Minggu, 21 April 2013

Seminar Parenting Pendidikan Karakter Anak

Dua minggu lalu di sekolahnya Keke dan Nai diadakan seminar parenting dengan tema Peran Orang Tua dan Guru dalam Pendidikan Karakter Anak. Pembicaranya adalah Prof. DR. H. Arief Rachman, M.Pd

Banyak penjelasan yang menarik disampaikan oleh Pak Arief. Setelah dipikir-pikir kayaknya Chi bakal posting terpisah-pisah aja, kalo sekaligus kepanjangan.

Secara sederhana karakter artinya 'tanda' yang dimiliki oleh setiap orang. Apakah saya seorang pemarah, baik hati, sombong, atau bagaimana? Tanyalah ke orang lain, karena mereka yang menilai :)

Menurut Pak Arief, pendidikan karakter di mulai sejak suami-istri melakukan hubungan. Ucapkan bismillah, itu adalah langkah awal yang baik.

Pada dasarnya anak mencari pendidikan yang nyaman terlebih dahulu bukan benar atau salah. Makanya jangan heran kalo ada anak yang lebih menurut ke temannya atau orang lain ketimbang kepada orang tuanya. Padahal apa yang diajarkan oleh orang tua adalah hal-hal yang benar, tapi kenapa anak lebih menurut kepada pihak lain yang jelas-jelas sudah memberikan pendidikan yang salah. Itu karena cara kita mendidiknya salah, sudah membuat anak menjadi tidak nyaman

Jadi ingat tausyiah yang Chi dengar beberapa waktu lalu, ustadznya bilang "Orang cenderung lebih mudah menerima ilmu yang salah tapi disampaikan dengan benar, seperti berlaku lemah lembut. Ketimbang menerima ilmu yang benar tapi disampaikannya dengan cara tidak baik."

Chi sih setuju-setuju aja, karena suka ilfil juga kalo ada orang yang memberitahu kebaikan tapi dengan cara yang kasar atau memaksakan kehendak. Bikin gak simpatik. Walopun untuk kadar tertentu boleh juga kita sesekali keras (tapi bukan kasar). Dalam hati tentu aja Chi mengakui kebenaran yang disampaikan tapi caranya bikin gak simpatik.

Salah satu contoh bentuk pendidikan yang kurang nyaman adalah orang tua suka merasa "saya ini orang tua mu, kamu jadi anak nurut aja". Artinya kalo ada permasalahan anak gak pernah diberi kesempatan untuk menjadi benar, karena orang tualah yang selalu benar. Menghormati orang tua itu harus, tapi apakah orang tua itu harus selalu benar. Enggak juga :)

Jadi masing-masing orang tua juga sebaiknya berintrospeksi, apakah sudah memberikan pendidikan yang nyaman untuk anak?

post signature

26 komentar:

  1. Bener banget Mba Myra, kalau kita didiknnya dengan otoriter kemukinan besar akan ditolak oleh anak meskipun yang kita ajarkan kebenaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita yg udah gede aja males kalo di kasih tau org sambil marah2, ya :)

      Hapus
  2. dulu sering banget ikut seminar parenting atau yang berhubungan dengan anak2 tapi sekarang dah g pernah,di Batam nggak ada soalnya mbk....

    BalasHapus
    Balasan
    1. di Batam gak pernah ada seminar parenting ya?

      Hapus
  3. setuju bgt dg kata2 ustad nya deh...
    semoga kita diberi hati yg lemah lembut dlm mendidik anak.
    TFS mba Chi..;)

    BalasHapus
  4. Semangat ngikutin cerita selanjutnya...

    Memang untuk menurunkan ego sebagai ortu biar ga selalu merasa benar itu sulit. Semoga aku bisa..

    Ayo mbak dilanjutkan ceritanya.. DItunggu yaaa.. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup menurunkan ego kadang seperti 'berperang' ya :)

      Hapus
  5. nyimak terus hasil seminar parentingnya.. haus ilmu...*duduk manis menanti postingan selanjutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi iya nih syaa blm sempet ajah :D

      Hapus
  6. Kenyamanan memang prioritas utama ya. . . :)
    Gak salah kepilih jadi DO Parengting ih. . . ^*

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, pokoknya enak yg nyaman2 aja, deh :)

      Hapus
  7. aku juga suka ngikutin acaranya Pak Arief Rahman dulu kalo ga salah Hikmah Fajar di RCTI, sharingnya berguna banget mba, ditunggu klanjutannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. cara bicaranya tegas tapi bagus, ya :)

      Hapus
  8. Bener, mbak. Kerasa banget, deh. :(
    Beberapa waktu ini Destin tidak nyaman dengan situasi rumah. Saya tak pula membantunya mengatasi ketidaknyamanannya kecuali menasehati agar terus bersabar. Hiks... sediih.. tapi gimana lagi... sikon-nya harus gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga destin bisa menemukan lagi sikon yg nyaman, ya :)

      Hapus
  9. Seminar parenting efeknya emang dahsyat banget mbak, pernah ngikutin 4 th yll,ilmunya bener2 msh nyantol dalam kalbu. Can't wait anymore ...

    BalasHapus
  10. iyah bener Chi...

    memang harus sediakan waktu dan sabar yang banyak untuk menjelaskan...

    saya paling ndak suka "pokoknya"... sampe skrg pun saya masih sering ndak sreg diberi tau (sama yg lebih tua) pake pokoknya.. hihihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. malah bikin jd tambah keras kepala kl dikerasin ya :D

      Hapus
  11. Kadang definisi mendidik itu hal2 yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan saja. Padahal pengertian mendidik itu luas sekali. Membuat nyaman anak2, otomatis berhubungan suasana nyaman di dalam rmh scr keseluruhan.

    BalasHapus
  12. Senengnya bisa ikut2 seminar parenting gitu ya Mba. Aku belum berkesempatan aja. Makanya Mba yang rajin posting ya review materi seminar parenting ya...soalnya sangat bermakna buat aku, hehehe..
    Thank you for your sharing...

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga jarang sebetulnya ikut seminar :D

      sama2 :)

      Hapus
  13. aku selaluuu suka ikut2 seminar parenting, selalu dapat ilmu dan ide2 baru ttg cara mendidik anak2

    BalasHapus
  14. selamat siang bunda, saya rahmat dari PT TIGARAKSA SATRIA Tbk.. Perusahaan kami sering melakukan seminar parenting dan memiliki program untuk stimulasi anak di usia dini.. mungkin nanti kita bisa sharing secara langsung mengenai program kami yang akan membantu anak-anak untuk sukses di sekolah dan di masa depannya.. jika ingin informasi lebih lanjut dapat menghubungi saya di 081380347997.. terima kasih bunda..

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge