Umroh Syawal Keluarga JNE - Dulu setiap kali musim haji, Chi jadi betah menonton tv. Saat itu belum langsung ada kepikiran ingin bisa naik haji. Tetapi, suka senang aja melihat berita keberangkatan, suasana di Mekkah, hingga berita tentang kepulangan setiap kloter.

umroh syawal keluarga jne

"Boleh menyukai makanan tertentu. Tapi, jangan dibiasakan terlalu memilih makanan. Makan itu untuk kebutuhan. Karena kita gak pernah tau akan pergi ke mana aja selama hidup. Belum tentu bisa menemukan makanan yang kita suka. Jadi selama makanan itu halal dan thayib ya makan aja. Jangan pilih-pilih."

Itu nasehat almarhum papah sesaat sebelum berangkat ke Tanah Suci. Karena selalu teringat dengan kejadian papah dan mamah saat beribadah haji di tahun 2006. Qadarullah, saat itu terjadi tragedi katering jamaah Haji Indonesia. Diberitakan ribuan jamaah asal Indonesia tidak mendapatkan jatah makanan di Arafah. Sedih banget melihat beritanya di televisi.

Mana dulu untuk berkomunikasi masih gak semudah sekarang. Meskipun sudah ada handphone. Selain itu, tentu aja papah dan mamah sibuk dengan ibadah. Senang rasanya ketika mendapatkan kabar. Papah dan mamah selalu bilang baik-baik aja. Tetapi, tetap aja saat itu kami harap-harap cemas. Memperbanyak do'a supaya orangtua tetap dalam kondisi baik.

Alhamdulillah papah dan mamah pulang dalam keadaan sehat. Banyak cerita yang dibagikan tentang ibadah haji, termasuk kejadian katering. Subhanallah, ternyata memang benar kondisi orangtua baik-baik aja. Banyak jamaah haji dari negara lain yang memberikan bantuan makanan. Sehingga rombongan papah dan mamah tidak merasa kekurangan makanan sedikit pun.
 
Papah dan mamah bilang sebetulnya ada bantuan roti dari pemerintah. Tetapi, banyak yang gak terbiasa makan roti jadinya tetap merasa lapar. Bantuan dari jamaah negara lain pun tentu aja bukan makanan Indonesia. Tapi, orangtua Chi tetap bersyukur dan makan apapun yang diberikan. Yang penting perut kenyang dan bisa lebih nyaman beribadah. 
 
Nah, Chi jadi langsung ingat pesan papah yang tentang makanan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Ternyata seperti itu maknanya. Makanya Chi ingat terus pesan itu sampai sekarang bahkan sering disampaikan ke anak-anak. 
 
Banyak cerita indah penuh hikmah tentang ibadah haji. Baru mendengar ceritanya aja rasanya penuh haru. Apalagi kalau bisa merasakan langsung kenikmatannya. InsyaAllah, kita semua dimudahkan untuk beribadah haji dan umrah. Aamiin Allahumma Aamiin Yaa Mujiibassailiin.


140 Ksatria dan Srikandi JNE Diberangkatkan ke Tanah Suci



ibadah haji dan umroh setelah pandemi

وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. -QS. Al Hajj ayat 27-

 
Beribadah haji dan umrah adalah keinginan umat Muslim. Tidak mengherankan bila antrean beribadah haji sangatlah panjang. Bisa menunggu sampai puluhan tahun, kecuali untuk haji Furoda.

Tetapi, berbeda dengan ibadah Umrah. Umat Muslim bisa datang berkali-kali tanpa menunggu waktu yang sangat lama. Bila mempunyai kemampuan (dana, fisik, dan mental) banyak yang memilih untuk umroh beberapa kali. Menuntaskan kerinduan beribadah di depan Ka'bah.

Alhamdulillah, tahun ini pemerintah Arab Saudi kembali membuka ibadah haji dan umrah setelah dua tahun pandemi. Terharu banget ketika melihat tanda-tanda pembatasan jaga jarak mulai dicopot. Semakin terharu ketika jamaah negara lain mulai dibolehkan beribadah haji dan umroh.
 
ksatria dan srikandi jne diberangkatkan ke tanah suci
 
JNE pun memberangkatkan 140 karyawannya ke Tanah Suci untuk umrah. Hal ini merupakan kegiatan rutin perusahaan. Tetapi, memang selama dua tahun sempat berhenti karena pandemi. 
 
“Setelah dua tahun sempat tertunda akhirnya para karyawan ini dapat diberangkatkan kembali ke tanah suci. Kegiatan ini kami jalankan sesuai dengan amanah Ayah sekaligus founder JNE (Alm) H. Soeprapto Soeparno yang menggagas umrah gratis bagi para karyawan JNE yang sudah mengabdi kepada perusahaan selama lebih dari 12 tahun,” ungkap M. Feriadi Soeprapto, Presiden Direktur JNE.
 
umrah gratis keluarga jne

Pak Feri merasa bahagia dengan keberangkatan 140 karyawan yang disebut Ksatria dan Srikandi JNE. Karyawan yang sudah mengabdi lebih dari 12 tahun ini dipilih dari Jakarta, Tangerang, Cilegon, Bandung, Cirebon, Purwakarta, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Pontianak, Sidoarjo, dan cabang utama yang lain. Ibadah umrah ini dipandu oleh Ustadz Akhyar Mahpudin. Para Jamaah ini termasuk kloter pertama yang mulai berada di Tanah Suci pada 16 – 24 Mei 2022

“Suasana Kota Mekah begitu luar biasa indahnya, membuat perasaan saya menjadi terharu. Seperti mimpi yang menjadi kenyataan, karena jika mengingat Mekah yang tertuju adalah Ka’bah. Di depan Ka’bah saya menangis karena Allah telah mengabulkan doa saya untuk bisa sampai ke Mekah ini,” ujar Dara, jamaah umrah dari JNE Medan.
 
Ksatria dan Srikandi lain pun merasakan hal sama seperti Dara. Merasa antusias, terharu, dan bersyukur dengan kesempatan perjalanan ke Tanah Suci. Bahkan menangis ketika melihat Ka'bah di Masjidil Haram.

Ada juga berbagai kisah mengandung hikmah seperti yang diceritakan oleh Yuda Hermawan, jamaah Umroh asal JNE Solo. Dalam perjalanan menuju Ka’bah, dirinya bertemu dengan seorang kakek yang terlepas dari rombongan keluarganya. Atas inisiatif dari Ustadz, pemimpin rombongan JNE, menyarankan untuk menyelesaikan tawaf. 
 
Selama tawaf Yuda dan rekannya Agus menggandeng sang kakek agar tidak terlepas dari rombongan JNE. Setibanya di bukit Safa, akhirnya sang kakek bertemu kembali dengan keluarga dan rombongan jamaahnya. Yuda langsung merasa lega dan bersyukur. “Ketika tawaf sambil menggandeng Kakek tersebut, rasanya kedua almarhum orangtua saya menyertai badal umrah yang saya lakukan untuk mereka."
 
Ari Bowo, Ksatria JNE asal Jogjakarta, merasa bersyukur dan bangga menjadi karyawan di perusahaan yang amanah. Semoga JNE terus menjadi perusahaan maju dan terpercaya. Sehingga bisa terus mensejahterakan karyawannya.