Senin, 04 Januari 2016

Sekolah Untuk Orang Tua


Sekolah untuk orang tua, memang ada? Kalau sekolah seperti halnya menempuh pendidikan formal (mungkin) tidak ada. Tapi sekolah itu, kan, salah satu tempat bagi kita untuk mencari ilmu. Dan, yang namanya menjadi orang tua pun harus berilmu. Tentunya yang dimaksud adalah ilmu parenting. Karena Chi termasuk yang gak ingin menjalani peran sebagai orang seperti daun yang hanyut di sungai. Mengalir begitu aja dengan pasrah.

Kalau begitu, darimana saja Chi mendapatkan ilmu parenting?

Orang Tua

Orang tua bukanlah manusia sempurna. Tapi bukan berarti pendapat orang tua gak perlu didengar. Biar bagaimanapun, orang tua sudah banyak makan asam garam. Sebagai anak, kita paling tau bagaimana orang tua mengasuh. Ambil sisi baik dan jangan ulangi sisi buruknya.

Buku Parenting

Beberapa hari lalu, Chi beberes lemari. Ternyata masih banyak buku parenting saat masih hamil anak pertama yang Chi simpan. Buku, tabloid, dan majalah parenting adalah andalan Chi dulu. Soalnya belum kenal internet hehehe.

Mendengarkan Cerita dan Saran dari Kerabat dan Sahabat

Mendengarkan cerita dan saran dari banyak orang juga bisa. Walaupun Chi termasuk yang jarang curhat. Sama orang tua dan sahabat aja jarang curhat. Apalagi sama orang lain? Tapi, (diam-diam) suka juga mengamati pola asuh keluarga lain yang Chi kenal :)

Internet

Nah, ini yang sekarang sering Chi lakukan. Belajar parenting dari blog, web, atau komunitas online. Bisa dapet banyak banget ilmu parenting dari dunia maya

Seminar Parenting

Chi pernah datang ke beberapa seminar parenting. Ada yang gratis karena diundang tapi ada juga yang bayar sendiri.

Sekolah Menjadi Orang Tua

Ini gak tau beneran ada atau enggak. Cuma sempat mendengar infonya secara samar aja, katanya sekolah parenting itu ada. Nanti orang tua dikasih kurikulum gitu. Tapi karena Chi juga dengernya samar-samar, infonya masih belum jelas juga. Cuma hari gini apa, sih, yang gak bisa dibisnisin? Hehehe ...

----------------------

Tuh, yang namanya ilmu bisa dapat dari mana aja, kan? Dari pengalaman Chi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika ingin mencari ilmu parenting, yaitu:

Jangan Langsung Menuruti Ilmu Parenting

Selain beberapa sumber ilmu parenting yang Chi tulis di atas, sebetulnya ada yang lebih utama, yaitu kitab suci. Sebagai seorang muslimah tentu saja kitab suci Chi adalah Al-Qur'an. Tapi kitab suci, kan, sesuatu yang pasti yang wajib diimani.

Nah, yang dimaksud jangan menuruti adalah beberapa sumber ilmu parenting Chi tulis di atas. Baca dulu baik-baik, pikirkan, pahami, lalu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Termasuk ketika mendapatkan ilmu parenting dari para pakar sekalipun. Kita yang lebih tau kondisi keluarga sendiri. Intinya, jangan telan mentah-mentah semua isi teori parenting didapat.

Jangan gampang sensian (alias baper)

Kalau denger para pakar parenting berbicara, kayaknya menerapkan pola asuh itu mudah.
Membaca buku parenting juga sama. Kayaknya mudah banget berteori.
Membaca cerita parenting para blogger, kok, kayaknya hidupnya sempurna.

Jadi males, deh, dengerin pakar ngomong, baca buku parenting, atau mendengar pengalaman orang lain tentang mengasuh anak. Abis kesannya teori banget. Padahal seringkali praktek gak semudah teori. Dan (kadang) ketika membaca sejumlah teori parenting suka jadi feeling guilty. Jadi merasa terintimidasi.

Chi juga suka merasa begitu, sih. Apalagi perempuan biasanya suka ada masa sensinya, kan (baca: PMS). Bawaannya pengen ngomel atau nangis kalau lagi feeling guilty setelah membaca artikel parenting. Bawaannya pengen debat (baca: ikutan mom's war) setelah membaca tulisan yang di hati terkesan 'kok, gitu banget, sih?'

Untuuung ... Untuuung ... masih ada seseorang yang dijadiin pelampiasan eh tempat curhat. Jadi, ngomel, nangis, dan curhatnya ke K'Aie. Etapi tapi sama diskusi juga, lah. Biasanya kalau udah begitu, udah lega. Gak perlu baper-baperan lagi di dunia maya apalagi ikutan Mom's war, entar malah ribut panjang tiada ujung hihihi. Mendingan fokus mengurus anak :)

Teman-teman, pernah membaca buku resep? Kalau membaca buku resep, foto makanannya pada cakep-cakep, ya. Rasanya memancing selera banget.  Tapi, coba kalau kita yang praktekin sendiri. Belum tentu bisa menghasilkan masakan yang tampilannya secantik di buku. Trus, apakah kemudian harus menyalahkan buku resepnya? Harus merasa terintimidasi dan membuat kita jadi gak mau lihat buku resep lagi? Padahal kita butuh buku-buku itu untuk memandu belajar masak. Ya, daripada harus kursus, biayanya lebih mahal :p

Buku resep memang wajib menampilkan foto makanan yang cantik. Siapa yang mau beli kalau kasih foto-fotonya jelek? Tapi kita kan belum tentu tau proses dibalik itu. Bisa jadi yang masaknya harus berkali-kali membuat masakan yang sama. Begitu yang yang motretnya. Dari 1 foto cantik yang ada di buku, mungkin ada puluhan foto lain yang gagal :D

Itulah kenapa Chi merasa gak perlu gampang sensian. Berusaha terus menjadi orang tua yang baik. Lagipula makanan yang kita bikin boleh kalah cantik, tapi yang penting rasanya. Kalau seluruh keluarga suka udah suka dan cocok dengan makanan yang kita buat berarti gak masalah, kan? :)

Tentang buku resep itu, bisa diterapkan juga ke pola asuh. Ya, karena (sekali lagi) yang lebih tau urusan pribadi termasuk pola asuh yang tepat untuk anak adalah diri sendiri dan juga pasangan. Selama ini Chi masih tetap update sumber ilmu untuk dijadikan panduan kalau memang sreg. Kalau enggak, ya gak usah diikutin. Banyak cari teori pembanding atau mendengarkan/membaca pengalaman orang lain.

Persoalan parenting itu, kan, banyak. Tentang anak dan kehidupan digital aja udah jadi satu persoalan sendiri. Bagaimana caranya supaya anak gak terjerumus, bagaimana anak bisa mendapatkan hal positif dari dunia digital, dan lain sebagainya. Itu baru dari dunia digital, lho. Belum dari hal lain. Jadi, buat Chi memang penting banget untuk terus update ilmu seputar dunia parenting.

Tetap Jaga Semangat

Menjadi orang tua adalah belajar seumur hidup. Berkaca dari orang tua Chi sendiri. Walaupun 2 dari 4 anaknya sudah pada menikah, tetap aja anaknya yang sudah menikah ini juga akan tetap dianggap anak. Kalau ada yang salah di mata mereka, tetep aja anaknya yang sudah menikah ini mendapatkan teguran hehehe ...

Semangat terus, ya, Teman-teman :)

post signature

49 komentar:

  1. Menjadi orang tua adalah belajar seumur hidup. <-- SEPAKAT pake BANGET! Semakin hari semakin adaaa aja mata pelajaran yang harus dipelajari, ya, Chi? Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. berarti harus tetap jaga semangat :D

      Hapus
  2. Sekarang orang tua mesti lebih melek ilmu parenting, terutama juga karena tantangan jadi orang tua lebih besar di jaman sekarang. Tapi memang suka mesti 'tabah' menjalani gaya parenting yang kita nilai & rasa pas untuk kita dan anak. Soalnya suka nggak suka, orang yang suka rempong sama gaya parenting orang lain memang ada he he.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Adik saya tuh senengnya mengkritik gaya parenting saya terus. Padahal dia sendiri belum punya anak!

      Semenjak melaporkan saya jadi nyadar bahwa tiap anak itu nggak sama. Maka tiap orang tua pun gaya parenting-nya juga beda-beda. Jadi nggak elok kalau kita mengkritik gaya parenting orang lain, apalagi sampai mom's war segala.

      Hapus
    2. Heni: mungkin karena zaman sekarang lebih banyak pengaruh dari sana-sini, Mbak. Jadi tantangan juga semakin besar. Tpai zaman sekarang informasi juga bisa kita dapat dari sana-sini

      Vicky: Abaikan aja orang-orang yang suka rempong sama urusan orang lain hahaha

      Hapus
  3. Setujuuu!!!
    Harus tetap semangat belajar menjadi orang tua yang baik.

    BalasHapus
  4. Belajar tak kenal usia dan tempat, menjadi orang tua yang baik tentu perlu ilmunya juga..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, bener. Sampai kapanpun belajar :)

      Hapus
  5. Mencari referensi itu penting tapi penerapannya harus sesuai dengan situasi dan kondisi keluarga kita masing-masing, gitu ya mbak Myra..?

    *Benar bahwa belajar itu harus terus dilakukan melalui media apapun supaya kita ngga ketinggalan informasi terutama tentang parenting... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, betul. Kitalah yang lebih tau urusan dapur sendiri. :)

      Hapus
  6. Udah pernah daftar sekolah ibu profesional, tp kok ya ga diikuti hehe .

    BalasHapus
    Balasan
    1. ternyata beneran ada sekolahnya, ya

      Hapus
  7. dulu sempet ikutan grup parenting di fb. pertama sih enjoy, lama2 pegel krna mom war. pilih keluar deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. hadeeuuuhh ... iya kalau begitu mending keluar ajah :)

      Hapus
  8. walau sudah jadi orang tua tetep harus belajar ya mengikuti perkembangan

    BalasHapus
  9. Walo blm jadi org tua, kejadian2 dan cerita2 antara anak dan ortu jd pelajaran bgt nih buatku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga kelak Melly menjadi orang tua yang baik :)

      Hapus
  10. Mak Chie sip banget tipsnya. Iya ya sebagai orang tua kita juga harus banyak belajar

    BalasHapus
  11. Jangan Langsung Menuruti Ilmu Parenting

    Ini betul sekali ...
    kita harus melihat suatu hal dari beberapa sudut pandang ...
    apalagi kalau buku parentingnya terjemahan dari barat ... mungkin ada satu dua hal yang perlu disesuaikan dengan kondisi kita ...

    lagi pula ... setiap anak itu unik ...

    salam saya Chi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Om. Harus dipikirkan baik-baik dulu. Jangan langsung telan mentah-mentah

      Hapus
  12. Karena gak ada sekolahnya, ortu hrs terus belajar dan mendidik diri sendiri. Betul bgt mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, betul. Harus terus gali info :)

      Hapus
  13. Sudah pernah dengae PPOT dari Sekolah Al-Falah Cilangkap belum kak?
    Mungkin jadi salah satu referensi 'Sekolahnya' para orang tua

    BalasHapus
    Balasan
    1. belum pernah dengar. Terima kasih untuk referensinya, ya :)

      Hapus
  14. Hak anak2 dpt ilmu yg baik dr ortunya yaaa..selalu belajar jadi org tua yg bs mnuntun mereka bahagia dunia akhirat,amin. Hmm klo ada sekolahnya,ada raportnya jg ngga yaa hehee,jadi bayangin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. rapornya adalah anak-anak yang sholeh/sholehah aja, deh :D

      Hapus
  15. Kalo orang tua sekolahnya di universitas kehidupan ya, langsung praktek. tapi walau begitu tetep perlu belajar juga, entah dari buku atau ikut workshop parenting.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, buku dan info lainnya itu kan untuk panduan aja. :)

      Hapus
  16. Semoga aku bisa menjadi ibu yg baik nantinya. Semangaat! :D

    BalasHapus
  17. Belum siap aku sekolah dan sabar seumur hidup euy =))

    BalasHapus
    Balasan
    1. pada saatnya nanti, Una akan siap. Insya Allah :)

      Hapus
  18. Terkadang merasa belum bisa menjadi orang tua yang baik hik hik hik.. kudu belajar terus saya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama, Mbak. Saya juga harus terus belajar sampai kapanpun

      Hapus
  19. buku parenting yg aku butuhkan skrg mak chi..maklum dah jd ortu...hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaiiihh ... saya bisa tersandung :p

      Hapus
  20. jadi orang tua emang kudu belajar terus.. apalagi anak kita jaman teknologi gini, ampe ketinggalaan.. bahaya

    BalasHapus
  21. Never stop learning indeeed :).. Buat saya, banyak momen di mana saya justru belajar sama anak-anak :)

    BalasHapus
  22. Meski belum menikah, aku udah nyicil ilmu parenting. Ya, belum fokus banget, sih. Jadi camilan dululah. Dikudap-kudap kala senggang. Tapi bacanya tetep serius lho. Kalau ada yang gak paham ditanyain ke ahlinya atau dicatet dulu buat ditanyakan pas ada seminar dsb. Tujuannya sebagai bentuk pertanggungjawabanku ke Alla, suami, dan anak. Singkatnya kayak gitu.

    BalasHapus
  23. Setuju Chi, berbagai sumber ilmu yg kita baca/ pelajari, tentu harus dicocokkan dgn kitab suci.. kalau sesuai insya Allah, dimudahkan Allah untuk diterapkan...

    Never ending learning, being parents.. thanks for sharing, Chi :)

    BalasHapus
  24. Mungkin seumur hidup kali ya mbak... sedang belajar juga...

    BalasHapus
  25. Sepakat Mbak... Tiap keluarga itu berbeda dan jadi ibu enggak boleh baper-an. Meski kadang susah.. Hihihi...

    BalasHapus
  26. Menjadi orangtua memang sekolah hidup luar biasa. MSuka postingannya, Mbak ^_^

    BalasHapus
  27. Itu nyes banget mba jangan gampang sensian, jadi orangtua harus memperluas area sabar lebih lebarr barr lagi.

    BalasHapus
  28. Menjadi orang tua adalah belajar seumur hidup.

    Saya ikut belajar di sini ya , Mbak. :)

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge