bersiwak, sasha, pasta gigi mengandung siwak asli

Berhijrah Bersama Sasha, Pasta Gigi Halal yang Mengandung Siwak

Foto milik @hijabinfluencersnetwork

“Chi, kamu makin cantik pakai kerudung! Pas pula mulainya di Tahun Baru Hijriah!”

Saat itu, Chi hanya tersenyum karena sejujurnya gak sengaja dibikin pas dengan tahun baru hijriah juga. Bahkan Chi juga gak kepikiran kalau berkerudung adalah salah satu langkah berhijrah.

Niatan Chi berhijrah hanya karena capek sama rambut sendiri. Punya badan kurus *Yup! Dulu Chi mah kurus, bahkan cungkring*, tetapi rambut tebal dan ikal membuat banyak orang bilang kalau Chi keberatan rambut. Bahkan sering juga dibilang kalau Chi jadi kelihatan kayak singa saat rambutnya sedang diurai. Ngeselin banget kan omongan kayak gitu.

Satunya-satunya cara supaya gak dapat omongan kayak gitu hanyalah dengan mengikat rambut atau dipotong sependek mungkin. Tapi, kan Chi bosan kalau gak banyak pilihan. Makanya, Chi memilih pakai kerudung aja. Apalagi saat itu berkerudung dengan dimodelin begini begitu lagi ngetrend banget. Chi pikir, kalau gak bisa menata rambut, setidaknya bisa menata kerudung.

Singkat cerita, pengalaman berhijab Chi gak selalu berjalan mulus. Awalnya masih suka lepas-pasang. Lama-lama mulai konsisten berhijab. Tadinya, suka dimodelin macam-macam, sekarang sudah jauh berkurang. Keinginan Chi sekarang ini adalah ingin berhijab syar’i.

Apakah dengan mulai berhijab artinya Chi sudah berhijrah?

Makna Berhijrah bagi Umat Muslim



Dari sisi bahasa, hijrah berarti memutuskan / meninggalkan.

Jumat (30/11) bertempat di The Hook, Jakarta, Sasha dan Hijab Influencers Network mengadakan blogger gathering dengan tema “Memaknai Hijrah Dalam Kehidupan Muslimah”. Saat ini, berhijrah seperti menjadi suatu trend. Semakin banyak muslim dan muslimah di Indonesia yang menggaungkan hijrah. Mulai dari masyarakat biasa hingga artis. Chi pun beberapa kali berdiskusi tentang hijrah ini dengan K’Aie.

Dalam konteks yang lebih luas, hijrah berarti meninggalkan sesuatu yang buruk menuju ke arah yang baik sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Islam adalah agama yang sempurna. Semua aspek kehidupan seorang muslim/muslimah ada peraturannya, termasuk untuk hal yang dianggap sepele sekalipun. Dalam Al-Qur’an pun kata hijrah tertulis hingga 31x berarti jangan dianggap main-main.

Berhijrah bukan berarti menjadikan kita tidak toleran. Hijrah tidak harus dilakukan secara ekstrim. Berhijrah adalah suatu proses yang harus dilakukan secara berkesinambungan.

Berhijrah Hingga Akhir Hayat


Seorang muslimah yang mulai berkerudung sering dianggap sudah berhijrah. Begitu pun dengan muslim yang mulai memanjangkan jenggot. Menurut Ummu Balqis – founder @bengkel_diri, writer, dan fashion designer -, memang tidak ada yang salah dengan anggap tersebut. Itu kan artinya sedang proses berhijrah sesuai ketentuan Allah SWT. Tetapi, seharusnya berhijrah tidak berhenti sampai di situ.

Lulu Elhasbu – Hijab Influencer, Fashion Designer & Enterpreneur -, memberikan pendapat yang senada dengan Ummu Balqis. bahwa berhijrah seharusnya proses berkesinambungan kea rah yang lebih baik hingga akhir hayat. Lulu sudah berhijab sejak kecil, tetapi hanya bersifat formalitas. Sejak kecil, Lulu belajar di sekolah Islam yang memang mengharuskan berhijab.

Hingga pada saat memasuki bangku kuliah, Lulu ingin melepas jilbab. Selama setahun tidak berjilbab, Lulu merasa ada sesuatu yang hilang. Timbul rasa yang tidak aman dalam hatinya. Sepulang dari umroh, Lulu mulai berhijab kembali dan merintis profesi sebagai model.

Godaan untuk membuka kembali jilbab kerap datang. Dari mulai memakai jibab yang asal-asalan mulai belajar bagaimana berhijab yang benar. Pakaian yang tadinya masih pendek mulai dipanjangkan. Semua memang butuh proses. oleh karena itu, Lulu mengatakan penting sekali untuk terus menggali ilmu yang baik saat berhijrah. Jangan sekadar ikut trend, tetapi tidak mempelajari ilmunya.

Semua aspek harus terus diperbaiki. Mulai pasang mind set bahwa hidup itu untuk beribadah. Selalu bawa Allah SWT dalam setiap aktivitas yang kita lakukan. Lakukan hal wajib terlebih dahulu, setelah itu lakukan yang sunnah. Salah satu sunnah Rasulullah SWT adalah bersiwak.

Bersiwak dengan Sasha Pasta Gigi Halal


pasta gigi halal, siwak asli

Semakin banyak umat muslim yang peduli dengan halal dan haram suatu produk. Setiap akan membeli sesuatu selalu dilihat apa sudah ada logo halal atau belum. Tidak sebatas dalam memilih makanan dan minuman. Produk lain seperti pasta gigi pun akan membuat kaum muslim menjadi nyaman saat sudah berlogo halal. Apalagi kalau pasta giginya mengandung siwak.

“Siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhaan bagi Rabb”. [Hadits shahih riwayat Ahmad, Irwaul Ghalil no 66). [Syarhul Mumti’ 1/120 dan Taisir ‘Alam 1/62]

Apabila kita ingin menjadi seorang muslim/muslimah yang baik, tentu saja seharusnya mengikuti sunnah rasullullah. Apa yang menjadi perkataan, perilaku, dan lain sebagainya dari Nabi Muhammad SAW sebaiknya diikuti.

“Barang siapa yang mencontohkan jalan yang baik di dalam Islam, maka ia akan mendapat pahala dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barang siapa yang mencontohkan jalan yang jelek, maka ia akan mendapat dosa dan dosa orang yang mengerjakannya sesudahnya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim: 2398)

Tetapi, mengapa setidaknya di Indonesia ini jarang terlihat orang bersiwak? Padahal banyak umat muslim yang sudah tau kalau bersiwak merupakan sunnah nabi. Rasulullah SAW sangat menyukai aktivitas bersiwak. Bahkan menjelang akhir hayat, rasullullah sempat bersiwak.

Ada beberapa orang yang mengatakan kalau mendapatkan kayu siwak di Indonesia ini agak sulit. Pendapat ini benar adanya. Chi pernah bertanya ke beberapa orang, termasuk ke K’Aie, katanya kalau mau cari siwak harus di toko tertentu.

Masyarakat yang sudah terbiasa membersihkan gigi dengan sikat dan pasta juga bisa menjadi salah satu alasan keengganan untuk bersiwak. Chi bersyukur dan senang banget karena sekarang ada Sasha, pasta gigi halal yang mengandung siwak asli.

Apakah tetap bisa dikatakan sesuai sunnah apabila menggosok gigi tetap menggunakan sikat meskipun pastanya mengandung siwak? Memang apa sih kandungan siwak?

Siwak atau miswak merupakan akar atau ranting pohon Salvadora Persica. Batangnya berwarna coklat dengan bagian dalam putih. Tekturnya lunak dan basah, bagian putihnya berserat, dan aromanya segar.

Rasulullah pernah membersihkan gigi dengan menggunakan jarinya. Oleh karena itu, Ummu Balqis mengatakan bahwa itu bisa dijadikan indikasi kalau membersihkan gigi bukan dengan siwak masih diperbolehkan.

Tetapi, tentunya ada alasan lain kenapa siwak sangat dianjurkan yaitu kandungannya yang sangat bermanfaat untuk kebersihan dan kesehatan gigi serta gusi. drg. Annisa R. Amalia, Sp.KGA, mengatakan kalau WHO sangat menyarankan dan mengakui kandungan siwak.

pasta gigi halal di indonesia

Siwak mengadung berbagai mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plak, mencegah gigi berlubang, serta memelihara kesehatan gusi.

Danti Nastiti – Asistant Brand Manager Sasha – mengatakan bahwa Sasha merupakan pasta gigi halal pertama di Indonesia yang mengandung serpihan siwak asli. Sasha tidak mengandung alkohol atau bahan lain yang berasal dari hewan.

Sasha toothpaste memiliki 2 varian yaitu:
  1. Sasha toothpaste anti bacterial – pasta giginya mengandung serpihan siwak asli dan ekstrak daun sirih yang berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab plak dan bau mulut. Nafas juga menjadi lebih segar dan tahan lama. 
  2. Sasha toothpaste whitening – pasta gigi mengandung serpihan siwak asli, lemon, dan garam ini memberikan perlindungan ganda dan membuat gigi menjadi lebih putih

Chi sudah mencoba keduanya. Sasha toothpaste anti bacterial lebih berasa herbalnya dibandingkan yang whitening. Tetapi, tetap suka dengan keduanya. Setelah bersikat, gigi menjadi lebih kesat dan di mulut juga segar.

Kedua varian ini tersedia dalam ukuran 65 gr dan 150 gr. Beberapa toko swalayan seperti Tip Top, Borma, dan lain sebagainya sudah tersedia. Tetapi, teman-teman juga bisa beli secara online.

Yuk, kita terus berhijrah. Jangan pernah berhenti berhijrah hingga menutup usia. Semoga apa yang kita lakukan terus ke arah yang lebih baik. Aamiin.

Waktunya hijrah!
Foto milik @hijabinfluencersnetwork

Sasha Halal Tooth Paste

Instagram : @sashaindonesia
Facebook : Sasha Pancaran Aura Islami