah brenti, lama-lama Keke kepengen lagi dibawain Bento. Jadilah, Chi mulai ngebento lagi.

Ketika Nai mulai gak habis bawa bekalnya, Chi mulai berhenti ngebento. Beberapa kali Chi tegur, tetep aja Nai cuma janji. Kenyataannya, bekalnya gak pernah habis. Dia lagi asik main sama teman-temannya. Makanya, suka terburu-buru kepengen main.

Nai sempet protes ketika Chi mulai berhenti bikinin dia bento. Chi bilang ke dia, kalau ngebento itu artinya Chi harus bangun lebih pagi untuk meghias. Kalau trus gak dihabisin, rasanya kecewa. Nai harus belajar untuk menghargai usaha orang lain.

Membuat bento itu membutuhkan lebih banyak waktu ketimbang menyiapkan bekal biasa. Karena harus membentuk nasi, mencetak nori, dan lain sebagainya hingga semuanya tertata dalam 1 kemasan. Dan, Chi harus menyiapkan 2 kemasan setiap harinya. Belum lagi harus mikir dulu, kira-kira mau dibikin apa bentonya. Jadi, kalau Chi minta Nai untuk menghargai usaha bundanya, bukan berarti Chi gak ikhlas. Tapi, anak memang harus belajar menghargai usaha orang lain kalau dia ingin dihargai.

Gak berhasil juga bikin Nai menghabiskan bekalnya, Chi pun bilang akan mengurangi uang jajannya. Keke dan Nai cuma dikasih uang jajan seminggu sekali aja, masing-masing sebesar Rp10.000,00. Setiap kali bekalnya gak habis, Chi akan mengurangi jatah uang jajan sebesar Rp1.000,00.

Nai gak mau uang jajannya dikurangi. Nai janji akan menghabiskan bekalnya. Sampe saat ini, cara tersebut berhasil! Sejak itu, Chi juga mulai berhenti bikin Bento. Iyalah, tujuan awal Chi bikin  bento kan supaya anak-anak mau menghabiskan bekalnya. Kalau cara itu udah gagal, berarti harus cari cara yang lain hehe.

Gak langsung drastis berhenti, sih. Sesekali Chi masih suka bikinin bento sampe akhirnya berhenti total. Chi lupa sejak kapan, udah ada beberapa bulan kayaknya. Anak-anak terutama Nai, terkadang masih suka minta dibikinin. Tapi, Chi pikir berhenti dulu aja, lah. Yang penting tetap bawa bekal dan makannya habis.  Eh, lama-lama keasyikan. Karena bikin dan gak bikin, selisihnya bisa 30 menitan. 30 menit kan lumayan tuh buat nambah-nambah waktu tidur wkwkwk.

Sebetulnya, Chi suka kangen juga ngebento. Apalagi kalau melihat koleksi perbentoan yang udah lumayan banyak. Gregetan rasanya pengen ngebento lagi. Nah, untungnya beli aneka cetakan bento itu gak ada ruginya walopun sekarang udah berhenti. Kayak berbagai puncher, bisa beralih fungsi untuk craft. Beberapa peralatan lain juga begitu. Kalau enggak, simpen aja. Kali aja suatu saat Keke atau Nai pengen belajar bento. Setidaknya, mereka udah punya beberapa peralatannya. Gak perlu nyicil dari nol lagi kayak bundanya hehe.

Buat Chi yang penting Keke dan Nai  mau menghabiskan bekal sekolahnya. Jadi, gak bikin bento pun gak apa-apa. Sesekali memang harus cari akal. Karena satu cara yang udah pernah berhasil, belum tentu selamanya berhasil. Tergantung situasi dan kondisi juga.

Dan yang pasti, ada atau gak ada bento, bawa bekal ke sekolah itu harus. Jajan terus bukan pengiritan namanya. Jadi, semangat terus bikin bekal. Semoga Keke dan Nai pun tetap semangat menyantap bekalnya :)