Sumber dari Path

Mommy war dari zaman dulu sampai sekarang gak ubahnya seperti pertempuran tiada akhir. Cara untuk mengakhiri mommy war menurut Chi adalah engan tidak melibatkan diri dan memihak salah satu. Ya, namanya juga lagi perang, keberpihakan justru seringkali bukan menyelesaikan masalah.

Kalaupun, Chi rutin menulis kisah sehari-hari tentang Keke dan Nai di blog ini bukan bermaksud untuk menunjukkan pilihan seorang ibu untuk berumah tangga saja tanpa karir adalah paling tepat. Chi hanya ingin mendokumentasikan seluruh perjalanan hidup Keke dan Nai melalui tulisan. Silakan saja kalau ada yang ikut jejak Chi, tapi enggak pun gak apa-apa. Mama Chi juga dulunya ibu bekerja. Dan, semua baik-baik aja. Every mom has story.

Every mom has her own battle, itu juga benar adanya. Daripada energinya dihabiskan untuk perang sama ibu-ibu lain, mendingan 'berperang' untuk rumah tangga sendiri. Maksudnya, berusaha yang terbaik untuk keluarga masing-masing. Lagian, lucu dong kalau kita selalu mengajarkan anak cinta damai, bertoleransi, dan lain sebagainya, sementara kita sendiri gak bisa mempraktekkan itu.

Happy Mom, Happy Family. Berperang itu bikin kepala mumet, pikiran stress. Kalau kayak begitu, masih bisakah kita bikin keluarga sendiri bahagia? *Self Note

------------------

Usia Keke dan Nai sudah lumayan jauh dari usia balita. Problem Chi sekarang, mungkin bukan lagi bagaimana melatih motorik halus dan kasar, bagaimana mereka belajar makan, belajar membaca, dan lainnya. Tapi, bukan berarti juga udah bebas dari yang namanya cerita 'seru'.

Salah satunya adalah ketika Keke mulai jatuh cinta. Sebetulnya urusan naksir cewek, pacaran, atau putus cinta pernah Keke alamin sejak TK. Eits! Jangan keburu heboh, ya. Kalau Chi ajak bicara, yang ada dipikiran Keke tentang naksir hingga putus cinta pun sebetulnya lucu. Bikin ngikik. Tapi, kali ini Chi merasa jatuh cinta Keke memang berbeda.

Sebetulnya pemikiran Keke tentang jatuh cinta juga masih anak-anak banget. Sesuai dengan usianya, lah. Misalnya, suka dengan teman perempuan yang kebetulan lagi akrab dengannya karena punya kesamaan nonton kartun. Malah sebetulnya banyak cerita lucu dengan urusan jatuh cinta Keke ini. Salah satunya ketika Keke pengen bilang suka sama teman ceweknya, Nai dengan santai terus menempel di samping Keke. Sehingga bikin Keke jadi keki dan rencana 'nembak' pun batal. Di mobil mereka ribut tentang rencana penembakan yang batal. Tapi, ributnya juga lucu. Malah bikin Chi terpingkal-pingkal dengernya.

Keke: "Bun, jangan pernah cerita tentang Keke yang mulai jatuh cinta di blog, ya."
Bunda: "Oke."

Gak lama kemudian...

Keke: "Bunda, gak apa-apa deh kalau Bunda mau ceritain di blog. Cerita aja."
Bunda: "Beneran gak apa-apa?"
Keke: "Beneran, Bun. Lagian Keke udah move on sekarang."
Bunda: "Hahahaha! Ada-ada aja nih Keke."

Sebetulnya, tanpa Keke membolehkan atau melarang, Chi memang udah niat gak akan menceritakan pengalaman jatuh cinta Keke di blog. Walaupun rasanya 'gatal' pengen berbagi cerita, apalagi pas bagian cerita lucunya. Tapi, walopun pengertian jatuh cinta bagi Keke itu masih anak-anak banget, usia Keke sudah mulai pra-ABG. Usia segitu biasanya sudah timbul rasa malu, grogi, dan mulai mengenal privasi. Bisa jadi jatuh cinta juga mulai menjadi privasi Keke. Setidaknya walopun Keke sendiri masih berubah-ubah pendapatnya, Chi mulai ingin menghargai kalau jatuh cinta adalah sebuah privasi yang tidak akan Chi tulis secara detil di blog ini.

Kalaupun Chi menulis ini, sebetulnya ingin berbagi tips dari sisi parenting aja. Dan, siapa tau kita bisa berbagi pengalaman. Sebagai ibu, tau anaknya mulai jatuh cinta, selalu ada rasa 'anak saya udah besar'. Rasanya gak pengen anak cepat besar. Masih kepengen timang-timang mereka :)

Usia Keke yang mulai memasuki pra-ABG juga bikin Chi khawatir kalau dia sampai salah mengartikan jatuh cinta. Deg-degan juga sebetulnya. Jangan sampai salah pergaulan. Beberapa kali Chi melihat anak-anak dibawah umur, pacarannya udah dua-duaan sampe peluk-pelukan segala. Dan, dengan santai diupload di FB. Ngerii. Tapi, anak juga kalau terlalu diiket juga bisa lebih kencang berontaknya. Huff!

Oke lah kalau di rumah, Keke dan Nai memang aman dari yang namanya sinetron (mereka gak pernah nonton). Tapi, teman-temannya kan belum tentu. Dna, tidak menutup kemungkinan, yang tidak pernah nonton sinetron dan selalu menonton sinetron saling mempengaruhi dalam pergaulan. Iya kalau mempengaruhi untuk hal baik, kalau enggak?

Keke dan Nai memang bersih dari sinetron. Tapi, mereka kan akrab dengan dunia internet. Walopun beberapa kata 'membahayakan' memang sudah diprotect di internet rumah, gak jamin 100% aman. Banyak keyword yang kelihatan aman, gak taunya isinya 'berbahaya'. 

Idealnya orang tua memang mendampingi ketika anak berinternet. Tapi, menurut Chi bukan berarti kita harus terus duduk disamping mereka. Kan, Chi juga ada kegiatan lain. Lagipula mereka juga harus belajar diberi kepercayaan.

Keke pernah protes, karena Chi khawatir dia jatuh waktu jalan sendiri di Tangkuban Perahu

Berikut adalah hal-hal yang coba Chi lakukan ketika Keke mulai jatuh cinta. Mungkin cara ini juga akan Chi praktekan ke Nai kalau memang sudah waktunya:

  1. Jangan panik. Jatuh cinta sebetulnya hal wajar. Berbahagia dan bersyukur aja dulu, kalau anak kita bisa punya rasa suka kepada lawan jenis. Lagipula, definisi jatuh cinta seorang anak bisa beda, lho dengan orang dewasa. Malah bikin kita senyum-senyum dengernya.
  2. Jadi teman bicara yang asik bagi anak.Yang bikin enggan untuk terbuka sama orang tua adalah takut kalau sampe obrolannya seperti diinterogasi. Akhirnya, malah lebih suka bicara sama teman daripada orang tua.
  3. Kalau mau memberi rambu-rambu larangan, usahakan dengan bahasa yang enak didengar oleh mereka. Dan, jangan lupa memberi penjelasan. Kalau cuma melarang, anak akan bingung kenapa dilarang. Darah muda mereka bisa menggelegak dan melakukan perlawanan.
  4. Beri mereka kepercayaan. Chi pernah ditegur sama Keke karena terlalu khawatir sama dia. Katanya, kasih lah Keke kepercayaan. Anak akan bangga kalau dikasih kepercayaan. Tapi, tunjukkan juga rasa kecewa kalau sampai mereka melanggar kepercayaan yang sudah diberikan.
  5. Jangan kaku dengan pemikiran kita. Seringkali Chi berpikir, anak-anak sekarang cepat dewasa berpikirnya lalu tergoda untuk memaksakan Keke supaya berpikir seperti zaman Chi kecil dulu. Tapi, rasanya bakal susah banget. Chi belajar untuk meluweskan pikiran. Bagaimanapun zamannya udah beda. Coba memahami cara berpikir mereka, walopun tetap aja rambu-rambu kita jaga.
  6. Mengajak berdiskusi. Kalau Keke mendengar, melihat, melakukan sesuatu yang salah, Chi berusaha untuk mendengarkan dulu cerita dan alasannya. Coba menilai dan hargai sudut pandangnya. Cepat-cepat memvonis juga bisa bikin anak jadi ciut nyalinya untuk terbuka. 
  7. Berikan ruang untuk menikmati rasanya. Yang namanya jatuh cinta itu berbunga-bunga. Kalau patah hati itu sakiiitt. Walopun Keke masih sebatas jatuh cinta ala anak-anak, tapi tetep aja dia merasakan senang dan sedih. Chi berusaha untuk gak menggurui, misalnya dengan berkata, "Ya elah gitu aja bikin sedih," atau "Tau apa sih kamu tentang cinta?"

Itu aja sih 7 tips yang Chi coba praktekin. Sejauh ini Keke masih terbuka, termasuk tentang jatuh cinta. Bahkan tanpa Chi tanya-tanya pun, seringkali udah muncul duluan curhatan dari Keke.Ya, biar gimana Chi kan pernah remaja kayak Keke. Pernah juga merasakan jatuh cinta. Dari yang namanya cinta monyet sampe cinta beneran. Jadi, ketujuh tips itu sebetulnya berkaca dari pengalaman pribadi juga.

Oiya, kalau bisa para ayah juga mempraktekkan hal yang sama. Karena ada kalanya seorang anak laki-laki butuh saran dari sisi ayah. Atau anak perempuan akan menjadikan ayahnya sebagai contoh bila kelak memilih pasangan :)

Pernah suatu malam, Chi tanya ke Keke..

Bunda: "Ke, merasa disayang Bunda, gak?"
Keke: "Iya, lah."
Bunda: "Kapan sih Keke merasa kalau Bunda itu sayang sama Keke? Setiap kali dibeliin mainan, ya?"
Keke: "Enggak, lah. Keke itu merasa paling disayang Bunda kalau sebelum tidur dibacain buku cerita trus dipeluk."

Huaaaa.. Meleleh gak sih dengernya?? Ya, semoga aja 7 tips yang Chi coba praktekkan itu juga bisa bikin Keke juga berpikir kalau yang dilakukan Bundanya ini karena sayang banget sama dia