Waktu lebaran yang lalu, salah seorang yang udah Chi kenal dengan baik bercerita kalau putrinya yang masuk usia remaja (kelas 2 SMP), sekarang kalau dinasehati suka membantah. Tiap kali dinasehati selalu bilang, "Ini hak aku! Jadi terserah aku, dong!"

Chi bilang, "Setiap orang termasuk anak memang punya hak, tapi coba tanya balik ... kewajibannya udah dijalanin belum? Kadang kita suka semangat menuntut hak tapi lupa sama kewajiban."

Sama sekali Chi gak ada maksud untuk menggurui atau sok tau, apalagi Keke-Nai juga belum SMP, jadi Chi belum hapal lika-liku anak SMP #tsaaaahhhh :p. Tapi kalau dipikir-pikir, Chi pun pernah mengalami kejadian yang mirip-mirip melalu protesnya Keke.

"Kenapa, sih, Keke gak boleh main? Kan katanya anak punya hak untuk bermain."

Kadang-kadang Keke suka mengeluh begitu kalau diminta untuk belajar. Biasanya Chi suka bilang, "Kewajiban Keke sendiri gimana? Udah dijalanin belom? Trus tadi siang ngapain?" Kalau udah gitu biasanya Keke suka nyengir ataupun kalau tetep males-malesan setidaknya dia mau belajar dan berhenti bermain.

Chi ngomong gitu karena udah ada kesepakatan bersama kalau pulang sekolah hingga sore itu waktunya bermain. Dan Chi gak akan ganggu atau potong waktunya sekalipun, kecuali untuk hal-hal wajib, sepeti shalat, makan, dan mandi. Sedangkan untuk belajar dilakukan setelah maghrib, itupun paling lama 1 jam aja. Jadi kalau Keke bilang gak boleh bermain itu salah. Karena kenyataannya udah masuk waktunya belajar tapi Keke masih kepengen main.

Trus kenapa Keke bilangnya gak boleh main? Ya, namanya juga usaha :D Apalagi dia masih anak-anak. Trus di salah satu pelajaran (kalo gak salah PKn) ada bab tentang hak dan kewajiban. Nah, di buku itu tertulis salah satu hak anak adalah bermain. Makanya Keke menuntut haknya.

Gak salah juga dengan tuntutan Keke, karena itu artinya dia mengerti tentang hak. Cuma memang harus dibenarkan cara menempatkannya. Selain itu ada juga anak-anak yang belum paham benar tentang apa itu hak. Mereka berpikir pokoknya semua yang mereka lakukan atau mereka inginkan, mau itu baik atau buruk, adalah hak mereka. Padahal gak kayak gitu juga.

Dan yang paling penting juga harus terus diingatkan tentang kewajiban. Jangan sampe Keke atau Nai menjadi anak yang sangat ngotot menuntut hak tapi cuek dengan kewajiban. Padahal yang bener itu harusnya kewajiban dulu dilaksanakan, iya, kan? :)