Ketika grup FB 80's and 90's lagi ngehits banget, ada banyak status yang tentu aja bikin Chi ketawa ngakak karena bernostalgia. Salah satunya adalah ketika ada yang mengupload foto penghapus papan tulis kapur dan hubungannya dengan guru. Untuk kita yang hidup di tahun tersebut akan langsung mengerti hubungannya. Apalagi kalau bukan tentang 'penghapus melayang'  bila ada anak yang dianggap nakal.

Sampe kemudian timbulah perdebatan. Ada yang merasa anak-anak zaman sekarang itu kurang tangguh. Karena kalau sampe ada kejadian 'penghapus melayang' saat ini, pasti gurunya akan kena kasus. Tapi ada juga yang bilang kalau 'penghapus melayang' bukanlah sesuatu yang lucu karena itu termasuk salah satu bentuk kekerasan terhadap anak.

Bisa ditebak, selanjutnya terjadilah perdebatan... Hari gini, grup manapun kayaknya gak lepas dari perdebatan, ya. Cape, deeehh...

Chi sih gak ikut komen di sana. Ketika ada yang sedang berdebat (baca: ribut) mendingan melipir. Menurut Chi ini bukan semata-mata anak zaman dulu lebih tangguh. Atau juga bukan tentang termasuk kekerasan. Tapi, zamannya memang udah beda. Gaya belajar dan mengajar dna hubungan antara guru-murid sudah terjadi perubahan.

Mungkin ini berkaitan dengan yang namanya kebebasan berpendapat. Dulu, berpendapat belum sebebas sekarang. Jadi, ketika guru memarahi bahkan sampe ada 'penghapus melayang' sekalipun, kita cuma bisa diam. Menatap mata guru pun rasanya gak berani, cuma bisa menunduk. Paling ngedumelnya di dalam hati aja hehehe.

Ketika sekarang sudah dewasa, pengalaman masa sekolah itu jadi sesuatu yang seru dan lucu untuk dikenang. Tapi, ya sebatas bernostalgia aja. Kalau kebiasaan seperti itu masih ada di zaman sekarang, rasanya Chi sebagai orang tua pun juga akan terima. Pasti Chi akan protes ke gurunya kalau Keke dan Nai sampai mengalami. :D

Karena sekarang era kebebasan berpendapat, anak-anak zaman sekarang lebih berani berbicara. Mereka belum tentu mau terima hukuman begitu saja. Apalagi kalau merasa gak salah. Sebetulnya ada bagusnya juga, sih. Selama komunikasinya masih dalam batas sopan santun. Jadi rasanya hukuman seperti 'penghapus melayang' kurang cocok untuk zaman sekarang. Guru harus lebih dekat ke murid-muridnya. Termasuk ketika menghukum harus lebih lembut tanpa menghilangkan ketegasan.

Kalau dibilang anak zaman dulu lebih tangguh hanya karena mengalami lemparan benda-benda yang melayang dan sekarang tidak. Anak zaman sekarang dengan beban pelajaran yang lebih berat dan harus mereka hadapi setiap hari apa gak bikin mereka tangguh juga? Tapi kalau trus dibilang guru-guru zaman dulu kurang baik karena melakukan kekerasan terhadap anak. Rasanya buat Chi enggak juga, ya. Buktinya banyak dari kita sekarang bisa tertawa mengenang itu semua, kan?

Jadi, Chi sih tetap berpendapat beda zaman memang beda gaya. Gak ada yang lebih baik atau buruk. Semua disesuaikan dengan zamannya. Yang dulu, cukup untuk nostalgia aja. Yang sekarang tentu aja mengikuti gaya saat ini.

Entah pada saat Keke dan Nai pada saat mereka sudah berkeluarga nanti seperti apa bentuk belajar-mengajarnya. Mungkin kembali ke masa 'penghapus melayang'? Hehehe... Selama masih dalam batas toleransi ya gak usah terlalu dibanding-bandingkan dengan zaman sebelumnya :)