Walaupun bukan penggemar dangdut, tapi Chi cukup tau lah lagu dangdut Darah Muda - Rhoma Irama itu *bo'ong ding... Chi ketemu liriknya di google :p Dan kebetulan pas dengan apa yang mau Chi tulis. 

2 hari lalu, Chi denger salah satu radio. Topiknya tentang tabrakan maut. Penyiarnya bilang kalo dia pernah liat foto yang di upload temannya di instagram. Foto speedometer yang memperlihatkan temannya sedang mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Kemaren sore, Chi baca salah satu portal berita ternyata foto speedometer trus diupload ke instagram itu lagi jadi trend di kalangan anak muda. Jadi mereka memacu kendaraannya dengan kecepatan yang sangat tinggi di jalan tol, trus di foto speedometernya, abis itu di upload. Biasanya diupload di Instagram, dengan hashtag #speedometer kita udah bisa nemuin banyak foto seperti itu. Mereka akan merasa semakin keren kalau foto yang mereka upload itu semakin banyak yang nge-like.

Trendnya gak cuma ada di Indonesia, kok. Di berbagai negara juga terjadi trend ini dan para pelakunya anak muda. Trus gak cuma yang ngedarain mobil, pengendara motor juga katanya melakukan. Dan udah ada juga yang jadi korban, di berbagai negara. Kalau udah kayak gini, gak ada hubungannya lagi dengan punay SIM atau enggak. Karena punya SIM sekalipun bukan berarti boleh nyetir seenaknya kayak gitu.

Untuk orang tua yang gak kasih anaknya fasilitas mobil atau motor, menurut Chi gak otomatis bisa bernapas lega juga. Karena kalau Chi perhatiin, anak-anak itu suka saling meminjam. *Hasil dari pengamatan para sepupu yang mulai beranjak remaja :D Nah, kayaknya harus sering-sering diwanti-wanti juga.

Hmmm... darah muda, ya. Bener-bener, deh! Setuju sama lirik di atas. Ya, kalau dipikir-pikir waktu masih muda *berasa udah tua kalo ngomong gini :p, Chi juga pernah melakukan berbagai kekonyolan. Tapi kayaknya masih cukup waras untuk tidak melakukan kekonyolan yang berkaitan sama nyawa sendiri dan juga orang lain.

Kayaknya emang yang namanya anak muda itu harus diarahkan, supaya energinya yang lagi tinggi itu bisa tersalurkan. Yang seneng tawuran, bisa dilatih jadi atlet tinju. Yg seneng kebut-kebutan diarahkan ke sirkuit balap aja. Gimana? :) 

Oiya, sama satu lagi, mengajarkan anak untuk jangan kasi like sembarangan. Contohnya foto speedometer itu. Emang, sih, gak akan berdampak langsung ke anak kita. Tapi karena katanya semakin banyak dapet like, si pelaku semakin merasa gagah. Jadi mending kita gak usah ikut andil, deh. Walopun cuma sekedar sumbang jempol karena yang kayak gitu gak keliatan gagah juga.

A' Keke dan Nai, jangan ngelakuin yang aneh-aneh, ya, Nak. Main mobil-mobilan aja di rumah. Kalau mau ke luar pake sepeda aja. Itu pun jangan jauh-jauh dan jangan ngebut.


Selain gak boleh ngebut, Keke-Naima kalau main sepeda juga harus pake helm. Kalau gak mau, gak boleh sepedaan :D