Rabu, 03 Agustus 2016

Gadget Sebagai Teman Si Kecil

gadget teman anak, samsung galaxy tab a, samsung, tablet

Gadget sebagai teman si kecil? Duh, mendingan berpikir ulang, deh! Bikin anak jadi gak bergerak, nanti obesitas. Bikin anak jadi menatap layar melulu. Bisa-bisa masih kecil udah pake kacamata. Belum lagi banyak konten yang gak pantas! Bisa ditiru ma anak-anak, nih.

Etapi ...

Trus, ada tugas dari sekolah yang sumbernya bisa dicari di internet. Ada tugas kelompok juga tapi cari waktu ngumpulnya sulit banget. Padahal kalau diskusinya lewat LINE pasti udah beres.

Jadinya gimana, nih? Mulai mengenalkan gadget ke anak atau enggak, ya? Binguuuuungg!

Cerita yang di atas hanya ilustrasi aja ya, Teman-teman. Tapi, apakah teman-teman pernah mengalami kegalauan yang sama? Sebelum memutuskan, mendingan baca artikel ini dulu lalu ditimbang-timbang perlu atau tidak mengenalkan anak dengan gadget.

Sedini Apa Orang Tua Mengenalkan Gadget Pada Anak?

"Sedini apa orang tua mengenalkan gadget pada anak?" Begitu pertanyaan awal dari mbak Anna Surti Nina S.Psi., M.Si, Psikolog pada acara "Jadikan Gadget Teman Si Kecil bersama Samsung Galaxy Tab A" di Letter D, Jakarta (23/7).

Usia 2 tahun? 3 tahun? Atau di atas 5 tahun? Kenyataannya, disadari atau tidak, banyak orang tua yang mengenalkan gadget pada anak sejak lahir. Begitu bayi lahir, difoto dan langsung diupload ke social media. Saat itulah orang tua mulai mengenalkan anak pada gadget.

Lalu bagaimana orang tua menghadapi rasa parno terhadap efek negatif gadget? Penggunaan gadget memang bisa merugikan bila penggunaannya
  1. Berlebihan
  2. Tidak cerdas
  3. Tidak tahu aturan
  4. Minim batasan
Efek merugikan dari penggunaan gadget pada anak bisa mempengaruhi kemampuan fisik dan motorik, kognitif dan bahasa, serta emosi dan sosial. Keterlembatan tumbuh kembang, insomnia, obesitas, gangguan sensori, kesulitan menulis menjadi permasalahan untuk kemampuan fisik dan motorik. Prestasi menurun, kesulitan konsentrasi, daya ingat bermasalah, muncul berbagai ide yang tak sesuai usia, keterlambatan bicara, dan kesulitan komunikasi menjadi masalah untuk kempuan kognitif dan bahasa anak. Sedangkan untuk masalah di bagian sosial dan emosi antara lain kurang kenali dan kendalikan emosi diri, kesepian, kecanduan, lebih agresif, gangguan kecemasan, depresi, lebih rentan terkena cyber bullying, dan lebih sulit bahagia.

Tapi, sebelum berkesimpulan kalau gadget sudah pasti buruk, ternyata sisi positifnya pun ada, yaitu
  1. Memperluas wawasan
  2. Mudah mencari informasi
  3. Cara aman untuk bereksplorasi
  4. Meningkatkan kemampuan berpikir strategis
  5. Memunculkan ide kreatif
  6. Lebih mudah belajar bahasa
  7. Mudah berkomunikasi dengan orang lain
  8. Menghibur
Mbak Nina bercerita ketika putranya ingin melihat mulut buaya tentu saja tidak mungkin mengajaknya melihat buaya lalu membuka mulutnya. Sangat berbahaya. Yang dilakukan adalah melihat mulut buaya melalui gadget. Rasa ingin tahu anak terpenuhi tapi tetap aman.
Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik
Termasuk dalam hal penggunaan gadget. Positif atau negatif tergantung bagaimana menggunakannya. Di setiap rentang usia ada durasi menggunakan gadget. Usia 0-2 tahun memang tidak disarankan untuk diberi gadget. Selain masih dalam masa keemasan untuk pertumbuhannya, di rentang usia tersebut biasanya kebiasaannya adalah amati, menggigit, pukul, dan banting. Bila ada anak usia 0-2 tahun membanting gadget tentu saja jangan anaknya yang disalahkan, ya. Karena membanting memang masih jadi salah satu kebiasaan anak di usia tersebut.

Sering berinteraksi dengan anak, seperti mengajak diskusi, bermain, dan lain sebagainya. Adakan waktu tanpa gadget pada saat tertentu seperti waktu makan, belajar, beribadah, dan lainnya. Perbanyak berinteraksi dengan alam dengan cara mengajak liburan, olahraga, kumpul keluarga, dan lain-lain. Cara-cara tersebut bisa dilakukan untuk meminimalkan efek negatif dari gadget.
Asalkan tepat menggunakan gadget, maka tidak perlu terlalu khawatir akan pengaruh buruk dari gadget
Menurut mbak Nina, orang tua bisa memaksimalkan pengaruh baik gadget dengan cara
  1. Mengenalkan fitur apa saja yang boleh dimainkan anak
  2. Carikan anti virus terbaik
  3. Aktifkan Kids Mode
  4. Minta anak membuat karya yang disukai dari dunia digital
  5. Bantu anak belajar bedakan mana yang boleh diklik dan tidak
Samsung Galaxy Tab A - Tablet yang Ramah Anak

Semakin banyak anak yang mulai mengenal gadget, maka mulai dirasa perlu gadget yang ramah anak. Tidak semua gadget memiliki fitur Kids Mode. Apabila teman-teman ingin mengenalkan gadget kepada putra-putrinya, bisa diberikan tablet Samsung Galaxy Tab A.

Tablet Samsung Galaxy Tab A sudah memiliki fitur Kids Mode. Orang tua bisa mengontrol dan mensetting penggunaan gadget bagi anak. Dimulai dari setting durasi hingga memilihkan aplikasi apa saja yang ada bila fitur Kids Mode diaktifkan. Tersedia pula kamera dengan aneka stiker yang lucu.

Fitur Kids Mode ini tentu bisa membantu orang tua dalam melakukan kontrol terhadap anak dalam hal penggunaan gadget. Yang penting jangan sampai anak tau password untuk mengaktifkan Kids Mode. Kalau sampai tau, percuma aja. Langsung ganti passwordnya kalau anak udah tau, ya :D

36 komentar:

  1. Tab ini memang bagus sehingga orangtua bisa mengarahkan agar anak-anak menikmati sesuai usianya.
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Pakde. Asalkan gak berlebihan aja penggunaannya

      Hapus
  2. iya bener anak-anak kenal gadget sejak lahir, begitu brojol langsung cekrak cekrek di foto pakai gadget

    BalasHapus
  3. Aku juga termasuk orangtua yang galau nih, mau ngenalin gadget ke anak atau nggak. Karena gadget itu perlu tapi juga bahaya kalau berlebihan, ya. Menurutku tinggal tingkat kontrolnya aja yang harus diperhatikan. Cuma ya gitu, anakku udah susah lepas dari gadget karena game.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau lagi keasyikan, anak-anak saya juga suka susah disuruh lepas dari game. Kalau udah gitu, saya harus mulai tegas :D

      Hapus
  4. dua sisi mata pisang gadget itu bun...

    perlu tapi harus tegas aturannya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. mata pisau mungkin, ya? :) sepakat, Mbak. Tetap harus ada aturan

      Hapus
  5. Mau ga mau memang hrs diajarin kalo aku mbak.. tp utk fylly aku ksh waktu sih.. cm sampe jam brp, dan hari apa :). Untungnya anaknya ga protes krn toh dia msih suka juga main masak2an, menggambar ato main ama adiknya :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga gak melarang, lebih memberi batasan aja. Dan ajak mereka untuk bermain hal lain :)

      Hapus
  6. Berhubung anak saya masih bayi, pengenalan gadget harus lebih berhati-hati biar nantinya jangan salah menggunakan.. :D

    BalasHapus
  7. Buat aku anak walau dibilang belum waktunya pasti sudah mengenal gadget walau secara nggak langsung, hanya dengan lihat ibu dan ayahnya. Tapi untuk menggunakan, baru deh dipikirin lagi. Tidak menghindarkan sih kalau saya, tapi lebih memilah mana yang perlu dan mana yang tidak, juga dilihat lagi dampaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, karena anak kan awalnya mengamati dulu baru meniru

      Hapus
  8. Saya sih belum memfasilitasi anak dengan gadget sekarang ini. Dulu pernah tapi gara-gara batre habis, dilemparnya sampai lcd rusak. Padahal baru 3 hari dibeli. Dari situ saya mulai mewarning diri sendiri, bukan tidak diperkenalkan sama sekali sih, cuma terpaksa kadang gadget emaknya harus gantian. Anakku sukanya liat youtube film kartun anak, dan ini bisa saya download offline. Yaa masih aman la ya. 6-y

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia, Mbak. Tergantung situasinya juga ketika memberi atau tidak

      Hapus
  9. yang penting orangtua paham batasannya ya , batasan waktu dan konten karena ga mungkin mensterilkan anak dari gadget karena sudah jamannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepakat Mbak. Pokoknya harus cerdas ketika menggunakan gadget :)

      Hapus
  10. mbak chiii kemana aja, nunggun update mbak chi numben ama. semoga sehat terus sekeluarga yaa
    oh ya aku pernah nonton acara kalau mestinya gadget itu reward biar anak nggak addict

    BalasHapus
    Balasan
    1. lagi riweuh, makanya sempat vakum hihihi

      Hapus
  11. senang baca baca disini sambil belajar :)

    BalasHapus
  12. Anakku pinjam gadgetku kalau butuh.Jadi bisa terkontrol.Kalaupun ada tugas yang mwngharuskan browsing aku suruh pakai komputet di rumah.Jadi bisa liat buka apa aja dan gak nunduk aja pakai gadget.Komputer juga naruhnya di ruang keluarga.Sayangnya meski begitu mereka berdua tidak bisa lepas dari game minicraft.Mainnya sih di pc.Tapi dua jam lebih sehari.Huaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau terasa sudah berlebihan pemakaiannya, biasanya saya lebih tegas lagi, Mbak :)

      Hapus
  13. efek negatif gadget... dapat dimnimalisir jika orang tua pinter mengarahkan anak2, tak sekedar main tapi merupakan ajang kreatifitas dan nilai edukasinya..

    BalasHapus
  14. Prihatin dengan ekspose gadget ini pada anak-anak ya. Susah juga mencegahnya, krn mereka lihat ortunya pegang gadget trs juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. monkey see, monkey do, Mbak. Orang tua harus menjadi contoh pertama bagi anak :)

      Hapus
  15. Rayyaan sudah kenal gadget, tapi dibatasi dari segi aplikasi atau video yang boleh dilihat. Meski begitu kalau diajak main/pegang gadget dia pasti lebih milih main ntah dengan Mama, Papa, Eyang atau saudara/teman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagus kalau anak masih mau berkegiatan lain, Mbak. Gak pegang gadget terus :)

      Hapus
  16. Ini nih yg sy cari :D
    Ninggal jejak dulu..

    BalasHapus
  17. Huhuhuu..aku yang termasuk dilema Mba Mir. Awal2 masih idealis banget, nggak mau ngasih anak gadget sama sekali. Anak pertama masih selamet lah. Deket ibu, ada yang jagaain. Nah sekarang anak kedua gadget bener2 jadi penyelamat. Pas lagi kepepet kerjaan anak ditenangin pake gadget :v. Tapi InsyaAllag nggak berlebihan sih, masih tahap wajar. Makasih sharingnya ya Mba :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga tadinya idealis banget, Mbak. Tapi akhirnya dikasih juga setelah banyak pertimbangan hehehe

      Hapus
  18. aku yang gedhe aja suka maen game di Samsung Galaxy Tab A, apalagi si kecil ya, dilengkapi fitur keamanan buat di kecil lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, nanti kalau udah ada anak dikealin juga sama Galaxy Tab A, gak? :D

      Hapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge