Plok! Plok! Plok!

Begitu, deh, kalau lagi ada nyamuk. Sibuk keplok sana-sani. Gigitannya berasa gatal di kulit. Terkadang malah jadi terlihat bentol.  Gigitan nyamuk memang bisa sangat mengganggu. Gak kenal waktu dan tempat pula. Alias bisa terjadi kapan dan di mana pun. Bikin kesel!

cara menghilangkan gatal dan bekas gigitan nyamuk

Gigitan nyamuk tidak hanya terjadi saat anak bermain di luar rumah. Di dalam rumah pun, nyamuk-nyamuk bisa tetap menggigit. Bekas gigitannya meninggalkan rasa gatal. Biasanya, sih, sensasi gatalnya mild atau ringan. Tetapi,  bukan berarti didiamkan gitu aja. Rasa gatal bisa membuat anak tidak nyaman bahkan rewel.

Makanya, Ibu harus cepat tanggap ketika anak mengeluh sudah digigit nyamuk. Segera berikan pertolongan pertama. Termasuk tentang cara menghilangkan bekas gigitan nyamuk yang biasanya akan menghitam.


Rasa Gatal yang Timbul Akibat Gigitan Nyamuk


Chi pernah merasakan harus dirawat di rumah sakit karena DBB. Gigitan nyamuk memang gak bisa dianggap sepele. Ada berbagai penyakit yang bisa saja dibawa oleh nyamuk saat menggigit anak dan orang dewasa, misalnya demam berdarah dengue atau malaria.

Giginyan nyamuk memang gak selalu membawa bibit penyakit. Tapi, paling gak meninggalkan bekas . Biasanya akan muncul bentol kemerahan dan juga sangat gatal pada kulit setelah kulit kita digigit.

Reaksi gatal yang mengganggu ini disebabkan karena saat menghisap darah, nyamuk mengeluarkan air liur yang mengandung koagulan supaya darah tidak mengental. Koagulan yang merupakan protein “asing” dalam tubuh merangsang produksi histamin yang membantu sel darah putih untuk bereaksi pada serangan benda asing tersebut. Respon dari sel darah putih itu berupa gatal, peradangan dan pembengkakan yang membuat kulit bentol.


Tanda-Tanda Gigitan Nyamuk


Biasanya gigitan nyamuk memiliki beberapa gejala. Tentu gejalanya dapat berbeda tergantung dari jenis nyamuk yang menyerang anak Namun, secara umum gejala yang muncul adalah:

  1. Timbum bentul berbentuk bulat. Terkadang ada titik putih di bagian tengah.
  2. Bentol akibat digigit nyamuk akan memerah dan terasa semakin keras seperti membengkak.
  3. Dalam beberapa kasus, bisa muncul bercak kemerahan di sekitar area yang digigit nyamuk.
  4. Saat digigit, akan terasa sedikit sengatan. Rasa gatalnya bisa terasa sampai beberapa hari.
  5. Jika seseorang mengalami alergi gigitan nyamuk, maka menyebabkan meriang, sakit kepala, dan demam

Akibat gigitan nyamuk bisa memberikan gejala yang beragam. Gatal hingga berhari-hari tingga memicu terjadinya alergi bagi yang sensitif. Oleh karena itu, sebaiknya Ibu segera memberikan tindakan pertolongan di bawah ini saat anak mengeluh habis digigit nyamuk.


Begini Cara Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk


Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai cara menghilangkan bekas gigitan nyamuk dan meredakan rasa gatal yang mengganggu kenyamanan buah hati, yaitu:


Kompres es

Cara pertama yang dapat dicoba adalah mengompres menggunakan kantong es di area bekas gigitan. Bisa juga dengan cara merendam handuk di air es atau es batu yang dihancurkan. Sensasi dingin yang dirasakan mampu “mematikan” sementara reaksi saraf di sekitar bekas gigitan. Akibatnya rasa gatal akan menghilang.


Madu

Mengoleskan madu juga dapat menjadi alternatif pertolongan pertama saat buah hati digigit nyamuk. Madu memiliki efek antiperadangan dan juga antibakteri yang bermanfaat untuk menenangkan bekas gigitan nyamuk. Sekaligus mencegah terjadinya infeksi terutama bila bentol yang terjadi sempat digaruk oleh anak


Salep dengan Camphor dan Minyak Eucalyptus

Cara ketiga yang tak kalah efektif, bahkan paling praktis adalah dengan memberikan salep pereda gatal yang mengandung camphor serta minyak eucalyptus. Kandungan bahan aktif tersebut membantu meredakan rasa gatal yang terjadi sekaligus mengempiskan bengkak atau bentol akibat gigitan nyamuk.

Pastikan Ibu selalu sedia salep tersebut di rumah. Agar kapanpun anak digigit nyamuk, pertolongan pertama dapat diberikan dengan segera. Segera hubungi dokter jika anak mengalami reaksi alergi yang berlebihan seperti demam ataupun sesak nafas. Bisa jadi anak membutuhkan penanganan medis yang lebih serius.