Alhamdulillah, lagi-lagi Chi harus bersyukur karena rapor Keke dan Nai masih sangat baik. Ya, hampir semua nilai pelajaran yang di atas 90, lah. Walopun, untuk Keke nilainya ini turun dari semester ganjil. Tapi, masih berada di lingkaran peringkat 10 besar di kelas (walopun Chi gak tau pastinya peringkat berapa). Kalau Nai, kenaikan nilai-nilainya lumayan banget. Peringkat di kelasnya pun naik. Semester ganjil dia di peringkat 6, kali ini di peringkat 3.

Ada catatan yang mau Chi ceritain tentang rapor kali ini. Tentang nilai-nilai Nai. Ketika Keke kelas 2 SD, Chi sempet berpikir, kira-kira nilai Nai bisa sebagus Keke gak, ya? Terutama untuk nilai Matematika?

Bukan karena Chi mendewakan nilai. Tapi, pelajaran math di kelas 2 SD itu kebanyakan soal cerita. Udah gitu karena Math di kelas 2 masih pakai bahasa Inggris (Kalau Keke mulai tahun lalu, matematikanya pakai bahasa Indonesia karena ikut kurikulum pemerintah yang baru), jadi Chi sempet ragu.

Soal cerita itu kan gak cuma menuntut kita bisa berhitung tapi juga bisa mencerna maksud dari soal tersebut. Belum lagi soalnya pakai bahasa inggris, dimana Nai masih harus banyak belajar untuk memahami berbagai kosa kata dalam bahasa inggris.

Beberapa kali Chi cerita di blog ini kalau gaya belajar Nai adalah visual. Chi berpikir, seandainya Nai kesulitan menyerap maksud dari soal cerita itu, kira-kira Chi harus menggambarkannya seperti apa? Bakalan ribet kayaknya.

Ternyata, setelah Chi jalanin, gak seribet yang dikhawatirkan, kok. Nilai Nai untuk math juga bagus-bagus. Ya, intinya sih, khawatir boleh-boleh aja. Tapi, jangan sampai menganggap remeh anak. Insya Allah, anak sebetulnya mampu. Sesuaikan juga dengan gaya belajar mereka. Kalau gaya belajar di sekolah gak sesuai dengan gaya belajar anak kita, coba belajar lagi di rumah. Dan, sesuaikan dengan gaya belajar anak kalau di rumah.

Semoga tahun ajaran yang baru ini, Keke dan Nai tetep bisa bagus-bagus nilainya. Semangat! Liburan hampir selesai *mulai pasang iket kepala lagi hehe