tips makanan rumahan sehat

Makanan Rumahan (Belum Tentu) Sehat


Saat ini banyak yang menganjurkan untuk memasak makanan rumah. Beberapa orang malah sudah menjadi menu rumahan sebagai lifestyle bergaya hidup sehat. Tetapi, masakan rumahan itu belum tentu sehat bagi tubuh, lho. Kok, bisa?

Tentu saja bisa. Salah satu jawabannya adalah dari sisi kebersihan. Oleh karena itu pada hari Sabtu (8/12) bertempat di Hotel Monopoli, Kemang, Jakarta, Chi dan beberapa blogger diundang oleh Nestlé Indonesia untuk brunch yang berfaedah karena membahas tentang keamanan makanan dengan tema "Don't Let Good Food Go Bad".


Begitu datang ke lokasi acara, Chi langsung suka banget dengan dekorasinya. Lucu banget! Udah semacam diajak piknik yang seru. Tapi, ya gak hanya itu, tentunya temanya juga sangat menarik. Apalagi Chi kan juga sehari-harinya memasak untuk keluarga. Penting banget untuk tahu bagaimana mengolah masakan rumahan yang tepat.

Tips Agar Mengolah Masakan Rumahan Tetap Sehat


menyimpan makanan kemasan

Mbak Eka Herdiana, Corporate Nutritionist Nestlé Indonesia, yang menjadi narasumber pertama di acara ini mengatakan bahwa berdasarkan laporan di Dinas Kesehatan pada tahun 2017 masalah food safety ini menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) ke-2 setelah difteri. Banyak kejadian keracunan makanan di masyarakat yang justru terjadi di level rumah tangga. Oleh karena itu memang penting banget bagi kita mengetahui bagaimana mengolah makanan yang benar.

tips menyimpan sayur dan buah

Kebersihan dan Pengolahan Makanan

Sebelum memasak, jangan lupa untuk cuci tangan terlebih dahulu. Sekadar cuci tangan tidaklah cukup, tetapi harus dikeringkan. Tangan yang basah masih mengandung jutaan kuman. Cuci tangan pada saat memasak juga bisa lebih dari sekali. Misalnya, setelah mengolah daging, kita harus cuci tangan kembali saat mau mengolah sayur/buah.

Semua perlengkapan memasak juga harus dibersihkan kembali sebelum dipakai. Saat disimpan, kita kan gak tau apakah semua peralatan tersebut dihinggapi cicak, kecoa, atau binatang lainnya. Bisa juga raknya disimpan di tempat yang kurang bersih.

Peralatan memasak juga harus dipisah. Bedakan alat memasak untuk mengolah daging dengan sayur/buah. Termasuk membedakan pisau yang akan dipakai. Idealnya minimal punya 2 pisau dan 2 talenan di rumah. Satu untuk sayur dan buah, satu lagi untuk daging/ikan. Kalau enggak punya 2? Harus dicuci dulu setiap kali dipakai untuk mengolah bahan lain.

Buah dan sayur wajib dicuci sebelum diolah. Buah yang dianggap mengandung lilin, sebaiknya direndam dulu dalam keadaan utuh. Jangan direndam setelah dipotong, nanti vitaminnya akan terbuang. Kalau daging memang sebaiknya diolah tanpa dicuci. Tetapi, lihat tempat belinya juga. Kalau merasa kurang higienis, bisa dicuci sebentar, dikucuri air jeruk nipis, dan harus langsung diolah.

Bedakan masakan yang sudah dimasak dan masih segar. Jangan disatukan di satu wadah. Memasak makanan juga harus sampai benar-benar matang. Apalagi kalau memasak ayam. Wajib sampai matang. Lalu bagaimana dengan steak bila dimasak medium rare? Kalau untuk daging masih bisa dikonsumsi dengan berbagai tingkat kematangan tertentu. Kita juga masih bisa mengkonsumsi sashimi. Tetapi, pastikan kondisi ikannya segar pada saat dikonsumsi

Telur, cream, susu, serta makanan yang mengandung bahan-bahan tersebut jangan dibiarkan terlalu lama di suhu ruangan. Simpan di dalam kulkas. Makanan yang diolah tentu saja jangan langsung dimasukkan ke kulkas dalam keadaan panas. Tunggu hingga dingin baru dimasukkan ke kulkas.

Bila kita sedang sakit, sebaiknya tidak memasak. Dikhawatirkan virus  penyakit akan mengkontaminasi makanan. *part ini bikin Chi senang karena itu artinya bisa delivery order 😂

tips menyimpan susu dan olahannya

Penyimpanan Makanan

Sekarang, lagi trend yang namanya food preps. Memang jadinya praktis, tetapi belum tentu sehat kalau cara menyimpannya gak tepat. Sekarang bagaimana  cara penyimpanan yang tepat?

  1. Makanan hewani yang masih segar dan bersih, bisa langsung disimpan di kulkas. Tempatkan di wadah tertutup dan aman. Bila hanya ingin disimpan sebentar (dalam hitungan jam setelah beli), bisa ditempatkan di chiller. Bila disimpan dalam waktu lama, simpan di freezer.
  2. Masa penyimpanan ayam utuh lebih lama daripada ayam fillet. Ayam utuh belum banyak pori-pori yang belum terbuka karena masih dilindungi oleh kulit. Sehingga masih kecil kemungkinan terkontaminasi. 
  3. Daging yang disimpan di freezer dan akan diolah, sebaiknya disimpan di chiller dulu. Bisa juga diturunkan lagi ke bagian lain di kulkas. Dan jangan pernah mencairkan daging dengan cara merendam di air karena berpotensi besar untuk masuknya bakteri.
  4. Makanan matang juga bisa ditempatkan di kulkas. Tetapi, pastikan dalam keadaan dingin terlebih dahulu sebelum disimpan.
  5. Wadah penyimpanan yang baik adalah terbuat dari kaca atau plastik. Jangan menggunakan wadah dari stainless steel.
  6. Beri label dari setiap wadah agar kita tahu sudah berapa lama makanan tersebut disimpan.
  7. Kulkas yang kondisi baik biasanya suhunya stabil. Tetapi, sering buka-tutup kulkas juga bisa mempengaruhi suhu. Isi kulkas yang terlalu penuh juga bisa mempengaruhi suhu
  8. Jangan menyimpan makanan dalam kondisi terbuka. Harus dalam keadaan tertutup. Makanan bisa terkontaminasi makanan lain atau malah sebaliknya. Misalnya bila kita menyimpan seledri dan jeruk dalam keadaan terbuka di kulkas. Biasanya wangi jeruk akan berubah menjadi wangi seledri.
  9. Menyimpan sayuran setelah dibersihkan, langsung dibungkus dengan kertas. Disarankan menggunakan kertas koran karena bisa menjaga kelembapan. Tetapi, sayuran tetap gak bisa tahan lama. Jadi, jangan beli dalma jumlah banyak sekaligus.
  10. Masakan homemade harus diperhatikan pembuatan dan packingnya. 
  11. Menyimpan telur sebaiknya di pintu kulkas yang khusus tempat telur. Bagian kecil (runcing) ada di bawah untuk menjaga kuning telur tetap bertahan. Bila kulkas tidak memiliki tempat telur, bisa menyimpan telur di rak kulkas menggunakan tempat telur dari karton. Ketika akan diolah, sebaiknya pastikan dulu apakah telur masih segar atau tidak. Bisa dengan cara memecahkannya di wadah terlebih dahulu.

Menyimpan makanan di kulkas memang harus diperhatikan penempatannya. Mana makanan yang sebaiknya disimpan di freezer, chiller, rak, hingga pintu. Untuk rak dan pintu, semakin ke atas biasanya suhunya semakin dingin.

tips menyimpan makanan matang

Membaca Label Masa Simpan Makanan/Minuman

Perhatikan juga label makanan yang berhubungan dengan masa simpan, ya. Jangan sampai salah mengartikan.

  1. Expired Date - Makanan/minuman yang dikonsumsi gak boleh lebih dari tanggal expired. Udah harus dibuang bila lewat dari tanggal expired.
  2. Best Before - Kita masih bisa mengkonsumsi makanan/minuman yang sudah lewat dari tanggal yang tecantum di keterangan best before. Hanya saja kualitas sudah menurun. Tetapi, lihat kondisi makanan/minuman juga, ya. Bila dirasa udah gak bagus, mendingan buang aja.
  3. Bake On - Biasanya ada di produk roti atau kue. Bake on adalah tanggal makanan tersebut di produksi. Biasanya masa simpannya sekitar 7 hari dari tanggal bake on. Tergantung bagaimana kita menyimpan juga. Bisa jadi sebelum 7 hari sudah berjamur.
  4. Ada beberapa produk yang tidak ada keterangan masa simpan seperti gula dan garam. Bisa gunakan feeling, lihat tekstur, cium baunya, dan lain sebagainya. Bila dirasa udag kurang bagus, jangan dipakai lagi.
  5. UHT / Pasteurisasi - Pasteurisasi harus disimpan di chiller. Bedanya dengan UHT, bertahan lama di suhu ruang asalkan belum dibuka. Kalau sudah dibuka, maka harus segera dihabiskan. Bila dimasukkan ke kulkas juga gak bisa lama bila sudah dibuka.

[Silakan baca: Nestlé Kembali Menggelar Kampanye 'Ayo Bangun Indonesia 2018' - Awali Hari dnegan Sarapan Sehat]

Bagaimana Nestlé Indonesia Tetap Menjaga Kualitas Keamanan Pangan yang Diproduksi?


nestum, salad buah, yogurt, sarapan

Walaupun selalu atau sering membuat masakan rumahan, tetapi pastinya kita juga akan membeli produk makanan atau minuman pabrikan. Nestlé Indonesia merupakan salah satu produsen makanan yang sudah sangat dikenal di Indonesia. Rasa berbagai produknya yang memang enak tentu sudah pasti menjadi alasan utama. Tetapi, sangat penting juga untuk mengetahui bagaimana proses produksi di pabrik Nestlé Indonesia.

Nestlé Indonesia sudah ada secara resmi di Indonesia sejak tahun 1873. Produknya adalah SKM Tjap Nona. 100 tahun kemudian (1973), Nestlé Indonesia membangun pabrik pertama di Indonesia, tepatnya di Jawa Timur. Nestlé Indonesia terus berkembang dan membangun berbagai pabrik. Hingga tahun 2018 jumlah karyawan sudah mencapai ribuan dan hampir semua produk Nestlé yang beredar di Indonesia merupakan hasil produksi pabrik di Indonesia. Semua produknya pun halal.

Menjaga kualitas makanan dan minuman yang diproduksi menjadi tujuan utama. Tidak hanya secara lokal, tetapi juga global. "Meningkatkan kualitas hidup dan berkontribusi untuk masa depan yang lebih sehat," ujar bapak Iwan Utama, Head of Quality Management Nestlé Indonesia.

Ada 4 Kebijakan Nestlé dalam Menjaga Kualitas Pangan secara global yaitu:

Product Safety and Full Compliance

Nestlé menjamin bahwa semua produk yang dihasilkan sudah memenuhi kaidah keamanan pangan dan peraturan yang berlaku untuk produksi makanan dan minuman

Preference and Consistency

Produk yang dihasilkan juga harus disukai konsumen. Aman saja tidak cukup kalau konsumen berpendapat rasanya gak enak. Rasa produk yang dihasilkan juga harus konsisten.

Zero Defects and No Waste

Sangat diusahakan untuk meminimalkan kerusakan dan pemborosan pada saat proses produksi. Bila produksi tidak efisien, maka akan mengeluarkan biaya produksi yang mahal

Everybody's Commitment

Menjaga kualitas di Nestlé tidak hanya menjadi tanggung jawab bagian produksi. Tetapi, seluruh karyawan ikut berperan untuk menjaga kualitas tersebut.
 Setiap Nestlé akan mengeluarkan suatu produk, semuanya berawal dari konsumen. Apa yang diinginkan oleh konsumen? Tujuannya supaya produk dihasilkan memang sesuai dengan keinginan konsumen. Cara mengetahuinya adalah dengan melakukan berbagai riset, misalnya dari sisi bahan baku, teknologi, dan lain sebagainya.

Untuk pemilihan bahan baku, dimulai dari pemilihan supplier. Ada proses seleksi yang ketat dalam pemilihan supplier. Para supplier akan diberikan edukasi berupa pelatihan dan pendampingan tentang bahan baku yang berkualitas. Dimulai dari pemilihan bahan baku dan banyak tahapan lainnya hingga distribusi, diharapkan akan menghasilkan produk makanan atau minuman yang berkualitas dengan rasa yang enak sesuai harapan konsumen.

Dalam kemasan produk makanan dan minuman biasanya ada berbagai macam keterangan, seperti expired date, kandungan gizi, nomor BPOM, dan lain sebagainya. Tetapi, pernah atau tahu gak maksud dari dicantumkan kode produksi?

Kalau kita menemukan produk yang bermasalah dan melaporkan ke customer service biasanya akan ditanya kode produksi. Karena dari kode produksi akan memudahkan dicek. Kapan produk tersebut diproduksi, apa aja kandungannya, hingga siapa operator yang memproduksi produk tersebut. Jadi, belum tentu seluruh produk tersebut bermasalah, ya. Bisa jadi hanya yang memiliki kode produksi sama saja

Jadi, mengolah makanan rumahan memang menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Tetapi, harus diperhatikan pengolahan dan penyimpanannya, ya. Jangan sampai malah jadinya tidak sehat.

[Silakan baca: DANCOW EXCELNUTRI+ - Bunda, Dukung Si Kecil Bebas Bereksplorasi, Yuk!]