Friday, October 10, 2014

Aku Anak Yang Payah

"Ya ampun.. masa' begini aja gak bisa?"

Pernah ngomong seperti itu ke anak? Chi pernah. Ups! Jangan diikuti ya, karena Chi tau itu salah. Tapi, kadang pernah ada salah dengan ngomong seperti itu. Walopun setelahnya Chi berusaha memperbaiki dengan meminta maaf dan menjelaskan ke Keke atau Nai. Supaya mereka mengerti dan kami sama-sama introspeksi.

Mbak Nina, psikolog yang berbicara di talkshow Parenthood Style Di Era Digital menjelaskan kalau idak baik anak terlalu sering mendengar perkataan seperti itu untuk dirinya. Misalnya, nih, ada anak yang ketika menaruh gelas di atas meja malah gelasnya jatuh. Kalau cuma sekali, ibunya masih maklum. Tapi ketika dilakukan berulang kali, ibunya mulai kesal trus keluar deh kata-kata "Masa' gini aja gak bisa?"

Mungkin sepintas terlihat wajar si ibu kesal, ya. Abis naruh gelas di meja aja masa jatoh terus. Itu kan hal sepele. Iya, memang sepele bagi kita yang bisa. Tapi, sebetulnya untuk bisa menaruh gelas dengan baik di meja aja perlu latihan motorik terus menerus.

Anak yang gak pernah dilatih, gak otomatis bisa menruh gelas dengan baik di atas meja. Salah satu penyebab anak yang mengalami kesulitan itu adalah anak yang sejak kecil terlalu akrab dengan gadget sehingga gak pernah dapat atau minim latihan-latihan motorik kasar maupun halus.

Jadi, memang jangan langsung menyalahkan anak. Orang tua juga harus bertanggung jawab karena tidak pernah mengajarkan. Kalau anak yang terus disalahkan, lama-lama akan tercipta di otak anak pemikiran kalau "aku anak yang payah". Efeknya bisa jelek kalau anak sudah berpikiran seperti itu.

Hmmm... kalau suatu saat nanti anak kita merasa dirinya payah, mungkin sebaiknya kita introspeksi juga ya. Jangan-jangan kita juga sebagai orang tua yang justru paling punya andil membuat anak berpikir kalau dirinya adalah anak yang payah.

Keke Naima
Keke Naima

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

30 comments:

  1. makasih artikelnya sangat bermanfaat mak, kadang sebagai orang tua kita suka lupa diri, kalau anak berbuat sesuatu yang membuat kita kesal, kitapun cenderung menghardiknya. Ini harus dirubah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, Mak. Sebagai orang tua, kita juga harus terus introspeksi, ya

      Delete
  2. Seringkali amarah orang tua mengalahkan logika ... :)

    ReplyDelete
  3. Kata2 orang tua menjadi penentu perkembangan kepribaian anak

    ReplyDelete
  4. Saya juga pernah *ikut ngacung

    ReplyDelete
  5. Saya berusaha sebisa mungkin buat tidak ngomong itu Mba Myra. Hehehe. Cuma kadang kan manusia suka lupa ya Mba.

    ReplyDelete
  6. hiks... hiks... saya juga pernah bilang seperti itu pada anak :(

    ReplyDelete
  7. kalo mampir kesini pasti langsung jleb. :D

    mamak ajari aku dong :)

    ReplyDelete
  8. Hiks.... aku juga pernah kelepasan ngomong gitu mak trs nyesel deh pas kebayang perasaan nadia gmn :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama, Mak. Udahannya suka nyesel. Semoga kita sama2 belajar, ya :)

      Delete
  9. susah ya jd ortu... biasanya kita udah tau itu salah, tp pasti ada aja masa2nya keceplosan :(
    makasih udah diingetin mak :)

    ReplyDelete
  10. Mendidik anak memang butuh kesabaran yang sueperrrrrr
    ^_^

    ReplyDelete
  11. Sebaiknya jangan merendahkan anak di hadapan orang lain. Justru beri si anak dukungan moril agar anak bisa mengerjakan aktifitas sehari hari dengan baik. Ini kata salah seorang guru anak saya dulu saat berskolah di tk ISLAM AL AZHAR

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, Pak. Sebisa mungkin saya tahan menyalahkan ketika sedang berada di depan orang lain. Karena gak efektif, malah bikin anak jadi malu

      Delete
  12. Gadget ternyata bisa menjauhkan perkembangan motorik anak ya... sepertinya penggunaan gadget memang harus dibatasi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. apapun yang berlebihan memang tidak baik, Mak :)

      Delete
  13. kadang aku melihat mak chi itu orangnya pasti sabar banget,,,dan aku pengen ketemu ama mak chi,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. kapan-kapan kita ketemu, ya

      Terima kasih kalau saya dibilang keluhatan sabar banget. Aslinya sih gak juga. Banyak belajar sabar tepatnya hehe

      Delete
  14. menjadi orang tua harus terus instrospeksi... sharing yang bagus mba..

    ReplyDelete

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^