Mobile Internet Pada Anak Candu atau Hobi?

Kedua anak saya, Keke (9th) dan Nai (7th) lahir di era teknologi. Sebetulnya saya gak ingin anak-anak gagap teknologi, tapi mengingat banyaknya info yang saya dengar atau baca tentang bahaya teknologi bagi anak-anak, antara lain menjadikan anak malas, ancaman obesitas, terganggunya kesehatan mata, pornografi, dan lainnya, sempat membuat saya 'parno' dan tidak ingin mengenalkan teknologi kepada anak.

Waktu baru punya Keke, saya hanya mengenalkannya kepada televisi itupun dengan tayangan yang sangat dipilih dan waktu menonton yang terbatas. Sedangkan untuk teknologi lain tidak saya kenalkan sama sekali. Salah satu konsekuensinya adalah saya dan suami harus mengurangi kegiatan bermain video games yang menjadi kegemaran kami berdua. Setidaknya jangan bermain video games saat anak belum tidur.


Berawal dari video game


Sayangnya seketat apapun peraturan yang saya berikan, akhirnya 'kecolongan' juga. Karena Keke mulai mengenal game dari Om-nya. Bisa aja, sih, sebetulnya saya tetap memberikan larangan ke Keke, tapi setelah dipikir-pikir lagi kami memutuskan untuk mengenalkan. Alasannya banyak hal umumnya seperti mata uang yang memiliki dua mata sisi. Sisi mana yang mau kita diambil itu pilihandan ada usaha yang kita lakukan sekaligus meminimalkan sisi yang lainnya. Dan berkaitan dengan teknologi saya dihadapkan pada pilihan hobi atau candu?

Lagipula saya khawatir kalau terlalu melarang, anak-anak malah akan sembunyi-sembunyi melakukannya. Karena pada dasarnya keingin tahuan anak itu tinggi. Terbukti setelah Keke dan Nai mulai bisa berkomunikasi, mereka selalu bertanya 'kenapa' setiap kali mendapat larangan. Alasan itu penting.

Walopun begitu mereka tidak bebas begitu aja, ada rambu-rambu yang harus dipatuhi oleh anak-anak yaitu :

  1. Ada batasan waktu - Senin s/d Jum'at, sepulang sekolah (sekitar pukul 14.00) mereka boleh bermain sepuasnya sampai sore hari (sekitar pukul 17.00). Itu artinya mereka punya waktu bermain kurang lebih sekitar 3 jam. Kalau lagi libur, mereka boleh bermain agak lama.
  2. Kombinasi permainan - Saya selalu mengingatkan, walopun mereka punya waktu bebas untuk bermain, sebaiknya tidak terus menerus duduk untuk bermain game tapi kombinasiin dengan permainan fisik seperti lari-larian atau bersepeda. Permainan fisik itu ka seperti berolahraga. Atau kalau pun tetap ingin bermain game, pilihkan juga game yang mengajak pemainnya menggerakkan badan.
  3. Kewajiban harus diutamakan - Dalam waktu bermain itu ada waktunya untuk sholat, makan, dan mandi. Sehabis maghrib, mereka juga harus belajar. Dan itu gak bisa diabaikan. Tidak melaksanakan kewajiban, berarti tidak mendapatkan hak untuk bermain.
 
Keseharian mereka dalam bermain tetap diselingi dengan kegiatan bersepeda. Kadang mengendarai sepeda masing-masing, tapi kadang Nai pengen dibonceng sama kakaknya.

Selama ini, Keke dan Nai cukup tertib menjalankan rambu-rambu yang sudah diberikan. Walopun sesekali mereka lalai. Biasanya ketika waktunya belajar malam, kadang kalau siangnya terlalu cape bermain atau mereka lagi asyik nonton tv atau kegiatan lain, suka agak susah diajak belajar. Kalo udah begitu saya suka mengingatkan tentang hak dan kewajiban mereka. Lagipula kalo mereka tertib belajarnya, biasanya gak perlu memakan waktu lama. 1 jam juga cukup, setelah itu mereka boleh bermain lagi sejenak kalau belum mengantuk. Lalu saya suka ngingetin lagi, waktu untuk belajar dan bermain lebih banyak setiap harinya. Nanti biasanya mereka cengengesan dan mau belajar lagi :)


Mulai mengenal internet hingga smartphone


Walau kelihatannya sedang asik sendiri tapi sebetulnya mulut mereka juga asik ngobrol dan becanda-canda

Setelah sebelumnya mereka hanya bermain video game menggunakan konsol, lama-lama mereka mulai mengenal internet melalui komputer kemudian merambah hingga smartphone. Menakjubkan sebetulnya melihat anak-anak cepat sekali mengerti bagaimana menggunakan beraneka teknologi tersebut.

Walopun sudah merambah hingga smartphone, rambu-rambu yang diberikan tidak mengalami perubahan. Selain rambu-rambu untuk Keke dan Nai, sebagai orang tua kami juga melakukan hal-al berikut :

  1. Konsisten - Dalam menerapkan rambu-rambu kita harus konsisten
  2. Jangan gaptek - Perkembangan teknologi itu pesat sekali. Dan anak-anak  bisa dapat informasi dari mana saja. Saya aja beberapa kali mendapat info baru justru dari anak-anak. Dan saya tidak merasa malu untuk bertanya kepada mereka.
  3. Pegang password mereka - Keke dan Nai sudah punya blog, walopun mereka masih jarang-jarang menulisnya. Dan saya dan suami tau password mereka. Pernah suatu hari Keke bertanya 'Kenapa Ayah dan Bunda harus tahu password Keke? Bukannya password itu kata Bunda rahasia?'. Saya lalu jelaskan kalo mereka masih dibawah umur yang artinya masih tanggung jawab penuh orang tua. Dan selama masih tanggung jawab penuh orang tua, maka dalam segala hal orang tua harus tahu.
  4. Proteksi dari link-link porno - Kalau di rumah semua link yang mengandung kata-kata tertentu itu di protect. Mereka tidak bisa membuka. Jadi setidaknya di rumah cukup aman. Cuma memang kalau di luar rumah tidak ada proteksi. Untungnya karena mereka masih anak-anak, penggunakan mobile internet masih dalam pengawasan orang tua. Mereka belum boleh membawa gadget sendiri tanpa orang tua. Jadi setidaknya kami masih bisa mengawasi.Untuk orang tua yang anaknya suka ke warnet, coba sesekali mengunjungi warnet terutama yang sering didatangi anaknya. Kadang bahasa-bahasa pengunjung warnet suka ada yang kasar dan gak pantas didengar. Kalo orang tua menemukan hal seperti itu harus sering-sering memberitahu anaknya untuk jangan ikut-ikutan.
  5. Ajarkan mereka cerdas - walopun sudah ada rambu dan beberapa proteksi tapi penting untuk mengajarkan mereka juga menjadi pintar. Saya beritahu mana hal yang baik dan buruk. Menguatkan ajaran agama. Mengajarkan mereka untuk tidak mudah ikut-ikutan. Tetap menjaga perilaku yang baik dan jaga lisan. Jangan sembarangan buka link-link ketika sedang internetan. Jangan mudah menyebarkan berita-berita yang kita sendiri gak paham. Ketika menggunakan smartphone, seringkali mendapat sms atau broadcast yang gak jelas. Yang ujung-ujungnya diminta menyebarkan berita tersebut, kalo enggak akan begini-begitu. Saya mengajarkan anak-anak untuk jangan menyebarkan, apalagi kalo udah pakai 'ancaman'. Selain mengganggu yang menerima juag seringkali mengarah musyrik. Lagipula pengguna smartphone harus cerdas, jangan cuma untuk gaya-gayaan. Makanya saya harus mengajarkan mereka untuk cerdas menggunakan segala teknologi itu.
  6. Ajarkan mereka untuk bisa memproteksi diri sendiri - Kami selalu mengingatkan mereka untuk tidak memberikan data pribadi seperti alamat, no telpon sembarangan. Kalau mereka mau upload foto pun harus dipilih-pilih, jangan sampe yang aneh-aneh yang bisa disalahgunakan oleh orang gak bertanggung jawab.
  7. Kasih mereka kepercayaan - Kalo saya perhatiin Keke dan Nai lebih suka dikasih kepercayaan daripada dilarang. Walopun sesekali pernah melanggar kepercayaan orang tua, tapi kalo dilarang mereka pasti suka lebih banyak protesnya. Lagipula mereka lebih semangat menjalankan sesuatu kalo dikasih kepercayaan
  8. Tunjukkan kegiatan lain yang menyenangkan - Anak bisa menjadi hobi bahkan kecanduan terhadap mobile internet karena gak punya kegiatan lain yang menyenangkan. Selain bermain sepeda, Keke senang main mobil-mobilan, sedangkan Nai senang menggambar dan berkreasi. Jadi keseharian mereka juga gak terus-terusan diisi dengan internetan atau main video game saja.
 
Komunikasi memegang peranan utama

Mereka juga sering main bersama-sama hanya dengan menggunakan 1 gadget saja. Seru juga kalo melihat mereka asik bermain berdua :)

Berkomunikasi dengan anak-anak itu sangat penting. Rambu-rambu dan segala peraturan lainnya akan berjalan baik kalau komunikasi terjalin dengan baik. Keke dan Nai bebas bertanya dan mengungkap apa saja pemikiran mereka kepada orang tuanya.

Dari zaman apapun biasanya anak lebih suka berkomunikasi dengan teman. Alasannya, sih, ngobrol dengan teman itu lebih asik daripada dengan orang tua. Mungkin karena teman tidak menggurui. Dan karena kami juga pernah mengalami masa seperti itu, maka saya dan suami berusaha menjadi teman mereka ketika berkomunikasi walopun untuk saat-saat tertentu tetap harus menunjukkan bahwa kami adalah orang tua mereka.


Manfaat dari semua teknologi itu


Ya, sekali lagi semua seperti mata uang. Dan sisi yang bisa kami dapat dengan mengenalkan mereka kepada teknologi adalah :

  1. Pintar dan berani berbahasa inggris - video game dan juga dunia internet umumnya berbahasa inggris. Oiya Keke dan Nai juga suka nonton channel seperti disney, disney junior, dan nickleodeon. Mereka sering bertanya tentang kata-kata dalam bahasa inggris. Lama-lama saya mengajarkan mereka cara mencari arti kata melalui internet. Kosa kata mereka bertambah, dan keberanian mereka untuk berbahasa inggris pun meningkat.
  2. Membantu belajar - Orang tua gak selalu tau segalanya. Pelajaran sekolah yang semakin susah, pertanyaan anak-anak yang juga kritis-kritis, keberadaan internet sangat membantu. Seringkali saya juga mengajak mereka untuk sama-sama mencari tahu melalui internet. Selain supaya mereka tau caranya, juga mengajak mereka untuk berdiskusi
  3. Tidak gaptek - Cepat atau lambat mereka pada akhirnya juga akan bersentuhan dengan teknologi. Waktu liburan kemarin, Keke yang membantu ayahnya selama dalam perjalanan. Dia sering membantu ayahnya mengarahkan jalan, caranya dengan membaca GPS. Keke sudah mahir menggunakan GPS walopun diajarkan sesaat.
  4. Menambah keakraban - katanya kalo kita sudah bersentuhan dengan teknologi terutama mobile internet, akan asik dengan dunianya sendiri. Sosialisasi dan juga kebersamaan berkurang. Kami tidak merasakannya sampai saat ini. Seringkali kami membuka internet bersama-sama, entah itu untuk belajar ataupun sekedar mencari hiburan. Ada kalanya kami juga asik dengan gadget masing-masing. Tapi sering juga walopun masing-masing pegang gadget (bahkan sering duduknya saling bersebelahan), kami tetap seru berkomunikasi. Bahkan komunikasinya suka seru, karena campur aduk. Komunikasi dengan jari-jari (chatting) tapi mulut juga berkomunikasi membicarakan chat yang sedang dilakukan. Seru aja! Sering ketawa-tawa juga jadinya :D
 
Saya bisa mengatakan kalo kedekatan Keke dan Nai masih sebatas hobi, belum sampai kecanduan. Terlihat dari nilai-nilai pelajaran mereka masih bagus-bagus sampai sekarang. Begitu juga dengan perilaku mereka. Masih wajar dan belum mengkhawatirkan. Alhamdulillah. Tentu aja cara yang sudah kami lakukan ini harus terus dipertahankan, dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Saya adalah seorang ibu rumah tangga yang tentu saja punya banyak waktu untuk mendampingi anak-anak. Saya tidak mempunyai pengalaman sebagai ibu yang berkarir ketika sudah mempunyai anak. Tapi semasa saya kecil hingga dewasa, mamah saya adalah wanita karir. Dan saya melihat sesibuk apapun orang tua, komunikasi juga merupakan bagian terpenting dalam mengawasi dan mengajari anak-anak.

76 comments

  1. biarpun ibu rumah tangga, kadang suka kecolongan juga mak. kan kita susah jg ngawasin 24 jam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, Mak. Kita gak bs ngawasin 24 jam. Mnrt sy, sih, setidaknya dg komunikasi yg baik paling gak kita bisa meminimalkan efek negatif

      Hapus
  2. memang harus waspada dan bijak kasih peralatan kepada anak. jangan asal kasih karena kasihan atau gengsi semata. edukasi dan asistensi harus terus berjalan. seperti kontes yang terus diikuti :) Moga menang Mbak....

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin terima kasih byk, mas.

      setuju sesuatu yg kita beli hrs tau manfaatnya :)

      Hapus
  3. yang terpenting keterbukaan antara anak dan orangtua,mungkin..tapi,lagi-lagi belajar dari keluarga mbk myra...maklum belum punya anak jadi belajar dulu hehehe

    sukses mbk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mak, pengalaman sy kalo anak2 terbuka itu membantu kita bgt dlm pengawasan :)

      Hapus
  4. ga perlu dilarang wong sudah jamannya
    paling paling ya diawasi saja lah...

    BalasHapus
  5. semakin dilarang justru penasaran Jeng,
    Dengan dibiarkan mencoba dengan pendampingan dan rambu-rambu malah lebih efektif seperti yang Jeng Chi sharingkan ini.
    Woo Keke dan Naima sangat melek teknologi Jeng.
    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mbak. Kl dilarang mala mereka diem2 engen nyoba :)

      Hapus
  6. wah.. aku juga punya permasalahan yang serupa nih.. Anakku penggila dunia digital.. kadang agak susah untuk memintanya mengurangi..
    Semoga sukses dengan lombanya Mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kadang Keke-Nai juga suka ada ngeyelnya, kok, Mbak. Tp paling sy ingetin aja terus :)

      Hapus
  7. yang penting tetap selalu diperhatikan saja bu ..

    BalasHapus
  8. Makasih nih Mak buat tips2nya.. Sangat membantu dan bisa saya tiru n modifikasi sesuai kebutuhan anak. Dzaky udah mulai suka main game di HP.. tentu dengan syarat, mainnya sambil duduk dan jaraknya pun tidak terlalu dekat...

    BalasHapus
  9. Ini sudah kumplit mba, plit plit. Kalo saya juri, sudah saya menangin deh. TIpsnya sudah ini semua :)

    Moga menang yaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh, Mbak Niar bikin sy jadi GR. Terima kasih byk, ya, Mak.

      Aamiin, semoga memang rezekinya :)

      Hapus
  10. lha ini mbak myra yang emang patut dicermati oleh para ibu dan calon ibu. Memang gak bisa ngelarang, udah jamannya ya. Bookmark artikelnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih, ya, udah di bookmark

      iya, Mbak, krn skrg info udah dr mana2. Nanti kl di rumah terlalu dilarang sy khawatir mereka malah cari tau sendiri. Lagian kasian juga nanti mereka gaptek sendirian

      Hapus
  11. asalkan anak2 patuh pada aturan yg diterapkan ortu, memang ga masalah ya... Dan Farras, anak saya, walaupun sudah kenal dgn video games,PS dll, tapi Alhamdulillah, tidak kecanduan. Bermain mobile internet, kalo lagi mau aja, kalo lagi gak mau, ya.. ga main2 :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah, itu tugas dr masing2 ortu supaya bikin anaknya patuh. Pasti tia org tua y cara masing2, deh :)

      Alhamdulilla Farras juga gak kecanduan, ya :)

      Hapus
  12. Gadget di rumah kami boleh dibilang lengkap, Mak. Awalnya aku juga parno banget sama kebiasaan/kecanduan anak-anakku, tapi alhamdulillah, sejauh ini tidak berpengaruh terutama sama prestasi sekolah mereka, mereka tetap paham bahwa urusan sekolah is number one, hehehe. Yg penting memang kita harus tetap memberikan kepercayaan kepada mereka ya, Mak. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. toss, Mbak. Pokoknya kewajiban itu numero uno hehehe

      mereka kalo dikasih kepercayaan malah lebih semangat, ya, Mbak :)

      Hapus
  13. noted bun, emg penggunaan gadget anak2 baiknya diawasi ortu

    BalasHapus
    Balasan
    1. apalagi kl mereka masih dibawah umur :)

      Hapus
  14. Kalau masih wajar dan ada batasan seperti itu, okelah ya Bun...

    BalasHapus
  15. karena dirumah ga ada tipi jadi kami ngandelkan inet dan media cetak u informasi dirumah...inet memang harus pengawasan ketat kayaknya...:)..benar2 dunia tanpa batas deh yg satu itu...hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, internet emang bener2 gak ada batas. Jd sebaiknya kita yg membatasi :D

      Hapus
  16. Dari awal udah menduga, tulisan seapik dan sedetail ini, pasti akan ikut sebuah lomba. Tapi tidak membuat saya segera scrolling down untuk melihat ending postingan lho. Karena paragraf demi paragraf yang Mak Myra tuliskan cukup menarik untuk dilahap dan dibaca dengan seksama.

    Seperti biasa, tulisannya keren dan penuh muatan informasi dan pembelajaran bagi kita, para orang tua yang [memang bener banget] anak-anak kita tumbuh di era digital yang berlari begitu pesat.

    Setuju dengan semua point2nya. Tulisan yang smart. Sukses ya, Mak cantik! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih byk, Mak Alaika.

      Aamiin. Sukses juga buat Mak Alaika :)

      Hapus
  17. Betul sekali Mba, kita sebagai orang tua hanya tinggal mengawasi dan mengarahkan bila sarana sudah tersedia di lingkungan rumah kita. Terkadang dunia anak yang bersifat ingin tahu dan mencoba hal ini dapat merangsang dunia kreatifitas mereka dalam dunia teknologi yang ada.

    Sukses untuk lombanya ya Mba.
    Salam wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. jd teknologi sebetulnya bukan utk dihindari malah bermanfaat asal tau caranya, ya :)

      aamiin, Thx :)

      Hapus
  18. Mak, gimana cara mengendalikan anak 3 th 8 bulan yang sangat menyukai tontonan :) makasih ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kl kata sy, sih, rambu2 dan segala hal yg ada dipostingan ini bs dipakai utk menghindari supaya anak gak terlalu byk nonton tv. Krn sy juga mempraktekkan hal seperti itu. Dan akhirnya Anak2 sy gak terlalu banyak nonton tv, Mbak :)

      Hapus
  19. Chi, tulisannya keren banget!
    Saya suka teori dan aplikasi yang Chi tulis disini...sederhana, mudah dimengerti dan apa adanya.

    Saya juga sering lihat anak-anak yang asyik dengan gadget yang dimilikinya. Mungkin kelihatan keren, dan saya yakin orang tua juga pasti bangga kalau anaknya sudah melek teknologi di usia yang masih balita.
    Tapi ya itu tadi, kesempatan mereka untuk bermain dan berinteraksi dengan temen-teman, tetap harus diprioritaskan karen dunia mereka bukan hanya melulu dunia maya, tapi juga dunia nyata :)

    Ah, panjang deh komen saya...hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju, Mbak. Kalau bisa diusahakan seimbang kegiatannya, ya.

      Gpp anjang, sy malah suka :D

      Hapus
  20. Gadget bikin anak-anak kecanduan?
    Sebagian besar begitu Chi, hanya orang tua yang bijak dan cerdas, yang bisa menjadikan gadget sebagai selingan pintar bagi anak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kl udah megang gadget emang enak, ya, Mbak. Maknaya bs bikin kecanduan. Makanya hrs sangat diusahakan jgn s itu terjadi :D

      Hapus
  21. Dicatet tipsnya, penting nih karena anak saya juga suka main game Mbak Myra, takut juga kalau sampai kecanduan. Berhubung lapynya satu jadi gantian. jatah emak ngenet jadi kepotong deh..jiaaaah curcol hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dulu sy jg gitu, hrs gantian. Trus sy selalu blg mau dipake kerja hahaha

      Hapus
  22. hadeuuhh baru ajaa pagi ini, anakku yang tk A mau bawa tab ke sekolahnya #ampunn untung bisa dibujuk wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, sy ada juga crt ttg itu. Nanti, deh, kaan2 bikin postingannya :D

      Hapus
  23. sepertinya tulisan ini menang lho mba Chi ;)

    BalasHapus
  24. waaaw Chi..tulisan yang bagus bangeet...ini sih calonnya juara deh..;))

    radit juga sering mainan hp smartphone ayahnya buat games2 anak. Untungnya hape siayah hanya diinstal game2 edukasi, kayak mewarnai, belajar abjad, berhitung...
    malah aku liat radit cepet belajarnya kalo dari gadget gitu, hihihi anak2 jaman sekarang yaa cepet banget nyerep teknologi..
    dan setuju kita sebage orangtua lah yang harus memfilter anak dari games2 yang menjerumuskan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin

      ya, ada bbrp games yg emang bs bantu anak2 utk belajar :)

      Hapus
  25. Semakin di larang..anak2 skrng makin jd penasaran ya mbak... :)
    Nice...

    BalasHapus
  26. Siip... tulisannya runtut dan OK punya... Semoga sukses di kontes ini, Chi... Oya, ponakan2ku pada demam game online... susyaaah...diberhentiinnya.. haha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin

      emang kadang2 Keke juga susah, kok, Mbak. Hrs diingetin :)

      Hapus
  27. Ponakanku juga suka banget ngilang ke warnet. Tapi memang kuncinya komunikasi ya biar si anak ngerti rambu-rambunya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. dengan komunikasi, sy berhara anak2 sy bs lebih mengerti , Mbak :)

      Hapus
  28. anak jaman sekarang kecil2 sudah ngblog..

    dulu waktu kecil saya main dikali

    BalasHapus
  29. banyak orang tua atau kakak yang kecolongan sama anaknya sendiri, untuk ketika anak terlihat orang tua, kontrolnya gampang, yang susah itu ketika anak mulai punya 'tempat private' untuk melakukan segala macam eksperimen baru yang blum pernah mereka lakukan tanpa diketahui orang lain terlebih orang tua :D

    mungkin itu dialami oleh sebagian anak,

    hebatnya kalau anak sama orangg tua saling terbuka, media seperti itu malah banyak membantu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanya di situ pentingnya menjalin komunikasi yg baik :)

      Hapus
  30. bener bangett..setuju pisan. Kumplit and tops banget tips-tipsnya.. anakku 22-nya cuma bentar aja punya gadget tab :D lebih sering pake PC. hasilnya, si sulung yg dah bakat nggambar makin pinter nggambar krn dia rajin nonton How to Draw di youtube, and dah familiar dengan Ms. Office, dari cari gambar, download, copy, pasti ke Ms Word/Power point sampe ngeprint sendiri ahah.. thanks to teknologi :D tinggal kita as ortu harus bisa bersikap tegas dan cerdas dalam membatasi aksesnya :)

    Good Luck ya mak, tulisannya keren, pasti menangg :-)


    BalasHapus
    Balasan
    1. toss! Nai juga byk belajar gambar lwt internet :)

      aamiin. Semoga, ya :)

      Hapus
  31. kayaknya kita memang perlu mendampingi anak2 berinternet-ria.. jangan sampai mereka melek IT tapi gak terarah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju, Mbak. Org tua tetap hrs mengingatkan :)

      Hapus
  32. keponakan ku yg msi umur tiga tahun aja udah pegang i phone
    tpi skrng udah jarang main gadget..
    krn sudah berhasil membuat keponakan "jauh" dri gadget :D

    BalasHapus
  33. yang paling susah mungkin dari segi konsistensinya ya mbak, soalnya anak klo liat kita gak konsisten langsung bisa "niteni"

    BalasHapus
  34. kalau pascal bolehnya jum'at sabtu minggu aja :)

    BalasHapus
  35. tugas kita semua buat yang lebih gede buat ngawasin yang lebih kecil, biar gak keanduan kayak kita!! bahahaha, sukses kontesnya, Bun! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. pokoknya anak2 gak boleh kecanduan. Kl yg gede boleh gak, ya? Hehe

      Hapus
  36. dalam online kita harus sll beri pengarahan n pengawasan...... biar ga salah akses

    BalasHapus
  37. wah artikelnya diikutkan tuk kontes, gudlak ya! :)
    foto keke nai bagus. dan tetaplah mendampingi anak2 dlm memakai gadged ya mak :)

    BalasHapus
  38. asal nilai bagus ngaji rajin aku sih ok mak hehe tp yg di acc jg gamenya

    sukses y lmbanya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, Mak. Salah satu yg jadi olok ukur saya nilai di sklh :)

      aamiin

      Hapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^