Pernah liat debat Ibu Bekerja vs Ibu Rumah Tangga, mana lebih baik? Dari zaman dinosaurus dulu perdebatan ini udah ada hingga sekarang. Perdebatan yang gak ada ujung pangkal malah berantem kemana-mana. Hadeuuuhh ....

Chi juga sering baca atau dengar curhatan ibu bekerja yang berat hati meninggalkan anak untuk bekerja. Hati rasanya pengen bisa terus nemenin anak, tapi dengan alasan masing-masing menuntut mereka untuk tetap memilih bekerja. Apalagi kalau melihat anaknya udah gak mau ditinggal, biasanya para ibu semakin berat.

Bukan sekedar basa-basi kalau Chi bilang anak-anak sebenernya bisa ngerti, kok. Karena mamah Chi, kan, juga kerja. Berangkat sebelum matahari terbit, sampe ke rumah matahari udah lama tertidur. Maklum, deh, rumah di Bekasi trus kerja di Jakarta, bikin tua di jalan. Otomatis anak-anak bisa banyak ketemu orang tua hanya saat wiken. Tapi kami sebagai anak-anak mengerti, kok :)

Chi sendiri yang sekarang memilih jadi ibu rumah tangga, bersyukur karena punya waktu yang banyak untuk anak-anak. Syukur-syukur juga kualitasnya bagus.

Kalau diperhatiin, semua yang ribut dan yang galau adalah emak-emaknya. Pernah gak terpikir bagaimana menurut anak dari sudut pandangnya? Chi awalnya gak kepikiran tapi akhirnya sempet juga mengalami galau, kayak ibu-ibu yang bekerja. Gara-gara pertanyaan Keke, nih ...

"Kenapa Bunda gak kerja kayak mamah temen-temen Keke? Bunda kerja, dong!"

1-2 kali Chi masih senyam-senyum ditanya kayak gitu. Chi jelasin juga kenapa memilih di rumah aja. Tapi setelah beberapa kali (walaupun gak dilakukan berturut-turut) dia tanya pertanyaan yang sama dan minta Chi untuk kerja, lama-lama Chi galau juga. Jangan-jangan Keke emang beneran gak suka Chi ada di rumah? Jangan-jangan .... Jangan-jangan.... Aaahhhh jadi mikir yang enggak-enggak. Sedih hiks ....

Chi akhirnya nanya balik kenapa Keke selalu minta Chi untuk kerja kantoran. Dan jawabannya, "Enak kalo Bunda kerja. Keke bisa bebas main. Temen-temen Keke suka cerita kalau mereka sampe malem aja masih main, Bun. Kalau Keke kayak gitu, Bunda pasti udah ngomel."

Ohhh ... ternyata itu alasannya. Lagi-lagi tentang bermain. :D Chi sekali lagi jelasin ke Keke kenapa memilih untuk brenti kerja. Tapi kalau memang maunya Keke begitu, Chi bilang sebagai latihan, Keke anggap aja Bundanya lagi kerja. Jadi selama di rumah Keke harus mandiri, kalopun ada kesulitan minta tolongnya sama mamah bukan sama Chi.

Ternyata Keke gak tahan juga. Baru juga beberapa menit, udah manggil "Bundaaaaaa ....". Apalagi kalau mau tidur pasti manggil, "Bundaaaa peluuuukkkkkkk ....!" Kalau udah gitu Chi suka tanyain lagi maunya dia yang pengen Chi kerja. Biasanya dia langsung bilang kalau Chi di rumah aja gak boleh kerja.

Dari permintaan Keke itu, Chi jadi punya hikmah dan kesimpulan, yaitu ...


  1. Sebelumnya Chi selalu berpikir dengan ada di rumah, berarti Chi gak cuma punya waktu yang banyak tapi juga merasa kasih sayang yang Chi berikan ke anak itu berkualitas banget. Padahal mungkin itu hanya sudut pandang Chi aja, sementara dari sudut pandang anak belum tentu. Jadi ternyata orang tua jangan keburu yakin dulu :p
  2. Berkaitan dengan nomor 1, berarti Chi harus introspeksi dan memperbaiki diri. Siapa tau sadar atau enggak ada perlakuan Chi yang bikin anak-anak kurang nyaman, jadi mereka berpikir mendingan bunda kerja aja, deh. Kalau ada Bunda gak enak.
  3. Kadang kita menilai sesuatu itu enak atau enggak karena kita tidak memilikinya atau terbatas, terlepas dari kualitas yang udah orang tua berikan. Misalnya seringkali juga Chi melihat anak yang berharap orang tuanya (terutama ibu) gak bekerja, karena dia ngeliat temen-temennya yang ibunya gak bekerja kayaknya asik banget. Dan dulu Chi juga pernah punya rasa seperti itu, lho. Begitu juga sebaliknya, Keke mungkin merasa temen-temennya yang ibunya kerja itu enak banget karena lebih bebas dari dia.
  4. Biar gimana Keke masih anak, dimana dunia bermain adalah dunianya. Jadi begitu tau ada temennya yang lebih punya banyak waktu bermain, menurut dia pasti asik banget :)

Seperti yang ditulis di nomor 3, yang perlu diingat adalah mereka masih anak-anak dengan pemikiran polos dan spontannya. Bisa jadi mereka mengerti dengan pilihan orang tuanya. Seperti Chi mengerti kenapa Mamah saat itu harus kerja. Tapi ada kalanya ngeliat keadaan temen-temen lain yang berbeda trus kayaknya enak, anak-anak jadi ngiri juga. Kayak Chi yang dulu kadang ngiri liat temen bahkan sahabat yang ibunya gak kerja. Nah, mungkin Keke pun juga begitu, tapi kebalikannya. Kalau dia ngiri ngeliat ibu teman-temannya yang bekerja,
Buat Chi sekarang terus aja berusaha memberikan kualitas yang terbaik semampu kita dan pengertian kenapa sebagai ibu kita memilih bekerja atau enggak. Karena apapun pilihan kita (kantoran atau enggak), insya Allah cepat atau lambat anak akan ngerti, kok :)