Dewasa Sebelum Waktunya. Ceritanya lagi seneng banget nonton acara Jo Frost : Extreme Parental Guide, nih. Seminggu yang lalu, salah satunya adalah tentang anak yang dewasa sebelum waktunya.

Jadi, ada anak berumur 13 tahun yang seneng banget berdandan dewasa. Seneng dandan, pakai-pakaian ala orang dewasa yang serba terbuka dan minim. Bahkan dia pun cukup sering pergi ke klub-klub malam.

Jo Frost lalu bertanya ke anak tersebut tentang sikapnya yang dewasa sebelum waktunya. Menurut si anak, dia seneng menjadi dewasa karena dunia orang dewasa itu asik. Gak seperti dunia anak seumurannya. Bahkan berbicara dengan orang dewasa pun lebih mengasyikkan.

Jo Frost lalu bertanya ke ibu anak tersebut tentang ulang putrinya. Si ibu mengakui kalau dia sebetulnya dilema. Dalam hatinya dia gak mau putrinya itu berpenampilan dewasa sebelum waktunya. Tapi di sisi lain dia berprinsip komunikasi dengan anak harus terjalin dengan baik. Dia gak mau putrinya melakukan sesuatu secara sembunyi-sembunyi.

Makanya walaupun gak setuju dengan tingkah laku putrinya, si ibu lebih memilih untuk mengalah. Karena kalau kemauannya gak diturutin akan bikin putrinya ngambek. Bikin pusing kalau udah ngambek, katanya. Ditambah lagi, si ibu takut kalau melarang putrinya malah melakukan sesuatu secara sembunyi-sembunyi. Akhirnya ibunya memilih untuk mengabulkan semua keinginan putrinya selama putrinya mau terbuka dengannya walaupun hati kecilnya gak menyetujui tingkah laku putrinya.

Jo Frost bertanya ke ibu tersebut, apa gak merasa khawatir dengan pergaulan orang dewasa? Apalagi si anak suka pergi klub. Kalau sampe ada pria dewasa yang ngegodain gimana? Si ibu menjawab kalau dia gak khawatir karena anaknya selalu bercerita di klub malam itu ngapain aja, minum apa aja, dan sebagainya. Lagipula si ibu merasa anaknya tetap aman dan gak macem-macem di dalam klub karena selalu menemani putrinya ke klub walopun hanya mengantar dan menunggu di parkiran aja.

Berikutnya, Jo Frost kembali bertanya ke si anak. Kalau ibunya sekarang melarang dia untuk tampil dewasa, bersedia gak? Jawaban anak adalah, kalau memang ingin melarang kenapa gak dulu pas dia masih anak-anak? Kenapa baru sekarang?

Gak ada kelanjutan cerita apakah anak tersebut 'kembali' ke usianya. Walopun begitu tetap ada pelajaran yang bisa diambil dari cerita tersebut. Kesimpulan yang Chi tangkap dari ucapan Jo Frost tentang masalah tersebut adalah:


Menjalin komunikasi baik dengan anak itu harus. Tapi belum tepat waktu melakukan komunikasi terlalu terbuka dengan anak yang masih usia anak-anak. Orang tua masih harus mengontrol bahkan kalau perlu mendikte apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan oleh anak.


Bener juga, untuk membentuk karakter anak memang sebaiknya sedini mungkin. Usia anak-anak masih harus dibimbing dan diarahkan. Kalau enggak, nanti bisa-bisa kayak anak di acara Jo Frost yang dewasa sebelum waktunya itu. Ketika ditanya mau berubah atau enggak, malah dijawab, "Kenapa gak dari dulu dilarangnya?" Bisa pusing deh kalau udah kayak gitu :)

Mendadak jadi inget juga seminar parenting yang beberapa lalu Chi datengin. Kata Pak Arif Rahman, pembentuk karakter anak sebaiknya pada periode keemasan anak (lahir hingga 5 tahun) :)