Nai: “Ayah/Bunda! Kapan beli marshmallownya?”

Nai dan marshmallow itu udah kayak teman baik hihihi. Setiap kali mau camping ke Tanakita, marshmallow adalah bawaan wajib buat Nai. Kalau belum dibeliin, bakalan ribut gak brenti-brenti.


Nai dan marshmallow
Camping 2 tahun lalu. Kegiatan yang ditunggu anak-anak, bakar marshmallow di api ungun


Marshmallow itu makanan ringan yang kalau dipegang teksturnya kayak busa. Trus, kenyal kalau digigit. Marshmallow ada yang bagian dalamnya isi selai ada juga yang enggak. Kalau Nai suka yang isinya coklat. Walopun gak seheboh Nai kalau minta marshmallow, Keke suka yang isinya strawberry.

Keke dan Nai memang suka sama marshmallow. Tapi, mereka hanya minta saat pergi camping. Atau kalau lagi ada acara kumpul keluarga yang bikin bakar-bakaran. Alasannya, karena Keke dan Nai lebih suka makan marshmallow yang udah dibakar.
Marshmallow ditusuk dulu pake tusuk sate, atau kalau gak ada ditusuk pakai ranting pohon juga gak apa-apa. Setelah itu dibakar di api ungun atau di panggangan. Setelah dibakar, bagian luar marsmallow akan mengalami karamelisasi. Trus, bagian dalamnya akan sedikit lengket dan mirip kayak mozzarella. Tentu aja bukan dari rasanya, ya. Tapi dari teksturnya yang dapat mulur (bahasa Indonesianya ‘mulur’ apa, ya? Hihihi) panjang dan agak lengket setelah dipanggang.

Bakar marshmallownya cukup sampai kecoklatan aja biar masih bisa dimakan. Kalau sampe gosong, bagian luarnya harus dibuang karena pahit. Padahal bagian luar marsmallow yang sudah dibakar itu enak, lho. Ada tekstur ‘kres-kres’ kalau dimakan. Renyah gitu, deh.

Marshmallow bisa dicamil, dicampur sama makanan/miniman lain seperti es krim atau susu, atau dibakar. Buat kami, paling enak memang dibakar di perapian, apalagi di depan api ungun. Pernah beli buat makan di rumah. Karena males nyiapin panggangan cuma buat sekedar manggang marsmallow, akhirnya Keke dan Nai manggangnya di kompor gas! Hahahaha. Tapi, sensasinya memang beda, ya. Jadi, sekarang mereka cuma minta marsmallow kalau lagi mau camping atau acara BBQ party seperti tahun baru.

Liburan sekolah kemaren, kami sekeluarga camping lagi di Tanakita. Seperti biasa, Nai udah ribut aja pengen marshmallow. Dan, baru berhenti minta setelah dibeliin. Padahal perjalanan masih jauh banget. Malah kami masih harus menuju gunung padang.

Sayangnya, perjalanan kali ini Nai kurang jaga asupan makanan. Chi juga kurang cerewet saat itu. Biasanya, Chi rada cerewet kalau anak-anak mulai susah makan saat lagi jalan-jalan. Rada nyesel juga, sih. Karena akhirnya Nai sempet sakit masuk angin. Rewel dan nangis terus saat camping. Dibujukin sama marshmallow pun gak mempan. Baru diam setelah Chi kasih obat, olesin perutnya pakai minyak kayu putih, trus dia tidur nyenyak sampai besok pagi.


Nai dan Marshmallow
Camping pas liburan kemaren. Padahal udah semangat mau bakar marshmallow. Gak taunya, gak lama kemudian Nai malah sakit. Batal deh, kegiatan yang udah ditunggu.


Besoknya, udah siap-siap mau pulang. Walopun masih utuh marshmallownya, tapi Nai gak mau kalau gak dipanggang. Ya udah, mudah-mudahan masih akan ada camping lagi. Makan yang bener ya, Nai. Biar malamnya, setelah makan malam, bisa puas makan marshmallow.

Teman-teman, suka marshmallow juga?