Kualitas Tidur Keke dan Nai. Di postingan sebelumnya tentang Kualitas Tidur dan Kecerdasan Anak, dijelaskan kalau anak sebaiknya tidur cepat (sekitar pukul 7) supaya besok pagi mereka bangun dengan segar. Anak yang bangun dengan segar, kecerdasannya pun meningkat. Chi setuju dengan pendapat itu, tapi Keke dan Nai sebetulnya pernah ada masa dimana kalau belum pukul 1 atau 2 tengah malam belum tidur, lho. Lalu bagaimana dengan kecerdasan mereka?

Yang namanya membentuk pola tidur anak memang gak bisa sekali jadi, ya. Perasaan, sih, Chi udah selalu menerapkan disiplin sedini mungkin tapi tetep aja ada masa-masanya penuh cobaan hehe. Yuk, simak masa-masa di bawah ini...


Bayi

Waktu bayi masih mudah mengatur pola tidur mereka. Termasuk di malam hari. Dan karena Keke-Nai dikasih ASI jadi kalau mereka malam-malam terbangun, tinggal dikasih aja. Gak perlu nunggu nyiapin susu formula dulu. Jadi mereka gak perlu berlama-lama terjaga. Tinggal jleb, langsung tidur lagi, deh.


Setelah Disapih s/d Masa Sebelum Sekolah

Di masa ini pola tidur mereka berubah-ubah. Pernah sore-sore (menjelang maghrib) udah gak tahan ngantuk akhirnya tidur, tapi menjelang tengah malem bangun dan kayak hp yang baru dicharge. Langsung semangat, padahal Chi dan K'Aie udah ngantuk berat.

Setiap pola tidur mereka gak bener, tentu kami langsung berusaha perbaiki. Tapi sekalinya udah bener, paling bertahannya cuma beberapa minggu atau hitungan bulan aja. Misalnya, udah bener tidurnya pukul 7 malam. Beberapa bulan kemudian, nambah jadi pukul 8 malam. Trus berikutnya pukul 9, 10, 11, dan seterusnya.

Yang paling berat buat Chi itu ketika Keke-Nai baru bisa tidur pukul 1 atau 2 lewat tengah malam. Kami cuma punya waktu sekitar 2-3 jam sebelum subuh untuk istirahat. Pas bulan puasa lebih berat lagi. Seringkali Chi dan K'Aie suka galau antara pilih tidur atau enggak.

Kalau pilih tidur, paling 1 jam aja. Terlalu sedikit. Tapi kalau gak tidur, berarti begadang. Sementara pagi-pagi harus beraktifitas. Kebayang banget capenya, kan? Kalau udah gitu abis subuh suka nyempetin tidur lagi.

Matiin lampu, matikan tv, dab berbagai tips mengajak anak supaya cepat tidur udah kami lakukan. Tapi gak berhasil juga. Menurut Chi, sih, penyebabnya karena Keke dan Nai merasa saling menemani. Mereka keliatannya gak peduli kalau seluruh ruangan di gelapin, tv juga dimatiin, selama mereka masih bisa saling ngobrol.

Apalagi Keke-Nai itu umurnya cukup dekat. Dan mereka waktu itu masih usia balita (bahkan Nai batita), kalau udah ngobrol rame. Jadi, gimana Chi dan K'Aie mau istirahat? Kalau salah satu dari mereka udah ngantuk, baru kompakan tidur, deh.

Lalu gimana dengan kecerdasan mereka kalau suka tidur larut gitu? Hmmm... Chi merasa mereka tetep anak-anak yang cerdas. Keke dan Nai memang tidurnya terlalu larut, tapi kalau dari segi waktu jumlah waktu tidur setiap harinya itu cukup. Tidur pukul 1 atau malam. Bangun antara pukul 9 atau 10 pagi. Jadi, setiap harinya mereka tidur sekitar 8-9 jam. Belom lagi dengan tidur siang, sekitar 1 jam.

Karena waktu tidur malamnya panjang, mereka tetap merasa segar ketika bangun. Jadi, kalau dilihat dari jumlah waktu tidur, Chi rasa mereka cukup. Tapi yang harus diperbaiki adalah pola tidurnya. Tidur terlalu larut tentu aja bukan hal yang bagus. Begitu juga dengan bangun yang nyaris hampir siang hari. Tapi cukup susah memperbaiki pola tidur mereka yang terlalu larut ini. Apalagi yang harus diberesekan gak cuma 1 tapi 2 anak yang saling bersekongkol :p


Masa Sekolah

Chi semakin khawatir dengan pola tidur mereka setelah mereka mulai didaftarin untuk sekolah. Seringkali, Chi nasehatin mereka untuk tidur cepet biar bisa bangun pagi buat sekolah. Tapi, mereka tetep aja tidur larut.

Akhirnya, Chi pun terpaksa melakukan pemaksaan. Jam berapapun mereka tidur, tetep harus bangun pagi. Hasilnya? Rewel berat! Membangunkan mereka itu udah perjuangan sendiri. Belom nyuruh mandi, pake seragam, sarapan. Aaahhh pokoknya udah kayak perang

Pemaksaan bangun pagi, ternyata 'berbuah manis' juga. Pelan-pelan tidur mereka mulai cepat. Memang, sih, gak langsung drastis perubahannya. Jadi sekitar pukul 11 malam, deh. Tetep masih termasuk larut.

Pelan-pelan, mereka mulai gak terlalu susah dibangunin. Tapi, tetep aja telat terus kalau sekolah. Masuk sekolah harusnya pukul 07.30, tapi Keke-Nai pasti selalu dateng pukul 08.00. Dan itu sampe mereka lulus TK. Untungnya sekolahnya ngerti hehehe. Chi, sih, terus terang aja ke sekolah kalau ini karena pola tidur mereka. Karena gak mungkin juga bohong, lah sekolahnya deket banget sama rumah. Jalan kaki juga paling 5 menitan. Jadi, gak mungkin banget pake alasan macet :p

Menjelang Keke masuk SD, Chi mulai khawatir lagi. Kayaknya gak mungkin anak-anak masuk telat kalau SD. Apalagi kalau terus-terusan telatnya. Trus gimana? Apa harus sedikit dipaksa lagi untuk bangun lebih pagi? Pemaksaan mungkin bisa aja dilakukan lagi. Tapi, Chi merasa juga harus cari cara lain. Jaga-jaga siapa tau kurang berhasil. Dan siapa tau memang ada solusi lain.

Setelah Chi coba amatin, kayaknya masalahnya di tidur siang. Keke dan Nai kalau tidur siang, pasti malamnya tidur terlalu larut. Padahal tidur siangnya juga gak lama-lama banget. Cuma 1-2 jam aja. Kalau lebih, suka Chi bangunin.

Chi coba tes gak kasih mereka tidur siang. Awalnya, sih, Keke dan Nai kayak kepayahan pas udah masuk waktunya tidur siang. Mata udah ngantuk berat, tapi gak dibolehin tidur sama Chi. Untuk menlupakan rasa ngantuk, Chi coba kasih kegiatan-kegiatan yang bikin mereka lupa sama ngantuknya. Walopun ada kalanya gak berhasil kalau mereka udah terlalu ngantuk :D

Disitu, Chi lihat perbedaannya. Kalau mereka gak tidur siang, malamnya mereka lebih cepat lagi tidurnya. Lama-lama, mereka terbiasa gak tidur siang. Salah satu penyebabnya juga, pas SD mereka lumayan lama jam sekolahnya. Sampe rumah udah lewat tengah hari. Jadi, mereka memilih main.

Lama-lama, Keke dan Nai tidurnya mulai cepet. Antara pukul 8-9 malam. Malah kadang-kadang pukul 7 juga udah tidur. Dan itu teratur sampe sekarang. Alhamdulillah. Semoga jangan berubah-ubah lagi. :)

Banyak yang mengatakan kalau tidur siang itu bagus buat anak-anak. Tidur siang bisa menambah kecerdasan anak dan membantu pertumbuhan badan anak. Mungkin teori tersebut memang benar. Trus gimana dengan Keke-Nai yang justru sama Chi malah gak dibolehin tidur siang?

Semua orang tua pasti pengen anaknya cerdas dan pertumbuhan badannya optimal. Tapi setiap orang tua juga punya 'racikan' sendiri untuk memaksimalkan hal tersebut, kan? Seperti yang Chi tulis di atas, kalau Keke dan Nai tidur siang, malamnya pasti akan larut banget tidurnya. Kalau malamnya udah terlalu larut, pagi harinya mereka akan terpaksa bangun. Kalau bangunnya terpaksa, pasti akan sangat rewel. Mood juga jadi gak bagus. Kalau udah gitu gimana mereka mau semangat belajar di sekolah? Dan kalau semangatnya hilang, gimana mereka bisa konsentrasi belajar? Ya, semua itu berhubungan!

Jadi, dengan segala pertimbangan baik-buruk, Chi lebih memilih untuk melarang mereka tidur siang di hari sekolah. Kalau libur, Chi agak melonggarkan aturan tidur. Tapi karena mereka sekarang udah tertib dan udah bisa dikasih tau, selarut-larutnya paling pukul 10 malam juga udah tidur. Kalau bangun, sih, mereka tetep pagi. :)

Tapi, ya gitu deh. Setiap habis libur panjang, pasti Chi harus mulai mendisiplinkan lagi. Harus agak ditata lagi mood mereka. Tapi sebentar, kok. Paling lama semingguan :)

Kalau dipikir-pikir, PRnya orang tua kayak gak brenti-brenti, ya. Untuk urusan tidur aja, penyelesaiannya gak instant dan begitu ketemu solusinya belom tentu bertahan lama. Jadi, orang tua dituntut untuk terus ngerjain PR dengan tema yang sama.

Padahal urusan tidur baru 1 tema. Belum urusan lain. Tentang makan, sekolah, sakit, dan lain-lain. PRnya banyak banget! Hehehe. Ya, coba dibawa enjoy adalah. Walopun sesekali rasanya pengen juga 'teriak' :p