Biasanya kalau kita diundang ke satu acara, kita akan mendapatkan souvenir. Kalau ulang tahun anak, biasanya disebut goodie bag. Kalau diundang ke suatu acara juga dapet goodie bag. Isinya bervariasi. Ada yang cuma makanan aja hingga ada benda lainnya. Ada yang goodie bagnya kecil, ada juga yang besar dan banyak.

Tapi, pernah gak dapet souvenir yang dirasa merepotkan? Chi pernah beberapa kali. Biasanya kalau datang ke acara kawinan. Karena Chi itu kalau ke kawinan gak pernah bawa tas. Tas kecil sekalipun gak pernah dibawa *lagian gak punya juga. Masa' ke kawinan pake ransel hehehe*. Karena gak bawa tas, dompet dan hape biasanya ditinggal di rumah, disimpan di mobil, atau kalau HP kadang dipegang aja.

Seperti biasa kalau ke kawinan itu setelah mengisi buku tamu dan memasukkan angpao, kita akan mendapat souvenir. Kalau souvenirnya kecil sih gak masalah. Chi minta K'Aie yang bawain. Paling nanti dimasukkin ke kantong baju atau kantong celana sama K'Aie. Tapi yang repot itu kalau souvenirnya besar. Apalagi kalau ditambah berat. Ribet megangnya, uy! Pas makan tambah ribet lagi hehehe.

Pernah datang ke acara pernikahan, setelah mengisi buku tamu dan angpao, kami cuma dikasih secarik kertas. Katanya itu untuk pengambilan souvenir. Chi pikir cara ini bagus juga, nih. Souvenir bisa kita ambil saat mau pulang. Ada meja khusus untuk pengambilan souvenir. Para tamu tinggal kasih kertas pengambilan souvenir tersebut untuk ditukar dengan souvenir. Semacem kupon gitu, lah.

Cara tersebut menurut Chi gak ngerepotin. Karena kertasnya tinggal dikantongin. Ya, asalkan gak hilang kertasnya dan gak lupa, kita bisa menukarnya saat mau pulang. Kalau datang ke beberapa acara juga Chi lihat cara penukaran seperti ini udah lazim. Cuma kalau untuk acara resepsi pernikahan, Chi masih jarang banget nemuin cara yang begini. Kalau pake cara begini bisa meminimalisir kemungkinan ada tamu atau keluarga yang minta lebih dari satu souvenir gak, ya? Hehehe.

Ngomong-ngomong tentang souvenir, mamah mertua itu kolektor souvenir. Semua souvenir pernikahan dari zaman dulu hingga sekarang selalu disimpan di salah satu lemarinya. Unik juga sih jadinya kalau dilihat. Souvenir ternyata banyak macam dan ukurannnya. Setiap orang yang memberikan souvenir pasti punya pertimbangan kenapa ingin memberikan souvenir tersebut.

Tapi kayaknya cuma souvenir Chi dan K'Aie aja yang saat nikah gak bisa dikoleksi, deh. Karena souvenir kami saat itu adalah setangkai mawar merah. Undangan yang datang mendapatkan setangkai mawar merah. Buat yang dateng sama pasangan, boleh tuh dikaish ke pasangannya. Ihiiiyyy. Bunganya pakai bunga hidup. Makanya kayaknya bakal ribet kalau dikoleksi hehehe.

Teman-teman punya cerita tentang souvenir yang berkesan, gak?