Makanan Rumahan (Belum Tentu) Sehat - Keke Naima

Rabu, 19 Desember 2018

Makanan Rumahan (Belum Tentu) Sehat

tips makanan rumahan sehat

Makanan Rumahan (Belum Tentu) Sehat


Saat ini banyak yang menganjurkan untuk memasak makanan rumah. Beberapa orang malah sudah menjadi menu rumahan sebagai lifestyle bergaya hidup sehat. Tetapi, masakan rumahan itu belum tentu sehat bagi tubuh, lho. Kok, bisa?

Tentu saja bisa. Salah satu jawabannya adalah dari sisi kebersihan. Oleh karena itu pada hari Sabtu (8/12) bertempat di Hotel Monopoli, Kemang, Jakarta, Chi dan beberapa blogger diundang oleh Nestlé Indonesia untuk brunch yang berfaedah karena membahas tentang keamanan makanan dengan tema "Don't Let Good Food Go Bad".


Begitu datang ke lokasi acara, Chi langsung suka banget dengan dekorasinya. Lucu banget! Udah semacam diajak piknik yang seru. Tapi, ya gak hanya itu, tentunya temanya juga sangat menarik. Apalagi Chi kan juga sehari-harinya memasak untuk keluarga. Penting banget untuk tahu bagaimana mengolah masakan rumahan yang tepat.

Tips Agar Mengolah Masakan Rumahan Tetap Sehat


menyimpan makanan kemasan

Mbak Eka Herdiana, Corporate Nutritionist Nestlé Indonesia, yang menjadi narasumber pertama di acara ini mengatakan bahwa berdasarkan laporan di Dinas Kesehatan pada tahun 2017 masalah food safety ini menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) ke-2 setelah difteri. Banyak kejadian keracunan makanan di masyarakat yang justru terjadi di level rumah tangga. Oleh karena itu memang penting banget bagi kita mengetahui bagaimana mengolah makanan yang benar.

tips menyimpan sayur dan buah

Kebersihan dan Pengolahan Makanan

Sebelum memasak, jangan lupa untuk cuci tangan terlebih dahulu. Sekadar cuci tangan tidaklah cukup, tetapi harus dikeringkan. Tangan yang basah masih mengandung jutaan kuman. Cuci tangan pada saat memasak juga bisa lebih dari sekali. Misalnya, setelah mengolah daging, kita harus cuci tangan kembali saat mau mengolah sayur/buah.

Semua perlengkapan memasak juga harus dibersihkan kembali sebelum dipakai. Saat disimpan, kita kan gak tau apakah semua peralatan tersebut dihinggapi cicak, kecoa, atau binatang lainnya. Bisa juga raknya disimpan di tempat yang kurang bersih.

Peralatan memasak juga harus dipisah. Bedakan alat memasak untuk mengolah daging dengan sayur/buah. Termasuk membedakan pisau yang akan dipakai. Idealnya minimal punya 2 pisau dan 2 talenan di rumah. Satu untuk sayur dan buah, satu lagi untuk daging/ikan. Kalau enggak punya 2? Harus dicuci dulu setiap kali dipakai untuk mengolah bahan lain.

Buah dan sayur wajib dicuci sebelum diolah. Buah yang dianggap mengandung lilin, sebaiknya direndam dulu dalam keadaan utuh. Jangan direndam setelah dipotong, nanti vitaminnya akan terbuang. Kalau daging memang sebaiknya diolah tanpa dicuci. Tetapi, lihat tempat belinya juga. Kalau merasa kurang higienis, bisa dicuci sebentar, dikucuri air jeruk nipis, dan harus langsung diolah.

Bedakan masakan yang sudah dimasak dan masih segar. Jangan disatukan di satu wadah. Memasak makanan juga harus sampai benar-benar matang. Apalagi kalau memasak ayam. Wajib sampai matang. Lalu bagaimana dengan steak bila dimasak medium rare? Kalau untuk daging masih bisa dikonsumsi dengan berbagai tingkat kematangan tertentu. Kita juga masih bisa mengkonsumsi sashimi. Tetapi, pastikan kondisi ikannya segar pada saat dikonsumsi

Telur, cream, susu, serta makanan yang mengandung bahan-bahan tersebut jangan dibiarkan terlalu lama di suhu ruangan. Simpan di dalam kulkas. Makanan yang diolah tentu saja jangan langsung dimasukkan ke kulkas dalam keadaan panas. Tunggu hingga dingin baru dimasukkan ke kulkas.

Bila kita sedang sakit, sebaiknya tidak memasak. Dikhawatirkan virus  penyakit akan mengkontaminasi makanan. *part ini bikin Chi senang karena itu artinya bisa delivery order 😂

tips menyimpan susu dan olahannya

Penyimpanan Makanan

Sekarang, lagi trend yang namanya food preps. Memang jadinya praktis, tetapi belum tentu sehat kalau cara menyimpannya gak tepat. Sekarang bagaimana  cara penyimpanan yang tepat?

  1. Makanan hewani yang masih segar dan bersih, bisa langsung disimpan di kulkas. Tempatkan di wadah tertutup dan aman. Bila hanya ingin disimpan sebentar (dalam hitungan jam setelah beli), bisa ditempatkan di chiller. Bila disimpan dalam waktu lama, simpan di freezer.
  2. Masa penyimpanan ayam utuh lebih lama daripada ayam fillet. Ayam utuh belum banyak pori-pori yang belum terbuka karena masih dilindungi oleh kulit. Sehingga masih kecil kemungkinan terkontaminasi. 
  3. Daging yang disimpan di freezer dan akan diolah, sebaiknya disimpan di chiller dulu. Bisa juga diturunkan lagi ke bagian lain di kulkas. Dan jangan pernah mencairkan daging dengan cara merendam di air karena berpotensi besar untuk masuknya bakteri.
  4. Makanan matang juga bisa ditempatkan di kulkas. Tetapi, pastikan dalam keadaan dingin terlebih dahulu sebelum disimpan.
  5. Wadah penyimpanan yang baik adalah terbuat dari kaca atau plastik. Jangan menggunakan wadah dari stainless steel.
  6. Beri label dari setiap wadah agar kita tahu sudah berapa lama makanan tersebut disimpan.
  7. Kulkas yang kondisi baik biasanya suhunya stabil. Tetapi, sering buka-tutup kulkas juga bisa mempengaruhi suhu. Isi kulkas yang terlalu penuh juga bisa mempengaruhi suhu
  8. Jangan menyimpan makanan dalam kondisi terbuka. Harus dalam keadaan tertutup. Makanan bisa terkontaminasi makanan lain atau malah sebaliknya. Misalnya bila kita menyimpan seledri dan jeruk dalam keadaan terbuka di kulkas. Biasanya wangi jeruk akan berubah menjadi wangi seledri.
  9. Menyimpan sayuran setelah dibersihkan, langsung dibungkus dengan kertas. Disarankan menggunakan kertas koran karena bisa menjaga kelembapan. Tetapi, sayuran tetap gak bisa tahan lama. Jadi, jangan beli dalma jumlah banyak sekaligus.
  10. Masakan homemade harus diperhatikan pembuatan dan packingnya. 
  11. Menyimpan telur sebaiknya di pintu kulkas yang khusus tempat telur. Bagian kecil (runcing) ada di bawah untuk menjaga kuning telur tetap bertahan. Bila kulkas tidak memiliki tempat telur, bisa menyimpan telur di rak kulkas menggunakan tempat telur dari karton. Ketika akan diolah, sebaiknya pastikan dulu apakah telur masih segar atau tidak. Bisa dengan cara memecahkannya di wadah terlebih dahulu.

Menyimpan makanan di kulkas memang harus diperhatikan penempatannya. Mana makanan yang sebaiknya disimpan di freezer, chiller, rak, hingga pintu. Untuk rak dan pintu, semakin ke atas biasanya suhunya semakin dingin.

tips menyimpan makanan matang

Membaca Label Masa Simpan Makanan/Minuman

Perhatikan juga label makanan yang berhubungan dengan masa simpan, ya. Jangan sampai salah mengartikan.

  1. Expired Date - Makanan/minuman yang dikonsumsi gak boleh lebih dari tanggal expired. Udah harus dibuang bila lewat dari tanggal expired.
  2. Best Before - Kita masih bisa mengkonsumsi makanan/minuman yang sudah lewat dari tanggal yang tecantum di keterangan best before. Hanya saja kualitas sudah menurun. Tetapi, lihat kondisi makanan/minuman juga, ya. Bila dirasa udah gak bagus, mendingan buang aja.
  3. Bake On - Biasanya ada di produk roti atau kue. Bake on adalah tanggal makanan tersebut di produksi. Biasanya masa simpannya sekitar 7 hari dari tanggal bake on. Tergantung bagaimana kita menyimpan juga. Bisa jadi sebelum 7 hari sudah berjamur.
  4. Ada beberapa produk yang tidak ada keterangan masa simpan seperti gula dan garam. Bisa gunakan feeling, lihat tekstur, cium baunya, dan lain sebagainya. Bila dirasa udag kurang bagus, jangan dipakai lagi.
  5. UHT / Pasteurisasi - Pasteurisasi harus disimpan di chiller. Bedanya dengan UHT, bertahan lama di suhu ruang asalkan belum dibuka. Kalau sudah dibuka, maka harus segera dihabiskan. Bila dimasukkan ke kulkas juga gak bisa lama bila sudah dibuka.

[Silakan baca: Nestlé Kembali Menggelar Kampanye 'Ayo Bangun Indonesia 2018' - Awali Hari dnegan Sarapan Sehat]

Bagaimana Nestlé Indonesia Tetap Menjaga Kualitas Keamanan Pangan yang Diproduksi?


nestum, salad buah, yogurt, sarapan

Walaupun selalu atau sering membuat masakan rumahan, tetapi pastinya kita juga akan membeli produk makanan atau minuman pabrikan. Nestlé Indonesia merupakan salah satu produsen makanan yang sudah sangat dikenal di Indonesia. Rasa berbagai produknya yang memang enak tentu sudah pasti menjadi alasan utama. Tetapi, sangat penting juga untuk mengetahui bagaimana proses produksi di pabrik Nestlé Indonesia.

Nestlé Indonesia sudah ada secara resmi di Indonesia sejak tahun 1873. Produknya adalah SKM Tjap Nona. 100 tahun kemudian (1973), Nestlé Indonesia membangun pabrik pertama di Indonesia, tepatnya di Jawa Timur. Nestlé Indonesia terus berkembang dan membangun berbagai pabrik. Hingga tahun 2018 jumlah karyawan sudah mencapai ribuan dan hampir semua produk Nestlé yang beredar di Indonesia merupakan hasil produksi pabrik di Indonesia. Semua produknya pun halal.

Menjaga kualitas makanan dan minuman yang diproduksi menjadi tujuan utama. Tidak hanya secara lokal, tetapi juga global. "Meningkatkan kualitas hidup dan berkontribusi untuk masa depan yang lebih sehat," ujar bapak Iwan Utama, Head of Quality Management Nestlé Indonesia.

Ada 4 Kebijakan Nestlé dalam Menjaga Kualitas Pangan secara global yaitu:

Product Safety and Full Compliance

Nestlé menjamin bahwa semua produk yang dihasilkan sudah memenuhi kaidah keamanan pangan dan peraturan yang berlaku untuk produksi makanan dan minuman

Preference and Consistency

Produk yang dihasilkan juga harus disukai konsumen. Aman saja tidak cukup kalau konsumen berpendapat rasanya gak enak. Rasa produk yang dihasilkan juga harus konsisten.

Zero Defects and No Waste

Sangat diusahakan untuk meminimalkan kerusakan dan pemborosan pada saat proses produksi. Bila produksi tidak efisien, maka akan mengeluarkan biaya produksi yang mahal

Everybody's Commitment

Menjaga kualitas di Nestlé tidak hanya menjadi tanggung jawab bagian produksi. Tetapi, seluruh karyawan ikut berperan untuk menjaga kualitas tersebut.
 Setiap Nestlé akan mengeluarkan suatu produk, semuanya berawal dari konsumen. Apa yang diinginkan oleh konsumen? Tujuannya supaya produk dihasilkan memang sesuai dengan keinginan konsumen. Cara mengetahuinya adalah dengan melakukan berbagai riset, misalnya dari sisi bahan baku, teknologi, dan lain sebagainya.

Untuk pemilihan bahan baku, dimulai dari pemilihan supplier. Ada proses seleksi yang ketat dalam pemilihan supplier. Para supplier akan diberikan edukasi berupa pelatihan dan pendampingan tentang bahan baku yang berkualitas. Dimulai dari pemilihan bahan baku dan banyak tahapan lainnya hingga distribusi, diharapkan akan menghasilkan produk makanan atau minuman yang berkualitas dengan rasa yang enak sesuai harapan konsumen.

Dalam kemasan produk makanan dan minuman biasanya ada berbagai macam keterangan, seperti expired date, kandungan gizi, nomor BPOM, dan lain sebagainya. Tetapi, pernah atau tahu gak maksud dari dicantumkan kode produksi?

Kalau kita menemukan produk yang bermasalah dan melaporkan ke customer service biasanya akan ditanya kode produksi. Karena dari kode produksi akan memudahkan dicek. Kapan produk tersebut diproduksi, apa aja kandungannya, hingga siapa operator yang memproduksi produk tersebut. Jadi, belum tentu seluruh produk tersebut bermasalah, ya. Bisa jadi hanya yang memiliki kode produksi sama saja

Jadi, mengolah makanan rumahan memang menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Tetapi, harus diperhatikan pengolahan dan penyimpanannya, ya. Jangan sampai malah jadinya tidak sehat.

[Silakan baca: DANCOW EXCELNUTRI+ - Bunda, Dukung Si Kecil Bebas Bereksplorasi, Yuk!]

35 komentar:

  1. Bener banget ini. Gak otomatis ya kalo makanan rumahan pasti sehat. Gimana bahan dan ngolahnya. Makanan di luar juga gak selalu identik dengan makanan gak sehat. Bisa saja sebaliknya. :)

    BalasHapus
  2. dan aku baru tahu kalo cara nyimpen telur harus begitu, yg runcing dibawah, dan wadah simpen jgn stainlesssteel.jadi pgn cek kulkas juga pas nanti libur thn baru mba. biar bisa benerin yg asistenku masih salah soal penyimpanan ini

    BalasHapus
  3. Nah iya aku juga membedakan pisau daging maupun pisau buah&sayur, di rumah punya pisau sih baru 4 dan itu khsusu nah beda cerita kalau suami yang ke dapur beuh pisau buah dipake buat motong daging gitulah bapak2 kalau dikasih tahu alasannya "sama aja yang penting piso" :D

    BalasHapus
  4. betul mbak mira, malah aku mah sebel sama lalat hijau tuh, suka bertelur di makanan, dan bikin jijik plus mual liatnya

    BalasHapus
  5. Nah soal daging yang jangan dicuci ini nih mbak yang ibuku masih ragu..aku kasih tahu kalau daging yang dicuci bisa masuk bakteri ibuku khawatir kalau nggak dicuci ntar jorok hihi

    BalasHapus
  6. Ulasannya lengkap sekali Mbak Myra. Semoga nanti tidak lupa saat prakteknya. Aku sering soalnya, habis belanja langsung bruk masuk dalam kulkas seplastiknya. Harus mulai berbenah juga nih.

    BalasHapus
  7. Nah nyimpen makanan dlm wadah kebuka di kulkas ini msh sering bgt di rumahku, kebiasaan buruuk memang yaa

    BalasHapus
  8. Aku hampir gk pernah masak nih mak, jd gk simpen banyak bahan makanan mentah gitu. Paling telur iya. Dan kalo beli selalu secukupnya tempat telus di pintu kulkas, biar gk phsing nyimpennya. Hihi.

    BalasHapus
  9. Eh ini tempatnya bagus bangeeeeet. Naksir sama mangkuk dan sendoknya akutuu ^^" Ini mirip tempat start up gitu ya haha. Duh mudah-mudahan bisa punya tempat kayak gitu di masa depan *aamiin #LhaaSalfok

    Aku termasuk barisan orang-orang yang abai terhadap kesehatan makanan. Suka lupa juga ngecek tanggal kedaluwarsa padahal kan itu super duper penting. Cuma karena sekarang kayaknya memang lagi asa-masanya orang-orang menerapkan konsumsi makanan sehat, jadi akunya tererak dan termotivasi juga. Alhamdulillah.

    Padahal kalau mau alik lagi ke ajaran buyut kita zaman dulu, kebersihan makanan itu membudaya banget. Bersih dan dari bahan-bahan yang menyehatkan. Ini mesti kubintangin nih postingannya. Hehe

    BalasHapus
  10. Mbaa, tulisan bermanfaat banget sama aku. Aku baru tahu kalau sakt sebaiknya tidak masak dan memang ya jadi asyik karena bisa delivery order. Hhahaha. Iyap penyimpnanan daging sebaiknya juga diperhatikan saat di kulkas ya. Aku tuh kebiasaan semuanya masuk kulkas tapi teryata kepenuhan ya nggak bagus

    BalasHapus
  11. Hahaha, baru tahu tentang pisau euy...
    Biasanya pukul rata semua, kecuali untuk daging memang ada pisau khusus.

    Hahaha, pas di bagian ini aku juga ikutan senyum simpul:

    "... bila kita sedang sakit, sebaiknya tidak memasak. Dikhawatirkan virus penyakit akan mengkontaminasi makanan. *part ini bikin Chi senang karena itu artinya bisa delivery order"

    ... delivery order, asyiiik! :)

    BalasHapus
  12. Di rumah justru kita harus ekstra hati-hati kalau masak. Aku aja masih ngerasa suka asal-asalan kalau cuci sayuran.. makasih mbak tipsnya

    BalasHapus
  13. Bener, makanan rumahan juga belum tentu sehat, jika kita mengolahnya dengan semau kita saja ya.
    Wah, begitu ya, sebaiknya ketika sedang sakit tidak usah memasak ya, cakep ini, bisa istirahat kitanya

    BalasHapus
  14. Jaman masih bikin MPASI, semua pisau dan talenan aku pisah2in, buat daging dan sayur buah beda-beda. Setelah anak2 besar aku mulai cuek, males kebanyakan cucian, padahal salah yaa.. duh, mulai besok bakal berusaha tertib lagi deh soal kebersihan peralatan masak ini, demi kesehatan keluarga.

    BalasHapus
  15. Nah, iya betul banget, nih. Orang kadang mikir kalau masakan rumah, pasti sehat. Padahal ya belum tentu. Kalau gak bersih, ngasal masaknya, terus makanan gak disimpan dgn baik, ya bisa bikin penyakit juga ya. Makasih sharingnya, Mbak. Manfaat banget, nih. Ada yg baru saya tahu...

    BalasHapus
  16. teorinya sih begitu, makanan sehat itu kalau ngolah sendiri, selama yag ngolah pinter ngolah hehhe

    BalasHapus
  17. Makanan rumahan kalo ga bersih alat dan cara mengolahnya ya sama aja ya mak Chi.

    BalasHapus
  18. Wah bermanfaat nih ngingetin ..yg baru tau aku itu penyimpanan telur hrs runcing di bawah aku selama ini sebaliknya...heu..

    BalasHapus
  19. Banyak tips and tricks yang berguna bangeet chi.. dan bener. Kita ngg boleh sembarangan ya dengan proses penyimpanan dan pengolahan makanan supaya tidak bermasalah nantinya

    BalasHapus
  20. Waaaah, penting banget ini ilmunya buat ibu-ibu. Kontaminasi bakteri di dapur memang rentan banget terjadi si.... Dan kadang nggak ngeh ya....

    BalasHapus
  21. Mbak, klo bungkus sayurannya pakai kertas koran bukannya nanti nempel di sayur tuh bekas tinta artikel di koran? Gak lebih berbahaya lagi kah itu?

    Saya juga klo masak, kayak bebek, dikit2 ke kran air karena yaaa sebelum dan sesudah mengolah itu gak afdol rasanya klo gak cuci tangan ataupun alat2nya dulu.

    BalasHapus
  22. Asyik banget brunchnya nih, apalagi itu cemilannya menggodaaa... Baru tau lho aku kalo nyuci buah itu direndam dulu.

    BalasHapus
  23. Waahh..jadi harus benar-benar diperhatikan banget ya semua prosesnya. Kadang ga sadar penyakit malah datangnya dari rumah. Makasih info dan tipsnya mbak.

    BalasHapus
  24. Betul banget, Mbak...makanan rumah juga belum tentu sehat. Justru kudu lebih ekstra jaganya. Makanan di kulkas, kudu sering di tengok juga, nih. Pengalaman suka ada yg busuk, hehe. Makasih sharingnya, Mbak. Manfaat banget. Baru tau kalau tempat sebaiknya plastik atau kaca. Tidak boleh stainless steel.

    BalasHapus
  25. Menjadi bekal bagi saya ketika membaca Tips2 apalagi yang berhubungan dengan makanan dan kesehatan 😊 makasih tipsnya kak 😘

    BalasHapus
  26. Sashimi aku juga masih tkaut-takut makan heheheeh
    daging sapi ini juga bosku suka yang setengah matang dulu waktu kerja di luar.
    Harus hati-hati sendiri kita dalam menjaga makanan ya Mba.

    BalasHapus
  27. bener banget ini, aku ajja talenan campur aduk sekarang, pisau, kulkas juga nyimpannya ngasal. duh, pr banget buat hidup sehat

    BalasHapus
  28. Betul banegt mbak, kalau cara penyimpanan dan pengolahan keliru malah kadang jg bisa bikin keracunan makanan ya. Jd walau makanan rumahan sekalipun sebaiknya diperhatikan betul cara yg benar sat menyimpan dan memasaknya.

    BalasHapus
  29. Wah...tipsnyaaa...
    Sesuatu yang aku butuhkan banget, mba.
    Karena selama ini suka asal aja masukin bahan makanan.

    Pokonya jangan ditaruh di udara bebas aja.
    Ternyata ada aturan yang harus tetap diperhatikan agar terjaga kesehatan keluarga.

    BalasHapus
  30. Wah waahh...ternyata makanan yang kita olah sendiri di rumah pun bisa jadi sumber penyakit ya kalau tidak tau cara penyimpanannya. Menarik sekali nih berbagai tips yang diberikan oleh Nestle.

    BalasHapus
  31. Ini penting banget ilmunya buat aku yang jadi sering ke dapur semenjak anak-anak mulai makan hihihi... Ternyata banyak yang salah nih aku, makanan dikulkas masi kebuka tanpa tutup kalau nyimpan juga :(

    BalasHapus
  32. seneng banget hadir di acara ini. dapat banyak ilmu bermanfaat seputar makanan rumahan dan suasanannya kayak lagi piknik :)
    btw pisau di rumahku cuman ada satu. ya jadi bolak balik nyuci kalo mau pake :D

    BalasHapus
  33. Hehehe bunda divrumah cuma 3 bh pisau u/ di dapur. Gak ada pemisahan apakah itu pisau buat / daging atau yg lainnya.

    BalasHapus
  34. yup penyimpanan dan pengolahannya harus benar ya

    BalasHapus
  35. Bener banget, olahan rumah belum tentu bersih dan sehat, penyimpanannya, pengolahannya harus bener-bener diperhatikan juga

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^