Tanggal 20 Juni 2013, Keke dan Nai terima rapor. Biasanya sebelum terima rapor paginya pentas seni dulu, siangnya baru terima rapor. Tapi tahun ini dipisah. Pentas seni diadakan sehari sebelumnya. Denger-denger, sih, karena kalau disatuin orang tua banyak yang gak menonton anaknya pentas, lebih memilih nunggu di dalam kelas biar bisa duluan ambil rapor.

Tahun ini Chi dateng ke pentas seni lumayan pagi karena Nai ikut ekskul nari jadi pentasnya menari. Dan untuk anak yang ikut menari harus datang pagi-pagi karena harus pake kostum juga didandanin. Tapi ternyata Nai gak mau di make up sama sekali kecuali Chi yang dandanin. Jadi cuma dia satu-satunya penari yang berwajah polos tanpa make up :D

Dan karena pentas seni adalah hari spesial, Chi pun sedikit tampil beda. Biasanya cuma kaos, celana panjang, dan sering kali tanpa make up. Hari itu Chi pake gamis panjang motif bunga-bunga berwarna cerah dengan bergo panjang menutup dada, plus dandan, dong. Dan tanggapan Nai adalah ... "Bunda, kok, pake baju badut?" *(^$*$*&)*($#$#$%()_(_++)))&&^$#!! Giliran coba jadi feminin malah disangka pake kostum badut :r

Singkat kata pentas seni berjalan dengan sukses, Keke dan Nai semangat ngejalaninnya. Cuma kami gak sampe selesai, karena gerah dan lapaaaaarrr. Jadi pulang aja, ah :D

Oke, sekarang cerita ke rapor. Alhamdulillah rapor Keke dan Nai bagus semua. Keke rata-ratanya 94, sedangkan Nai rata-ratanya 93. Nilai mereka turun sedikit dari semester sebelumnya. Tapi masih bagus-bagus, kok. Nilai math Keke katanya tertinggi di kelasnya. Tingkah laku mereka di sekolah pun termasuk baik. Gak ada yang perlu diresahkan.

Untuk ranking, sejak awal masuk sana, orang tua dikasih tau kalo di raport gak ada sistem ranking. Tapi secara pribadi wali kelas akan kasih tau kira-kira anak kita ranking berapa di kelas. Tahun ajaran yang sekarang kayaknya bener-bener dirahasiakan. Wali kelas gak kasih tau sama sekali. Gak masalah, sih, sebenernya selama Chi tau nilai yang mereka dapet memang sepadan dengan usaha mereka belajar. Dan Chi merasa sepadan, kok. Nilai-nilai Keke-Nai bagus-bagus.

Tahun ajaran berikutnya berarti Keke udah kelas 4. Katanya, sih, mulai kelas 4 nilai-nilai pelajaran siswa sudah harus di setor ke Diknas. Katanya fungsinya itu, kalau pas UASBN nilai anak drop, maka nilai-nilai pelajaran yang udah disetor ke Diknas sejak kelas 4 itu bisa membantu anak untuk lulus. Tapi sempet denger-denger juga katanya tahun depan UASBN gak ada? Ah, gak tau, deh. Kalo Chi dan K'Aie, sih, mikirnya selalu berusaha untuk siap aja ada atau gak ada ujian.

Kalau Nai, kayaknya Chi bakal lebih menekankan ke bahasa Inggrisnya. Chi perhatiin sekarang dia udah ngerti kalau diminta membaca soal dalam bahasa Inggris. Ngomong pun sedikit-sedikit mulai keliatan berani. Cuma penulisan yang masih kelihatan kurang. Apalagi kalo soal essay yang menuntut siswa harus menjawab panjang dengan bahasa Inggris. Biasanya soal essay di pelajaran science, tuh. Kalo udah gitu suka gak dijawab sama Nai atau dia cuma jawab dengan 1 kata aja. Bukan karena gak ngerti, karena kalo Chi tes secara lisan biasanya dia bisa jawab. Cuma menuliskan dalam bahasa Inggris yang masih bikin dia bingung. Mungkin Chi akan coba dengan cara menuliskan 1 kata setiap hari dalam bahasa Inggris, supaya kosa katanya bertambah.

Ya, pokoknya semangaaaatt!! Bunda yakin kalian bisa. Insya Allah