Siapa saja yang menggemari segala hal tentang Korea Selatan? Chi yakin banyak banget, deh. Selalu ada aja yang bahas tentang drakor terbaru atau industri musiknya. Baidewei, sudahkah teman-teman mengenal sosok  Gandi Sulistiyanto, Duta Besar RI untuk Republik Korea yang baru saja dilantik? 
 
duta besar ri untuk korea selatan

Sebelum mengenal lebih dekat. Kita bahas sedikit tentang Korean Wave dulu aja, ya Chi bukan penggemar K-Pop maupun drakor. Tetapi, sangat mengapresiasi fenomena ini.

Hallyu atau Korean Wave adalah fenomena yang muncul sejak pertengahan tahun 1990. Ini istilah untuk menggambarkan tersebarnya budaya pop secara global. Tidak hanya terjadi di benua Asia.
 
Chi suka menonton beberapa series asal negara barat. Nah, di beberapa episode, suka ada aja sempilan cerita tentang trend musik atau drama Korea Selatan.

Di Indonesia penggemarnya sudah pasti luar biasa banyak. Bahkan buat Chi yang bukan penggemar drama maupun musiknya pun bisa merasakan. Etapi, kalau beberapa makanannya mulai suka juga. Karena beberapa kali Nai membuat makanan ala Korea. Dia terinspirasi dari beberapa drakor yang ditonton.

Pernah gak berharap suatu saat ada Indonesian Wave? Budaya musik, sinema, hingga makanannya terkenal ke seluruh dunia. Apalagi Indonesia sebetulnya kaya akan keragaman budaya dan kuliner.

“Indonesia seharusnya sudah dikenal disana, pasar drama terbesar kedua di dunia bagi mereka ya Indonesia. Begitu juga dengan K-Pop, Indonesia sudah terkenal menjadi pasar disana, jadi nanti juga sebaliknya, kita akan menjadikan mereka sebagai pasar untuk produk Indonesia,” tutur Gandi Sulistiyanto atau akrab dipanggil Pak Sulis

Sumber: Tribunnews

 

3 Jurus Diplomasi ala Gandi Sulistiyanto 


program kerja gandi sulistyanto

Sebagai Duta Besar RI untuk Republik Korea yang baru dilantik pada tanggal 17 November, Pak Sulis menginginkan terjadinya trade balance Indonesia positif. Jangan hanya produk impor dari negeri ginseng yang banyak di negara kita. Sedangkan ekspor Indonesia ke sana masih terbatas. Berikut adalah 3 jurus diplomasi beliau:

 

Ekonomi Kreatif


  1. Optimalisasi Indonesian Trade Promotion Centre
  2. Mengajak Korea berpartisipasi dalam berbagai proyek infrastruktur di Indonesia, salah satunya melalui Soreveign Wealth Fund
  3. Ratifikasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) segera ditandatangi
  4. Meningkatkan forum bilateral anatra Indonesia dan Korea. Serta dialog tingkat tinggi mengenai kebijakan ekonomi dan pembangunan
  5. Meningkatkan kerjasama pengusaha-pengusaha muda dari kedua negara
  6. Membina para pelaku usaha kreatif di Indonesia dan pendampingan terhadap UMKM
  7. Memfasilitasi akses pendanaan perbankan kepada produsen barang di Indonesia untuk diekspor ke Korea
  8. UMKM Indonesia masuk ke dalam ekosistem supply chain perusahaan besar Korea yang berinvestasi di Indonesia

 

Kebudayaan


  1. Pertukaran misi budaya secara berkala dengan melibatkan institusi seni budaya
  2. Kerjasama perguruan tinggi dan berbagai lembaga dalam pengajaran bahasa dan kebudayaan serta riset dan sejarah diplomasi antara Indonesia dengan Korea
  3. Proyek seni antar seniman muda
  4. Pertukaran siswa SD dan menengah, serta guru Indonesia dan Korea

 

Green Energy


  1. Investasi dari perusahaan otomotif yang memperoduksi electric vehicle di Indonesia yang bernilai hingga puluhan milliar US Dollar 
  2. Menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan biomedical serta alat kesehatan
  3. Mendorong penerapan Green Economy secara bertahap seperti negara Korea
  4. Melibatkan pemerintah dan swasta dalam riset biotechnology, bio-informatics, information and communication technologies (ICT), hingga energi nano teknologi

Selain budaya pop yang menjadi Korean Wave, ada hal positif lainnya dari Korea yaitu green economy. Korea termasuk salah satu negara yang menjalankan Paris Agreement tentang dengan sangat ketat. Indonesia bisa mengadopsi berbagai hal positif tersebut agar bisa setara atau lebih maju.

profil karir gandi sulistyanto

Sebelum menjadi Duta Besar RI untuk Republik Korea, Gandi Sulistyanto adalah seorang profesional yang berkarir di sektor privat. Karirnya dimulai dari bawah di salah satu perusahaan otomotif ternama di Indonesia. Dan jabatan terakhir sebelum menjadi Duta Besar adalah President Office Sinar Mas.

Menurut Pak Sulis, ada 2 hal utama ketika menjabat sebagai President Office Sinar Mas, yaitu

  1. Diplomasi. Menjaga hubungan dengan publik dan pemerintah. Agar program perusahaan yang dapat diterima tak hanya oleh internal manajemen, namun juga pemerintah dan publik.
  2. Advokasi. Jika diplomasi tidak berhasil, terjadi polemik atau bahkan berkembang menjadi krisis, tentu membutuhkan mitigasi agar dapat segera selesai. Tujuannya agar semua pihak tidak ada yang merugi, melalui amicable solution, win-win solution. Tanpa ada pihak yang mesti kehilangan muka, losing face, atau win lose solution.
 
Meskipun skala tugasnya nanti akan berbeda, tetapi Pak Sulis berencana menerapkan Filosofi ala President Office di KBRI Seoul. Selamat bertugas, Pak Gandi Sulistiyanto!