Hmmm... kayaknya kalau yang ini udah mulai kelebihan gizi :D


Kamis, 12 Februari 2015, Chi menghadiri undangan media dan blogger gathering dari Wyeth Nutrition. Acara yang berlangsung di Balroom 1, Ritz Carlton Hotel - Mega Kuningan, merayakan hari jadi Wyeth Nutrition yang ke-100 tahun.

Hari jadi ini diisi dengan acara bincang-bingan yang bertema "Seberapa penting peran gizi bagi pertumbuhan otak anak? Dan, apa peran Wyeth Nutrition dalam hal pertumbuhan otak anak, khususnya bagi anak Indonesia?" Bincang-bincang ini menghadirkan 4 narasumber, yaitu DR. Dr. R.A Setyo Handryastuti, SpA(K), Ketua UKK Neurologi IDAI , Dr. Endang D. Lestari SpA(K), MPH, Ketua UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, Alejandro Septien E, Vice President Director PT. Wyeth Nutrition Indonesia, Dr. Djaja Nataatmadja, Senior Medical Manager PT. Wyeth Nutrition
Acara yang dipandu oleh MC cantik, mbak Arletta Danisworo, diawali dengan sambutan dari mr. Alejandro Septien E, Vice President Director PT. Wyeth Nutrition Indonesia.

Perjalanan Wyeth Nutrition menjadi pelopor dunia dimulai dari tahun 1915. Dr. Henry John Gerstenberg menemukan formula bernutrisi lengkap untuk kemudian dikomersialisasikan. Dari tahun ke tahun, produk Wyeth Nutrition selalu berinovasi menghasilkan produk premium untuk kesehatan ibu dan anak di seluruh dunia.


DR. Dr. R.A Setyo Handryastuti, SpA(K), Ketua UKK Neurologi IDAI

Semua orang tua pasti menginginkan punya anak yang pintar. Tapi, apakah kita tau, kalau menginginkan anak yang pintar harus dipersiapkan sejak jauh sebelum kehamilan? Nutrisi yang orang tua berikan ke anak-anak saat ini, bisa menentukan masa depan untuk generasi-generasi berikutnya, lho.

Menurut DR. Handry, untuk membuat anak pintar ada 2 faktor yang mempengaruhi, yaitu:


  1. Nutrisi yang ditambah dengan stimulasi
  2. Genetik

Pemberian nutrisi kepada anak bisa dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan. 1000 hari pertama kehidupan tidak dimulai dari sejak anak dilahirkan, melainkan sejak anak berada dalam kandungan hingga anak kurang lebih berusia 2 tahun. Untuk itu, sangat penting bagi ibu hamil untuk mendapatkan asupan nutrisi seimbang dan dilanjutkan dengan pemberian ASI Eksklusif kepada anak.

Mengapa 1000 hari pertama kehidupan dihitung sejak bayi berada dalam kandungan? Karena tumbuh kembang anak sudah terjadi sejak dalam kandungan. Yang pertama berkembang dalam kandungan adalah penglihatan dan pendengaran. Selain terus mengkonsumsi asupan gizi seimbang, ibu juga bisa menstimulasi penglihatan dan perkembangan bayinya dengan cara terus mengajaknya bicara.

Otak juga berkembang pesat ketika dalam kandungan. Ketika dilahirkan, otak bayi sebesar 50% otak manusia dewasa. Bertambah 30% lagi hingga usia 2 tahun. Jadi, saat usia 2 tahun, otak seorang anak seharusnya sudah mencapai 80% dari otak manusia dewasa. Apabila, terjadi masalah dalam asupan nutrisi hingga 1000 hari pertama kehidupan lewat, untuk mengejar ketinggalan itu cukup sulit.

Anak yang kurang gizi, akan mengalami 3 hal berikut:


  1. Berat badan yang kurang
  2. Tinggi badan dibawah standar
  3. Permasalahan dalam otak

Ketiga permasalahan tersebut, gak selalu terjadi sekaligus. Tergantung berapa tingkat kurang asupan gizi seimbangnya. Apabila otak anak sudah mengalami masalah, berarti asupan gizi untuk anak sudah sangat kurang.


Dr. Endang D. Lestari SpA(K), MPH, Ketua UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI

Ketika dalam kandungan, anak mendapatkan nutrisi yang seimbang dari ibunya. Setelah lahir, anak mendapatkan nutrisi dari 3 hal berikut:

  1. ASI - sudah pasti merupakan nutrisi terbaik dan seimbang bagi anak
  2. MPASI
  3. Nutrisi spesifik, seperti Colin, DHA_HA, dan lainnya

MPASI berkaitan dengan pemberian makan kepada anak. Permasalahannya adalah masih banyak anak yang sulit untuk diajak makan secara teratur. Untuk membuat anak mau makan secara teratur itu mebutuhkan proses. Anak bukanlah robot yang bisa diprogram untuk makan.

Beberapa tips dari Dr. Endang tentang mengajarkan anak makan secara teratur adalah sebagai berikut:


  1. Makanan utama dan selingan harus berjarak 3 jam
  2. Waktu makan bagi anak tidak boleh lebih dari 30 menit. Kalau lebih, gula di dalam tubuh anak sudah nge-block sehingga anak merasa kenyang dan jadi terpaksa makan

Hasil penelitian di beberapa negara, termasuk di negara maju sekalipun, angka kecukupan gizi anak masih sangat sedikit. Penyebabnya karena ada permasalahan dalam hal memberi makan anak. Oleh karena itu pemberian nutrisi spesifik diperlukan. Nutrisi spesifik, salah satunya bisa didapatkan di susu formula.

Pemberian nutrisi spesifik seperti susu formula memang dibutuhkan. Tapi, jangan sampai menjadikan susu sebagai pengganti makan. Usus anak harus berjalan dengan normal. Dan, itu bisa terjadi apabila anak mengkonsumsi makanan.

DR. Handry ikut menambahkan tentang tip pemberian makan terhadap anak. Menurutnya, anak usia 1-3 tahun umumnya sulit makan. Oleh karenanya penting bagi seorang ibu untuk menjadi kreatif. Olah berbagai bahan makanan yang ada di sekitar menjadi masakan yang kreatif yang akan disukai oleh anak.


Dr. Djaja Nataatmadja, Senior Medical Manager PT. Wyeth Nutrition


Wyeth adalah yang pertama memasukkan asupan AA-DHA ke dalam susu formula. Inovasi lain dari Wyeth adalah Wyeth Biofactor System, yaitu rangkaian nutris berkualitas yang dirancang sesuai tahap tumbuh kembang anak. Produk Wyeth mudah dicerna dalam tubuh.

Wyeth mendukung 3 tahapan proses belajar anak yang optimal, yaitu mengamati, berpikir, dan beraksi. Di pasaran, produk Wyeth dikenal juga bernama susu formula S-26.

Walopun bergerak di bidang susu formula, Wyeth sepenuhnya mendukung rekomendasi WHO tentang pemberian ASI eksklusi hingga berusaia 6 bulan dan terus memberikan ASI setelah dikenalkan MPASI. Produk Wyeth untuk anak berusia 1 tahun ke atas. Tujuannya untuk memberikan nutrisi spesifik, seperti yang dijabarkan oleh Dr. Endang. Selain itu dalam piramida gizi seimbang depkes pun susu memang dibutuhkan.

Wyeth selalu berkomtmen untuk terus berinovasi dengan prinsip dasar science yang kuat. Selain sebagai produsen susu formula, Wyeth juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat luas termasuk tenaga kesehatan. Direncanakan, pertengahan tahun ini Wyeth akan membuat Wyeth Nutrition science Center (WNSC) dan 2nd Indonesian Sharing on Child Health Summit (ISOCHS) melalui kerjasama dengan IDAI.

Menurut Ika Winardi, Head of Strategic Projects of PT Wyeth Nutrition Indonesia, dalam press release, WNSC sebagai pusat ilmiah memegang peran penting untuk memberikan akses luas ke informasi ilmiah yang relevan. WNSC ditunjang dengan ISOCHS yang berfungsi sebagai forum yang memfasilitasi diskusi berskala regional antar praktisi di bidang kesehatan untuk menghasilkan resolusi baru yang bermanfaat bagi pertumbuhan anak Indonesia, dan membawa selangkah lebih dekat dalam mendukung anak Indonesia menggapai masa depan yang lebih sehat.

Menurut Dr. Endang, permasalah gizi di Indonesia ini ada 2, yaitu kelebihan dan kekurangan. Untuk anak yang kelebihan gizi, biasanya orang tuanya gak memiliki masalah dalam finansial. Tapi, masih suka ada orang tua yang salah paham tentang pemberian gizi. Misalnya, mengetahui kalau ikan salmon itu baik untuk otak anak, setiap hari si anak di beri salmon. Padahal anak juga butuh variasi makanan. Lagipula, untuk memenuhi asupan nutrisi seimbang gak selalu didapat dari ikan salmon atau bahan makan yang harganya mahal. Dengan makanan murah meriah yang ada di sekitar, misalnya tahu, tempe, kangkung, dna lainnya juga anak tetap bisa mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang.

Ada juga orang tua yang sebenarnya sudah paham gizi, tapi karena kondisi yang kurang mendukung sehingga tidak atau kurang dilaksanakan. Misalnya, pada ibu yang bekerja. Mungkin karena keterbatasan waktunya, ada beberapa ibu yang kurang memperhatikan asupan gizi anak.

Untuk urusan gizi memang tidak hanya urusan klinisi. Tapi, juga menjadi urusan banyak pihak, termasuk para orang tua. Mulai sekarang, siap memperhatikan asupan gizi bagi anak-anak, kan? :)