Minggu, 29 November 2015

Normal vs Caesar Lebih Sakit Mana?

Normal vs caesar lebih sakit mana? Hmm ... sebetulnya Chi gak bisa menjawab secara pasti karena dua kali melahirkan semuanya dilakukan dengan operasi caesar. Bedanya waktu melahirkan pertama, caesarnya spontan setelah bukaan komplit dan berusaha untuk mengejan. Kemudian dengan beberapa pertimbangan dari dokter, diputuskan untuk caesar saat itu juga. Kalau kelahiran yang kedua, operasi caesarnya sudah direncanakan. Terkena plasenta previa sehingga sangat disarankan untuk caesar. Ya, walopun keduanya caesar, setidaknya Chi sudah merasakan sedapnya mules ketika mau melahirkan. Sampe lengkap pembukaannya hehehe.

Setelah masuk ruang inap, dikamar sudah ada 2 orang ibu yang lebih dulu melahirkan. Chi memang sengaja pilih kamar kelas 2 yang isinya untuk 3 orang ibu. Chi pikir selama proses melahirkan tidak memerlukan perhatian khusus alias dilancarkan, kayaknya kelas 2 juga cukuplah. Biar di kamar juga gak sepi hehehe *Bilang aja penakut :p

Kompakan, nih, kami bertiga sama-sama melahirkan secara caesar. Ketika Chi baru masuk, langsung ditanya sama mereka melahirkan dengan proses apa. Setelah dikasih tau kalau melahirkan caesar, mereka kompakan bilang sekarang Chi masih enak karena obat bius masih berasa. Tunggu sampai obat biusnya hilang, nanti baru akan berasa 'nikmatnya' caesar.

Chi memang pernah beberapa kali denger kalau normal sakit saat proses melahirkan, tapi setelahnya tidak. Kebalikan dengan normal, kalau caesar pas prosesnya gak sakit tapi sakitnya baru nanti setelah biusnya hilang. Ya, walopun udah beberapa kali dneger seperti itu, tetep aja bikin hati rada kecut membayangkan sakit kayak apa yang bakal Chi rasakan hehehe. Alhamdulillah, setelah biusnya hilang Chi biasa aja. Memang sih kalau tertawa terbahak-bahak, bersin, atau batuk dibagian jahitan suka rada sakit. Tapi gak terus-terusan. Paling antisipasinya ketawanya rada ditahan, begitu juga kalau mau batuk atau pilek :D

Seusai caesar sampai beberapa minggu *tapi gak sampe sebulan, sih*, Chi gak mandi, lho. Kayaknya seusai melahirkan pertama kali adalah waktu terlama Chi gak mandi. Setiap hari cuma dilap pake washlap ajah hahaha. Berhari-hari gak mandi rasanya udah kangen banget sama perlengkapan mandi dan air hahaha.

Saat itu Chi gak mandi karena anjuran dokter kandungan. Luka dibagian jahitan hanya ditutup dengan kain kassa dan plester biasa. Sebetulnya udah ada plester tahan air, tapi dokter kandungan yang menangani Chi gak mau kasih. Alasannya, para ibu yang baru melahirkan secara caesar dan dikasih plester tahan air suka cenderung merasa aman. Misalnya ketika bayinya sedang tidur, langsung deh berlama-lama mandi atau nyuci. Padahal walopun udah pake plester tahan air harus tetap dipantau. Jangan sampai plesternya rusak dan luka kemasukan air. Bisa infeksi nanti kalau sampai terjadi.

Karena Chi cuma dikasih perban biasa, akhirnya beneran gak mandi, deh. Begitu anak kedua lahir, dokter memberikan plester tanah air. Chi gak bertanya kenapa bisa berbeda dengan yang pertama. Ya, mungkin dokternya kali ini udah punya feeling kalau Chi bukan orang yang mau berlama-lama basah-basahan buat nyuci baju wkwkkw.

Pakai plester yang tahan air juga harus diperhatikan. Selain gak boleh berlama-lama di dalam air, kelembabannya harus dijaga. Setelah kena basah harus langsung dilap dengan handuk bersih. Caranya cukup ditekan dengan lembut saja. Jangan digosok-gosok nanti malah rusak plesternya. Kondisi plester juga harus rajin dicek. Kalau ada gelembung kecil saja harus periksa ke dokter. Gelembung kecil di plester bisa jadi menandakan adanya bagian yang bolong. Nanti dari bagian yang bolong bisa kemasukan air.

Alhamdulillah, 2 kali caesar rasanya aman saja. Gak ada sakit yang sampai bagaimana banget. Pemulihannya juga cepat. Jadi, antara normal vs caesar lebih sakit mana? Kalau kata Chi, sama aja lah. Ya, walopun Chi gak tuntas juga merasakan proses normalnya. Gak sampe bayinya lahir. Tapi, apapun itu bagi Chi jangan pernah membanding-bandingkan kesempurnaan seorang ibu dari caranya melahirkan. Mau proses normal atau caesar, ibu tetaplah ibu.

post signature

19 komentar:

  1. Bener banget Mbak Chi. Kesempurnaan seorang ibu tidak dilihat dari caranya melahirkan kok. Setuju sayah! :)

    BalasHapus
  2. Aku gak milih caesar soalnya takut dengan pisau bedah dll. Baca cerita mba aja aku udah ngilu berat. Apalagi ngalamin, pingsang kyknya. Aku mending normal aja, itu aja aku masih takut pas dijahit, haha. Penakut bgt :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga penakut. Tapi kan harus dihadapi hehe

      Hapus
  3. setuju mbak. bagaimanapun prosesnya, ibu tetaplah ibu. sama sama merasakan sakit :)

    BalasHapus
  4. Jadi inget pas habis operasi kemarin. Kata temenku yg cesar rasanya hampir sama. Dan umm... kita samaan hehe sama2 cuma dilap doang setelah operasi, lumayan juga 20 hari rasanya udah gatel pengen mandi.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. gregeatn, ya. Rasanya pengen berendam hahaha

      Hapus
  5. ibu tetaplah ibu....
    setuju...
    :D

    BalasHapus
  6. itu lah pengorbanan seorang ibu ya mbk
    salut deh buat ibu2 yang cantik-cantik nih
    mw cesar atau normalpun tetap perjuangan seorang ibu sangat luar biasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, setiap ibu ada perjuangan masing-masing :)

      Hapus
  7. setuju, seorang ibu tetaplah ibu yang terbaik bagi anak2nya..

    BalasHapus
  8. saya juga belum pernah ngerasain yg sponan bun..yg pertama di vakum, kategorinya persalinan dengan bantuan . yg dua dan tiga dicaesar, caesar pertama karena dadakanmental mungkin gak siap, sakitnya ampuin deh sampai 2 bulanan masih jalan bongkok..yg ke3 sehari saja sudah bisa aktifitas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ternyata efeknya bisa berbeda-beda, ya, Mbak :)

      Hapus
  9. Kalau pengalaman saya sebagai suami, mengurus yg melahirkan lebih lama lahiran caesar dibanding normal karena kalau normal setelah 2-3 hari istri sudah bisa beraktifitas mengurus diri.ya sendiri sehingga saya hanya mengurus bayinya. Beda dengan caesar, selama dua minggu saya harus mengurus ibu dan bayinya serta urusan rumah lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya pengalaman setiap orang memang berbeda-beda :)

      Hapus
  10. Waah iya gak tau juga sakit yang mana. Tapi lahiran normal dg diinfus p rangsang sakitan pake infus deh hehehe

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge