Keke: "Bun, Sabtu besok, boleh nonton film My Idiot Brother sama temen-temen, gak?"

Walopun, Keke terus mengulang permintaannya, Chi gak langsung mengiyakan. Alasannya adalah...

  1. Chi harus nonton trailernya dulu di youtube supaya tau ini film bagus atau enggak
  2. Walopun Keke uidah menjelaskan secara singkat isi film tersebut dari yang dia lihat di youtube, tapi  buat Chi ini film bukan 'Keke banget'. Maksudnya, selama ini kalau kami nonton film ke bioskop kan film kartun. Tumben-tumbenan Keke kepengen nonton drama. Apalagi katanya, nonton film My Idiot Brother bersama teman-teman adalah ide Keke.
  3. Chi sempet berpikir kalau jangan-jangan Keke cuma biar bisa kumpul sama teman-temannya. Bukannya gak boleh ngumpul sama temen-temennya. Tapi, kalau memang mau ngumpul, jangan di bioskop. Makan di mana, main ke rumah teman, atau teman yang main ke rumah Keke.

Chi lihat di youtube, filmnya bagus dan sedih. Chi sampe nangis nontonnya. Cerita singkatnya dari yang Chi lihat di youtube, tentang kakak-beradik dimana di kakak terkena down syndrom. Awalnya, adiknya ini sayang sama kakaknya. Sampe kemudian, si adik suka dibully sama temen-temen di sekolah karena punya kakak 'idiot'. Si adik jadi malu, dan mulai benci kakaknya. Apalagi, si adik mulai jatuh cinta. Pokoknya drama banget deh ceritanya. Walopun pesan moralnya juga ada. Tapi, Chi tetep masih merasa kalau ini film bukan 'Keke banget', masih berpikir apa Keke ada maunya?

Bunda: "Bunda udah nonton trailernya. Keke boleh nonton, tapi gak di GM. Nonton di BCP aja."
Keke: "Ya... Kenapa, Bun? Temen-temen pada mau nontonnya disana?"
Bunda: "Pertama, harga tiket di GM itu 3x lipat dari BCP. Kalau cuma nonton film yang sama apa gak sayang uang? Lagian kita kan udah sering nonton di BCP, bagus bioskopnya. Kalau ada yang murah tapi bagus, ngapain juga pilih yang mahal."
Keke: "Iya juga sih, mending buat yang lain uangnya."

Chi lalu baca di Line grup Keke kalau dia bilang mau nonton di BCP aja, terserah kalau temen-temennya tetep mau di GM. Eh, gak taunya, temen-temennya pada mau ngikutin Keke nonton di BCP.

Bunda: "Masih ada lagi syaratnya. Keke harus membuat tulisan sebanyak minimal 4 halaman tentang My Idiot Brother."
Keke: "Isinya kayaknya gimana, Bun?"
Bunda: "Mulai dari sinopsis, moral story, cerita pengalaman kamu waktu nonton film itu. Pokoknya, apapun tentang My Idiot Brother."
Keke: "Oke, setuju. Yeaaayyy, nontooonn!!"

Chi mengajukan syarat itu untuk membuktikan kalau Keke memang beneran niat pengen nonton film itu. Keke memang langsung mengiyakan syarat yang Chi minta. Tapi, feeling Chi mengatakan kalau prakteknya nanti gak akan mudah.

Hari Sabtu, 2 minggu lalu, kami mengantar Keke ke BCP. Ada 1 orang temen sekolah Keke yang juga ikut berangkat bareng. Sampe lokasi udah ada 3 orang temen Keke yang sudah datang. Di jalan, lucu juga denger obrolan-obrolan Keke sama temennya. Salah satunya yang ini...

Temen Keke: "Gue bingung sama girls, katanya abis nonton mereka mau lanjut ke GM cuma buat nongkrong di Starbuck doang."
Keke: "Gue daripada ke Starbuck mending ke Sour Sally, deh."
Temen Keke: "Ah, gue mending beli es teh manis. Harganya cuma Rp3.000,00 tapi udah enak, dingin."
Keke: "Wkwkwk... Iya, bener.."

Pas, masuk ke bioskop ada 6 anak perempuan dan 2 anak laki-laki. Dua diantaranya Keke dan Nai. Menjelang film mulai, Chi lihat ada beberapa temen Keke yang baru dateng. Jadi, lumayan banyak juga yang dateng.

Chi dan K'Aie gak ikutan nonton. Jadi, ini kali pertama Keke dan Nai nonton tanpa orang tua. Alasan Chi ngizinin Keke dan Nai boleh nonton tanpa ditemani, yaitu:


  1. Chi lihat Keke sudah bisa dipercaya jaga adiknya. Nai juga nurut sama kakaknya.
  2. Sudah cukup sering kami nonton di BCP, dan selama yang kami tau bioskop ini aman. Mudah-mudahan kami gak salah menilai, ya
  3. Keke dan Nai gak cuma nonton berdua, tapi dengan banyak teman. Jadi, Chi rasa bisa saling menjaga dan sudah pada tau etika di bioskop.

Baru juga masuk ke area penonton, Keke udah nelpon katanya tiketnya hilang. Dia khawatir gak boleh masuk ke dalam bioskop. Chi bilang kalau pas masuk ke area penonton kan tiket udah diperiksa, harusnya boleh masuk. Chi minta Keke telpon lagi kalau ternyata gak boleh masuk.

Telpon pun masuk lagi, kali ini dia bilang gak dapet tempat duduk. Kok, bisa? Kan, masing-masing udah ada tiketnya? Keke gak menjelaskan secara rinci karena kelihatan bingung dari nadanya. Chi lalu tanya suasana di bioskop rame atau enggak? Setelah Keke bilang enggak, Chi minta dia cari tempat duduk lain. Yang penting, jangan pisah jauh dari teman dan adiknya. Chi minta Keke telpon lagi kalau masih ada masalah. Tapi, ditunggu-tunggu gak ada juga telpon dari Keke. Chi WA dan SMS gak dibales-bales. Berarti Chi artikan itu sudah aman.

Sekitar 1,5 jam, chi dan K'Aie nungguin yang nonton. Pas keluar, ternyata matanya banyak yang merah dan bengkak! Huaaa... Ini pasti pada nangis di bioskop. Keke ditanya macem-macem sama Chi tentang filmnya, cuma diem dan nunduk. Kelihatan kalau dia lagi sedih banget biasanya banyak diam. Sementara Nai cuma senyum tipis aja. Chi lihat popcorn caramel berukuran jumbo yang Chi beliin masih ada setengahnya, padahal biasanya masih ditengah film juga udah habis. Ini pasti gak bisa nelen makanan karena pada sedih.

Setelah nonton, semua temen Keke lanjut ke GM, kecuali kami sekeluarga dan temen Keke yang ikut kami. Mending cari makan siang di rumah makan padang aja, lha. Pas makan siang Keke mulai ada suaranya plus udah lahap makannya.

Mulai deh cerita-cerita mengalir dari mulut mereka. Yang tempat duduk itu ternyata karena ada 1 orang temen Keke yang baru datang kepengen duduk sederetan sama Keke dan temen-temennya. Tapi, karena udah gak ada bangku kosong lagi, akhirnya Keke gak kebagian. Tapi, jadinya salah seorang temen Keke yang mengalah.

Waktu nonton, anak perempuan atau laki-laki banyak yang heboh nangisnya. Meraung-raung gitu. Kalau Keke sih katanya enggak heboh nangisnya, tapi dia tetep ikutan nangis. Keke memang kalau nangis di depan umum biasanya cuma diam dan keluar air mata.

Bunda: "Adek kayaknya gak nangis, ya?"
Temen Keke: "Iya tuh, Ke. Adek lo padahal cewek, tapi kuat banget gak nangis."
Keke: "Ima mah dari awal nanya melulu ke Keke. 'Ke, nangis gak?' Berkali-kali dia nanya kayak gitu. Keke jawab aja enggak."
Nai: "Trus, pas Ima tanya lagi dan Keke gak jawab-jawab, berarti Keke udah nangis. Iya, kan?"
Keke: "Iya lah, lagi nangis ditanya-tanya."

Hahahaha... Chi jadi ngebayangin Nai nanya-nanya melulu ke Keke. :p

Seperti feeling Chi, menagih janji Keke untuk menulis 4 halaman tentang film My Idiot Brother bukanlah hal mudah. Selalu ditunda-tunda dan banyak alasan. Memang sih dari awal dia udah mulai nulis, tapi lama banget nyicil-nyicilnya sampe beberapa hari. Chi pun jadi marah.

Sebagai hukuman, Chi minta Keke menulis 1 halaman tentang arti sebuah janji. Melihat tugasnya yang bertambah banyak, mau gak mau Keke harus mengerjakan. Daripada nanti tambah banyak tugasnya?

Setelah tugas menulis My Idiot Brother selesai, Chi pun mengajak anak-anak untuk berdiskusi. Chi minta Keke dan Nai jangan hanya sekedar menonton, tapi harus ada hikmah yang bisa diambil dari tontonan tersebut. Misalnya, sesama sodara kandung harus saling menyayangi apapun kelebihan dan kekurangan sodaranya, jangan suka membully, dan lain sebagainya.

Tugas menulis tambahan tentang sebuah janji juga Chi minta Keke jangan hanya sekedar tulisan. Tapi, juga harus dipahami dan dipraktekkan kalau janji itu adalah utang. Harus dilunasi.


Karena susah ngajak K'Aie foto berdua, jadi cukup foto makanan dan minuman yang menjadi saksi bisu, saat Chi dan K'Aie nungguin Keke dan Nai yang lagi nonton. Ada colenak, cappucino, dan otak-otak. Karedok sama siomay lupa difotoin :D