Kamis, 19 Februari 2015

MPASI Rumahan untuk Anak 6 Bulan Harus Diblender?

MPASI rumahan untuk anak 6 bulan harus diblender?

Ketika masa ASI Eksklusif Keke sudah lewat, ada rasa senang karena pengen coba berbagai masakan bayi untuk Keke. Selain, coba MPASI rumahan, Chi juga coba berbagai makanan instan untuk Keke. Gak taunya, gak ada satupun yang Keke suka.

Beberapa orang bilang, untuk kasih anak MPASI memang harus terus dicoba karena belum tentu sekali dikasih anak langsung suka. Karena anak butuh waktu untuk membiasakan diri, terutama lidahnya. Khusus untuk makanan instant, Chi udah cobain dari yang cair sampai yang agak kental, gak ada satupun yang berhasil.

Ketika, Chi kasih MPASI rumahan juga gak langsung berhasil, sih. Tapi, bukan karena rasa. Penyebabnya karena tekstur. Setelah diamati, Keke gak suka MPASI yang diblender. Apapun makanannya, kalau diblender pasti ditolak. Setelah, Chi coba haluskan dengan garpu di atas saringan kawat, dia baru mau makan dengan lahap.

Memang gak takut kesedak kalau anak usia 6 bulan MPASInya gak diblender dan disaring?

Ada, sih, rasa khawatir. Apalagi pengalaman baru. Tapi, walopun dihaluskan pake garpu, teksturnya dibikin sampe agak halus. Trus, suapinnya sedikit-sedikit. Cuma seujung sendok bayi. Kalau bayi udah merasa nyaman, boleh ditambahin porsi suapannya. Alhamdulillah, selama bayi, Keke gak pernah tersedak.

Kalau melihat beberapa resep MPASI yang Chi punya, ada yang mencampurkan makanannya dengan susu bayi. Tapi, karena Keke gak minum susu bayi, jadi Chi mencampurnya dengan ASI.

Trus, bagaimana dengan anak yang menolak susu bayi seperti Keke dan Nai? Tapi pengen dicampur ASI kayak MPASI Keke dan Nai juga gak memungkinkan?

Ini, sih, bukan bayi. Tapi, salah satu contoh, walopun Keke dan Nai minum susu bayi atau susu formula lainnya secara rutin, tapi sesekali beli susu trus dicampur ke makanan atau minumannya juga gak apa-apa selama anak suka. Contohnya seperti di foto ini.

Kalau keadaannya seperti itu, coba aja campurkan susu bayinya ke dalam MPASI. Siapa tau bayinya malah mau mengkonsumsi susu setelah dicampur MPASI. Kalau gak mau juga, ya , jangan dipaksa. Yang penting sebagai ibu, kita harus terus berusaha cari cara gimana anak mau makan. Yang penting, mau itu dicampur susu bayi atau ASI, harus untuk porsi sekali makan.

Kebiasaan ini, juga ‘menular’ ke Nai. Sama kayak kakaknya, Nai juga gak suka MPASInya diblender. Makan, buah-buahan juga begitu. Mereka lebih suka buah yang dihaluskan dengan garpu. Malah ketika gigi mereka mulai tumbuh, Chi mulai kasih fresh food greeder. Tau kan ya kalau anak mulai numbuh gigi, senengnya gigit-gigit. Kalau di kasih fresh food greeder kan jadi ada rasanya.

Jadi, menurut Chi (berdasarkan pengalaman, lho, ya.) gak apa-apa juga MPASI gak diblender kalau memang anaknya suka. Dan, selama itu gak mengganggu pencernaannya. Seingat Chi, sih, dari semua MPASI yang pernah dicobain, Keke dan Nai itu gak cocok sama pisang. Selalu aja sembelit tiap makan pisang. Tapi, tiap anak itu beda-beda kondisinya. Jadi, bukan berarti apa yang dialami Keke dan Nai, anak-anak lain juga pasti begitu. Yang penting, kita harus terus cari tau supaya anak mau makan. Semangat, ya :)

post signature

28 komentar:

  1. Samaa mak, anakku juga ga suka kalo terlalu encer, jadi ngga diblender

    BalasHapus
  2. kalau anak saya lain,.. dari ketiga putra saya itu, tidak ada yang suka mpasi pembagian posyandu, sebenarnya bagus juga soalnya gratis, maklum zaman sulit seperti ini, susah kalau ndak gratis hehehe,.. tapi karena tidak suka jadi saya yang sikat, dibuat sarapan hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe yang menikmati bapaknya :)

      Hapus
  3. Betul mak. Jadi observasi terus memerus ya :-)

    BalasHapus
  4. Anak anak saya juga engga sampai diblander makanannya, masaknya aja agak dilumerin biar lembut. Kebetulan anak anak tidak ada yang mau bubur formula yg di pasaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama. Anak-anak saya juga gak mau makan bubur formula

      Hapus
  5. dulu pas ngekos di tempat lama,sering nyuapin anak ibu kos yang mpasi,sering juga lihat makanannya yang diblender^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. berarti udah terlatih nyuapin anak, ya :)

      Hapus
  6. Ikut menyimak dulu, siapa tahu nanti bisa dicoba bila saatnya sudah tiba :)

    BalasHapus
  7. Arya termasuk anak yang nggak terlalu suka sama bubur, Mak. Jadi, pas bikin MPASI blender atau bubur saring, cuma bertahan 3 hari aja. Selebihnya, ya dipenyet pakai garpu atau diaduk sampai hancur.

    BalasHapus
  8. Aisyah juga gak suka kalau terlalu encer, senengnya yang agak padat. Pasti kalau bikin bubur terlalu encer disembur :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup! Kalau gak disembur, dilepehin :)

      Hapus
  9. Samaan sama Kanaya lebih suka MPASI tanpa blender, meskipun tetap saja porsinya sedikit

    BalasHapus
  10. Awalnya diblender, secara bertahap dikurangi kadar encer/lembutnya bun...

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang tekstur makanan sebaiknya dibat bertahap :)

      Hapus
  11. Samaan Kynan juga..tidak begitu suka makanan diblender, tapi bubur dan pure doyan, asal tidak diblender :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. dihancurin pake garpu gitu, ya :)

      Hapus
  12. Kalo anak2ku mpasi sukanya di blender ..hihihi tapi perlahan aku kurangin kadar lembutnya seiring bertambahnya usia mereka :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang sebaiknya dikurangi, kalau enggak nanti kebiasaan :)

      Hapus
  13. Anak2 mbakku gak ada yg minum susu formula, asi doang. Makan nasi dihalusin

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau yang biasa ASI, katanya memang rada susah beralih ke sufor.

      Hapus
  14. Lagi nyari-nyari informasi resep bikin MPASI yang disuka bayi....
    semua nyaranin sayur, buah diblender gt trus disaring.

    BalasHapus
    Balasan
    1. idealnya memang begitu. Tapi, akhirnya cocok-cocokan :D

      Hapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge