Thursday, March 27, 2014

Dunia Anak Adalah Dunia Bermain

Salah status fanpage Ayahbunda, menarik perhatian Chi. Menarik perhatian bukan tentang cara mengajarkan agar anak rajin sikat gigi, tapi tertarik kalimat 'dengan membuat suasana yang menyenangkan.'

Chi 100% setuju dengan potongan kalimat tersebut. Gak hanya berlaku untuk mengajarkan anak sikat gigi, tapi dalam banyak hal, mengajarkan anak itu harus dibuat dengan suasana menyenangkan. Alasannya hanya 1, yaitu dunia anak adalah dunia bermain.

Namanya juga dunia bermain, pasti identik dengan hal-hal yang menyenangkan. Iya, kan? Makanya gak heran kalau anak-anak bisa betah berlama-lama bermain, bahkan sampai susah untuk diajak makan, tidur, mandi, dan aktivitas lainnya. Karena yang mereka tau dan mereka suka itu adalah bermain. Anak-anak, utamanya usia sampai 5 tahun, belum terlalu paham konsep hak dan kewajiban.
Sebagai orang tua, kitalah yang harus berusaha masuk ke dunia mereka. Bukan sebaliknya. Contohnya ketika mengajak mereka makan. Orang dewasa mungkin akan berpikir, "Ya elaaahh! Ribet amat, sih! Mau makan aja pake harus bilang ada helikopter mau parkir supaya anak mau makan. Padahal makan ya makan aja."

Tapi, itu lah anak-anak. Cara mereka berpikir yang masih penuh imajinasi tentu berbeda dengan orang dewasa. Berpikir bahwa mulut mereka adalah helipad akan memudahkannya untuk membuka mulut dan menikmati makanan. Dan, sekali lagi lebih baik orang tua yang mengikuti jalan pikiran mereka. Ya, daripada dipaksa trus ujung-ujungnya nangis dan gak ada makanan yang masuk juga? Malah tambah stress nanti kitanya.

Chi selalu berusaha menerapkan itu ke Keke dan Nai, Termasuk ketika mengajak mereka belajar. Chi gak anti mengajarkan mereka berhitung, mengenal huruf, dan lainnya sedini mungkin, yang penting harus diperhatikan adalah cara mengajarkannya. Bikin dengan cara bermain dan disesuaikan juga dengan tipe belajar serta daya tangkap mereka.

Alasan kenapa Chi gak anti mengajarkan Keke dan Nai pelajaran akademis sedini mungkin adalah karena selain dunia bermain, anak-anak juga memiliki masa periode emas (hingga usia 5 tahun). Sayang banget kalau di masa periode emas, kita gak optimasi kecerdasan mereka. Chi selalu berusaha mengkombinasikan masa periode emas tersebut dengan dunia bermain mereka.  Lebih lengkapnya tentang pengalaman Chi menciptakan suasana menyenangkan bagi Keke dan Nai, bisa dilihat di file Metode Belajar. Atau di file Parenting juga ada :)

Walaupun sudah berusaha membuat semenyenangkan mungkin, belum tentu langsung berhasil, lho. Jawaban sederhananya, sih, yang menarik buat kita kan belum tentu menarik buat mereka. Tapi, jangan berputus asa. Kesel-kesel sedikit sambi garuk-garuk tembok bolehlah hihihi. Tetap terus semangat untuk membuat suasana yang menyenangkan bagi anak-anak. Karena dunia anak adalah dunia bermain. :D
Keke Naima
Keke Naima

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

36 comments:

  1. suka deh postingan ini :D pernah denger ada yang bilang, kalau kita mau dekat sama anak, yaa jadilah anak-anak, pake lah bahasa anak-anak, dan dengarkan mereka sebagai anak-anak.
    PR mak buat saya...^_^ thanks for sharing yaaaah......

    ReplyDelete
  2. kalo lagi galau ama anak, mampir sini sejuk deeh

    ReplyDelete
  3. Agree.
    Kadang orang dewasa mikir enak sendiri, padahal buat anak belum tentu. Jadi sebisa mungkin selalu libatkan anak..

    ReplyDelete
  4. setuju mba,, kita yang harus mengerti dunia anak, bukan anak yang dituntut untuk mengerti dunia orangtua.

    ReplyDelete
  5. suka deh baca tulisannya mbak Myra ini, selalu menginspirasi :)

    ReplyDelete
  6. bener banget inih..dunia anak2 adalah dunia bermain...
    jadi mengajarkan sesuatu ke anak harus dengan cara yang menyenangkan... ;))

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, karena dunia anak identik dengan menyenangkan :)

      Delete
  7. Mak Chi, suka bgt dg tulisan ini. Sepakat. Thanks for share, dan ijin share yaa.

    ReplyDelete
  8. sepakat, mak. mau makan sambil main bola? oke aja. asal dia makan. mau minum susu sambil lari-lari, ga masalah. memang iya, supaya kita sendiri nggak gampang stres :)

    ReplyDelete
  9. Mungkin itu sebabnya, emak2 KEB yang punya banyak anak, kelihatan awet muda, ya #eeeh hihihihi. Etapi bener loh, karena sepanjang hari, keseringan main sama anak-anak n having fun with them :)

    ReplyDelete
  10. setujuuu...suka deh ngikutin postingan-postingan bunda keke sama nai soal mendidik anak...jadi belajar banyak :)

    ReplyDelete
  11. Cara belajar anak tuh maunya yang enak2. Sambil makan, joget2, dll. Hahaha

    ReplyDelete
  12. Karena cara anak-anak belajar itu dari bermain. Tapi kadang orang dewasa juga begitu... kaya aku, hahaha :p

    ReplyDelete
  13. Jadi inget kalau udah "larut" main sama Alif aku keliatan kayak anak-anak kata suamiku. Hehehe :D Mendalami dan "menyelami" diri anak bikin anak jadi nyaman ya beraktifitas sama orang dewasa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, saking serunya main sama anak, kadang kita juga kayak anak2 :)

      Delete
  14. mengajarkan anak-anak memang cepat dengan cara bermain

    ReplyDelete
  15. hahaha urusan sikat gigi ini dulu selalu jadi bahan perang aku sama Gaza, tapi pas udah gedean alhamdulillah ngga. Masalahnya ya itu, aku dulu 'lupa' kalo dia masih anak-anak, jadi gak pake main dulu langsung aja 'sikat gigi yaaa..."

    ReplyDelete

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^