Ketika Keke dan Nai masih bayi pernah terkena ruam popok. Katanya, sih, di usia 3 tahun pertama memang anak cenderung terkena ruam popok. Tapi, kan, tetap aja ketika mereka mengalami.

tips mencegah dan mengatasi ruam popok pada bayi

Nah, bersyukurnya mereka jarang terkena. Menurut Chi, sebagai orangtua memang penting mengetahui penyebab ruam popok pada bayi. Supaya anak gak sering mengalami. Dengan mengetahui cara mengatasi ruam popok yang tepat, juga gak menyebabkan gejala menjadi lebih parah.
 
Ruam popok biasanya muncul sebagai corak merah pada kulit yang meradang di sekitar pantat dan selangkangan bayi.

Kulit yang mengalami ruam popok biasanya terlihat berwarna merah cerah dan seringkali diiringi oleh bengkak. Dalam beberapa kasus yang lebih parah, bagian yang terkena ruam bisa terinfeksi. Kemudian menjadi lecet, jerawat, bernanah, atau berubah menjadi bercak kuning dengan luka terbuka. Langkah pertama untuk menanganinya adalah dengan memahami penyepab terjadinya.


Penyebab Ruam Popok pada Bayi


Mengenalkan Makanan Baru

Ruam popok bisa saja terjadi ketika terdapat perubahan dalam pola makan si Kecil, misalnya dari ASI ke MPASI atau dikenalkan dengan makanan baru. Pola makan yang berubah akan mengakibatkan perubahan atau adaptasi pada tingkat keasaman di dalam ususnya. Sehingga bisa mengubah komposisi tinja dan berpeluang meningkatkan frekuensinya saat buang air besar dalam sehari.


Popok Kotor Dibiarkan Terlalu Lama

Penyebab ruam popok yang paling umum biasanya disebabkan oleh kondisi kulit popok yang basah dan lembab. Kondisi ini biasa terjadi ketika urin bercampur dengan bakteri yang ada pada tinja, kemudian terurai dan membentuk amonia- semacam senyawa asam sehingga dapat mengiritasi kulit.


Gesekan Kotoran pada Kulit Pantat Bayi

Popok yang lembap dapat menyebabkan lecet jika tidak segera diatasi. Gesekan terus-menerus antara popok dan area pantat bayi akan merusak lapisan luar kulit yang halus sehingga menyebabkan ruam popok.


Penggunaan Popok yang Terlalu Ketat

Kondisi ruam popok bisa semakin diperparah oleh penggunaan popok yang terlalu ketat. Apabila bayi  memiliki jenis kulit sensitif, maka mungkin dapat bereaksi terhadap berbagai bahan kimia seperti parfum yang digunakan dalam popok sekali pakai atau sabun deterjen yang dipakai untuk mencuci popok kainnya. Popok yang kurang longgar sangat ideal untuk pertumbuhan bakteri dan jamur, di mana 2 hal ini bisa menjadi penyebab munculnya ruam popok di area lipatan kulit.


Penanganan Ruam Popok yang Tepat


Terlepas dari berbagai usaha pencegahan yang sudah dilakukan, si Kecil tetap bisa mengalami ruam kemerahan dan iritasi kulit. Jika hal ini tetap terjadi, ada berbagai cara mengatasi ruam popok secepat mungkin, yaitu


Tetap Mengganti Popok Bayi Secepat Mungkin

Jangan pernah abaikan langkah ini. Menggunakan air untuk membersihkan selangkangan jauh lebih aman dan tidak akan begitu mengiritasi kulitnya jika dibandingkan tisu.


Bersihkan Pantat Bayi dengan Benar

Gunakan sabun pembersih yang lembut untuk kulitnya. Tepuk-tepuk kulit bayi secara perlahan dan lembut hingga kering. Jangan digosok karena dapat memperparah iritasi dan ruam.


Oleskan Salep Popok Bayi

Biarkan kulit bagian popok bayi terekspos oleh udara agar kulitnya benar-benar kering. Oleskan salep popok bayi usai mengganti popok atau setelah mandi.

Pilihlah salep yang berkualitas dan sudah teruji secara klinis. Krim ruam popok yang aman untuk bayi seperti salep Bepanthen di toko terdekat. Oleskan salep secara perlahan pada bagian ruam setiap mengganti popoknya. Krim ruam popok yang mengandung Vitamin B5 juga dapat melembapkan dan meningkatkan fungsi perlindungan kulit.